THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
MANTAN KARIN


__ADS_3

Karin berjalan cepat kesebuah pintu yang bertulisan kantor direktur, disana dijaga dua bodyguard berbadan besar sama seperti beberapa orang dibelakangnya.


Senyum menyeringai langsung tercetak diujung bibirnya.


"selamat malam tuan, apa saya bisa ketemu bos besar tuan " ucap Karin dengan senyum sumringah.


"maaf tuan, tuan kami sedang tak bisa diganggu" tolak bodyguard itu dengan sopan.


"beri tahu pada tuanmu ada yang mau ketemu soal pengiriman besok keAmrik jika tidak maka saya akan membatalkan semuanya, saya tunggu tuan"


"baik tuan" setelah bicara seperti itu salah satu dari mereka masuk. Karin sendiri menghadap kebodyguardnya yang baru dan berbincang dengan mereka.


Beberapa menit berlalu bodyguard itu akhirnya keluar juga "silakan masuk tuan!" ucapnya dengan sopan.


"terima kasih tuan, oh iya kalian tunggu disini biar aku sendiri saja yang masuk" Karin tersenyum ramah kepada mereka semua.


"baik tuan" jawab mereka semua kompak.


Didalam ruang direktor, seorang pria Jepang duduk dikursi kebesarannya, berkutat dengan laptop didepannya sedangkan seorang wanita berdiri disampingnya, terlihat begitu jelas dibadan mereka kalo mereka habis olahraga rutin.


Karin masuk dengan senyum ramah yang menawan menyapa mereka berdua, walau sebenarnya dalam hati dia ingin sekali menyiksa sipria itu sampai puas.

__ADS_1


"o genki desuka? Rain! (apa kabar, Rain?)" kata Karin dengan senyum lebarnya membuat pria Jepang bernama Rain itu langsung terkejut dan berdiri, dia tak menyangka ternyata orang yang ingin dia temui lebih dulu menemuinya.


Rain adalah mantan pacar Karin sewaktu SMP kelas dua, dia menyukai Karin lebih dulu dan menyatakan cintanya saat itu juga, tapi Karin yang tidak tertarik padanya belajar menerima pernyataan cinta Rain.


Selama berhubungan Karin tetap tidak bisa menyukai Rain, hingga sang kakak menyuruh Karin memutuskan saja hubungan mereka daripada memberi harapan palsu. Bahkan selama berhubungan dengan Rain Karin tidak pernah mau disentuh hingga membuatnya jengkel dan sangat marah.


Suatu hari saat acara festival Tari Awa. Rain langsung menarik Karin kesebuah gang dan menciumnya paksa dan itu membuat Karin punya alasan memutuskan Rain saat itu juga.


Festival Tari Awa merupakan sebutan untuk festival terbesar di Jepang di mana orang-orang menarikan tarian tradisional daerah Tokushima yang bernama tari awa. Festival ini diadakan saat obon, yaitu saat para arwah datang kembali ke dunia manusia. Tari awa dimaksudkan untuk menyambut datangnya para arwah tersebut.


Tentu saja hal ini tak luput juga dari pengawasan sang kakak yang secara diam-diam sudah mencari tahu identitasnya secara rinci, juga menyuruh beberapa pengawal untuk mengawasi adiknya secara tersembunyi.


"ohisashiburi desu, o genki desuka? (sudah lama tidak bertemu ya, apa kabarmu?)" ucapnya lagi membuat Rain tersentak dari lamunan.


"kenapa kau? Bukannya kau sedang mencariku ya" tanpa disuruh karin langsung duduk didepan Rain.


"sial waktunya gak pas, rencanaku berantakan" batin Rain dengan geramnya.


"nona cantik bisa keluar sebentar!" ucap Karin menoleh kearah wanita yang berdiri didekat Rain dengan senyumnya yang menawan.


Lalu wanita itu melirik kearah Rain meminta persetujuannya, setelah mendapat anggukan dari Rain wanita itu berjalan keluar meninggalkan mereka berdua diruangan itu.

__ADS_1


"aku gak yangka kau bakal berubah begini Rain" Karin berdiri dan berjalan kearah mantannya lalu duduk diatas meja menaruh satu kakinya dipaha Rain.


"bukannya ini semua gara-gara kamu, kau yang membuatku seperti ini"


"aku hanya jujur pada perasaanku sendiri kalo aku memang gak tertarik sama kamu, daripada bingung juga kesiksa ya sudahi saja bereskan"


"cih, kalo saja waktu itu tidak ada bodyguardmu mungkin aku sudah mencicipi tubuhmu" ucapnya dengan senyum disudut bibirnya.


"bagus dong aku sudah disini bagamana kalo kita main sebentar, SAYANG!!" Karin memperlihatkan senyum lembutnya membuat Rain melongo dan melihatnya begitu lekat. Lalu mengerakan tangannya dibadan Rain menggoda membuat tubuhnya langsung meremang dan menegang seketika.


Karin terus menggoda mantannya hingga membuatnya sudah tidak tahan lagi, dengan senyuman yang menyimpan sesuatu dan sudah lama dia tahan. Karin mulai menanggalkan pakian Rain satu persatu.


"kenapa dia jadi pandai merayu seperti ini, apa dia menyimpan sesuatu, atau.... ah bodo amat sudahlah itu urusan belakangan" batin Rain yang penuh tanda tanya lalu segera dia tepis.


"huh kalo Erchan pasti sudah teriak-teriak juga ngomel, aku jadi kangen dia! ok waktu penyiksaan setelah ini" batin Karin yang terus menggerakan tangannya tanpa henti.


Diluar club black, anak buah Paimen mulai beraksi mereka yang sudah dibagi melancarkan serangannya masing-masing. Apalagi saat mendengar Karin memperbolehkan mereka berbuat semaunya disana, itu membuatnya lebih leluasa.


Lalu digudang, Johan berhasil melumpuhkan para penjaga disana dalam sekali serangan saja. Dan kembali membantu yang lain diaula Disco, Johan yang pertama bertemu dengan Karin mendapat didikan langsung dari sang kakak, dia pernah dikirim kesuatu tempat sama sikakak agar bisa menjaga adiknya mengingat Karin lebih suka sama Johan ketimbang yang lainnya.


Billar dan yang lainnya terjun diluar dengan bangga juga sombongnya sama kekuatan sendiri, mereka semua berkelahi membantu para preman jalanan teman Paimen itu.

__ADS_1


Pemandangan perang dunia ketiga itupun pecah baik diluar juga didalam club, para warga sipil tak ada yang berani mendekat atau melapor polisi mereka semua lebih memilih tidak ikut campur.


*****


__ADS_2