Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 102 Petarung Jalanan 2


__ADS_3

Para kawanan geng itu langsung mengikuti Andi dan Erik untuk memecahkan permasalahan nya.


Andi dan Erik kini sudah di kurung oleh belasan orang-orang dari para kawanan geng.


"Nah sekarang kita selesaikan masalah ini, tolonglah jangan dulu main kekerasan, kita selesaikan dulu dengan cara damai, itu lebih indah." Ujar Andi.


"Pokoknya gue minta ganti rugi motor gue sudah lecet." Tukas salah satu dari kawanan mereka.


"Lha gimana ceritanya, elo sendiri yang nyeruduk malah gua yang harus ganti rugi, enak benar lo' bercakap." Tutur Erik.


"Pokoknya gue tidak mau tahu." Tukasnya.


"Kalau begitu lo' yang berbuat malah gua yang rugi dong." Ujar Erik.


"Itu urusan lo' mau rugi mau enggak, kalau elo' tidak mau ganti berarti masalah kita akan panjang." Ucapnya dengan egois.


"Waduuh ini orang aneh, lantas andai elo yang nyerempet pagar atau yang semacam benda lain, elo juga mau nuntut pada pagar tersebut gtu." Celoteh Andi.


"Heh elo jangan ikut campur, ini masalah gue sama orang ini tau." Ujar orang itu sambil menekan jari jemarinya pada dada Andi.


"Bukannya gua ikut campur, di sini gua cuma menegakan keadilan, supaya elo dan sahabat gua sama-sama enak." Tukas Andi.


"Keadilan macam apa, jelas-jelas motor gue yang ruksak." Ujarnya naik darah.


Erik menatap pada Andi.


"Gimana An' ini orang tetap ngotot minta ganti rugi sedangkan motor gua sendiri porsenelengnya sampai bengkok begitu." Ujar Erik meminta pendapat.


"Ini jalanan Rik, mana lawan dan mana kawan, kalau jalan damai sudah tidak bisa lagi kita usahakan ya apa boleh buat." Bisik Andi.


Erik pun langsung manggut-manggut pertanda mengerti dengan perkata'annya Andi.


kemudian salah seorang yang sedari tadi tetap ngotot minta ganti rugi sama Erik melangkah mendekati Andi dan Erik sambil berkata kasar.


"Heh bangsat, kalian bisik-bisik apa hah, mau ganti gak." Bentaknya.


Erik dan Andi yang sebelumnya tenang, setelah mendengar pemuda yang songong dan sombong itu langsung bangkit darahnya mulai mengalir kencang ke semua organ sarapnya.


"Bisa gak lo' tidak berkata kasar." Cetus Andi.


"Emang kenapa lo', marah, tersinggung, hahaha belum tau rupanya sama geng kita-kita ini." Cibirnya sambil tertawa penuh congkak.


"Andi dan Erik cuma tersenyum tipis melihat pemuda yang sok berani di hadapan belasan kawanannya.


"Kenapa kalian berdua senyum-senyum begitu, apa pingin gue hajar beramai-ramai." Ancamnya.


"Senyum itu ibadah, lagian gua tersenyum itu kan bibir-bibir gua, emang gak boleh gitu kalau gua senyum." Timpal Andi.


"Lama-lama kalian berdua semakin membuat darah gue mendidih." Ujarnya.


Lalu para kawanan geng yang lainnya meminta pada salah seorang yang di anggap ketuanya itu untuk menghajar Andi.


"Sudah hajar saja jangan terus-terusan di ajak diskusi." Tukas yang lainnya.


Mendengar celotehan dari belasan kawanannya pemuda yang berurusan dengan Erik langsung mulai mengibarkan bendera perang pada yang lainnya.

__ADS_1


Pertarungan pun tidak bisa lagi di hindari lagi oleh Andi dan Erik, terpaksa jalan satu-satunya jalan perang yang harus di tempuhnya demi terselesainya sebuah permasalahan.


Pertarungan yang sangat tidak seimbang dua belas melawan dua.


Andi dan Erik di peras tenaga dan pikirannya untuk menghadapi kawanan para Geng tersebut.


Andi berlari menjauh untuk memecah belahkan perkumpulan mereka begitu pula Erik.


"Jangan lari kalian bangsat." Teriaknya di kira mereka Andi dan Erik lari karena takut, padahal kedua petarung itu hanya membuat strategi untuk mengelabui mereka.


Ketika perkumpulan mereka terpecah dari Situlah Andi dan Erik berbalik menyerang mereka, melompat sambil memutar kan tubuhnya menyambut mereka satu persatu yang mulai berdatangan dengan salam olah raga.


Pukulan dan tendangan Andi berkelebat begitu cepat


Menendang, memukul, menggunting dan menghimpit yang Andi lancarkan.


K enam kawanan Geng yang mengejar Andi, satu persatu telah menerima salam olah raga dari Andi Nayaka.


Lelaki bertubuh jangkung dari Gang Si'iran, ternyata bukan lawan yang sepadan untuk para geng tersebut.


Setiap lancaran pukulan dan tendangannya sudah cukup membuat mereka terjatuh dan terpental hingga membuat mereka menjadi tidak berdaya.


Setelah ke enam lawannya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Andi berdiri menantang menatap tajam ke arah mereka yang masih tergeletak kesakitan.


"Gimana apa masih mau di lanjut pertarungan ini." Tawar Andi.


Mereka tidak berkata, cuma raungan kesakitan yang Keluar dari mulut mereka.


"Dasar nyali patungan, beraninya main keroyokan cuma segitukah kemampuan kalian yang sok jago itu." Ujar Andi sembari melangkah kan tungkai kakinya meninggalkan mereka.


Setelah Andi tiba di salah satu bangunan yang sudah tidak terpakai lagi.


Terdengar suara gaduh dari pertempuran.


"Itu pasti mereka lagi ngeroyok Erik, gua harus segera memberi bantuan." Gerutu Andi bermonolog.


Andi melompat menaiki benteng tembok yang begitu tinggi, dengan ilmu parkurnya.


Kemudian Andi berlari memasuki bangunan kosong itu memburu ke arah suara keributan itu.


Nampak jelas di pandangan Andi? Erik lagi di keroyok enam orang yang menggunakan potongan pipa besi satu in yang di dapat di dalam bangunan tersebut.


Andi melompat memasuki arena pertempuran sambil melayangkan tendangannya pada salah satu dari mereka yang mau menghantam kepala Erik dengan Vipa besi.


Hiiiuuuukk


Buuukkk


Tendangan keras kaki Andi menghantam kepala dari orang tersebut.


Klempruaang


Suara Vipa besi yang terjatuh menimpa lantai coran.


Erik lega, andai Andi telat datang mungkin kepalanya sudah pecah di hantam Vipa besi tersebut.

__ADS_1


"Tanks kawan." Bisik Erik sambil belakang-belakangan sama Andi.


"Sama-sama." Tukas Andi.


Kemudian para kawanan Geng itu langsung menyerang Andi dan Erik dengan sabetan-sabetan sebuah Vipa besi, dengan sangat brutal dan ganas.


Andi dan Erik bergerak begitu agresip dalam menghindari setiap sabetan Vipa besi.


Hiuk


Hiuk


Hiuuk


Suara Potongam Vipa yang di sabetkan begitu mendebarkan bagi orang yang melihatnya.


Andi berkelebat meliukan badannya, di iringi dengan memasukan elbo tangan kirinya menghantam dagu lawannya.


Duuukkk


Sebuah elbo keras menghantam se akan ingin mematahkan tulang rahannya lawan.


Begitu pun Erik ketika menghindari sabetan Vipa yang mengarah pada kepalanya.


Erik merunduk sambil memasukan bogemnya dalam Jurus ajul gedang.


Deaass..


Luncuran Bogem Erik membidik begitu keras sampai terdengar seperti patah sebuah tulang.


Beletrak.


Jeregjeg.


Orang yang terkena hantaman keras bogem Erik langsung sempoyongan dan akhirnya jatuh karena tidak bisa menahan keseimbangan nya.


Ke empat rekannya kini mulai kena mentalnya, di sa'at dua orang yang di anggap ketua dan orang paling kuat di kubunya telah terjatuh.


"Bagaimana nih, apa kita terus memberi perlawanan, atau kabur tinggalkan yang lian." celoteh dari salah satu mereka.


"Kalau kabur kita tidak setia kawan, apapun nanti yang akan kita alami dengan kedua pemuda itu, kita tetap satu kelompok." Ujarnya sambil terus melakukan serangan demi seranhannya.


...Menghadapi empat orang mungkin tidak terlalu menyulitkan bagi Andi dan Erik....


Tetapi Andi dan Erik selalu tetap waspada dan tidak pernah menganggap enteng lawannya.


Sebuah bangunan berlantai enam yang sudah tidak terawat atau sudah tidak lagi di pakai kini menjadi saksi bisu dari pertarungan antara Andi dan Erik dengan komplotan Geng yang selalu meresahkan warga.


Ke empat kawanan Geng itu langsung menyerang lagi pada Andi secara embabi buta dengan potongan Vipa besi tersebut.


Sebuah serangan yang tidak di dasari dengan skill bela diri, mereka menyerang bergaya petarung jalanan yang tidak menentu tanpak diasat dan strategi.


Mungkin itu sangat memudah kan bagi Andi dan Erik untuk melumpuhkan mereka secepatnya.


Tidak berlangsung lama mereka semua sudah dapat di lumpuhkannya oleh pukulan dan tendangan Andi dan Erik yang selalu mendarat sempurna, sehingga mereka kini sudah tidak dapat bergerak lagi.

__ADS_1


Andi dan Erik berdiri sambil menarik napas sejenak, pertarungan yang cukup menguras tenaga dan pikirannya.


__ADS_2