THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
PENYERANGAN


__ADS_3

"dasar karyawan kurang ajar bosnya dibuat berguling-guling ria awas saja kalo sampe nih mobil penyok gaji kamu gak akan keluar selama tiga bulan berturut-turut" teriak Karin.


"atuow jangan dong my bos my baby yang cuantik, manis, cakep, tampan, ganteng, menawan sejagat gak ada yang nandingi ya lagian nih mobil gak bakal penyok percaya sama aku, mobil ini dirancang secara khusus buat kamu baby anti gores, anti bakar, anti peluru, anti ledakan, anti bocor, anti ngembes ya pokoknya anti- antilah please" Billar mengedipkan matanya berkali-kali sambil menyatukan kedua tangannya memohon.


"huuuhh giliran potong gaji saja muji-muji" gerutu Karin yang masih didengar oleh Billar.


Karin berjalan kedepan melihat kondisi mobil yang mereka bawa, benar saja mobil itu masih utuh walau penuh goresan disana-sini akibat terbalik dua kali hingga terseret justru mobil ferrary milik Evan yang penyok dibagian samping belakang.


"wow hebat juga produk buatan perusahaan ini ya emang pantas diacungi jempol" batin Karin saat menyentuh badan mobilnya lalu bergantian melihat kearah mobil ferrary.


"seperti pernah mengenal mobil ini tapi dimana ya" lanjutnya dalam hati. Karin berjalan kedepan mobil sembari memperhatikan mobil ferrary yang pernah dia lihat.


Vivi yang mendengar ucapan Karin melihat kearah luar dan terkejut juga senang melihat Karin dihalaman restouran.


"Kariiiin sini" teriak Vivi didalam restouran membuat Erick juga Evan melihat kearahnya. Walau samar-samar tapi Karin masih bisa mendengarnya dan hendak menoleh.


DOR DOR DOR


Tembakan beruntun langsung menghujani mobi suport itu tanpa henti, Billar yang memakai mantel langsung berlari kearah Karin sambil menutupi tubuhnya, sementara Karin langsung menunduk menutupi kepalanya disamping mobil ferrary.


"apa yang kau lakukan bodoh kenapa mereka semua menyerang kita begini" tanya Karin saat menunduk dibawah mantel Billar.


"nanti saja aku ceritakan pokoknya ini semua ada hubungannya sama mantan kamu waktu SMP itu"

__ADS_1


"HAH!!! Apa katamu!" pekik Karin terkejut.


"cepat naik, dimana jaketmu?" tanya Billar sambil membawa Karin masuk mobil dengan menunduk.


"ketinggal dihotel masih diambil sama Johan" jawab Karin.


"dasar bodoh sudah tahu penting masih saja ketinggalan"


"ya sorry, oh iya urus tuh mobil"


"bereslah besok pagi sudah dipakai kekantor lagi jangan kawatir"


Peristiwa itu menjadi tontonan gratis sekaligus menegangkan didalam caffe, Vivi menangis melihat penembakan itu Evan dan Erick masih melongo seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Suara tembakan sekali lagi menyadarkan Erick dari lamunan lalu dengan segera dia berlari hendak menolong Karin, didalam caffe ternyata sudah ada beberapa bodyguard yang entah berasal dari mana menjaga dipintu masuk yang menahan Erick untuk keluar.


"maaf tuan anda dilarang keluar" salah satu bodyguard itu merentangkan tangannya bersama temannya.


"minggir saya hanya ingin menolong Karin" kata Erick yang mulai geram, dari belakang Vivi juga Evan berjalan mendekat.


"kenapa kau melarangnya menolong Karin" sahut Vivi yang masih berjalan mendekat.


"maaf nona ini perintah kalian semua dilarang keluar supaya tidak kenapa-napa?" kata bodyguard yang tetap merentangkan tangannya itu.

__ADS_1


"perintah siapa? Atau kau sengaja supaya Karin kenapa-napa, cepat minggir kalian semua" teriak Vivi.


"izinkan kita keluar tuan kami hanya menolong teman kami saja" sahut Evan sementara Erick sudah mulai marah dan hendak menerobos keluar tapi tidak bisa kalah kuat.


"dengan kekuatan anda yang seperti ini apakah anda bisa menolong tuan kami" kata bodyguard yang menahan Erick.


"apa maksudnya" pekik Erick.


"maaf tuan ini semua perintah tuan Aran"


"Aran!! Siapa Aran aku gak kenal" kata Erick, sementara Evan dan Vivi hanya terkejut saling memandang. Lalu bodyguard itu menatap temannya setelah mendapat anggukan menandakan boleh menjelaskan akhirnya bodyguard itu memberi penjelasan pada ketiga orang yang ada didepannya saat ini.


"apa anda semua belum tahu nama orang yang anda sebut teman itu" mendengar hal itu mereka bertiga kompak menggelengkan kepala, karena memang selama ini Karin hanya memperkenalkan dirinya cuma Karin saja.


"namanya tuan Karin Arandita Sanjaya dia seorang presiden Mafia Imperial Group, diJepang tuan lebih dikenal dengan sebutan tuan Aran, tuan yang memerintahkan kami saat ini supaya kalian tetap aman tuan dan nona jadi mohon kerja samanya, karena yawa kami semua taruhannya" tutur bodyguard itu.


"seperti inikah perkerjaanmu Chibi, sewaktu-waktu kau bisa kehilangan yawamu walau begitu kau masih memikirkan keselamatan kami semua, kau bener-bener pintar Chibi menyembunyikan ketakutan yang menjadi mimpimu setiap malam dibalik keceriaanmu" batin Erick yang tak terasa telah meneteskan air matanya saat melihat Karin diluar.


Sedangkan Vivi terpaku dengan ucapan bodyguard tadi badannya langsung membatu, matanya melupakan sesuatu yang sudah lama dia kubur dalam-dalam.


" A A Ar, Aran, Arandita Sa Sanja Sanjaya" gumamnya yang keluar dari bibirnya yang bergetar, badannya lemas hendak jatuh tapi Evan dengan sigap menangkapnya.


"Sayang kamu gak apa-apa!" ucap Evan yang kawatir.

__ADS_1


*****


__ADS_2