
Diseberang jalan lebih tepatnya diperepatan terlihat beberapa muda mudi sedang bergerumun, mereka semua berpakain anak pank juga tato melekat dibeberapa badan mereka.
Salah satu diantara mereka sangat berbeda remaja blesteran Jepang berkulit putih mulus bahkan tak ada cacat sedikitpun terlihat ngobrol akrab disana.
Karin remaja itu, dia pandai bergaul dan mencari kawan dia tak peduli yang dekat dengannya lawan apa kawan didalam fikirannyan itu urusan belakangan, berkat itu semua dirinya bisa mencari info sedetail mungkin jika orang-orang suruannya kurang puas memberikan info yang dia minta.
"Karin kau mau rokok" salah satu diantaranya menawarkan sebungkus rokok padanya.
"boleh deh" lalu Karin mengambil sebatang rokok menyalahkannya dengan santai menghisap rokok itu.
"oh iya aku dengar beberapa hari yang lalu ada beberapa preman sedang mengejar seorang cewek ya" Karin mulai mencari informasi terkait beberapa orang yang dimasukan penjara bawah tanah miliknya oleh Johan.
"oh para tukang palak itu ya, waktu itu ya aku pernah lihat dia ngejar seorang cewek perkerja toko butik disana" kata si A sambil menunjuk toko butik yang berada diseberang jalan.
"tapi kami gak berani bantu walau ingin karena mereka akan mengadu pada bos mereka dan menculik kami lalu menghajar kami semua" tutur si B.
"oh masih punya bos ternyata"
"iya, bosnya cewek pemilik club BLACK yang baru disana tuh, kau lihat gang yang nomor 3 dari sini kau masuk saja sebelah kiri ada tulisan besar BLACK dalamnya sebenarnya sebuah club besar juga mewah" Karin menoleh kearah gang yang ditunjuk barusan, disamping itu Billar yang ikut dengannya hanya diam saja dibalik mantel transparan yang dia pake.
"coba kau kesana Bi cek tempat itu" printah karin setengah berbisik kearah Billar.
"ok!!" setelah itu dia lalu berjalan menuju kearah gang tersebut. Tapi mantel yang dia pake malah menyenggol sebuah botol anggur yang berada dibawah hingga berbunyi dan tumpah isinya membuat semua kompak menoleh kearah botol tersebut.
"lho ko bisa tumpah ya perasaan tadi anteng"
"ulah angin mungkin" sahut Karin memberi alasan.
"mungkin juga ya"
"lanjutin masalah bos cewek itu saja deh penasaran banget"
__ADS_1
"menurut hasil penyelidikan kami sementara ya, tuh cewek membuat bangkrut club itu dan membelinya dengan harga murah bersama cowok Jepangnya itu"
"cowok Jepang!!!" batin Karin terkejut mendengar apa yang dikatakan preman tadi.
"hhmmm tambah penasaran saja tempat itu" lanjutnya dalam hati.
"minta anggurnya dong bro"
"nih tinggal dikit abisin saja gak apa"
"trims" lalu Karin meneguk anggur itu sampai habis sambil menghisap rokok ditanggannya, dia tidak langsung pulang melainkan masih santai disana sebentar sebelum pergi.
Dan diseberang jalan tepatnya dilampu merah mobil ferrary yang sedang membawa Vivi, Evan dan Erick sebagai sopir sedang tenang menunggu lampu hijau, karena jenuh Vivi bersandar dipelukan suaminya sambil mendengarkan lagu ditelinga juga ditaruh diatas perutnya yang mulai buncit, tak lupa pandangannya mengarah keluar.
"lho itu kaya Karin ya mas" kata Vivi saat melihat kearah seberang.
"mana sih?" tanya Evan, Erick yang mendengar langsung mengarahkan kepalanya keluar mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dibilang nonanya tadi.
"tuh yang lagi ngrokok sama minum tuh ketawa juga wow makin tampan saja kalo ketawa seperti itu hehehe"
Sontak Erick gak tahan melihatnya dan ingin sekali menghajar orang yang menyentuh Karin seenaknya itu tapi tidak bisa karena ditahan sama Evan.
"mau kemana kau Rick?" tanya Evan sama sekretarisnya itu.
"menyeretnya pulang tuan"
"gak usah Rick dia bukan anak kecil yang dengan gampangnya bisa nurut, sudah sekarang kita kekantor saja tuh lampu sudah hijau" kata Evan.
"baik tuan" dengan berat hati Erick melajukan mobilnya meninggalkan lampu merah tadi.
Dalam hati dia begitu kesal sama Karin kenapa dia begitu gampangnya dipegang sama orang lain, gak terasa tangannya mengepal begitu erat dikemudi dengan sorotan mata yang tajam.
__ADS_1
"mas aku laper mampir kerestouran yang didepan sana ya dibungkus saja" ucap Vivi yang masih dipelukan suaminya.
"masih lapar ya padahal tadi sudah sarapan begitu banyak" balas Evan menimpali sambil tersenyum.
"yang makan kan bukan aku tapi mereka berdua nih"
"ya sudah kita mampir dulu Rick" printah Evan.
"ya tuan"
Mobil yang dikendarai mereka bertiga berhenti tepat dua blok kedepan, direstouran mewah itu Erick segera memarkirkan mobilnya didepan, segera mereka bertiga turun dan masuk mengambil duduk didekat cendela.
Tiba-tiba terdengar suara kecelakaan yang begitu keras diluar.
CKIIIIIIIIIIT!!!!
BRAAAKKK!!!!
Sebuah mobil sport keluaran terbaru dari sebuah perusahaan itu berputar karena supir membanting setir dengan keras, mobil itu berbalik dua kali baru berhenti setelah menabrak mobil ferrary milik Evan, tat kala seluruh penghuni restouran menegang sembari menutup mulut masing-masing begitu pula Vivi dia langsung memeluk suaminya tak mau melihat kearah luar apalagi orang yang berada didalamnya.
Berlahan orang yang berada didalam mobil itu keluar dalam keadaan baik-baik saja tanpa luka sedikitpun membuat semua orang tambah terkejut.
Evan juga Erick terkejut dibuatnya apalagi saat tahu siapa yang keluar dari dalam mobil itu, dia adalah Karin yang keluar dari dalam mobil sambil ngomel-ngomel.
*****
🍁🍁🍁
hai para pembaca setia terima kasih sudah setia menunggu kelanjutan cerita SIAPA DIA?.
maaf ya jika ceritanya gak jelas juga bikin bosan karena author pertama kali bikin cerita.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tapi sudah dipastikan semua masalah disekitar Karin mengarah pada siapa dirinya sebenarnya yang sudah diatur oleh sang kakak. Ready you all jangan bosan baca ceritanya ya readress.
Jangan lupa like dan comennya biar tambah semangat, 😘😘😘 ranting bintang lima juga boleh ko. 😁😁😁