
Mobil yang Andi kemudi semakin cepat melaju, sementara ke empat pengendara roda pun nampak mempercepat laju kendara'annya.
Dari situ Andi dan Vina berkeyakinan bahwa mereka punya niat jahat.
"Benerkan kata gua, mereka pun langsung mempercepat laju kendara'annya, berarti mereka sudah punya niat jahat pada kita." Cetus Andi.
"Iya kita harus lebih waspada, karena kita sudah jauh keluar dari kota Bandung, apalagi malam hari begini, kita tidak tau selak beluk daerah sini." Ujar Vina.
"Kamu yang tenang, semoga Allah selalu melindungi kita." Tukas Andi.
"Amiin ya Allah." Timpal Vina.
Setibanya di jalanan yang agak ramai, Andi menurunkan laju kecepatannya dan berhenti sejenak sambil memantau ke empat pengendara roda dua di layar camera sensor mobil.
"Tidak salah lagi, mereka berniat jahat pada kita, buktinya mereka pun berhenti jauh di belakang kita, dasar preman kampung, yang punya nyali patungan." Ujar Andi.
Lima belas menit Andi berhenti, dan setelah itu Vina menyuruh pada Andi untuk melanjutkan perjalanan karena takut kemalaman, sedangkan jarak yang akan di tempuh masih lumayan jauh.
"Ya sudah kita lanjutkan lagi perjalanan kita, nanti takut kemalaman." Ujar Vina.
"Is oke."
Kemudian Andi melajukan lagi mobilnya, walau di hati Andi masih merasa penasaran pada ke empat pengendara motor itu.
"Apa maunya mereka, gua penasaran, lihat saja akan gua kecoh, sampai di mana kehebatan mereka dalam mengemudi kendara'an roda dua." Gerutu Andi dalam hati.
Ketika Mobil yang Andi kemudi sudah melaju lagi, perlahan ke empat orang itupun langsung melajukan motornya, mengikuti mobil Honda Civic.
Andi kini tidak terlalu cepat dalam melajukan mobilnya, entah apa yang sedang Andi rencanakan di dalam hatinya.
Ketika ke empat motor itu sudah hampir mendekat pada mobil yang Andi kemudi, Andi dengan skill yang luar biasa langsung membantingkan setirnya, suara rem terdengar sangat menyayat telinga, kini mobil jadi berbalik arah menghadang ke arah empat pengendara motor tersebut.
Vina langsung tersontak kaget dengan permainan Andi.
"Apa-apa'an sih lo' An, Sudah bosan hidup ya." Ujar Vina karena merasa kaget dengan pertunjukan Andi.
"Tenang saja Vin, sekrang lo' tinggal di dalam mobil dan kunci, sementara gua mau keluar menghadang mereka, apa sih maunya mereka." Tukas Andi.
"Enggak, lo' keluar gue juga akan keluar." Ujar Vina.
"Iih jangan kataku, kamu wanita, nanti bagaimana kalau mereka menyakiti lo'." Ujar Andi.
"Jangan lo' anggap karena gue wanita An." Jawab Vina.
"Maksud lo gimana?." Tanya Andi.
"Kita hadapi mereka bersama." Jawab Vina.
"Jangan gila lo', disini gua bertanggung jawab atas keselamatan lo Vin." Timpal Andi agak sedikit kesal.
"Emang lo saja yang bisa bela diri." Ujar Vina.
"Jangan bercanda lo'." Tukas Andi.
"Lihat saja nanti." Ujar Vina, mendahului Andi keluar dari dalam mobil.
Andi terbelalak kaget dengan sikapnya Vina, Lalu Andi pun langsung keluar.
Sementara ke empat orang lelaki itu turun dari motornya dan berjalan mendekati pada Andi dan Vina yang lagi berdiri menantang.
__ADS_1
"Woii, kalian berdua cepat serahkan uang pada kita, atau nyawamu tidak bisa selamat." Bentaknya.
"Abang-abang ini, mau ngerampok." Ujar Andi dengan santainya.
"Jangan banyak bacot lo' cepetan serahkan harta kalian pada kami." Dengus salah satu dari mereka.
Andi dan Vina hanya saling pandang sambil menyandarkan tubuhnya pada mobil bagian depan.
"Hehee,,kalian ini lucu ya, Saudara bukan, kenalpun kagak, ujug-ujug minta uanglah, emang kalian kenal sama gua." Tukas Andi.
"Banyak bacot kau." Ujarnya sambil mengeluarkan senjata tajam, mengancam pada Andi dan Vina.
"Kalau Kami gak mau, abang mau apa?." Tanya Andi.
"Berarti kalian tidak sayang pada nyawa kalian." Ujarnya.
"Justru kami sangat sayang pada diri kami, dan kami akan membela tubuh kami bila ada seseorang yang akan menyakiti kami." Ujar Andi sambil menatap pada Vina.
"Kampret, Ayo kawan kita habisi kedua orang ini." Ujarnya sembari mengayunkan senjata goloknya pada Andi.
Andi dan Vina melompat mundur, Andi sedikit kaget ternyata diam-diam Vina menguasai ilmu bela diri, dengan kemampuannya yang sudah bisa di bilang sempurna.
"Owh pantesan, Vina ngotot pingin keluar melawan mereka, ternyata diam-diam dia mempunyai bela diri simpanan toh." Batin Andi, sambil melesit ke atas dengan gerakan yang begitu cepat, menghindari sabetan golok yang berkelebat ingin merobek perutnya.
Sementara Vina yang bertempur melawan dua orang lelaki bertubuh kurus dengan rambut gondrong di ikat, bergerak cepat dan agresip
Sebruuutttt...
Kedua lelaki gondrong meluncurkan pukulannya pada Vina.
Vina menarik mundur kaki kirinya selangkah kebelakang, dengan sedikit merunduk.
Serangan kedua lelaki gondrong makan ruang kosong, karena tenaga yang di keluarkan oleh kedua lelaki itu begitu kuat, sehingga mereka terbawa oleh tenaganya sendiri, otomatis ada celah yang kosong bagi Vina, dengan gerakan yang cepat, Vina langsung meluncurkan pukulan tangan kanannya, bersama dengan elbonya menghantam tulang rahang dari salah satu temannya.
Hiuuukk...
Buk Buk
Deeeaassss.....
Jeregjeg, kedua lelaki gondrong terdorong mundur dua langkah kebelakang dengan sedikit sempoyongan.
Vina tidak membiarkan lawannya untuk bergerak, dengan cepat Vina melesit ke atas sambil melancarkan tendangan para bolnya.
Hiuuukkk..
Jebrooodd..
Deaass....Deaassss..
Tendangan kaki Vina menghantam dagu ke dua lelaki gondrong.
Kedua netra dari lelaki itu seperti buyar pandangannya, dan banyak kunang-kunang berterbangan yang di rasa oleh mereka, tentu saja membuat keseimbangannya mulai goyah.
Dari situ Vina lansung melompat dengan jurus hujan deras mengguyur kota.
Tidak bisa di hindari lagi, pukulan Vina bertubi-tubi menghantam kedua lelaki itu.
Buk buk buk buk buk
__ADS_1
Deeaass...
Jebrooodd.
Auuugghhhhh...
Suara jerit kesakitan dari kedua lelaki itu, bersama'an dengan melayangnya tubuh mereka jatuh tersungkur menimpa aspal jalan.
Ternyata diam-diam Vina Artiyana gadis lugu berparas cantik jelita, telah menguasai ilmu bela diri jenis taekwondo.
Sedangkan Andi Nayaka, yang lagi berduel dengan kedua lelaki yang merupakan pentolan dari para begal itu, masih berlangsung dalam pertempuran antara hidup dan mati.
Andi terus di kurung, dengan kelebatan dan sabetan dari kedua golok yang di mainkam oleh kedua begal, yang begitu bengis dan brutal ingin menghabisi Andi.
Kalau saja Andi tidak menguasai bela diri, mungkin saja sudah tewas sedari tadi.
Whess..whesss.
Desingan suara dari sabetan golok begitu mengerikan, tapi beda lagi dengan Andi, ia cukup tenang dalam menghadapi lawannya yang pqkai senjata.
Karena Andi pun sudah menguasai ilmu panca indra, dan tatapan matanya yang tajam seperti mata elang, yang mampu mendeteksi secepat apapun gerakan dari lawannya.
Ketika golok meluncur ingin menusuk perutnya, Andi dengan cepat mengunting tangn lawan dengan jurus capit kala jenking, yang di ikuti oleh sabetan pukulan elbo menghantam lehernya Lawan.
Buuukkkk..
Ebo tang kanan Andi menusuk dengan keras pada lehernya lawanl.
Kelempruuaang...
Suara golok yang terlepas dari gengamannya, jatuh menimpa aspal jalan.
Lau salah satu temannya melompat sambil mengayunkan goloknya ingin menebas kepalanya Andi.
Andi pun telah waspada pada bahaya yang akan mengancamnya secepat kilat memiringkan tubuhnya sambil menarik tubuh lawannya yang tadi terkena oleh elbonya.
Tidak bisa di hindari lagi sabetan golok tersebut langsung menebas punggung temannya sendiri.
Wheesss... Cleeekkk.
Auuugghhh....
Suara histeris, jerit kesakitan dari begal yang terkena bacokan dari temannya sendiri, tubuhnya melayang jatuh bersimpuh darah.
Darah yang terus ngocor dari punggungnya yang robek oleh sabetan dari golok temannya sendiri.
Ketua begal itu langsung tersontak kaget, ketika temannya jatuh bermandikan darah segar, ia langsung memburu tubuh temannya dan di dekap erat sambil berkata.
"Ma'afin gue Ga, gue tidak bermaksud membacok elo'." Ratapnya sambil memeluk erat tubuh temannya.
Andi dan Vina hanya saling pandang, lalu keduanya langsung masuk kedalam mobil dan melaju meninggalkan ke empat kawanan begal tersebut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa ya sertakan like,comentar, saran, Jadikan favorit bila suka, berikan vote sebanyak-banyaknya serta hadiahnya.
Terima kasih atas dukungan dari semuanya.
Salam sehat sejahtera dan sukses selalu.
__ADS_1