Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 32 Pertempuran


__ADS_3

Kemudian salah satu dari mereka memberi kode untuk menghabisi Andi.


Kelima Anggota mavia itu langsung melesat menerjang pada Andi.


Andi kini telah di uji kemampuannya oleh ke lima Anggota mavia yang sudah sangat berpengalaman dalam pertarungan di alam terbuka maupun di dalam ruangan.


Biarpun usianya masih muda, tapi Andi tidak bisa di anggap remeh, karena Andi pun sudah menjalani tiga level meditasi untuk menyerap tenaga inti alam.


Maka tidak heran bila Andi bergerak begitu cepat dan agresip di tambah postur tubuhnya yang jangkung sama persis dengan mendiang ayahnya Nandi suryaman.


Sehingga jangkauan Andi lebih panjang, Andi melesit ke atas ketika lima gempuran meluncur mau menghantam dirinya, dengan memutarkan tubuhnya Andi langsung memutarkan tendangannya.


Buk buk buk buk....


Tendangan memutar Andi sudah cukup membuat mereka terdorong.


"Bangsat rupanya bocah ini, jago bela diri." Ujarnya bernada tinggi.


Si Gery menggonggong sambil berlari lari kesana kemari memberi bantuan pada Andi demgan memecahkan konsentrasi mereka agar pergerakan mereka jadi kacau.


Sungguh binatang yang sangat cerdik dan agresip, ketika mereka mau melakukan serangan lagi pada Andi, si Gery melompat ke arah lelaki bertubuh tinggi besar, dengan giginya yang kuat telah mencengkram pundaknya lelaki itu, otomatis pergerakannya menjadi kandas di tengah-tengah, karena ia merasakan gigi si Geri serasa menusuk ingin merobek pundaknya.


"Bedebah, dasar binatang sialan, ku bunuh kau." Bentaknya sambil mengombang ambing badannya agar si gery bisa melepaskan cengkramannya, tapi si gery semakin kuat mengecangkan gigitannya, sehingga lelaki itu terjatuh dan kedua tangannya di tarik kebelakang hendak menarik dan mencekik leher si gery.


Tapi si Gery begitu cerdik, ia terus mencengkram dengan kuat.


Krek krek krekeekk...


Sura gigi menembus daging dan urat besar dileher serta tulang leher seperti mau patah.


Auuuuggghhhhh....


Lelaki itu berteriak keras karena mesakan sakit yang sudah tidak bisa lagi di pertahankan, yang akhirnya hilanglah kesadarannya dan langsung pinsan, dengan darah yang sudah mulai keluar dari urat lehernya yang merobek karena cengkraman gigi si gery.


Seketika itu si Gery langsung melompat, sambil menggonggong melesat berlari lari mengganggu lagi gerakan ke empat orang yang lagi bertarung dengan Andi.


Dengan sikapnya si Gery membuat serangan mereka menjadi kacau, dan itu sudah barang tentu sangat memudahkan bagi Andi untuk melancarkan serangannya.


Dalam pertarungan yang sangat tidak seimbang dalam jumlah, Andi telah di ajarkan oleh Toglo dan Jaroni, di situasi yang sangat sulit otak harus tetap berjalan supaya kita bisa memenangkam pertarungan.


Maka dari itu Andi dengan sangat cepat melesat, dalam gerakan kuda terbang, kaki Andi melesit menghantam dagu salah satu dari mereka.


Deeeaaasss.....

__ADS_1


Auuugghhh...


Suara kesakitan terdengar dari mulut lawan dengan terhuyung mundur beberapa langkah, ketika Andi sudah mendarat, Andi bergeser tiga langkah kesamping lalu merunduk menghindari luncuran tinju lawan.


Plooooss


Pukulan makan ruang kosong, dari situ Andi mendapat celah, dengan secepat kilat pukulan tinju Bumi warisan dari Toglo telah menggedor tulang rahangnya lawan.


Hiiiuuùuukkkk


Deaaassssss....


Auuuugggghhh...


Blaaakk.


Lelaki bertubuh gempal terjatuh laksana pohon yang tumbang menimpa bumi.


Kini kekuatan mereka semakin berkurang, tinggal empat orang yang tersisa yang nampak masih segar bugar tapi tetap saja pergerakan mereka semakin lambat, karena pengaruh dari alkohol yang mereka minum di diskotik sudah mulai bereaksi sehingga membuat mereka menjadi lambat dalam melakukan serangannya.


Napsu dan amarah kini telah menyelimuti hati dan jiwa mereka, dalam situasi seperti itu mereka telah ber'itikad untuk melenyapkan Andi dan binatang piara'annya.


"Bocah sialan, sekarang akan ku kirim kau ke lubang kubur." Bentaknya sambil mengeluarkan sebuah benda dari balik ikat pinggangnya yang tertutup jaket.


"Jangan coba-coba bergerak, bergerak sedikit saja maka semua isi kepalamu akan hancur." Bentaknya.


Andi tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menaikan ke dua tangannya ke atas kepala, lalu dengan perlahan, Andi menurunkan tubuhnya dalam posisi jongkok.


"Ampun bang." Ujar Andi sambil otak nya terus berputar mencari ide bagaimana caranya untuk menepis senjata api yang lagi di arahkan pada dirinya.


"Hahaha, rupanya kamu masih sayang pada nyawamu, Heh Marcu ikat bocah ini." Perintahnya pada yang bernama Marcu.


Marcu berjalan menghampiri Andi, tapi baru saja Marcu mau mengikat Andi Si Geri dengan cepat melompat menerjang lelaki yang lagi pegang senjata api.


Siuuurrr...


Keleprakk...


Senjata api langsung lepas dari genggamannya, sedangkan Andi, begitu si Gery beraksi ia pun langsung bergerak dengan cepat melesatkan pukulan tinju bumi, meluncur dari bawah menghantam tulang rahangnya Marcu.


Duukk


Dukk

__ADS_1


Deeaasss....


Pukulan ti ju Bumi menghantam dengan keras, yang di susul oleh pukulan tangan kiri.


Auuuggghhh.....


Marcu tidak kuasa lagi menahan keseimbangannya, di kedua netranya nampak banyak kunang-kunang, lalu tanpak di sadari tubuhnya melorot jatuh menimpa tanah.


Lelaki yang tadi menodong kon senjata apa pada Andi, langsung membangun serangannya menerjang Andi yang di ikuti oleh kedua kawannya.


Ketiganya berkelebat, pukulan dan tendangan dengan sangat gencar mengurung Andi, Andipun sangat waspada memasang mata dan telinga agar guna menghindari serangan demi serangan yang terus mendesak, dengan sangat tenang dan tidak terlalu gegabah Andi dalam melalukan serangan balik, ia terus memancing untuk menguras tenaga lawan.


Karena pengaruh Alkohol yang membuat mereka di liputi amarah sehingga serangan demi serangannya pun dapat di patahkannya oleh Andi.


Sutaji salah satu tangan kanannya dari ketua geng Ricard, kini merasakan kewalahan menghadapi pemuda yang masih ranum, padahal Suraji dan Marcu beserta ke empat anak buahnya, mempunyai tingkat bela diri di atas rata-rata, berhubung kondisi pisiknya sudah di pengaruhi oleh alkohol membuat mereka hilang akal, dan sangat tidak beraturan dalam melakukan serangannya pun.


Tentu saja sangat menguntungkan bagi Andi, dan dalam waktu yang bersama'an Tendangan parabol Andi telah menghantam merela.


Wes wes wes..


Hiuukkk


Duk duk duk...


Jebrod


Jereg jeg, mereka hilang kese'imbangannya, terdorong tiga langkah kebelakang, dari situ Andi dan si Gery langsung menyerang tidak memberikan luang pada mereka untuk bergerak.


Buk


Buk


Buk


Pukulan beruntun dan tendangam parabol langsung menggedor mereka bertiga, di tambah si gery langsung melompat dengan ganas membela mati-matian pada sang majikan.


Sigery mencengkram tangan dari lelaki berambut gondrong, tapi tiba-tiba si Gery seperti merasakan kesakitan.


Gaik gaik gaik gaik...


Teriak si Gery sambil melepaskan cengkramannya, bersama'an dengan melompatnya si Gery menghampiri Andi meminta perlindungan.


Ternyata sosok lelaki paruh baya lagi berdiri sambil memegang tongkat besi, yang di gunakan untuk menghantam ke tubuh si Gery.

__ADS_1


__ADS_2