THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
JOHAN DAN ERSYA


__ADS_3

"Jo kamu jangan makan saja, kalian berdua kesini" printah Karin, dengan patuhnya juga mereka berdua langsung jalan kearah Karin.


"apa kalian tahu boneka momo!" kata Karin.


"oh boneka manusia itu ya" ucap Johan sambil makan.


"itu boneka buatan peruasahaan A yang terkenal karena hampir menyerupai manusia asli, dimodifikasi dengan sempurna memiliki beberapa bahasa sesuai pemiliknya" sahut Nana menjelaskan.


"hhmmm sibotak punya boneka ini kata Sora"


"mungkin saja dia membelinya, harga boneka itu sendiri setara dengan harga mobil BMW keluaran terbaru Jepang" kata Johan.


"apa ada fotonya"


"lihat saja digoogle sudah sangat terkenal banyak kaum elit yang memesannya untuk dijadikan pelayan"


Lalu Karin membuka google dengan kata kunci pencarian "boneka momo" beberapa detik saja deretan gambar boneka momopun muncul dilayar laptop.


"jadi ini bonekanya waw bener-bener kaya manusia ya" kata Karin sambil mengeluarkan senyum disudut bibirnya seoalah punya suatu ide.


"aku jadi pengen punya satu hehehe" lanjutnya.


"apa kau akan menyuruh kita untuk mencurinya" kata Johan menunjuk diri sendiri sama Nana.


"tidak! biar mereka yang ambil untukku"


Dengan segera dia mengambil hpnya "Sora kirim three J untuk mengawalnya dan boneka momo sebagai bayarannya ok"


"ok baby siap dijalankan"


"lho Jo kuenya kamu habisin semuanya!!" kata karin saat melihat piring dimeja sudah kosong.


"bukannya tadi suruh makan" jawab Johan membela diri.


"tapi bukan berarti harus dihabisin semuanya gitu" sahut Nana.


"Jo pergi kamu dan beli makanan yang sama" pekik Karin dengan datar juga geram.


"baik baby" setelah itu dia langsung berjalan keluar.


"tahu begini gak bakal aku makan itu manisan" batin Johan sambil melangkah keluar.

__ADS_1


Johan yang disuruh membeli kue yang sama pergi kejalan X yang dekat dengan pasar kecil, disana dia berkeliling pasar hanya untuk mencari kue basah, seharian dia bertanya kesana kemari tapi tak juga bertemu karena kue seperti itu dijual pada waktu pagi hari saja.


Johan mendesah kesal sambil mengusap wajahnya dengan kasar dia mengeluarkan hpnya hendak menelfn Karin.


Bruk!! seorang gadis menabraknya hingga jatuh karena sedang buru-buru.


"maaf maaf aku sedang buru-buru" ucapnya sama Johan sambil meringis menahan sakit.


"iya gak apa apa" jawab Johan dengan cepat juga membantu sigadis itu berdiri.


"terima kasih emm kamu yang waktu itu sama si comut"


Gadis itu memperhatikan Johan yang masih berpakaian rapi seperti orang kantor dari atas kebawah.


"sedang apa tuan berada dipasar kecil seperti ini?" tanya gadis itu.


"oh Ersya" kata Johan yang sudah mengetahui siapa gadis itu.


"aku mencari penjual kue basah" jawab Johan.


"sudah gak ada kalo sudah siang begini adanya pagi siapa yang menyuruhmu"


"baby"


"trus apa ada yang masih jualan kue itu disekitar sini"


"setahuku sih sudah tidak ada kalo hari sudah siang menjelang sore begini bagaimana kalo aku bikinkan untuk babymu itu"


"oh kamu bisa" tanya Johan seolah tak percaya.


"NGECE ya bisalah bibi selalu membuatnya untuk dijual juga dulu"


"lagian kue itu gak bakal tahan buat besok, oh iya tapi tunggu pulang kerja dulu gak apakan"


"iya gak apa mari ketempat kerjamu dulu"


Merek berdua berjalan kesebuah toko butik kecil, walau kecil toko itu lumayan ramai karena melayani toko-toko kecil yang hendak dijual kembali.


Sesampainya ditoko Johan menjadi sorotan para karyawan wanita juga disekitarnya disana karena badannya yang tinggi kekar plus ketampanan wajahnya mengalahkan seluruh para pria dipasar, bahkan ada yang secara terang terangan minta kenalan sama meminta nomor hp.


Johan yang masih berpakaian kantoran rapi nenjadi pusat perhatian seluruh orang disitu hingga membuat Ersya sebel.

__ADS_1


"astogfirlloh orang-orang ini kaya lihat artis saja sampai ngeces begitu gak ada kerjaan apa, bu saya izin pulang cepat boleh ya"


"lho ngapain ndok tokonya belum tutup"


"ada keperluan bu hehehe"


"oh ditunggu sama pacarmu ya" ucap ibu pemilik toko saat melihat Johan duduk menunggu dipojokan.


belum sempat Ersya menjawab "enak sekali mau pulang duluan tunggu sampai toko tutup dulu" sahut salah seorang karyawan dengan ketus.


"masih satu jam lagi mbk yu"


"ya suruh dia nunggu saja ditempatnya"


"iya deh baiklah" kata Ersya dengan kecewa.


Johan yang menunggu Ersya pulang kerja tidak merasa bosan sedikitpun dia dengan santainya duduk bersandar dipintu rol sambil melipat tangannya didada.


"mata sipit bangun sudah tutup tokonya ayo balik" guncangan dipundak Johan membuatnya berlahan membuka mata.


"maaf ya kamu jadi nunggu lama"


"gak apa sudah biasa nunggu begini"


"sudah biasa!" batin Ersya.


"kita ketoko beli bahanya dulu ya emang mau bikin kue yang bagaimana?" tanya Ersya.


"semuanya saja" jawab Johan pendek.


"semuanya maksudnya gimana"


"seperti yang baby beli tadi pagi"


"oh baiklah"


*****


hallo para readers sekalian terima kasih sudah membaca novel ini, untuk episode CERBERUS author minta maaf karena ceritanya terlalu pendek dan membosankan.


Maklum siauthor nulisnya sambil menahan ngantuk.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


terima kasih sudah mengikuti alur cerita novel ini, jangan lupa komen juga likenya juga votenya biar siauthor tambah semangat nulisnya.😘😘😘😍😍


__ADS_2