THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
PENGUASA BAWAH TANAH


__ADS_3

Karin menatap semua pelayannya lekat-lekat dirumah belakang, Johan sendiri hanya diam disampingnya, semua yang diperhatikan hanya bisa saling memandang satu sama lain apakah ada yang aneh pada diri mereka.


"hhmmm" Karin menggeram sambil memicingkan matanya lama.


"a, ada apa den?" tanya salah satu pelayan wanita.


"hei kamu nomor dua dari kanan sini" ucap Karin pelan semberi menggerakan tangannya maju. Sang pelayanpun berjalan tanpa bicara menghadap majikannya.


"siapa namamu?" tanyanya.


"saya Lina tuan"


Karin berbisik ketelinga Lina sambil tersenyum begitu pula dengan Lina meresa terkejut mendengar apa yang dibisikan tuannya lalu dengan semangat "siap tuan akan saya laksanakan"


Lina berlari keluar mengambil sebuah tongkat baseball kayu dan berlari kembali menuju Karin.


"kerahkan tenagamu sana biar kursinya jadi empuk" ucap Karin menunjuk kursi yang kosong. Lina hanya mengangguk lalu berjalan kearah kursi yang ditunjuk Karin, semua orang memandang heran pada Lina yang sudah berdiri siap memukul disebuah kursi yang kosong.


Buak!!! pukulan pun mendarat.


"aduoww apa ini kenapa aku dipukul begini?" teriak seorang pria yang tak terlihat sambil menahan tongkat baseball yang melayang untuk kedua kalinya.


Pria itu memperlihatkan kepalanya dan ternyata adalah Billar dan dipandang keterkejutan oleh semuanya.


"wei mbk kenapa kau memukulku gak tahu orang lagi istirahat apa" kata Billar dengan nada kesal.


"saya cuma menjalankan perintah tuan, mas!" balas Lina sambil menunjukan giginya.


"tuan!!" Billar melihat sekelilingnya dan pandangannya langsung mendarat kewajah Karin yang berdiri dipintu.


"ba, baby kenapa kau menyuruhnya memukulku" kata Billar sambil mengelus badannya yang kena pukul.


"biar kau tahu apa kesalahanmu, apa yang membawamu kesini" kata Karin dengan datarnya. Semua pelayan kini cuma diam menjadi penonton.

__ADS_1


"tentu saja menjagamu baby" mendengar jawaban seperti itu Karin langsung marah seakan tak puas.


"Jo apa yang harus kamu lakukan tahu kan"


"siap!!" Johan lalu berjalan kearah Billar hendak menghajarnya.


"tu, tunggu Han tunggu akan aku katakan ok ya berhenti disana hahaha"


"bisa berabe nih kalo dia turun tangan" batin Billar.


"tuan Aoi yang menyuruhku datang menemanimu karena mendapat laporan dari Ken"


Karin melipat tangannya didepan dada dengan tenang dia berkata "Ken apa dia sudah sembuh? Laporan apa yang dia berikan cepat katakan" ucapnya dengan dingin dan serius.


"dia sudah sembuh walau penuh tompel warna biru hahaha" ucapnya sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"lebih baik jangan bertele-tele langsung keintinya" sahut Johan.


"iya iya baiklah sewaktu baby dirawat dirumah sakit ada seseorang dengan sengaja mengambil sampel darah milik baby, setelah ditelusuri lebih lanjut sampel darah itu dibawa kelaboratorium diPrancis, tuan Aoi tidak bisa menyelidiki lebih lanjut lagi karena tempat itu milik sebuah keluarga yang sangat bekuasa disana mafia juga para geng tunduk pada keluarga itu"


"kau tahu sesuatu baby" ucap Johan.


"keluarga yang berkuasa diPrancis dan berpengaruh disana banyak tapi yang menguasai sebagian besar Prancis cuma "DIA!!"


"dia!!?" ucap Johan penasaran.


"ARON FAY ANDROMEDA setan tua yang menjuluki dirinya sebagai HADES penguasa bawah tanah, dia juga memiliki laboratorium sendiri tempat itu dijaga begitu ketat jika ada yang menyusup bahkan sampai mencuri hasil penelitian dia akan mencarinya sampai keujung dunia sekalipun dan melenyapkannya berserta keluarganya" ucap Karin menjelaskan semua hanya diam mendengarkan.


"kalo memang benar untuk apa dia mencuri sampel darahku? Apa tujuannya?" batin Karin sambil memegang dagunya.


"kamu tahu banyak tentang dia" kata johan dan Billar bersamaan.


"ya, aku dan Yoko pernah berurusan dengan beberapa anggotanya waktu liburan keParis"

__ADS_1


"tuan Aoi ingin menempatkan beberapa anggota bayangan dirumah ini itupun kalo kamu setuju"


"itu tidak perlu aku punya seribu cara untuk mengatasinya lagipula terlalu mencolok"


"kalo gitu aku akan terus disini ini juga atas perintah babang"


"terserah kau saja asal jangan suka ngintip para cewek mandi disini gunakan tuh mantel dengan baik"


"UAPAAAA!!!" teriak para pelayan cewek kompak dan langsung memancarkan sorot mata membunuh pada Billar.


"hahahaha cuci mata mbk dikit" Billar pun langsung kabur melihat sorot membunuh para pelayan cewek.


"kalo mau hajar kuizinkan" setelah mendapat izin dari sang majikan akhirnya para pelayan cewek mengejar Billar siap menggebuki dengan berbagai alat yang mereka bawa.


"oh iya bi, buatkan aku talam jelly yang kaya waktu itu ya jangan terlalu manis" ucap Karin lalu berjalan kembali kerumah besar.


"segera den" balas bi Ratna sambil tersenyum.


Drrtt dddrrrrrt ddrrrrrrtttt


Hp Johan bergetar sebuah panggilan dari nomor yang tak dikenal masuk, walau itu nomor asing tapi Johan dengan segera mengangkat telf itu.


"Bos kekasihmu diculik sama orang yang waktu itu" kata orang diseberang telf.


"ikuti mereka jangan sampai mereka menyentuhnya sedikitpun" ucap Johan dingin dan datar lalu mematikan telfnya sepihak.


Diam-diam Johan membayar beberapa preman untuk mengawasi juga menjaga Ersya karena dia tidak mau terjadi sesuatu padanya.


"ada apa Jo" tanya Karin.


"Ersya diculik sama orang yang kemarin"


"pergilah Jo aku gak mau dia menangis" ucap Karin. Dia tahu Johan tidak akan pergi jika dia tidak menyuruhnya.

__ADS_1


"terima kasih" lalu Johan segera pergi ketampat kejadian mengendarai motor sport milik Karin dengan ngebut. Disebuah gedung tua Ersya tertidur oleh obat bius terbaring diatas matras yang usang, senyum jahat juga sorot matanya dari para pria itu seolah ingin malahap bagian-bagian penting Ersya.


*****


__ADS_2