Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 141 Jalankan aksi


__ADS_3

Matahari telah memancarkan cahayanya dari timur, kini bumi dan para penghuninya, telah merasakan kembali kehangatan dari sinar ultra violet.


Banyak manpa'at yang di rasakan oleh manusia dan seluruh penghuni Bumi, dari sinar matahari pagi.


Seperti halnya yang di lakukan oleh pak Dirman dan buk Sari.


Pagi itu pasangan suami istri lagi berjemur di depan halaman rumahnya.


Karena usianya yang sudah lanjut, dan tubuhnya yang sering merasakan sakit-sakitan karena kondisi pisik yang sudah melemah dan tulang-tulang yang mulai rapuh, sehingga tubuh membutuhkan masukan Vitamin dari sinar matahari pagi.


Tiga puluh menit sudah pak Dirman dan Buk Sari berjemur di bawah teriknya matahari.


Karena badan sudah terasa panas, dan darah mulai mengalir lancar pada seluruh organ, akhirnya mereka melangkah memasuki kedalam.rumah.


..................


Di lain tempat.


Rangga yang sudah mendapat kabar dari Mustafa tentang Preman bayaran kelas kakap.


Jony Baret nama preman yang di bayar oleh Rangga untuk menghabisi keluarga nya pajar terutama Vina Artiyana, Rangga meminta pada Jony Baret untuk membawa Vina ke tempat yang telah Rangga infokan tentang alamatnya.


Jony Baret yang terkenal sadis dan cepat dalam menghabisi target, di temani oleh dua asistennya untuk melancarkan aksinya.


Agar aksinya berjalan mulus terlebih dahulu Jony Baret meminta bayaran.


"Gimana Bos, apa anda sanggup dengan bayarannya." Ujar Jony Baret.


"Oke gue tidak masalah dengan bayaran yang lo' janjikan asalkan rencana gue berjalan mulus, dan ingat jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun, karena gue belum bisa mastiin aksi kalian berhasil, gue bayar setengah dulu bagaimana." Nego Rangga.


"Wah tidak bisa bos, ini menyangkut tiga nyawa." Tukas Jony Baret.


Sejenak Rangga berpikir.


"Gimana kalau tujuh puluh persen dulu." Tawar Rangga.


Jony Baret dan kedua temannya saling pandang, seperti meminta solusi.


"Oke lah, kami setuju, tapi ingat Bos jangan coba-coba mengingkari janji." Ujar Jony Baret memberi gertakan.


"Kerja pun belum kalian pake mengncam gue lagi." Ujar Rangga tidak mau kalah dengan gertakan Jony Baret.


"Ya itu terserah Bos, bila anda sanggup dengan bayarannya kami kerjakan, tapi sebaliknya bila Bos ingkar jannji, kami bukan sekedar mengancam, tapi nyawa anda menjadi taruhannya." Jony Baret merasa geram, karena baru kali ini ia bekerja sama dengan orang yang tidak menghargai aksinya.

__ADS_1


"Oke-oke, takut amat sih, Mus tolong ambilkan uang seratus Juta di Brangkas gue." Perintah Rangga pada Mustafa.


"Baik Pak." Ujar Mustafa, sembari melangkah ke ruangannya Rangga.


Tidak lama kemudian Mustapa datang dengan membawa coper bag berisikan uang.


"Ini Pak." Ucap Mustafa memberikan coper bag pada Rangga.


Kemudian Rangga membuka coper tersebut lalu di ambilnya uang senilai seratus juta rupiah untuk membayar Jony Baret.


"Ini uang seratus juta, nanti sisanya setelah kalian berhasil." Ujar Rangga.


Jony Baret pun langsung mengambil uang tersebut dari atas meja.


"Oke sekarang kami akan melaksanakan misinya sesuai dengan target yang Bos perlihatkan." Ujar Jony Baret.


"Tapi ingat kalian mesti hati-hati, asal kalian tau Target yang namanya Vina jago bela diri." Pesan Rangga pada Jony Baret.


"Tenang aja Bos, kami punya cara tersendiri untuk melumpuhkan targer yang bringas." Cetus Jony Baret.


"Oke, cepat jalankan misi kalian, gue menunggu kabar dari kalian." Tukas Rangga.


Setelah itu Jony Baret dan kedua rekannya bergegas keluar dari ruangannya Rangga, memburu pada Kendara'annya Sebuah mobil Toyota New yaris Gr sport warna merah.


Kemudian Mobil Toyota New yaris GR sport melaju keluar dari halaman kantor perusa'aha'an Adi Rangga, dengan tujuan Rumah Sakit Harapan.


Sebuah rencana yang matang yang sebelumnya Jony telah memasukan salah satu orang kepercaya'annya yang sangat pandai dalam bidang Listrik dan elektronik, semua Telah di atur dengan sangat matang dan rapi oleh jony.


Jauh sebelum memasuki area Rumah Sakit Harapan, Jony Baret terlebih dahulu menghubungi salah se orang yang di percaya untuk memutus jaringan elektronik yang akan ia laluinya.


📞.Jony Baret " Halo lex, gimana aman?."


📞.Alexandro "Aman Bos, di sebuah ruangan toilet gue sudah siapkan tiga pakaian."


📞.Jony Baret "Oke kalau begitu."


Setelah itu Jony Baret dan kedua rekannya langsung meluncurkan kembali mobilnya memasuki Area parkiran Rumah Sakit Harapan.


Lalu mereka keluar dari dalam mobil, dan berjalan di lorong Ruah Sakit yang telah di setting oleh Alexandro.


Jony Baret berjalan menuju sebuah Toilet.


Singkat Cerita.

__ADS_1


Jony Baret dan kedua rekannya telah berhasil mengganti semua pakaiannya yang telah di atur oleh Alexando.


Dengan betpakaian jas putib berkaca mata dan rambut hitam mengkilap di sidir rapi, siapa pun yang melihat tidak akan menyangka bahwa ke tiga dokter palsu itu adalah Dokter gadungan.


Kini ke tiga Dokter itu berjalan dengan santai menuju ruangannya Pajar Arya Wirata.


Tanpak harus banyak berpikir lagi Ke tiga Dokter itu langsung memasuki ruangannya Pajar Arya Wirata.


Tak ada seorang pun yang mencurigai mereka, Dokter itupun memberi sapa'an dengan lemah lembut dan sopan-santun.


"Selamat malam Pak Pajar, gimana apakah ada perkembangan, atau sama sekali tidak?." Tanya Dokter.


Kini yang menjawab bukan Pajar melainkan Rosa istrinya.


"Tidak ada perkembangan sama sekali Dok." Ujar Rosa.


"Oh begitu, bagaimana kalau berobat di tempat saya aja, kebetulan saya merangkap sebagai ahli psikiater, mungkin bisa membantu memulihkan kondisinya pak Pajar secara perlahan." Ujarnya Dokter palsu.


Rosa langsung terperanjat merasa senang, akhirnya tanpak harus repot-repot mendatangkan ahli psikiater, ternyata Dokter ahli psikiater juga.


"Wah kebetulan Dok, tadinya saya dan anak saya berencana begitu." Ujar Rosa.


"Bagus itu Buk, lalu di mana anak ibuk sekarang?." Tanya Dokter.


"Anak saya lagi pulang dulu, katanya mau ganti salin soalnya di sini kan pasilitasnya terbatas." Ujar Rosa.


"Bagaimana kalau sekarang langsung aja ke tempat pengobatan saya." Ajak Dokter.


"Ko buru-biru amat, kan saya belum menyelesakan masalah administrasinya." Tukas Rosa.


"Tenang aja, nanti akan saya bantu menyelesaikan semua administrasinya, yang penting sekarang Pak Pajar harus segera di tangani, kasihan kalau terus-terusan disini, malah tambah banyak mengeuarkan biaya." Ujarnya Dokter.


"Baiklah kalau begiru, saya siap-siapa dulu untuk beres-beres pakain buat nanti di sana." Ujar Rosa.


"Kelama'an Buk, nanti ibuk bisa menyusul kesini bersama saya sekalian menyelesaikan masalah administrasinya." Timpal Dokter.


Sejenak Rosa berpikir ada sedikit aneh pada Dokter itu.


"Ko seperti ada yang aneh ya pada sikapnya Dokter ini, mungkin cuma perasa'an saya aja kali." Gumam Rosa dalam hati.


Setelah itu Dokter palsu langsung membawa tubuh Pajar, yang madih berbaring di atas ranjang besi (Branker).


Anehnya Dokter itu membawa Pajar pada sebuah lorong yang sangat sepi.

__ADS_1


__ADS_2