
Tak berapa lama Fani keluar rumah dia celingukan mencari mobil Felix yang katanya sudah stain didepan.
Felix melajukan mobilnya dan berhenti tepat didepan Fani lalu dia menggerakkan tangannya supaya Fani masuk, Fani nurut dan duduk didepan.
"kita mau kemana?" tanyanya.
"diam dan nurut saja" jawabnya tanpa melihat kearah Fani.
"apa yang terjadi tidak biasanya dia seperti ini" batin Fani melihat kearah Felix.
Tepat disebuah apartemen Felix menghentikan mobilnya disana. Setelah memarkir mobilnya Felix membukakan pintu untuk Fani dan menariknya keluar secara paksa membuat Fani sendiri terkejut sekaligus kesakitan akibat cengkraman Felix.
"sakit, lepaskan tanganku" teriak Fani meronta mencoba melepaskan tangannya dari Felix.
Felix hanya diam dia terus berjalan menuju sebuah kamar yang disewanya selama di Jogja memenuhi tugasnya.
"kau bajingan lepaskan tanganku, lepaskan tanganku" teriak Fani memenuhi koridor apartemen. Felix tetap diam pandangannya lurus kedepan dia terus berjalan menuju lift dan segera menekan tombol supaya pintu lift terbuka.
"kau tidak tuli kan, lepaskan tanganku kau bisa dengar tidak" teriak Fani sekali lagi didalam lift.
Felix melirik Fani dengan tajam dan dingin seakan menusuk sanubari membuat Fani merinding. "diam!!" ucapnya datar dan dingin.
Setelah pintu lift terbuka Felix membawa Fani kekamarnya dengan kasar lalu menghempaskannya kekasur berukuran king size.
"aaarkh..." teriaknya menahan sakit.
"kau bajingan gila apa salahku" teriak Fani.
Felix mengambil hpnya dan menyalakan sebuah video tentang dua orang pria yang disandera lalu dilemparkan tepat dihadapan Fani.
"ini!!" Fani melihat video itu lalu bergantian melihat kearah Felix.
Yang membuat Fani merinding ketakutan adalah dua orang pria yang dibayarnya sudah babak belur.
"jadi karena ini dia bersikap kasar padaku" batinnya.
"apa maksudmu memperlihatkan video ini padaku" teriak Fani sambil melempar hp Felix.
Felix berjalan mendekat dan langsung mencengkram pipi Fani.
"aku sudah memperingatkan dirimu untuk tidak mengganggu baby, sepertinya cara halus tak mempan untukmu ya sayang"
"aku tidak mengerti apa maksudmu, lepaskan aku"
"kau masih mau mengelak padahal sudah ada buktinya begitu"
__ADS_1
DEG...
Dia menelan salivanya berat sekaligus berwajah pucat menatap Felix.
"kenapa jadi begini dasar tak berguna padahal sudah diperingatkan" batin Fani dia melepaskan tangan Felix.
"mengelak pun percuma toh sudah ketahuan" batinnya lagi.
"kalo iya memang kenapa?" kata Fani menatap Felix.
"ngaku juga kau akhirnya" Felix berkata sambil menyeringai.
Fani beranjak dari tempat tidurnya hendak berjalan keluar. "aku sudah mengatakan yang sebenarnya sekarang aku mau pulang" katanya.
"siapa yang mengizinkanmu keluar dari sini" kata Felix dan Fani langsung berhenti melihat kebelakang.
"kamu akan tetap disini sampai gosip itu hilang dengan sendirinya"
"aku tidak mau, apa hakmu mengurungku seperti ini hah"
"apa kau lupa ini semua kamu yang melakukannya dasar cewek licik, sekarang kembali ketempatmu" Felix mencengkram lengan Fani lalu melemparnya kembali kekasur.
"aduh, dasar kau bajingan tukang cabul, aku tidak mau disini keluarkan aku, aku mau pulang dasar bajingan cabul gila" Fani terus mengumpat membuat Felix semakin geram dan marah.
"kenapa dia mengecapku tukang cabul sih nyentuh saja kagak" batin Felix.
"aku tidak mau harusnya dia yang memperbaiki kesalahannya kenapa mesti aku tak sudi"
"kau..." saking kesalnya Felix sampai tak bisa berkata-kata.
"aku akan terus mengganggu hubungan mereka berdua tak akan aku biarkan mereka bahagia, karena aku gak rela dia merebut mas Erick dariku, aku tak akan diam saja mas Erick milikku sudah amat lama aku menyukainya, tapi dia datang ditengah-tengah kami dan merebutnya aku gak terima akan ku ganggu hubungan mereka berdua" Fani berkata sambil menangis.
"Erick cuma menganggapmu sebagai saudaranya tidak lebih harusnya kau mengerti itu"
"diam kau mengerti apa kau tentang perasaan"
"ya aku memang tidak mengerti tentang perasaan, tapi aku tahu jika cinta itu tidak bisa dimiliki apalagi dipaksa dia akan pergi jika kita terlalu mencintai, karena cinta memang tak harus memiliki bukan"
"aku tidak mau yang seperti itu, kau tahu betapa senangnya aku saat mendengar kami akan menikah tapi dia membatalkan semuanya karena dia hanya demi dia, rasanya sakit sungguh sakit amat sangat hiks hiks"
Felix diam memandang Fani sedih, sesungguhnya dia juga mengerti bagaimana rasanya dihianati oleh orang yang kita cintai apalagi sampai dimanfaatkan.
"kenapa dia harus datang dan menyukainya? Kenapa dia harus menyukai orang yang aku sukai? Kenapa dia harus hadir ditengah-tengah kami hiks hiks hiks" kata Fani dengan sesengukan diatas kasur.
Felix berlahan mendekat dia memeluk Fani begitu saja dengan Erat dalam diam.
__ADS_1
"minggir kamu bukannya kau ingin mengurung dan menghukumku lakukan saja sesukamu" Fani berkata sambil memukul-mukul punggung Felix.
Felix melonggarkan pelukannya tanpa izin dari sang tuan dia mendaratkan bibirnya pada bibir Fani membuatnya bengong dan berkedip.
Satu tangannya berada di pinggang, satunya lagi ditengkuk menekannya, Felix memperdalam ciumannya setelah Feni tenang baru dia melepaskan tautan bibirnya.
"ka kau melakukannya lagi, kau sengaja ya" kata Fani lirih.
"bukannya kau sendiri bilang kalo aku tukang cabul" balas Felix kali ini dia melihat Fani dengan intens. "jadi aku cuma melakukan apa yang sudah kau katakan"
Mendengar itu semua Fani langsung marah dia tak terima dipermainkan. Dia mendorong Felix sekuat tenaga membuat Felix sedikit mundur kebelakang.
Plak...
Satu tamparan mendarat dipipi Felix membuatnya memicingkan matanya menahan sakit.
"tetap disini dan jangan kemana-mana" belum sempat Fani bicara Felix sudah mendahului duluan sambil berjalan keluar.
Diluar kamar dua pengawal sudah stain sejak dari tadi mungkin mereka berdua sudah mendengar semuanya. Mereka berdua langsung menunduk hormat saat Felix majikannya keluar kamar.
"jaga dan awasi dia" titahnya datar dan dingin.
"siap tuan" jawab keduanya kompak.
Fani yang sadar langsung berlari menuju pintu keluar dan membuka pintunya, namun sungguh sayang pintu kamar terkunci membuatnya harus mengulanginya.
Cklek cklek cklek
Duk Duk Duk
Suara gedoran pintu dan kenop yang berusaha dibuka didengar ketiganya membuat ketiga menoleh kearah pintu secara bersamaan.
"keluarkan aku dari sini, siapa saja keluarkan aku dari sini tolooong" teriak Fani.
Felix hanya diam saja mendengarnya lalu dia berbalik badan melangkahkan kakinya pergi.
"jaga dia!!" katanya pendek setelah itu berlalu pergi.
"siap tuan" jawan mereka sambil menunduk.
Felix terus berjalan menjauh dari kamarnya menuju parkiran mobil, dia membuka pintu dan masuk kedalam lalu menutupnya secara kasar.
"aku akan mengeluarkan dirimu kalo kamu bener-bener berhenti berbuat ulah cih, ini bener-bener tugas yang memuakkan brengsek" umpatnya didalam mobil setelah itu melajukan mobilnya dengan ngebut memecah keramaian jalanan menuju sebuah club
*****
__ADS_1
Dukung author dengan like, komen dan vote juga boleh.🥰😘