THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KEKAWATIRAN NANA


__ADS_3

Nana dengan perasaan kawatirnya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, difikiranya hanya Karin!


"bagaimana mungkin dia ketangkap sama Jun" batin Nana


"biar aku yang yetir bahaya kalo sedang kawatir" ucap Erick


"baiklah yang penting ngebut" balas Nana


"kau begitu kawatirnya sama dia, dia pasti tidak apa-apa"


"ya, semoga tidak apa-apa, karena bos aset berharga bagi kami"


"aset berharga!!" Erick agak terkejut dengan apa yang dikatakan Nana


Yokohama Jepang seorang pria dengan paras yang sama duduk dikursi kebesarannya mengerjakan berkas yang masih menumpuk. Tiba-tiba sekretaris bernama Sota datang memberi kabar.


TOK TOK TOK


"masuk" katanya tanpa melihat kearah pintu.


"ken menelfon soal nona" ucap sekretaris Sota.


"ada apa? telfon balik" dengan suara datar dan dingin.


Dengan segera sekretaris Sota menelfon Ken dan menanyakan apa yang terjadi dengan Nona Karin.


"hahahaha bos aku berhasil mengambil video litle sedang berantem mau kagak"


"cepat kirim" dengan nada datar dan dingin

__ADS_1


"siaaap bos kau pasti akan terkejut melihatnya, ini pertama kalinya dia seperti singa kelaparan hahahahaha"


Tak lama video secara live dihpnya masuk, dia yang melihatnya langsung tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pasalnya selama ini Karin tak pernah menunjukan sisi dinginnya terhadap semua orang, bahkan bela dirinya.


"sejak kapan dia..." batin pria itu yang tetap fokus melihat Video Karin.


"apa sudah dikirim bantuan kesana" tanyanya sama Sota sekretarisnya.


"sudah tuan" jawab Sota.


"siapkan jet pribadi aku akan keIndo"


"baik"


Sementara itu diruangan gelap Aldo dan yang lainnya cuma duduk diam sambil berpelukan satu sama lain.


"bi Ratna aku takut bi" tanya salah seorang gadis dipelukan wanita yang bernama Ratna.


"aku berharap untuk kali ini kita menemukan majikan yang baik" sambung seorang pria disamping bu Ratna.


"aku juga berharap demikian" balas Aldo.


"ya allah semoga ini yang terakhir kalinya mereka semua disiksa seperti ini" batin Aldo dengan mendongakan kepala keatas seraya berdoa.


Tak berapa lama terdengar suara langkah kaki sedikit berlari mendekat kearah mereka berada.


BRAK... gebrakan pintu membuat semuanya kaget dan melihat kearah dua orang pria dimulut pintu.


"Jon kita disini saja siapa tahu kita ketemu harta karun hahahaha" mendengar hal itu mereka semua tak berani bersuara karena takut.

__ADS_1


"ah elo Za, harta saja yang lo cari mang kurang apa dibayar bos lima kalilipat dari karyawan biasa" jawab Joni sambil celingukan melebarkan matanya karena gelap sama temannya yang bernama Reza.


"ya bukan gitu Jon maksudnya yang lain gitu" balas Reza sambil celingukan.


"ini gudang atau apa ya bau banget anyep anyir berasa bau darah gitu, huek gak tahan balik yuk mending gebuk-gebukan daripada disini" kata Joni lagi sambil berbalik hendak balik, membuat Aldo dan yang lainnya bernafas lega.


"tunggu aku mendengar sesuatu coba pake senter hp biar jelas lagian ini saklarnya mana sih"


Setelah cukup lama mencari, mereka berdua akhirnya menemukan saklar lampu, lalu saat meyalakan lampunya mereka dikejutkan sama Aldo dan yang lainnya meringkuk dipojokan.


Gyaaaaaaaaacoook!!!" mereka berdua kompak mengangkat tangannya tinggi-tinggi, sementara Aldo dan yang lainnya hanya diam memperhatikan.


"Gila kenapa banyak mummy dari mesir pindah kesini malah tanpa bungkusan lagi anyep mak anyep anyep sumpah" kata Reza sambil mengibaskan tangannya diwajahnya.


"gyaaaaaa Za itu apa ya diember itu" terlihat Joni sudah jatuh terduduk dibelakang Reza.


"mana" kata Reza berjalan mendekat kearah ember yang ditunjuk Joni.


"hiya tuh mah kutang jeroan kutang sudah balik yuk mengerikan disini nanti dia bangun dan ngisep darah kita gimana, gila nih tempat banyak mummy dan kutang" kata Reza lagi sambil bergidik ngeri.


"ngawur kamu Za jeroan kutang kan susu" kata Joni dengan bibir manyun kearah Reza.


"ya tahu, maksudnya itu lho hantu yang cuma kepala sama jeroan melayang diatas"


"oh maksud kamu kuyang"


"hhhmmm" mereka berdua hendak berjalan keluar


"tu, tunggu den tolongin kami" kata bi Ratna mencoba memberanikan diri menghentikan langkah kaki mereka berdua.

__ADS_1


*****


__ADS_2