
"jika mereka menemukan apa yang kita cari selama ini kita rampas saja" balas satunya.
"kalian yari apaan?" tanyanya pendek.
"nyari obat awet muda! Apa kau tahu profesor itu menciptakan obat yang menghentikan sel pertumbuhan suatu jaringan dan membuat badan manusia tidak bisa menua" jelasnya tanpa melihat kearah Karin.
"wow hebat juga aku juga pingin kalo yang sepeti itu"
"lha makanya banyak sekali mereka yang menginginkan obat itu, mm suaramu ko beda ya kamu bukan teman kita" sadar akan suara seseorang yang berbeda dia akhirnya menoleh kebelakang dan begitu terkejut saat melihat orang yang mereka kenal.
"haaaaiii" kata Karin menyapa.
"kaaauuuuu" teriak mereka berdua kompak lalu pada lari entah kemana.
"apa aku sebegitu menakutkannya ya" kata Karin menunjuk diri sendiri.
Karin mendesah kesal lalu pergi menemui Erick pacarnya. Sedangkan dua orang pengintai tadi masih berlari bersembunyi disuatu ruangan.
"apa dia tidak mengikuti kita?" tanya salah satunya.
"sepertinya tidak tapi kenapa kau mengajak aku berlari?" balasnya.
"reflek soalnya dia seperti Aran dari MIG"
"terus apa hubungannya"
"hei apa kau lupa kalo Aran cs salah satu anggota bayangan MIG yang selalu beraksi bersama Han, menurut kabar dia yang paling berbahaya dan aku gak mau mati sia-sia"
"begitu tapi dia tidak seperti yang kau ceritakan, apa benar dia sebahaya itu"
"ah percuma ngomong sama kamu"
Diruang penelitian Erick yang berurusan dengan yang namanya komputer akhirnya berhasil menyalahkannya juga.
"yes akhirnya berhasil juga" teriak Erick didengar sama Karin yang baru tiba.
"apanya yang berhasil Erchan?" tanyanya berjalan mendekati Erick.
"hai Bi lihat nih komputernya aku berhasil menyalahkannya" Erick menjawab semringah.
"hebat juga kamu Erchan"
"kau nampak gak senang aku berhasil ya"
__ADS_1
Karin berjalan kearah komputer yang sudah menyalah dan mencoba melihat data-data didalamnya. "hahaha apa aku terlihat seperti itu" katanya bercanda.
"terserahlah, kamu mau mencari apa dikomputer usang ini"
Tangan Karin bergerak cepat membuka beberapa file disana dan ternyata didalam komputer itu banyak data tentang berbagai penelitian dan pengembangan janin diluar rahim.
"data seperti ini jika jatuh ketangan seseorang yang salah bisa sangat berbahaya, aku harus menghancurkan komputer ini" batin Karin dengan tangan yang terus bergerak dan wajah yang serius.
"kamu gak apa Bi? Kamu nampak serius sekali" kata Erick dari depan.
"bahaya Erchan komputer ini harus dihancurkan ada begitu banyak berbagai penelitian didalamnya yang aku sendiri tidak mau mengerti"
"lakukan jika menurutmu benar"
"terima kasih"
Erick memperhatikan wajah kekasihnya yang serius, terkejut juga kesal dan marah didepan komputer dia sadar bahwa Karin sangat mengerti apa yang ada didalam komputer itu penelitian apa yang dilakukan oleh penghuni rumah ini dulunya.
"carikan aku pemukul Erchan" katanya tanpa melihat kearah Erick.
"ya" balasnya pendek tanpa bertanya apapun Erick langsung pergi mencari kayu atau semacamnya yang bisa dibuat memukul.
"hampir keseluruhan adalah cara mengembangkan bayi diluar tidak ada apapun selain itu, dia seorang profesor dari Amerika berteman dengan salah satu pasien rumah sakit tempat dia berkerja apa ini ada hubungannya dengan buku yang aku temukan" batin Karin. "sebenarnya apa yang terjadi!!?" lanjutnya.
"lalu tentang obat awet muda yang mereka bicarakan tadi itu, kenapa penuh dengan misteri begini sebenarnya apa yang ingin mama beri tahu padaku" gumamnya lirih.
"bahaya nih kalo dia lagi marah begini" batin Erick melihat kekasihnya memporandakan tempat penelitian itu.
Selain itu memang wajah Karin terlihat marah akan apa yang dia temukan saat ini, dia tak habis pikir bagaimana mungkin seorang dokter yang menyandang gelar profesor bisa melakukan penelitian seperti itu.
Erick meraih tangan Karin yang siap memukul untuk kesekian kalinya.
"sudah Bi tempat ini sudah hancur kenapa kamu jadi emosi begini" kata Erick menenangkan Karin kekasihnya.
"aku tidak tahu Erchan, emosiku langsung meluap saat melihat semua itu aku begitu kesal melihatnya" ucap Karin dengan nafas yang memburu.
Erick memeluk kekasihnya dia tahu apa yang terjadi padanya. "Bi seorang dokter akan bertindak lebih jauh pasti ada alasannya, bukannya kau juga sama" kata Erick pelan sambil mengusap punggung Karin.
"kita hanya belum mengetahui alasan itu saja" lanjutnya.
"kamu benar kenapa aku harus marah sama apa yang belum aku ketahui" Karin membalas pelukan Erick. "terima kasih kalo tidak ada kamu aku tidak tahu harus bagaimana" lanjutnya.
"kita sudahi saja dan pulang ya"
__ADS_1
"ya, aku mau istirahat sejenak"
Mereka berdua menghentikan apa yang mereka lakukan saat ini dan tidak lagi pergi kesana, hanya sebuah buku diary kecil yang dibawa Karin keapartemen.
Diapartemen lagi-lagi Karin dibuat tidak bisa tidur dengan apa yang dia lihat tadi, dengan telaten dia membersihkan lembar demi lembar dari buku itu sebelum membacanya.
"ini sudah jam dua pagi kenapa kamu belum juga tidur" tanya Erick saat menyadari lampu diruang tengah menyala dan melihat ada Karin disana.
"nanggung Erchan sebentar lagi selesai" jawab Karin dengan tangan yang terus bergerak membersihkan lembaran buku itu.
Tangan Erick menggenggam tangan Karin dia melihat wajah kekasihnya dengan serius. "masih ada hari esok jangan menyiksa dirimu seperti ini" ucapnya.
"apa kamu tahu diriku ini penuh dengan misteri, dulu aku tidak pernah ingin tahu siapa diriku sebenarnya sekarang aku baru sadar kalo itu sangat penting dan berarti" tutur Karin.
"apa kamu tahu aku hanyalah benih titipan dari seseorang yang entah darimana, dan seseorang sudah berhasil menyelidikinya dan berusaha mengembalikan aku keasalnya" lanjutnya berwajah sedih.
"seseorang, siapa?" tanya Erick penasaran.
"kak Aoi" jawab Karin pendek.
Erick terjennggang mendengarnya dia tidak tahu kalo kehidupan kekasihnya penuh dengan teka teki, walau rasa tidak mau tahunya begitu besar tapi semua itu masih bisa dikalahkan oleh rasa keingin tahuannya dan hal itu membuat luka lama terbuka kembali.
"pelan-pelan, aku yakin kamu pasti bisa menemukan asal dirimu sebenarnya, jangan memaksakan dirimu"
"terima kasih Erchan"
"tidurlah besok dilanjut lagi membersihkan buku ini"
Karin mendekati Erick dan bersandar didadanya yang bidang. "aku ingin tidur seperti ini boleh ya" ucapnya pelan.
"hahaha boleh aku senang kau melakukannya" balas Erick dengan tersenyum.
"apa aku sudah menjadi cewek manja"
"bermanjalah hanya denganku seorang jangan lakukan dengan orang lain""
"kamu posesif sekali Erchan"
"biarin"
Dia tertidur dipangkuan Erick dia nampak begitu lelah karena membersihkan lembar demi lembar kertas diary itu. Erick tersenyum kecil melihat kekasihnya yang pulas didadanya lalu dia mendaratkan kecupan didahi manis pacarnya.
"tidurlah dengan nyenyak sayang!!"
__ADS_1
*****
Jangan lupa like & komen🥰😘