
Diruang direktor Rain cuma memakai boxer saja, dia tetap duduk dikursi kebesarannya dan menatap tajam kearah Karin dengan amarah yang memuncak.
"apa yang kau lakukan pada kakiku Aran?" tanyanya dengan geram.
"lho sayang, kan tadi aku dah bilang ingin mempraktekan akupuntur yang aku pelajari, eh tahunya malah lumpuh sory sayang tak sengaja" ucap Karin dengan nada manjanya yang dibuat-buat.
"aku tahu siapa kamu Aran otak cerdasmu itu mampu memahami persendian tubuh manusia, kau sengaja membuatku lumpuh Aran!!" teriak Rain.
"kalo teriak jangan kenceng-kenceng nanti ototmu pada cepot semua, itu mata kalo jatoh gimana siapa yang betulin" ejek Karin terkekeh.
"apa yang kau inginkan Aran?"
"oh iya lupa keinginanku datang kesini ya, hhhmmm tadinya kesini cuma berniat bersenang-senang eh setelah masuk malah gak mengenakan, oh satu lagi aku punya video hot seks terpanas tahun 2021 penasaran nggak" Karin mengeluarkan hpnya lalu segera dia berkutat menekan galeri dan memilih video yang dituju.
"aku gak butuh video itu cepat sembuhkan kakiku"
"kau itu bener-bener tidak bisa memuaskan lawan mainmu cih, begini saja kalo kau mampu menahan sepuluh sayatan dariku baru aku akan melepaskanmu gimana, yaaa diiringi desahan keras sedikit gitu yang menggoda hehehe"
"dasar kau psikopat gila, sudi amat aku melakukannya lepaskan aku, pengawal, pengawal" teriak Rain yang mulai takut melihat sifat Karin sekarang. Badannya gemetar dengan wajah yang mulai pucat pasi.
Karin menarik kursi yang diduduki Rain kearah cendela memperlihatkan perkelahian diluar sana.
"Rain coba lihat mereka semua tempur begitu apa kau tak mau bantu" tunjuk Karin kearah cendela. Rain hanya diam saja dia hanya merasa ketakutan saat ini, Aran yang dulu sangat berbeda dengan Aran yang sekarang.
"kalo aku terjunkan kamu dari sini gimana rasanya ya, langsung ded apa bobok dirumah sakit emm jadi pingin nyoba"
__ADS_1
"jangaaaan!!" spontan Rain langsung berteriak.
Karin menarik kembali kursi itu kearah meja, lalu meraih jarum akupuntur yang dibawanya itu dan memainkannya.
"Rain apa kau tahu jarum ini jika digunakan dengan baik dia akan menolong orang, tapi dia juga bisa membunuh orang jika pengguannya salah" ucapnya dengan tersenyum lembut kearah mantannya.
Tat kala Rain langsung berkeringat dingin memandang wajah mantannya, seolah tak percaya dengan apa yang ada didepannya saat ini.
"dia bukan manusia tapi "monster" batin Rain ketakutan.
"apa tujuanmu datang kesini?" tanya Karin sambil bermain dengan jarum yang ditusukan kebadan Rain lalu ditariknya lagi, begitu berulang-ulang, Rain sendiri mati-matian menahan sakit.
"aku cuma ingin menemuimu saja"
"kenapa dan untuk apa kau mencariku"
"hhmmm penelitian, penelitian apaan? Coba kau jelaskan sekarang"
"sebenarnya aku pernah melakukannya dulu, tapi kak Aoi menghancurkan semuanya tanpa sisa padahal hampir saja aku mengetahuinya" tutur Rain.
"bebek pernah menghancurkan penelitian Rain, kapan? Ko aku gak tahu ya!" batin Karin terkejut mendengar penuturan Rain.
Tiba-tiba saja tangan Karin meraih belati yang sudah disiapkan diatas meja, dengan sengaja juga sadar dia langsung menyayat badan Rain, walau tidak dalam tapi terlihat darah segar mengalir dari tubuhnya yang putih.
Aaaaaaaarrrrrrrrrggkkkkhhhh!!!!!!!!
__ADS_1
Teriakan Rain terdengar sampai keluar membuat pengawalnya diluar terkejut dan bergidik ngeri.
"kau mengambil darahku untuk penelitian, apa tujuanmu? Teriakanmu masih belum membuatku puas!" geram Karin memandangnya dengan sorotan matanya yang tajam dan dingin bagaikan elang yang siap mencabik-cabik mangsangnya.
Rain dengan nafasnya yang berat berusaha bicara.
"tujuh tahun yang lalu saat kita baru saja putus aku mencarimu, pelayanmu bilang kau berada dirumah Yoko dan aku langsung kesana. Waktu itu rumah Yoko terbuka lebar tapi tak ada yang keluar walau aku panggil berkali-kali, akhirnya aku masuk dan mencari kamarnya saja saat itu aku cuma kepikiran kalo kalian berdua pasti ada dikamar. Pintu kamarnya sedikit terbuka sebenarnya aku ingin mengagetkan kalian tapi saat membuka pintu itu aku mendapati Yoko sedang menyutikan sesuatu pada badanmu saat kamu tertidur, aku langsung menutup kembali takut ketahuan dan memperhatikannya dari luar saja" kata Rain menjelaskan.
Karin terkejut bukan main mendengar apa yang keluar dari mulut Rain, getaran amarah mulai mencuat, tangannya yang menggegam erat belati yang dipegangnya mulai bergetar, badannya gemetar giginya yang putih nan rapi mulai bertempur hingga menimbulkan bunyi gemertak berkali-kali.
secepat kilat Karin langsung memainkan belati itu dibadan Rain, dan tak peduli dengan erangan kesakitan yang memilukan keluar dari mulut mantannya, sorot matanya kini tak bersahabat.
Aaaaaaarrrrrrggkkkhhh!!!
Aaaaaaarrrrrrggkkkhhh!!!
Johan yang mendengarnya langsung membuka pintu itu tanpa ada halangan dari para pengawal yang berjaga disana. Itu karena Karin bilang pada mereka bahwa Johan sama dengannya jadi apa yang dilakukan atau diperintahkan Johan sama dengan apa yang Karin suruh.
Johan langsung terpengarah dengan pemandangan yang ada didepan matanya, tubuhnya serasa matirasa bibirnya pun keju seketika, dia menelan salivanya begitu berat.
Begitupula dengan para pengawal yang melihatnya juga, mereka semua seperti patung tak bisa berucap satu katapun, hingga situa yang berada diParis pun tak berkedip sama sekali dengan apa yang dia lihat dari kamera mini yang dia selipkan dibalik setiap jas para pengawalnya.
*****
🍁🍁🍁
__ADS_1
dear para readers untuk judul yang satu ini, author tidak tahu soal psikopat!.🙏 jadi nulis ceritanya asal dan tidak direncana sama sekali, cuma mengingat dari sebuah novel tentang psikopat saja jadi mohon maaf jika banyak kekurangan.🙏🙏
terima kasih dan selamat membaca ready you all 😘😘😍😍😍💪