
Karin tersenyum kecil kearah Johan dan mulai buka suara.
"sepertinya kau sudah lupa kebiasaanku" katanya membuat Johan terperangah lalu melepas tangannya.
Karin meloncat turun lalu berjalan menghampiri Kiran dan Sota, sang kakak bernafas lega dia tidak perlu susah payah membuat adiknya turun dari atas sana.
"kawatir sekali kamu beb, kau pikir aku akan bunuh diri beneran, asal kau tahu saja urusanku masih belum selesai" katanya dengan sinis setelah dekat didepan kakaknya.
"jangan membuat orang jantungan" balas sang kakak sambil mengusap kepala adiknya seperti anak kecil.
"apa kamu lupa kalo aku suka melakukannya, aku mau istirahat bukannya besok kita akan pulang kerumah masing-masing"
"kau tidak menunggu dia" tanya Kiran.
Mereka berdua berjalan masuk bersama.
"biarkan dia intropeksi diri untuk menemukan harta karun"
"begitu"
"hhmmm"
Sementara dibelakang Johan mendesah kesal lalu berjalan mendekat dan menepuk pundak Sota membuatnya tersentak.
"bersyukurlah kamu Sota majikanmu tidak pernah bikin ulah" katanya.
"itu karena masalah yang dihadapai nona terlalu pelik dan rumit apalagi ingatannya yang pernah hilang" balas Sota melirik kearah Johan.
"ya kamu memang benar" mereka berdua berjalan masuk sambil berbincang.
Dirumah Fani. Erick masih dalam keadaan kesal karena Felix tidak mau menuruti ucapannya padahal dia sangat ingin bertemu Karin pacarnya.
Felix hanya terkekeh melihatnya dia memang sengaja membuat Erick kesal dan sengaja mengulur waktu, dia berniat menginap dirumah Fani dan besok akan menyusul rombongan Karin keJakarta.
Saking kesalnya dia menarik jaket Felix hingga membuatnya jatuh kelantai, Felix juga tak tinggal diam dilantai dia menjegal kaki Erick hingga jatuh.
"kamu sengaja ngajak berantem ya" kata Erick menarik telinga Felix.
Felix membalas Erick dengan menarik rambutnya. "kamu duluan yang mulai, kau pikir aku takut ayo sini" katanya geram.
"makanya jadi supir itu nurut sama majikan"
__ADS_1
"tak sudi aku menurutimu majikanku cuma satu yaitu my baby tersayang"
Mereka berdua berkelahi dilantai saling timpang tindih juga menarik rambut masing-masing hingga berguling-guling.
"apa katamu my baby tersayang tidak ada yang boleh memanggilnya begitu kecuali aku"
"oh iya my baby tersayang my baby tersayang" goda Felix semakin membuat Erick kesal.
Perkelahian mereka terus berlanjut hingga Fani datang membawa minuman, dia mendelik saat mendapati dua pria sedang bergulat dilantai seperti anak kecil yang bertengkar.
"astaga ya tuhan apa yang kalian lakukan seperti anak kecil saja" pekik Fani menghentikan keduanya.
"dia yang mulai duluan" jawab keduanya kompak sambil menunjuk lawannya membuat Fani tersenyum.
"sekarang berhenti dan minum dulu" Fani menaruh minumannya diatas meja. Mereka berdua langsung mengambilnya dan meneguknya dengan habis karena tenggorokan mereka sudah pada kering akibat cecok.
"kamar tamunya sudah siap" kata Fani. Pandangannya terus tertuju kearah Erick dan itu disadari oleh Felix.
"ya sudah Fan kita kekamar dulu ayo Lix" kata Erick mengajak Felix.
"kalo mau kekamar pergi saja sendiri, aku masih mau bersama Fani" balas Felix membuat Fani kaget.
"kalo belum mukhrim gak boleh berduaan" katanya sambil terus berjalan.
"brengsek tengik memang selama ini apa yang kau lakukan sama baby" batin Felix dengan cemberut.
"Lix bantu aku menyaring teka teki yang diucapkan Chibi" kata Erick memelas.
Felix memandang tak suka kearah Erick. "jadi cuma ini toh kau melarangku bersama Fani"
Erick hanya mengangguk membuat Felix mendesah kesal lalu dia duduk diatas ranjang dan berbaring.
"bentar aku tidur dulu baru kita bicara lagi" mendengar itu Erick mendengus kesal lalu menendang badan Felix dengan kasar.
"aduh sakit bos" katanya.
"lemah lembut gak bisa kasarpun jadi"
"pecahkan sendiri aku mau tidur" kesal Felix.
"ayolah Lix please bantu aku dikit" Erick terus merajuk membuat Felix kesal dan geram.
__ADS_1
"ok ok apa kau masih ingat apa yang dikatakan baby diruang kerja bersama romomu?" tanya Felix memiringkan badannya menghadap Erick.
Erick berfikir sejenak melihat keatas dia mengingat kembali yang dikatakan Karin.
"apa yang kau maksud soal sumpah Lix, kalo itu aku masih ingat jelas" kata Erick.
"itu sudah menjadi kunci utama kau tinggal menguraikannya, nah sekarang aku mau tidur besok berangkat"
Erick berjalan dan duduk diranjang berlahan dia membaringkan badannya, dia melihat langit-langit kamar mengingat kembali apa yang dikatakan Karin sama romo.
"saya bersumpah Erchan akan tetap pada keyakinannya" kata-kata itu terus tergiang dikepala Erick membuatnya tak bisa tidur.
tak berselang lama dia merasakan ada yang aneh pada badannya, berlahan tapi pasti badannya mulai panas dan mulai berkeringat, karena tidak tahan dia menghidupkan AC menaikan suhunya, tapi semua itu tak membuatnya dingin dia masih saja kepanasan.
Tubuhnya hanya panas dan berkeringat saja tak terjadi apapun. Felix yang merasa kedinginan akibat ulah Erick akhirnya bangun lalu melihat Erick sudah telanjang cuma memakai boxser.
"apa-apaan kau telanjang begitu jangan-jangan kau mau memakanku ya, sory aku masih sangat normal" cerocos Felix membuat Erick memandang tak suka.
"siapa juga yang mau makan kamu jijik gue" ketusnya.
"lha trus ngapain telanjang begitu manalagi AC nya dingin banget kau sengaja ya dasar berengsek" kesal Felix sambil beranjak mencari remot.
"aku sendiri juga gak tahu badanku panas banget dan berkeringat" jelas Erick.
"oh aku kira kenapa, berendam sana dibhatub sampai suhu tubuhmu kembali normal"
"bener juga kenapa gak kepikiran ya" Erick berjalan kekamar mandi sebelum itu dia mengambil hpnya untuk menelfon Karin pacarnya. Felix hanya diam saja setelah merendahkan suhu AC dia kembali berbaring dan tidur.
Dikamar Fani masih belum tidur dia mondar mandir seolah ada yang dia fikirkan entah apa itu, wajahnya menunjukan raut takut dan gelisah apalagi ada Felix dirumahnya.
"kira-kira berhasil gak ya kalo dia sudah meminumnya mungkin sekarang sudah beraksi" gumamnya sambil menggigit kuku ibu jarinya.
Karena rasa penasaran terus menggerogoti hati juga fikiran akhirnya Fani berjalan keluar hendak kekamar tamu yang ditepati Erick dan Felix.
Fani memegang knop pintu, diputarnya knop itu sampai pintu terbuka, baru saja dia selangkah melangkah keluar seseorang membuatnya terkejut tak berkutik.
"dor.... Mau kemana sayang!!!?"
*****
Jangan lupa dukung author dengan memberikan like, komen dan votenya😍😘
__ADS_1