
"aku tidak boleh seperti ini, masih banyak hal yang harus aku lakukan kalo aku seperti ini mereka akan menggempur rumah ini aku harus bergerak lebih dulu" batin Karin lalu bangkit dari tempat tidurnya menuju meja membereskan amplop yang diberikan pak Sanjaya.
Karin berjalan mendekat kesebuah lemari, disamping lemari ada dua butterfly yang melekat ditembok, dia gerakkan tangannya kearah butterfly dan membuatnya menjadi satu buah.
Klik...
Sebuah tombol kunci terbuka dan lemari disampingnya bergeser dengan sendirinya, tidak hanya itu dibelakang lemari itu masih terdapat sebuah pintu lagi yang kode aksesnya menggunakan mata sang pemilik. Dia mendekatkan wajah kesebuah lensa dipintu itu.
"kode akses diterima silakan masuk tuan"
Pintu terbuka secara otomatis, nampak ruangan begitu luas dibalik lemari dan terdapat sebuah cyber kedua disana satu diantaranya berada di markas pusat gedung MIG. Karin melangkah masuk dan duduk didepannya tanpa banyak bicara dia gerakan kesepuluh jarinya diatas keyboard.
Dia mencoba membobol satelit luar angkasa yang berpusat ditimur tengah. Mencoba mencari tahu keluarga Mateo melalui pembobolan sistem. Lalu dia mengambil hpnya hendak menelfon seseorang yang juga salah satu dari kucing kesayangan dirinya.
"pembalasan baru dimulai kita lihat siapa diantara kita yang menang" batin Karin dengan tetap fokus menghadap cybernya.
"Aska kemari sekarang ada tugas untukmu" kata Karin setelah panggilannya terhubung
"ok sayang!!" balasnya
Setelah mematikan hpnya dia kembali berkutat dengan cybernya, pandangannya tertuju pada Felix yang membawa Fani secara paksa kesebuah apartemen diJogja.
Dia mendengus kesal. "apa aku salah ya menepatkan dia diantara mereka berdua, sejak dihianati pacarnya Felix tidak pernah sekalipun berhubungan dengan wanita bisa dibilang dia anti wanita, rasa cintanya yang dalam terhadap kekasihnya menjadi titik balik rasa bencinya terhadap wanita, tujuanku memberi tugas ini supaya dia membuka sedikit hatinya untuk wanita saja"
Karin bersandar kebelakang sambil melipat tangannya pandangannya lurus terhadap Felix seorang.
"dibalik wajah menawannya dia menyimpan kesadisan bahkan aku saja tidak bisa menghentikannya" gumamnya lalu dia mematikan cybernya dan beranjak dari tempat duduk berjalan keluar.
Dia berjalan menuruni tangga dengan malas sambil menghela nafas panjang.
"apa Johan belum pulang?" tanya Karin sama kepala pelayanannya dibawah.
"belum den" jawab pak Aldo lalu dia melanjutkan ucapannya lagi. "apa anda membutuhkan sesuatu den?" tanyanya.
"suruh bibi membuatkan manisan tuk dibawa kehotel dan keluarkan mobilku" titahnya lalu berjalan menuju ruang kerjanya. Baru beberapa langkah dia menghentikan langkahnya membuat pak Aldo terkejut.
"nanti kalo ada orang datang antarkan saja keruang kerja" katanya dan berlalu pergi menuju ruang kerjanya.
"baik den" balas pak Aldo ramah. Dia berjalan kebelakang menemui istrinya guna menyuruhnya membuat apa yang majikannya minta setelah itu menyuruh seseorang untuk mengeluarkan mobil dibagasi.
Tak selang berapa lama seseorang datang kerumah Karin, dia berbadan tinggi kurang lebih 176cm berkulit putih, gemar memakai mantel tanpa memakai kaos sehingga memperlihatkan dadanya yang bidang, berwajah maskulin dia bernama Aska Morgan salah satu tim kesayangannya.
Pak Aldo tak berkedip melihat tamunya didepan matanya.
__ADS_1
"dimana baby?" tanyanya membuat pak Aldo tersadar dari lamunan.
"baby!!" katanya lirih lalu dia tersadar sama ucapan majikannya barusan.
"oh mari silakan tuan anda sedang ditunggu diruang kerja" kata pak Aldo.
Aska hanya diam dia mengikuti langkah kepala pelayan dirumah Karin menuju ruang kerja.
Tok tok tok
Sesampainya didepan pintu ruang kerja segera pak Aldo mengetuk pintunya.
"masuk" jawab Karin dari dalam.
"hallo sayang" ucapnya begitu pintu terbuka.
"hallo juga sudah siap dengan tugasnya" kata Karin sambil menggerakkan tangannya kearah pak Aldo supaya keluar. Pak Aldo yang mengerti menunduk hormat dan berjalan keluar.
"sebenarnya kami semua hanya ditugaskan untuk berada disampingmu saja tidak boleh menerima tugas lainnya" Aska berkata sambil berjalan masuk dan duduk di sofa.
"yang kau patuhi itu bebekku atau aku" sinis Karin sambil mendaratkan bokongnya disofa depan Aska.
"kau menggemaskan kalo lagi marah, tugas apa yang akan kau berikan padaku?"
"buat Mateo tidak bisa beroperasi didunia bawah terlebih lagi pasar gelap, bawa saja Momo kau pasti akan membutuhkannya"
"aku sudah memodifikasinya jadi bukan hanya bisa jadi teman tapi buat senjata juga ok"
"hahahaha menarik sekali sepertinya bagus juga baiklah aku setuju tapi kalo dia tidak bisa pulang jangan salahkan aku sayang, apa tugasku hanya itu saja"
"tidak juga, hancurkan sekalian penelitiannya juga diam-diam dia membangun sebuah penelitian tersembunyi dikota Y"
"kau ingin membuat pesta darah disana" Aska berkata sambil menyeringai.
"kau tahu apa yang tidak aku sukai bukan, selebihnya lakukan sesukamu" balas Karin tersenyum kecil.
"ini baru ratuku selalu tahu apa yang kuinginkan" kata Aska.
Perbincangan terus berlanjut dan pembalasan Karin akan dimulai, pak Aldo sudah siap dengan kotak makanan ditangan begitu keluar Karin langsung meraih kotak makanan itu dan membawanya kemobil.
"selesaikan tugasmu dan segera pulang"
"kau mengkhawatirkan aku sayang" kata Aska tersenyum kecil.
__ADS_1
"cih susah mencari orang seperti dirimu bodoh"
"hahaha kau bener-bener menggemaskan"
Karin pergi kehotel sementara Aska diantar keMIG menggunakan Jepri miliknya karena boneka Momo berada di gedung MIG dan berangkat dari sana.
Dirumah sakit Erick terus memutar otaknya memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Karin kekasihnya. Dia bersandar disofa sambil melipat tangannya didada.
"dia tidak pernah mengucapkan kata pria terlebih lagi dia tidak membiarkan diriku pindah keyakinan, aku lupa kalo dia beda agama sama aku ya kalo dia tidak membiarkan aku pindah keyakinan masa dia mau meninggalkan aku tapi sikap dia akhir-akhir ini sangat aneh sebelum keJakarta aaarkh pusing" gerutunya sambil mengacak-acak rambutnya.
"kamu kenapa le?" tanya Romo yang baru datang.
"tidak ada apa-apa Romo" jawab Karin.
"jangan bohong Romo tahu apa yang kamu pikirkan pasti soal dia kan"
"ah Romo tahu saja, sebenarnya sebelum dia keJakarta sikapnya agak aneh seakan menjauhiku" Erick berkata sambil menunduk.
"itu yang terbaik"
"Romo kok gitu aku tidak mau"
"ingat gosip yang beredar berbagai cemohan dari semua orang terpampang jelas disosmed"
"peduli amat tentang gosip itu"
Romo mendengus kesal. "terserah kau saja tapi Romo tak akan pernah setuju kau menyukai sesama jenis bahkan menikahinya ingat itu" katanya.
"berati janji Romo palsu ya, harta Karun itu tidak ada kan" balas Erick.
"ada dan sudah jelas didepan mata" kata Romo.
"Romo hanya merestuimu menikahi wanita ingat itu" Romo bangkit dari tempat duduknya dan berganti duduk didekat istrinya.
Romo melirik kearah putranya. "dia terlalu dibudak cinta hingga tertutup mata batinnya" batinnya lalu menghela nafas sejenak. Berlahan sang bunda membuka matanya membuat keduanya kegirangan dan Erick langsung berlari menghampiri bundanya.
"bunda sudah sadar! Ini aku bund putramu masih ingat kan" cerocos Erick.
"bundamu tidak hilang ingatan le" kesal Romo. "daripada begitu cepat panggil dokter sana" katanya dengan ketus. Erick segera berlari keluar memanggil sang dokter dengan senang.
*****
Jangan lupa like plus komen🥰😘
__ADS_1
Perkenalkan boneka Momo. Dia bisa berjalan sendiri dan bicara layaknya manusia, tapi badannya sudah didaur ulang sama Karin.