THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KEGALAUAN KARIN


__ADS_3

"dia sudah melewati masa kritisnya jaga dia baik-baik" kata dokter setelah memeriksa bunda.


"terima kasih dok" balas Romo.


"aku pergi dulu" setelah berkata begitu sang dokter berjalan keluar ruangan.


"romo..." panggil bunda dengan suara pelan.


"jangan bicara dulu istirahatlah kita bicara nanti saja" balas Romo pelan.


"aku mau ketemu dengannya bagaimana keadaannya?" kata bunda pelan.


"dia baik sangat baik sekarang dia berada dikediamannya dirumahnya Jakarta, beberapa waktu lalu dia datang menjenguk bunda nanti kita kesana bersama sekarang istirahatlah" kata Romo pelan dan lembut sambil memegang tangan bunda.


"bunda jangan terlalu mendengarkan berita yang belum tentu kebenarannya, Karin sangat sehat tak ada luka sedikitpun dibadannya" sahut Erick dari samping.


"benarkah syukurlah kalo begitu" balas bunda pelan lalu berlahan tertidur dengan sendirinya.


Erick berjalan kesofa dia berkutat dengan hpnya mengetik sebuah pesan dengan cepat lalu dikirim keKarin kekasihnya.


Tring...


Segera Karin mengambil hpnya pesan siapa dan apa pesannya yang masuk kehpnya.


📥"Bi bunda sudah sadar dia mencarimu" pesannya.


Karin hanya melihatnya saja lalu menaruhnya kembali diatas meja. Dia bingung dengan perasaannya apakah dia harus terus menjauh tanpa memberi alasan yang tepat atau sebaliknya, dia bener-bener kesiksa batin dan pikiran.


Ingin sekali dia langsung terbang keJogja menemui sang bunda saat ini juga tapi dia juga tak kuasa jika bertemu dengan Erick orang yang dia sukai selama ini.


"mungkin Johan benar lebih baik aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya daripada mengetahuinya ini sangat sulit" gerutunya sambil melihat keluar cendela.


Erick yang bingung karena WAnya tak pernah diangkat sama kekasihnya langsung keluar begitu saja setelah mengirim pesan untuk kedua kalinya.


Tring...


Pesan kedua kembali masuk Karin hanya melihat hpnya yang berada diatas meja sekilas lalu kembali menghadap keluar cendela.


"maafkan aku Erchan" Katanya dalam hati. Lalu dia berjalan keluar tanpa tahu tujuannya.


"anda mau kemana litle?" tanya Nana.


"aku mau cari udara segar diluar" jawabnya tanpa melihat kearah Nana.


"mari saya temani"


"tidak usah aku mau sendiri saat ini"


"baiklah hati-hati dijalan"

__ADS_1


"ya terima kasih"


Karin menyusuri koridor dengan langkahnya yang cepat dan lebar layaknya seorang laki-laki berjalan bahkan Nana saja akan setengah berlari jika berjalan bersama.


Dia tidak menggunakan mobilnya melainkan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Langkah kakinya dia hentikan sejenak dan menghela nafas sebentar, walau bagaimanapun dia harus membalas pesan dari kekasihnya pikirnya.


"hari ini atau besok dia pasti akan datang kemari menemuiku" gumamnya dalam hati sambil mengetik sebuah pesan WhatsApp.


Setelah mengirim pesan dia lalu melanjutkan langkah kakinya tanpa tujuan, tepat didepan sebuah klub dia berhenti tanpa banyak mikir dia langsung masuk dan duduk didepan bartendernya.


"satu" ucapnya pendek dan singkat sambil menunjukkan jari telunjuknya.


"ok" jawab sibartender lalu mengeluarkan sabotol minuman setan yang harganya selangit. Karin segera mengambil minuman itu dan siap untuk membasahi tenggorokannya.


Mulut botol sudah menempel dibibir siap mengalirkan air yang berada didalamnya. Dia memejamkan matanya siap menikmati air setan itu. "berjanjilah padaku untuk tidak menyentuh minuman setan itu" ucapan Erick tiba-tiba muncul membuat Karin membuka matanya lebar.


Karin tersenyum masam lalu dia mengeluarkan kartu goldnya untuk membayar minuman itu dan segera pergi tanpa membawanya.


"kau tidak membawanya" kata bartendernya.


"buatmu saja" balas Karin lalu segera pergi dari tempat itu.


"kenapa buru-buru beb kita bersenang-senang dulu sebentar" tiba-tiba sebuah suara pria menghentikan langkah kakinya berikut tangan yang merangkul pundaknya.


"aku lagi gak mood hari ini" Karin berkata dengan santai dan tenang.


"oh ternyata manusia Jepang ya mm wow wajahmu kaya cewek bro mulus banget wah kulit tangannya juga" pria itu berbicara sambil menunjuk pipi Karin juga tangannya.


Pria itu langsung merangkul Karin dengan cepat. "kamu lagi bermasalah sama pacarmu ya sipewaris perusahaan batik itu" godanya sambil tersenyum.


Karin yang terkejut langsung mengarahkan pandangannya sama pria itu.


"hahaha jangan melihatku seperti itu sayang kalian berdua viral didunia maya, kalo kau putus dengannya aku siap menggantikan dirinya"


Karin segera mengambil hpnya dan membuka sosmed melihat beritanya dia nampak terkejut saat melihat beritanya belum terblokir.


"kenapa aku baru sadar ya kalo Felix berbuat kasar sama Fani Karena berita ini" batinnya.


Dia melepaskan tangan pria itu dan segera berjalan pergi, lagi-lagi pria itu menghentikan langkah kakinya membuat Karin geram.


"mau kemana kita bersenang-senang dulu sebentar" ucapnya sambil memegang tangan Karin.


"lepaskan tanganku" dia langsung mengubah wajahnya menjadi dingin dan menakutkan membuat pria itu terkejut.


"wah kau menakutkan juga kalo lagi marah"


"jangan sampai aku mengasarimu" ucapnya datar dan dingin.


Bukannya melepas tangan Karin pria itu malah mengejek. "lakukan saja aku ingin tahu badan wanitamu bisa melakukannya atau tidak" katanya.

__ADS_1


Karin yang geram langsung memiting tangan pria itu dan mendorongnya hingga jatuh.


Gyaaaaaa.... teriaknya menahan sakit.


Bruk


Karin membetulkan pakaiannya dan berlalu pergi meninggalkan klub itu.


"hei kalian semua dia menyiksaku jangan biarkan dia pergi balas perbuatannya" teriak pria itu yang tak terima, sibartender terkejut mendengarnya tapi hanya melihat saja.


Sontak para temannya yang berada di klub itu langsung berlari menghampiri pria itu. Karin menghentikan langkah kakinya dan melihat kebelakang.


Tepat didepannya sudah berdiri tegak puluhan orang yang siap menghajarnya.


"kau sudah menyiksa teman kami kau harus menerima balasannya" teriak salah satu dari mereka.


Karin yang lagi gak mood langsung mengepalkan tangannya dengan geram.


"sudah lama aku tidak olahraga ok aku layani kalian semua" ucapnya sambil menunjukkan gigi putihnya yang rapi.


"huh sombong kita lihat siapa yang akan minta ampun" kata salah satu sambil maju dengan serempak siap menghajar.


sang bartender menganga dibuatnya matanya tak berkedip sama sekali karena baru kali ini ada pertarungan yang cepat dan kilat bagaikan ninja sungguhan berada diIndo.


Belum ada tiga menit mereka semua tumbang Karin membetulkan pakaiannya dan berjalan menghampiri pria tadi dengan muka dingin juga datarnya membuat semua orang takut melihatnya.


Pria itu merangkak mundur dengan wajah pucat ketakutan apalagi saat Karin mengulurkan tangannya hendak mencengkram bajunya seluruh darahnya seakan berhenti jantungnya bergemuruh dengan hebat.


"ampun ampun aku tak akan melakukanya lagi" dia berteriak seketika sambil menyilangkan kedua tangannya didepan.


Karin mengambil minumannya tadi dan meneguknya begitu saja hingga tinggal setengah botol lalu berjalan keluar begitu saja tanpa bicara.


"cih mengotori bajuku saja" katanya.


Dia kembali berjalan tanpa tujuan mencoba membuang semua tentang Erick kekasihnya, dia berharap semua hilang dari pikirannya tapi semua itu tidaklah mudah semakin dia menjauh dan menghindar seluruh kenangan tentang Erick akan semakin melekat dibenak juga pikirannya.


Sampai tanpa disadari langkah kakinya menuju ketengah jalan membuat sebuah mobil mewah berkelas dengan harga yang fantastis yang melaju kencang mengerem mendadak.


Ckiiiiiiiit...


"shit!!" ucap supirnya.


Karin meloncat keatas membuat ketiga orang didalamnya terperangah.


"hebat dia bisa menghindarinya" kata sang sopir.


"oh my angel!!!" teriak seorang wanita tua didalam mobil.


*****

__ADS_1


Dukung author dengan like dan komen🥰😘


__ADS_2