Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 54 Bertemu musuh lama.


__ADS_3

Andi berjalan dengan santainya menuju bengkel untuk menemui Gito santoso, salah se orang sahabat baik dari mendiang ayahnya.


"Assalam mu''alaikum om, gimana kabarnya." Sapa Andi.


Gito pun langsung membalikan badannya dan menoleh ke arah pusat suara tersebut.


"Eeh Andi di kira siapa? Alhamdulilah kabar hari ini om baik-baik aja." Jawab Gito.


"Syukur deh kalau om dalam ke ada'an sehat." Tukas Andi


"Kamu habis dari mana, atau sengaja datang kesini?." Tanya Gito.


"Ku hanya kebetulan lewat sini dan sekalian aja mampir." Jawab Andi.


"Ooh begitu, kamu sudah makan belum." Ujar Gito.


"Belum om, ini lagi di beli'in oleh pak Rojak." Jawab Andi.


"Oh iya, bagaimana kabar ibukmu sekarang?." Tanya Gito.


"Alhamdulilah om, keada'an ibuk sekarang sudah sembilan puluh persen membaik." Jawab Andi.


"Alhamdulialh kalau keada'an ibukmu sudah membaik, om ikut senang mendengarnya." Ujar Gito.


"Iya om terima kasih."


"Sama-sama."


Kemudian seorang OB datang dengan membawa kantong plastik berisi nasi yang telah di pesan oleh Astuti.


"Den Andi ini nasinya." Ujar se orang OB yang bernama Rojak, sambil memberikan bungkusan plastik pada Andi.


"Terima kasih pak Rojak." Jawab Andi sambil meraih bungkusan tersebut.


"Sama-sama Den."


Lalu Andi duduk di kursi sambil membuka nasi bungkus.


"Om dan semuanya ayo makan." Tawar Andi.


"Iya silahkan."


Andi lalu menyantap makanannya dengan sangat lapar, sehabis pertempuran dengan para preman membuat Andi banyak kehilangan energi.


Setelah selesai makannya Andi lalu meneguk air di botol aqua.


Glek glek glek.


Dengan sangat haus Andi meminum air aqua yang hampir habis sebotol yang satu liter.


Di ambilnya sebungkus roko Gudang Garam Filter dari balik saku jaketnya, lalu di ambil satu batang bersama'an dengan sebuah korek gas di nyalakannya.


Lalu di bakar ujung roko tersebut.


Sepuuuuuuhhh


Hembusan asap putih keluar dari mulutnya Andi, nampak terlihat nikmat, seperti tidak ada beban dalam hidupnya.


Padahal pikirannya lagi melayang, memikirkan ucapan mamahnya Vina, yang begitu bencinya setelah mendengar Andi dI penjara.


..................


Sementara di tempat lain.


Di komplek perumahan Grand city, di sebuah kamar di lantai dua.

__ADS_1


Vina lagi tiduran dengan tengkurap, kepalanya di ganjal pakai bantal, wajahnya nampak bersedih, sehingga tidak terasa di kedua sudut matanya mengalir air bening membasahi kedua pipinya.


"An, ma'afin mamah gue ya, gue juga bingung harus bagaiman, mungkin hari ini lo' lagi merasakan sedih, sama seperti yang gue rasakan hari ini." Batin Vina.


Kemudian Vina beranjak bangun dari tempat tidurnya, lalu tangannya meraih ponsel yang tergeletak di atas meja.


Vina membuka aplikasi whatssap, lalu jari jemarinya dengan lincah mengetik sebuah pesan.


📱.Vina "An ma'afin atas sikapnya mmah gue ke elo ya."


Lalu Vina menaruh ponselnya di samping, sambil menunggu balasan dari Andi.


Sepuluh menit kemudian, ponsel Vina nampak bergetar, sebuah nada notifikadi masuk.


Dreet drertt..


Vina pun langsung membuka, nampak ada chat balasan dari Andi.


📱.Andi "Is oke Vin, gua pun mengerti, dan apa yang mamah mu bilang, benar adanya, dan gua pun tidak merasa sakit hati."


📱.Vina "Terima kasih ya An, elo sudah mema'afkan mamah gue, sekarang gue di kurung dalam kamar tidak boleh keluar."


📱.Andi "Kok sampai segitunya sih mamah lo', gua pun minta ma'af ya, karena gara-gara gua elo jadi di kurung di dalam kamar."


📱.Vina ", Tidak An, ini salah gue, dan gue merasa suntuk berdiam terus di kamar, apa gue kabur aja gitu lewat jendela."


📱.Andi "Jangan Vin, elo jangan bikin lagi kecewa mamh lo', karena keputusan mamah elo itu yang terbaik buat anaknya."


📱.Vina "Kok elo berkata begitu sih, se olah-olah elo mau mundur, dengan sikap nyokap gue ke elo, seperti di jadikan kesempatan elo akan mundur."


📱.Andi "Elo jangan punya pikiran begitu ke gua, justru gua akan memperjuangkan cinta kita, maksudnya, gua takut elo' jadi anak durhaka."


📱.Vina "Oh begitu, tanks ya An, atas pengertiannya."


Setelah itu Vina menyudahi obrolannya di chat, nampak raut wajah Vina tidak nampak murung lagi, malahan sekarang terlihat berseri-seri, mungkin sudah merasa terhibur dan nyaman hatinya, sudah ngobrol sama kekasihnya, walaupun cuma dalam pesan, tapi bagi Vina sudah cukup untuk mengobati gundah hatinya.


..............


Sementara Andi.


Setelah melakukan obrolannya di pesan whatssap.


Bertepatan dengan jam istirahatnya para karyawan, dan pekerja buruh lainnya.


Andi di temani oleh Gito dan Pandi, bersama secangkir kopi hitam agak manis di gelas kaca.


"Kenapa kamu tidak melanjutkan kuliah An." Ujar Pandi memulai pembicara'an.


"Tidak Om, apalgi aku pernah di penjara, kemungkinan tak ada satupun uni versitas yang mau menerima maha siswa seorang Navi." Jawab Andi.


"Sekarang yang terpenting bagi kamu, lanjutkan perusaha'an peninggalan almarhum ayahmu." Pungkas Gito.


"Betul itu An, ayahmu pun cuma tamatan SMA, tapi bisa sukses, dan tidak kalah dalam mengembangkan perusaha'annya dengan pengusaha-pengusaha lainnya yang lebih maju." Ujar Pandi.


Andi hanya menganggukan kepalanya, pertanda telah paham akan ujarannya pandi dan Gito.


Tepat pukul 13:00


Semua karyawan sudah mulai memasuki ruangan kerjanya, begitupun Gito dan Pandi.


Sedangkan Andi, pamit pada Gito, Pandi dan Astuti, serta Nina yunita untuk pulang.


Andi mulai menyalakan motornya, dan satpam penjaga gerbang langsung membuka pintu keluar.


Dengan suara kenalpot yang khas, melaju keluar dari perusaha'an Distributor.

__ADS_1


Andi kini melaju dengan kencang di jalan ketupat, asap putih tipis berhembus keluar dari selongsong kenalpot Yamaha Rx king Cobra.


Ketika Andi sampai di play over, jalan delima berpapasan dengan lima gerombolan bermotor, dan salah satu dari mereka berteriak pada temannya.


"Woi, bukahkah itu si Andi." Tunjuknya mengarah pada Andi yang lagi melaju.


"Ayo kita kejar, ini kesempatan kita untuk membalaskan sakit kaki gue dulu oleh Binatang piara'annya itu." Seru dari temannya.


Kelima gerombolan itu langsung membalikan arahnya moyornya untuk mengejar Andi.


Graung graung graung...


Suara kenalpot yang bukan setandarnya lagi, begitu berisik memecahkan suasana di jalanan.


Kelima gerombolan itu dengan cepatnya, mengejar Andi.


Sedangkan Andi tidak menaruh curiga sedikitpun pada mereka.


Sehingga pas Andi melaju di Km 68, ke lima Getombolan itu langsung memepet Andi sambil membuka kaca penutup kepalanya (Helm).


"Woii, berhenti Bangsat." Teriaknya.


Sontak saja Andi terkejut lalu menoleh ke arah pengendara yang memepednya itu.


"Eh elo Dude, mau ngapain lo' suruh gua berhenti." Bentak Andi.


"Gue masih punya perhitungan sama lo', berhenti Bangsat." Makinya orang yang di panggil Dude oleh Andi.


Andi pun lalu meminggirkan kendara'annya, dan berhenti, lalu melangkah turun dari motornya.


Dan kelima orang itu pun langsung melompat turun dari motornya, dengan gayanya yang brutal, langsung mengurung Andi.


"Pucuk di cinta ulampun tiba, sekarang gue akan membalaskan ke kalahan tempo dulu." Ujar Dude.


Andi hanya terrsenyum tipis lalu berkata deengan santainya.


"Tenang dulu, itu kan masalah yang sudah usang, tidak usah di perpanjang lagi, karena dendam hanya akan membawa kalian pada ke sengsara'an." Timpal Andi dengan tenang.


"Banyak bacot kau, apa elo' tidak merasakan sakitnya kaki si Murdi, gara-gara Binatang piara'anmu." Bentaknya Dude sambil menunjuk pada salah satu kawanannya yang bernama Murdi.


"Itu kan bukan gua." Ujar Andi.


"Aah banyak bacot lo bangsat."


Dude memberi komando pada ke empat kawanannya untuk menghabisi Andi.


Andi berlari ke arah lapangan rumput, Dude dan empat kawanannya pun langsung mengejar, dengan ujarannya yang kasar.


"Jangan lari kau Bangsat."


Padahal Andi berlari bukan takut, tapi mencari tempat yang leluasa, dan tidak mau sampai menggnggu para pengguna jalan.


\=\=\=\=\=\=


Bersambung


Apakah Andi akan sanggup mengalahkan ke lima gerombolan itu.


Lalu mampukah Dude dan kawan-kawan membalaskan dendamnya.


Ikuti terus kelanjutannya di episode selanjutnya.


Jangan lupa, Like, comentar, saran, Jadikan Favorit bila suka, dan berikan vote serta Gifnya.


Terima kasih atas dukungannya, Salam sehat sejahtera dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2