THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
SALAH PAHAM


__ADS_3

Pasangan Fay dan Louris pergi keJakarta karena mereka ingin bertemu sama cucu mereka satu-satunya, kali ini mereka berdua akan mengatakan siapa sebenarnya mereka sama cucunya karena dia pewaris satu-satunya kekayaan Andromeda nantinya.


Dalam perjalanan menuju kediaman rumah Karin justru mereka bertemu ditengah jalan. Karin yang sedang kesal karena diganggu waktu diklub juga galau karena bayangan Erick selalu menghantuinya kemana-mana tanpa sadar membawa minuman setannya yang tinggal seperempatnya saja dan berjalan ketengah jalan.


Mobil mewah dengan nomor plat kota Paris melaju dengan 180/jam tiba-tiba mengerem mendadak karena ada seorang remaja yang berjalan ketengah jalan.


Ckiiiiiiiit...


"shit!!" umpat sisupirnya.


Bukannya menghindar remaja itu justru meloncat keatas mobil dan mendarat didepan sisopir. Remaja itu adalah Karin yang galau akibat kisah asmaranya bersama pangeran kodok. Karin meloncat keatas membuat ketiga orang didalamnya terperangah.


"hebat dia bisa menghindarinya" kata sang supir.


"oh my angel!!!" teriak seorang wanita tua didalam mobil.


"dia!! Hmm kebetulan sekali kita bertemu disini tapi sepertinya lagi mabuk ya" gumamnya dalam hati.


"bawa masuk dia" titah Fay sama supirnya.


"siap tuan" jawab sisupir dan segera keluar melihat Karin hendak mengajaknya ikut serta.


Karin yang sudah turun berjalan menjauh tanpa berkata sedikitpun dari mobil mewah asal kota Paris itu. Dia berjalan sambil terus meneguk minuman setan yang berada ditangannya.


Kepalanya mulai pusing juga serasa berputar-putar setiap orang yang berpapasan akan berwajah kembar dan berputar-putar.


Hueeeek....


Akhirnya dia muntah dijalan, saat mendongak keatas sambil mengusap mulutnya dengan punggung tangannya dia melihat Erick berjalan mendekat setengah berlari.


"Erchan kenapa dia kesini? bukannya disuruh intropeksi sama Romo ya" gerutunya lirih lalu berusaha untuk bangkit.


Bayangan Erick itu terus mendekat dan membantunya untuk berdiri, Karin melebarkan matanya lalu berkali-kali dia mengucek matanya memastikan apa yang ada didepannya.


"Erchan kenapa kamu ada disini" katanya khas orang mabuk. "bukannya kamu harus intropeksi karena kebodohanmu ya" katanya lagi.


"maaf tuan saya bukan Erchan saya supirnya tuan Fay" balas sibayangan itu yang ternyata sang supir tuan Fay.

__ADS_1


"mari ikut saya tuan, tuan besar sama nyonya sudah menunggu dimobil"


"apa kau ingin membawaku, kau ingin menculikku dan minta tebusan sejak kapan kau beralih profesi jadi tukang palak" cerocos Karin.


"susah juga bicara sama orang mabuk ya, ingin sekali kupukul dia sampai sadar kalo saja bukan tuan muda" batin sang supir.


"Erchan usaha Romomu sudah bangkrut ya lalu kau minggat keJakarta cari pekerjaan disini, makanya Erchan jadi orang jangan berotak babi yang bisanya hanya ngok ngok hahaha" kata Karin dengan tawa yang megelegar. sisupir cuma diam membisu dengan kelakuan Karin yang mabuk apalagi saat tangannya menepuk-nepuk kepalanya beberapa kali pandangan tak suka tersirat disana.


"silakan ikut saya tuan muda" kata sisupir menahan emosi.


Karin bernyanyi sambil berjalan sempoyongan khas orang mabuk dibantu sama pak supir sesekali dia memukulnya.


Louris membukakan pintu mobil untuk cucunya yang dipapah supirnya, Fay pindah didepannya menghadap istri juga cucunya posisi mereka duduk berhadapan. Karin tidur dipangkuan Louris dia tertidur lelap dan tenang walau awalnya masih yerocos.


"sayang kita akan kemana sekarang hotel apa rumahnya" tanya Louris.


"kita kerumahnya saja daripada nanti dia mengamuk, lagipula kalo kita pesen kamar nanti juga sempit orang mabuk kan biasanya suka buat onar" kata Fay panjang lebar.


"astaga sayang kau jadi orang pelit amat sama cucu sendiri, uang segitu banyak mau kau pakai buat apaan" balas Louris tak suka.


"terserah kau sajalah" ketus Louris.


Mobil yang ditumpangi mereka bertiga melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman rumah Karin.


Nana yang berada dihotel menelfon Johan dan mengatakan kalo Karin keluar sendiri tanpa pengawalan. Setelah mendapat cerita dari Nana Johan langsung membuka aplikasinya dan melacak keberadaan Karin lalu dia menyuruh beberapa pengawal untuk menjemputnya, tentu saja itu sangat mudah dilakukan karena salah satu anting yang dipakai Karin memiliki GPS tanpa sepengetahuan Karin sendiri.


Tapi semua itu telat selangkah Karin sudah dibawa dengan mobil mewah berplat Paris yang ditumpangi Fay sama Louris istrinya.


Para pengawal langsung menelpon Johan dan menceritakan apa yang terjadi sesuai apa yang mereka lihat.


"ikuti mereka jangan sampai mereka lolos" titah Johan sama pengawalnya.


"baik tuan Han" jawabnya tegas.


Mereka semua berpencar ada yang naik mobil ada juga yang naik sepeda motor tujuan mereka cuma satu yaitu mengejar mobil yang membawa bos mereka saat ini. Sang supir yang mengetahui mobilnya ada yang mengikuti menambah kecepatan lajunya membuat Fay dan Louris terkejut.


"ada apa? Kenapa ngebut?" teriak Louris bertanya.

__ADS_1


"maaf nyonya ada yang mengejar dibelakang" jawab supir tanpa melihat kebelakang karena dia sudah tahu siapa yang mengejarnya


"apa!!!" pekik Louris.


"hubungi mereka suruh kesini tuk membantu" sahut Fay.


Segera sisupir menelfon para pengawal yang lain untuk membantunya melalui panggilan earphone bluetoothnya.


Tak selang berapa lama bantuan datang dan segera menghadang para pengawal suruhan Johan, bawahan Johan tak mempedulikan anak buah Fay tujuan mereka cuma satu menghentikan mobil itu, dan aksi kejar-kejaran diJakarta kini terjadi suara mesin mobil dan sepeda motor yang membahana menyeruak keudara membuat orang tertengun mendengarnya.


Tring.....


Hp Erick berbunyi segera dia meraih hp yang berada diatas nakas secepat kilat, karena tak sabar ingin melihat siapa yang mengirim pesan WhatsApp. Dia terus berharap bahwa kekasihnya Karin akan membalas pesannya walau cuma secuil saja.


Sejak kejadian itu Karin terus menghindar, Erick terus dilanda kecemasan membuat dia tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang bahkan makanpun terasa hambar.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa dia terus menghindar? Apa hanya karena masalah sepele waktu itu? Tapi rasanya tidak mungkin pasti ada masalah lainnya yang membuat dia berubah?" gumam Erick sambil menatap hpnya yang menyala menampilkan pesan WhatsApp.


Begitu banyak pesan masuk yang tertera dilayar hpnya tapi Erick tidak mempedulikannya, bola matanya terus berputar mencari nama yang sudah tersimpan dan diucapkan setiap hari itu.


"Chibi tersayang" begitulah nama yang tersimpan. Setelah ketemu dia langsung mengarahkan ibu jarinya menyentuh nama itu hingga terbukalah sebuah pesan yang baru masuk.


Ada raut kecewa dan lega terpancar diwajah tampan Erick walau begitu dia tetap menghormati keputusan kekasihnya itu.


📥"selesaikan dulu apa yang diberikan Romomu barulah temui aku, aku yakin kamu pasti segera menyelesaikannya dan berlari kemari" pesannya.


"apa ini artinya dia tidak menghindari ku? Dia masih mau bersamaku, itu berarti aku masih punya kesempatan untuk bersama dengannya dong" katanya sambil tersenyum senang.


Tadinya Erick ingin berlari keJakarta menemui Karin saat ini juga, karena dia merasa Karin kekasihnya terus menghindar darinya. Dia hanya ingin meluruskan permasalahan jika memang ini semua murni kesalahan dirinya.


"walaupun kamu punya alasan untuk meninggalkan aku, aku tak akan pernah melepaskan dirimu, tak akan!!" ucapnya pelan sambil mencium foto Karin yang berada di hpnya.


"ini semua hanya salah paham saja" ucapnya lagi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar hp.


******


Dukung author dengan like & komen🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2