
Bruukk
Tubuh jamret itu langsung tersungkur, karena terdorong oleh kerasnya tendangan Andi.
Lalu lelaki itu beranjak bangkit, dengan matanya memandang ke arah Andi yang lagi berdiri menatap ke arah nya.
"Setan siapa? Kau anak muda." Tanya nya dengan membentak.
"Gua adalah orang yang akan menjebloskanmu ke penjara." Jawab Andi.
"Bangsat,, rupanya kau mau menjadi pahlawan ke siangan." Bentaknya.
"Memang ini masing siang ko." Ujar Andi.
"Kurang ajar, ku bunuh kau bocah." Seru lelaki itu sambil melompat melakukan serangannya pada Andi.
Andi hanya tersenyum tipis, sambil menggeserkan kaki kanannya di putar sedikit, lalu tangan kirinya Andi melesat menggunting serangan lelaki itu.
Whes....
Beletraaakk..
Suara pergelangan tangan yang terkena oleh benturan jurus gunting Andi.
Auuggh.
Sejanak lelaki itu merasa heran dan sakit di rasakan di pergelangan tangannya.
"Buseet dah, bocah ini tangannya bagaikan besi baja begitu keras membentur pergelagan tanganku." Gerutu dalam hatinya.
Andi sudah bisa membaca roman lawannya itu, sudah mulai berhati-hati, maka ia pun tidak gegabah mengambil tindakan, lalu ia berusaha memancing lawannya agar menyerangnya.
"Sekarang mending menyerah saja, dan berikan hasil jamretmu itu sebelum masa pada berdatangan menghabisimu, gimana dengan tawaran saya, saya masih bisa mengampuni kalian, tapi jangan harap kalian bisa bernapas oleh masa yang sudah di liputi oleh napsu membunuhnya." Gertak Andi.
"Keparat kau bocah setan, heaaaa." Bentak nya sambil mencabut sesuatu di balik pinggangnya yang tertutupi oleh Rompi.
Andi sangat waspada akan bahaya, dan ia pun melihat bahwa jamret itu benar-benar mau membunuhnya, sepontan Andi melesit dengan tubuhnya yang lentur sambil memutarkan badannya.
Hiuuuuukkk
Deeeaasss.
Satu tendangan parabol telah mengenai pelipisan lelaki itu.
Auuugghh..
Blaaakkk...
Orang itu tersungkur sambil berteriak kesakitan, karena tendangan kaki Andi yang memakai sepatu menghantamnya dengan keras.
Sedangkan salah satu Jamret yang lagi berduel dengan si Gery meronta-ronta ingin bangkit karena kaki nya di cengkram oleh si geri begitu kuatnya.
__ADS_1
"Hus hus hus, lepasin gue hai Binatang keparat." Teriaknya.
Tapi si gery terus menariknya ketika orang itu mau berusaha bangkit, si gery dengan cepat menarik mundur.
Si gery seperti mengerti cara untuk supaya orang itu tidak menyerangnya.
Seketika itu munculah orang-orang, dengan suara nya yang sangat menggidikan bila di dengar.
"Itu Jamretnya, Ayo kita habisi biar mampus." Teriaknya.
Kedua jamret itu nampak seperti ketakutan, dengan kemunculan orang-orang yang beramai-ramai mau menghakiminya, sambil celingukan ke sana kemari mencari jalan agar bisa terlepas dari jeratan Andi dan si Gery.
Tapi semua sia-sia karena masa sudah mendekat.
"Nah itu jamretnya yang pakai rompi, lalu siapa anak muda itu dan satu binatang (Anjing)." Ujarnya sambil meluruskan telunjuknya.
"Ayo kita habisi, para bajingan itu yang suka meresahkan rakyat." Serunya.
Kemudian Andi bergegas menyambut mereka, berniat mau menenangkan orang-orang yang sudah kalap.
Tapi apa yang terjadi orang-orang itu malah salah sasaran langsung menggulung Andi dan menghakimi Andi secara beramai ramai.
Si Gery sepontan langsung menggonggong dengan sangat keras dan melompat menerjang pada orang yang dekat dengannya, mungkin mau membela majikannya yang tidak punya salah malah jadi sasaran warga.
Lalu terdengar dari belakang teriakan se orang
Pemuda, langsung masuk ke kerumunan dan melerainya.
"Wooii, kalian salah orang." Teriak salah seorang pemuda sambil menarik-narik masa satu persatu.
"Kalian salah sasaran, anak muda dan binatang piaraannya ini justru yang sudah melumpuhkan kedua jamret itu." Tukasnya.
Mereka pun langsung kaget, lalu secara serempak me minta ma'af pada Andi.
"Aduuh, ma'afin kami ya anak muda, kamu tidak apa-apa." Ujar serempak.
Andi pun langsung bangkit berdiri yang sebelumnya sempat merunduk, dan melindungi kepala oleh kedua tangannya.
"Alhamdulilah aku tidak apa-apa, lain kali kalau menyelesaikan masalah itu harus pakai pikiran yang jernih, tuh jamretnya sudah ku lumpuhkan, lha kemana kedua jamret itu." Ujar Andi kaget.
"Ini salah kalaian, makanya kalau mau melakukan sesuatu itu tanya dulu, masalahnya apa, orangnya mana dan cirinya harus kalian ketahui agar tidak salah seperti ini, kalau sudah begini jamretnya pun sudah pergi karena kecerobohan kalian." Ujar pemuda yang tadi melerai warga.
Tiba-tiba warga tersontak kaget karena si gery menggonggong terus berlari sambil mendengus ke tanah seperti mencium bau dari kedua jamret itu.
Wargapun langsung mengikuti bergeraknya si gery kemana.
Ketika di sebuah tempat yang banyak semak belukar yang cukup rimbun si Gery menggonggong.
Gok gok gok gok...
Warga pun mengerti bahwa si Gery telah menemui sesuatu di dalam semak tersebut.
__ADS_1
"Wooii keluar kau, atau kami bakar kamu hidup-hidup." Teriaknya.
Perlahan semak itu pun bergerak lalu muncul dua orang sambil mengacungkan tangannya, dan berkata dengan sangat melas.
"Ampuuun kang jangan bunuh kami." Ujarnya dengan melas.
Lalu Andi dan pemuda itu datang, ingin menenangkan warga.
"Saya harap pada kalian semua, tolong jangan main hakim sendiri, karena negara kita ini negara hukum, bawa saja kedua orang ini ke kantor polisi, biar di adili menurut hukum yang berlaku, apa kalian mengerti." Pesan Andi.
"Iya anak muda." Ujarny serempak.
Selepas itu wargapun langsung membawa kedua jamret itu beramai-ramai ke kantor polisi terdekat untuk di proses sesuai hukum yang berlaku.
Sementara salah satu pemuda itu, sejenak duduk di atas tanah yang ditumbuhi rumput, mengajak Andi untuk ngobrol sebentar.
"Terima kasih ya, kalau gak ada lo' mungkin jamret itu, kini telah duduk santai dengan hasil jamretannya." Ujarnya.
"Iya sama-sama, gua juga terima kasih, kalau gak ada akang mungkin hidup gua sekarang sudah kelar." Balas Andi.
"Ooh iya, kenalin gue Jupri." Ujarnya sambil menghulurkan tangannya.
"Gua Andi." Jawab Andi sambil menyambut huluran tangan dari Jupri.
"Elo' orang mana sih, perasa'an gue baru kali ini melihat tampang lo'?." Tanya Jupri.
"Gua orang Gang Si'iran, di wilayah barat kota ini." Jawab Andi.
Jupri manggut-manggut, seperti mengingat pernah dengar tentang nama Gang tersebut.
"Gue pernah dengar nama Gang itu, kaya masih samar-samar gitu." Ujarnya.
"Ya sudah kang tidak usah di ingat-ingat, entar malah bikin mumet kepala akang." Celoteh Andi.
Ketika Andi dan Jepri lagi asik duduk, si Gery datang mendekat dengan menggerak-gerakan ekornya lalu duduk dan merebahkan tubuhnya, Jupri tersenyum melihat binatang piaraannya Andi seperti sudah terlatih dan sangat setia pada majikan.
"Piara'an mu bagus, tubuhnya kekar, dengan bulu yang k coklatan ada garis hitam di punggungnya, ini biasanya kalau di jadikan buat berburu di hutan tidak pernah gagal." Celoteh Jepri.
"Wah waah, rupanya Akang ini banyak tau tentang binatang yang satu ini." Tukas Andi sambil menunjuk pada si Gery.
"Ya tau sih sedikit, itupun dulu gue pernah berburu di hutan, dan dulu gue juga banyak piara binatang seperti si Gery, tapi sekarang enggak lagi." Timpal Jupri.
Selepas mereka ngobrol panjang lebar, akhirnya Andi dan si Gery di ajak mampir ke rumahnya Jupri.
Andi pun tidak menolaknya, sekalian ingin banyak tau tentang kota ini dan sambil mencari impo tentang keberadaan ibundanya.
.................
Sampai kapankah Andi bisa menemukan ibuknya(Sindi).
Ikuti terus cerita ANTSK, dalam episode selanjutnya.
__ADS_1
Terima kasih🙏🙏🙏🙏 atas dukungannya.
Salam sehat dan sukses selalu.