THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
LAUTAN API


__ADS_3

(hallo para readers yang setia sudah lama nih tidak main perang-perangan, kita berantem sejenak yuk😉)


Bagaikan karnaval para presiden rombongan Karin tak kalah ramai, Karin pergi setelah mengantar kakaknya naik jepri diatas hotel, sebenarnya Karin bisa saja menyuruh pilot untuk menjemputnya dengan jepri sendiri tapi dia masih mau melihat pemandangan Jogja untuk yang terakhir kalinya. Dan juga belum membeli oleh-oleh untuk para pembantunya dirumah.


Sesuai rencana, beberapa orang suruhan Mateo menyamar dan berjaga di setiap perbatasan menuju Jakarta.


Melalui earponnya Johan memberi perintah untuk menyebar supaya tidak mengundang perhatian.


"tuan Han seluruh jalur menuju Jakarta ditutup" kata seorang anak buah Johan diseberang.


"kenapa bisa tuan Mahesa menutup jalannya? Apa ada jalan lain yang aman?" tanya Johan.


"saya dengar tuan muda Erick kabur dari rumah tuan" jelas anak buah Johan. "hanya jalan ini satu-satunya yang tidak dijaga tapi melewati jurang tuan, saya akan mengirimkan titik lokasinya" katanya lagi.


"ada apa Jo?" tanya Karin dari belakang yang mendengarnya.


"iya mas ada apa sih?" sahut Ersya yang duduk disamping Johan.


"Erick kabur dari rumah, tuan Mahesa menutup seluruh jalur menuju Jakarta dan mengutus para pengawalnya untuk membawanya kembali" jawab Johan.


"mmm begitu, apa menurut kalian aku salah ya tidak memberi tahukan kebenarannya sama Erchan" Karin mulai goyah dengan keinginannya.


"tidak salah!!" jawab Johan dan Ersya kompak bersamaan membuat Karin mendelik kaget.


"jika dia masih belum mengetahuinya anggap saja buat hadiah spesial dihari yang penting nanti" kata Ersya.


"selesaikan dulu urusan Mateo kalo sampai mereka tahu Erick kelemahanmu, kau tahu sendiri kan apa akibatnya, menurutku ini lebih baik menjaga jarak demi keamanan" jelas Johan.


"iisss bener-bener menyebalkan kisah cintaku tak seroman novel lainnya" keluh Karin.


"salah sendiri siapa suruh jadi pria, kalo kalian mau romantisan didepan umum kan jadi gak leluasa malah dianggap aneh" ejek Ersya.


"berisik ah" Karin berkata dengan cemberut dan kesal. Ersya hanya tertawa saja dilirik sama Johan.


Tring...


Anak buah Johan mengirim titik jalan yang akan dilewati mobil Karin. Johan membukanya mengecek jalan yang akan dilewati nanti, sebuah jalan memutar agak jauh diatas tebing dengan lebar kurang lebih tiga mobil.


Johan mengangkat sebelah alisnya lalu menunjukannya sama Karin.


"bagaimana menurutmu? Dilihat dari segi manapun jalan ini cocok buat pengepungan" kata Johan sambil menyerahkan hp keKarin dibelakang.


"fuh ya jalan saja"


"kau yakin"


"yakin! Apa kata tuhan saja deh hahaha, Sya kau siap menegang tidak" Karin berbicara sambil melipat tangannya bersandar kebelakang.


"hah apa maksudmu!!" kata Ersya tak mengerti.

__ADS_1


"kau lihat saja nanti sudah lama kita tidak main perang-perangan, dibelakang lengkap kan Jo"


"dibagasi ada, di belakang kursi itu juga ada, apa kau ingin menjadikan Jogja lautan api?"


"kita lihat saja nanti, sepertinya mereka akan mengubur kita bertiga ditebing itu"


"apa maksudnya aku masih belum mau mati yaaa" teriak Ersya.


"tenang Sya" kata Karin dengan santai karena baginya semua itu sudah biasa.


"sepertinya kau mengetahui rencana mereka ya" kata Johan.


"hmm bukan Karin namanya kalo tidak tahu rencana musuh, mereka memanfaatkan penutupan jalur keJakarta kemungkinan besar beberapa dari mereka sudah menyamar dan berjaga disana mengingat tidak ada tindakan beberapa hari ini" tutur Karin.


"Sya kalo kita semua selamat kita tamasya keParis yuk kau mau kan" kata Karin lagi melihat keErsya.


"kamu jangan membuat orang ketakutan dong ini bukan masalah liburan tapi yawa manusia, aku belum menemukan paman dan bibi, dan lagi mas Jo kamu mau dan ikhlas aku jadi jandamu apa hah"


Mobil Karin berjalan dengan kecepatan sedang menuju lokasi yang sudah dikirimkan anak buah Johan, mobil itu hanya sendiri tak ada mobil lain yang mengikutinya.


Sementara ditempat lain anggota cerberus yang lain saling berkomunikasi dan berjaga-jaga ditempat yang sudah ditunjukan.


Didalam mobil yang terus berjalan perbincangan masih terus berlanjut.


"kita belum menikah Sya jadi statusmu bukan janda" balas Johan santai dengan pandangan lurus kedepan.


"ko begitu sih jadi cintamu palsu dong huaaa" teriak Ersya.


"jahat kamu mas Jo mulai sekarang lo gue end" Ersya berbicara dengan cemberut membuat Johan tertawa geli melihat kelakuannya.


"nanti setelah tiba diJakarta kalian langsung ijab kabul saja biar aman" kata Karin memberi solusi.


"lha kalo sudah jadi mayat gimana ijab kabulnya, trus kalo gentayangan memang bisa ijab kabul ada gitu didunia perhantuan mengadakan pernikahan" cerocos Ersya membuat keduanya ketawa.


"kamu mau tidak menikah sama Johan?" tanya Karin. Johan hanya diam saja memperhatikan hp didepannya melihat anak buahnya sendiri.


"ya maulah kalo tidak mau sudah kutolak sejak dulu huh itupun kalo kita masih hidup"


"jadi setibanya nanti kita menikah ya Sya" sahut Johan membuat Ersya melongo.


"wah rasanya aku kemakan omonganku sendiri hahaha" batin Ersya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"kenapa Sya?" tanya Karin.


"tidak ada"


"hati-hati ya Sya" kata Karin.


"eh kenapa memangnya?" tanya Ersya.

__ADS_1


"ehem kuhamil duluan sudah tiga bulan gara-gara keseringan berduaan kamu mau yang seperti itu Sya" ejek Karin Ersya mamayunkan bibirnya.


"hoi hoi kenapa kamu memojokkan aku sih, memang kamu sendiri tidak tidur berdua sama Erick dalam satu selimut gitu"


"tapi aman Sya karena Erick tahunya aku pria sedangkan kalian kan sudah amat jelas" kata Karin.


"itu karena dia terlalu B O D O huh"


"hahahahaha" Johan dan Karin tertawa bersamaan.


Tiga mobil sedan hitam mulai mendekat dengan kecepatan tinggi menuju mobil Karin. Tepat diatas tebing para mobil sedan itu langsung memepet mobil Karin dan sebisa mungkin membuatnya jatuh kebawah.


Brak...


Salah satu mobil sedan memepet mobil Karin dari samping.


"Jo sudah beraksi rupanya, untung tempatnya aman dari perkotaan jadi kita bisa leluasa" kata Karin.


"kamu betul dua lawan seribu kita lihat siapa yang menang" balas Johan.


Brak...


Ckiiiiiit....


Para mobil sedan itu terus memepet mobil dari berbagai sisi.


"huaaaa mas Jo aku tidak mau mati sekarang" teriak Ersya histeris"


"kenapa Sya? apa karena kau belum merasakan cerutu?" goda Karin sambil mengambil senapan dibelakang kursinya.


"jangan bercanda disaat seperti ini dong" wajah Ersya mulai pucat.


"Sya menikah atau tidak ki..." belum selesai Karin bicara Ersya sudah berteriak karena mobil Karin ditabrak sekaligus dipepet.


Ersya menutup kedua telinganya. "iya aku mau menikah setelah tiba hu hu hu" teriak Ersya.


"beneran Sya" sahut Johan.


"iya yang penting kita selamat" kata Ersya.


"padahal aku mau bilang menikah atau tidak kita semua akan selamat sampai tujuan fuh hahaha"


"aaarrkh menyebalkan kau mengerjaiku"


"hahaha kamu lucu sekali kalo lagi marah begitu Sya pantas Johan tertarik sama kamu, Jo buka atapnya aku ingin lihat tempat ini dan pertahankan kecepatannya ok"


"ok"


*****

__ADS_1


Dukung author dengan like, komen😍


__ADS_2