
"bocil lakukan sesuatu aduh... sa... kit ada yang menggigitku"
"kenapa repot amat sih langsung buka saja kaosnya" Erick langsung menarik kaos yang dipakai Kiran keatas membuat Kiran telanjang dada hanya dengan memakai celana pendek saja.
Kini badan Kiran yang kekar, berotot, sekaligus sixpack terpampang jelas menjadi tontonan gratis disana, para wanita menelan salivanya masing-masing dengan begitu berat, bahkan mereka yang sudah bersuami langsung melirik suaminya sendiri seolah berkata. "andai badan kamu seperti itu!!" dengan sinis. Pasalnya para pria maupun wanita dibangsal kencono dilarang buka baju sembarangan kecuali didepan pasangannya yang sudah sah.
Ditambah lagi terdapat tato dua naga yang berbentuk huruf K berhadapan didada sebelah kiri diatas putingnya. Membuat mereka semua tanpa sadar ngeces dengan sendirinya karena badan Kiran yang begitu atlentis, lalu sesuatu terbang saat kaos itu dikibaskan oleh Erick berkali-kali.
"bocil ada yang terbang, itu apa?" tanya Kiran sambil menunjuk sesuatu yang terbang dan menempel didinding.
"hah kecoa! Kenapa ada kecoa dibangsal ini gimana para pelayan membersihkan rumah" gerutu Erick, sementara Kiran masih bingung dengan punggungnya yang terasa perih dan gatal.
"ada apa tuan? kenapa dengan punggung anda?" tanya Sota yang heran melihat tuannya telanjang dada juga punggung tuannya yang merah-merah.
"ambilkan kaosku cepetan" pekik Kiran. segera Sota berlari kembali kekamar mengambil kaos untuk tuannya.
"shit!!" Kiran mengambil kaos yang diberikan Sota lalu berjalan cepat keluar entah mau kemana.
Sementara ditempat lain disebuah toko Karin, Ersya juga Johan sedang memilih coklat karena hari ini hari valentane.
"llitle kamu sudah dapat barangnya untuk sibabang Aoi juga "dia" tanya Ersya sama Karin yang sibuk milih sambil tersenyum sendiri.
"hehehe sudah semua kamu gimana?" jawab Karin dengan sumringah.
"juga sudah semuannya ayo mau kemana lagi aku temani seharian full hehe" semangat Ersya.
"kalo kamu nemenin aku seharian full kasian suamimu itu dijadikan baygon sama kamu, lagipula ada banyak yang harus aku beli soalnya bebek kirim pesan kalo dia tinggal disebuah rumah besar sama keluarga besar juga"
__ADS_1
"aku dan mas Jo belum menikah jangan seenaknya ngomong" Johan hanya diam mendengar celotehan keduanya.
"kalo begitu cepatlah menikah sana nunggu apalagi, lagipula tunangan sama dengan menikah bagiku"
"aku tidak mau menikah sebelum ketemu sama bibi pamanku" kata Ersya tetap dengan pendiriannya. Karin hanya mengangkat kedua bahunya lalu berjalan keluar setelah membayar semuanya.
Johan melirik Ersya dan disambut dengan tatapan sinis olehnya. "apa mas Jo lihat-lihat kebelet mau cepat nikah atau kawin" ketus Ersya lalu berjalan keluar menyusul Karin, Johan sendiri hanya mendesah kesal.
"sabar mas" sahut sang kasir dengan tersenyum.
Setelah membeli barang yang diinginkan mereka bertiga menuju lokasi yang dikirimkan Kiran. Didepan gerbang Johan turun dan bertanya tentang alamat yang mereka tuju sama satpam lalu dianggukan iya dengan sopan oleh satpamnya.
Johan memasukan mobilnya kehalaman yang begitu luas, Ersya tak hentinya menganga melihat pemandangan bunga berjajar dengan berbagai jenis menyambut kedatangan mereka berikut serta rumah besar nan luas.
"biasa saja Sya" ucap Karin mengagetkan.
"hehehe maklum ini pertama kalinya lihat rumah adat" kata Ersya cengingisan.
Nenek yang duduk bersama susternya langsung berdiri begitu melihat ada mobil yang berbeda memasuki halaman rumahnya, terlihat raut wajah kaget saat melihat orang yang keluar dari dalam mobil.
"sugeng rawoh aden" katanya dengan halus dan sopan. Tapi Karin, Ersya juga Johan hanya bengong mematung saja mendengarnya karena tak mengerti.
"artinya apa ya?, Jo apa aku pake bahasa Jepang saja" bisik Karin sama Johan.
"jangan nanti tambah ribet" bisik Johan membalas.
"oh bentar aku translator atau translate dulu" segera dia meraih hp dan mengetiknya sesuai apa yang diucapkan nenek barusan.
__ADS_1
"oh artinya selamat datang dalam bahasa Indo" kata Ersya setelah mengetahui arti yang keluar.
"aku tidak begitu mengerti bahasa jawa, tapi akan aku coba walau belepotan ya" katanya lagi dan dijawab anggukan oleh keduanya
"matur nuhun nek, kito badhe ketemu rencang, niki wau sampon janji temu ten mriki" kata Ersya dengan senyum yang dipaksakan karena bahasanya yang kaku. Johan dan Karin hanya saling memandang tak mengerti apa yang dibicarakan sama Ersya juga sang nenek.
"monggo panjenegan pinarak rumiyen" katanya dengan halus.
"bisakah pake bahasa Indonesia biar gampang, bisa pusing nih kepala berbie" batin Ersya sambil memegangi kepalanya.
"injeh, ngapunten, matur nuhun nek" lalu Ersya melihat kebelakang kearah mereka berdua yang melongo.
"ayo nunggu apalagi" bisiknya, mereka berdua saling melempar pandangan sekali lagi lalu berjalan masuk.
"kita duduk disini saja" kata Ersya lagi.
"kamu hebat bisa bahasa mereka Sya untung bawa kamu ya Jo" kata Karin dengan menunjukkan giginya.
"bahasa yang aku pake termasuk kasar lagipula ada kan dipelajaran sekolah" ucap Ersya.
"beda diJepang Sya disana gak ada" sahut Johan.
"oh iya dia kan orang Jepang ya, ya sudah nanti aku suruh pake bahasa Indo saja biar gampang lagipula aku juga pusing kalo disuruh mikir"
"terima kasih kamu hebat" ucap Johan tersenyum padanya.
Karin meraih hpnya dan berkutat disana sambil menunggu nenek tiba lagi, tak lama berselang keluarga nenek datang termasuk Erick berjalan bersamaan bersama menemui Karin karena nenek bilang ada tamu yang datang hendak ketemu seseorang.
__ADS_1
"lho Bi ko kamu duduk disini sih bukannya langsung masuk saja" kata Erick mengagetkan.
*****