
Karin mencengkram kerah baju Erick dan menariknya mendekat hingga wajah keduanya cuma berjarak beberapa senti saja membuat Erick sendiri samakin bingung.
"kenapa diam? katakan padaku yang sejujurnya" ucap Karin mulai geram.
"aku sudah mengatakannya padamu tadi" Erick tetap menanggapinya dengan kalem.
"sebenarnya apa yang terjadi padamu chibi kau seperti orang lain hari ini"
Mendengar hal itu Karin melepas cengkramannya lalu duduk bersandar dikursinya.
"temani aku minum Erchan please ya hari ini saja"
"bukannya dirumahmu juga ada minuman kita minum dirumah saja ya aku temani semalaman juga gak apa"
"aku tidak mau aku maunya diluar saja, sudah disini saja aku jalan sendiri saja" Karin membuka pintu mobil hendak keluar dengan cepat Erick meraih tangannya.
"baiklah ayo masuk aku temani kau minum"
Dan dengan cepat pula Karin langsung menjewer telinga Erick dengan keras.
"aduh sakit chibi" katanya sambil mengelus telinganya yang panas.
"habisnya sudah gak dari tadi kamu ngomong begitu cih"
"janji dulu cuma sebotol saja ok baru kita berangkat"
"kamu kebayakan syarat"
"mau gak kalo gak ya sudah gak jadi nih"
"iya aku janji" jawabnya dengan tersenyum.
Erick melajukan mobilnya kesbuah clubbing yang tak jauh, mobil BMW hitam segera memasuki tempat parkir dibawah tanah.
Bunyi alunan disco sudah menerobos melewati daun telinga membuat tak sabar untuk bergoyang bagi siapapun yang mendengarnya.
__ADS_1
Dengan tak sabarnya Karin keluar sambil menggerakan badan ala ala penyayi rab barat, sementara Erick hanya menggelengkan kepala saja melihat sikap Karin.
"yooo bro anggurnya satu" kata Karin yang sudah duduk didepan bartender,
Kedatangan Karin juga Erick menyita seluruh mata didalam club karena mereka berdua memang begitu tampan apalagi Karin remaja berkulit putih mulus tak ada cacat sedikitpun baik wajah maupun badannya.
Setelah mendapatkan minumannya Karin langsung meneguk dari botol langsung, tapi rasa haus masih melanda tenggorokannya membuatnya berkali kali meneguk minuman itu tanpa henti.
"sendiri saja ganteng mau aku temani minum" seorang wanita sexsi mendekati Karin sambil membawa gelas berisi anggur.
"aku sudah punya pasangan kamu pergilah"
"pasangan! mana pasangannya?" tanya wanita itu sambil melihat kanan kiri disekitar Karin.
"dia pasanganku" Karin menunjuk Erick membuat wanita itu melongo melihatnya.
"kamu gay!" Karin hanya diam.
"ih ogah ah jijik gue" lanjutnya lalu pergi begitu saja, sedangkan Erick hanya diam saja melihatnya.
Erick tidak peduli dengan apa yang dilakukan Karin dalam fikirannya dia harus membawa Karin pulang setelah habis sebotol.
"yang disini masih kering aku mau lagi" Karin berkata sambil menunjuk lehernya sendiri.
"iya nanti aku bawakan lima botol kalo perlu satu krat untukmu ya sekarang ayo kita pulang" dengan halusnya dia membujuk Karin supaya mau pulang.
"bener kamu akan membawakan lima botol"
"iya chibi lima botol!!"
"baiklah ayo kita pulang sekarang"
Karin berjalan agak sepoyongan karena yang diminumnya memliliki kadar alkohol agak tinggi, baru beberapa langkah mereka berdua sudah dihentikan oleh seorang pria.
"hei bro jangan pulang dulu kita belum bersenang-senang kan" kata pria bertampang preman dengan tato dimana-mana.
__ADS_1
"sory bro kita buru-buru" ucap Erick.
"buru-buru kemana sih bro, lihat dia masih mau disini kan pasanganmu begitu mulus sekali beda dengan kita ya kan bagaimana kalo aku bermain dengannya beberapa menit saja" dengan nakalnya tangan pria itu menyentuh pipi Karin membuat Erick geram.
"plak! singkirkan tanganmu dari wajahnya" kata Erick dengan kesal.
"lho dia kan orang tadi pagi" tiba-tiba saja suara seorang pria menghentikan Erick tadi yang sudah siap menonjok.
"sory kami buru-buru" Erick memapah Karin hendak berjalan pulang.
"tunggu dulu, kalo kamu mau pulang silakan duluan biarkan dia disini" kata pria yang ditemuinya tadi pagi.
"kakak ngapain kamu disini" ucap Karin yang masih sadar.
"kakak mengajakmu bersenang-senang tapi dia mengganggu"
"benarkah"
"sudah chibi kita pulang sekarang ok"
"maaf kak aku sudah mau pulang kapan-kapan kita bermain lagi ya"
"tapi aku maunya sekarang" pria itu memegang tangan Karin, entah saking kesalnya atau apa Erick langsung menonjok pria tadi pagi itu hingga tersungkur.
"beraninya kau rasakan ini" pria itu membalas pukulan Erick, dalam beberapa menit saja terjadilah perkelahian didalam club yang membuat kericuhan.
Karin tidak menggubrisnya dia malah berjalan kearah bartender dan minta minuman lagi, sambil melihat perkelahian dia menghabiskan lagi satu botol anggur merahnya.
Tapi tetap saja tak akan pernah membuat rasa hausnya berkurang, Erick berhasil mengalahkan beberapa orang yang mengganggu tadi lalu dengan cepatnya dia menarik tangan Karin dan berlari keluar menuju tempat parkir.
"bener-bener deh aku paling gak suka seperti ini" ucap Erick sambil ngos-ngosan.
"gak suka apa?" tanya Karin
"sudah ayo masuk mobil dan pulang capek banget nih"
__ADS_1
Baru saja Erick menjalankan mobilnya tapi beberapa orang diclub sudah menghadang mobil mereka dijalan keluar dengan bala bantuan siap mengroyok mereka berdua.
*****