THE TWINS, SIAPA DIA??

THE TWINS, SIAPA DIA??
KEJUTAN DARI ERICK


__ADS_3

(siapa saja yang bernama ERKA author mohon maaf karena namanya saya pakai🙏🙏)


"HAH"


"iya Bi kangen banget, banget kangen hehehe" mendengar itu Karin langsung memasang wajah tak suka.


"oh aku kira kamu sudah melupakan aku soalnya lengket banget sama dia" kata Karin ketus.


"wah kamu menggemaskan kalo ketus begitu, jujur Bi aku risih banget sama Fani dia tak membuatku bebas bergerak oh iya aku ada sesuatu untukmu nih bentar ya!"


Erick memasukan tangannya kedalam saku celana mengambil sesuatu disana, sebuah kotak berukuran sedang berwarna biru muda bludur dia keluarkan lalu memberikannya sama Karin.


"apa ini Erchan!!?" tanyanya terkejut.


"buka saja" jawab Erick sambil tersenyum.


Tanpa ragu Karin langsung membuka kotak itu, nampak sepasang kalung juga anting panjang couple berwarna perak dan keduanya memiliki nama yang dapat dipisahkan atau disatukan kembali karena terdapat magnet kecil. "ERKA!!" sebuah nama yang menjadi liontin keduanya.


Karin terperanjat melihat apa yang ada didepan matanya lalu dia mengambil sepasang kalung juga anting itu.


"apa ini nama kita Erchan" ucap Karin sambil melihat liontin bernama "ERKA".


"ya, ER untuk Erick, KA untuk KARIN, tadinya aku mau beli kalung saja tapi karena terlalu bingung jadi aku beli antingnya sekalian, kamu suka"


"ya aku suka sangat suka pasangin, aku pake yang ini kalung dengan liontin ER juga antingnya juga ER"


"tanpa disuruh aku akan pasangin Bi, yang liontin KA aku pake nih kita pasang bareng-bareng ya biar seru hehehe"


"wah jangan-jangan ada sesuatu nih"


"astaga otakmu bulus banget Bi, emang aku nyimpan apaan sih"


"nyimpan hatiku hehehe" Erick langsung mencep dengan ucapan Karin.


"hahahaha kau ini ada saja Chibi sayangku, kalungnya kita pasang bareng ya" Karin hanya mengangguk setuju lalu mereka berdua saling memasangkan kalung untuk kekasihnya. sementara anting dipasang bergantian karena terlalu susah memasangnya secara bersamaan.


Karin yang sebelumnya sudah memakai anting salip dia pindahkan ketindikan diatasnya, sedangkan anting ER dipasang dibawahnya sebelah kanan. Sementara Erick yang memakai anting biasa dia buang diganti dengan anting KA disebelah kiri.


"terima kasih ini kejutan yang indah" ucap Karin memandang wajah Erick kekasihnya.

__ADS_1


"hanya ini yang bisa aku berikan padamu maaf ya Bi tak bisa memberikanmu lebih dari ini"


"dasar bodoh ini lebih dari cukup yang penting kau selalu didekatku itu malah lebih dari cukup"


"jangan kawatir Bi walau kita jauh tapi dekat dihati ya nggak"


"oh begitu ya sudah kamu minggat sana"


"ko kamu mengusirku sih"


"kamu bilang jauh dimata dekat dihati"


"astaga bukan begitu maksudnya Bi, oh iya Fani juga minta dibeliin jangan cemburu ya Bi dia maksa banget soalnya minta dibelikan sesuatu"


"aku tahu ko, jangan kawatir"


Erick menganga dengan ucapan Karin yang terlihat biasa saja lalu tiba-tiba dia langsung memeluk Karin begitu erat membuat Karin terperanjat kaget karena belum siap.


"Erchan!!"


"maaf Bi mungkin gak sadar aku sudah menyakitimu atau membuatmu cemburu dengan keberadaan Fani"


Fani yang sadar dengan tatapan Karin hendak berjalan mendekat dengan aura kemarahan namun Felix segera menghadangnya.


"dilarang mendekat nona cantik" kata Felix menggoda.


"minggir kamu aku hanya ingin menghampirinya" teiaknya.


"tidak nona perkerjaan saya taruhannya mohon mengerti" kata Felix membuat Fani semakin geram.


"capek Erchan jelasin terus" kata Karin melepaskan pelukan Erick lalu berlahan menempelkan bibirnya ke bibir kekasihnya.


Erick membalas apa yang Karin berikan dengan antusias, didalam mobil itu mereka berdua menikmati apa yang diberikan kekasihnya.


"wah lama-lama kamu pintar ya Erchan" kata Karin sambil mengigit bibir bawahnya seolah menikmati apa yang sudah terjadi.


"yah supaya kamu gak melakukannya sama orang lain"


"Erchan aku gak suka"

__ADS_1


"sorry Bi cup" ucapnya sambil mendaratkan kucupan lembut dibibir Karin.


"apa kamu masih mau disini?" tanya Erick.


"iya disini menyenangkan juga, aku jadi betah memang kenapa?"


"kalo kamu betah ya kita disini dulu gak apa nanti aku akan cuti lagi dari kantor"


"aku lupa kalo dia seorang sekretaris!!" batin Karin.


"apa gak apa ya nanti kalo kamu dipecat gimana, ya sudah kita balik besok saja"


"lho ko mendadak aku belum menganjakmu jalan-jalan keliling Jogja"


"gimana mau ngajak lihat tuh yang diluar sudah merah kaya gunung merapi siap meletus" Karin menunjuk Fani yang geram karena mereka berdua belum juga keluar.


"benar juga!!"


"ya sudah aku keluar saja daripada nanti kena semprot" Karin keluar mobil sementara Erick masih didalam duduk santai walau sebenarnya hatinya masih kesal karena kebersamaan dirinya bersama Karin sangat sedikit.


"dasar kamu eh..." Fani tak melanjutkan ucapannya, Dia memperhatikan bibir Karin yang merah dibagian bawah.


"kalian habis ngapain" teriak Fani.


Karin memanasi Fani dengan merangkul pundak Felix lalu menempelkan wajahnya keleher Felix. "melakukan yang enak-enak dia begitu menggairahkan bukan" ucapnya dengan sinis melirik keFani.


"beby kenapa aku kau jadikan kambing hitam?" ucapnya lirih tapi masih bisa didengar oleh Karin.


"cuma mempercepat saja" jawab Karin.


"APA!!" ucapnya kaget.


"jangan seperti ini dong aku yang kalah, badanku sudah semriwing saat nafasmu menyentuh kulit leherku" batin Felix.


"jadi bener kamu gay, kamu sudah mengubah mas Erick jadi seorang gay" kata Fani dengan nada marah.


"bukannya orang yang masih polos begitu ingin dicicipi ya, Erick bilang dirinya masih suci juga bening dan itu membuatku tergoda sama halnya dengan abang sopir yang tampan ini bener kan abang sopir" Karin berkata sambil menyentuh dagu Felix dengan jari telunjuknya.


Felix tertawa ketir mendengarnya. "beby sayangku my bosku jangan diteruskan dong kamu bisa merusak pertahananku" batin Felix yang meronta karena hawa badannya sudah mulai memanas.

__ADS_1


*****


__ADS_2