Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 119 Biang keladi


__ADS_3

Selepas itu Andi dan Konta langsung melaju kan sepeda motornya keluar dari area parkiran sebuah lesehan.


Setelah lima menit Andi dan Konta keluar dari wilayah itu.


Nampak segerombolan pengendara sepeda motor, datang memasuki area parkiran sebuah lesehan yang pernah di singgahi oleh Andi


Se orang lelaki berkepala gundul dengan anting- anting telah menghiasi telinga kiri kanannya.


Melangkah memasuki ruangan tempat para pengunjung pada minum dan makan.


Berkoar dengan tidak ada sopan santunnya.


"Woi kohar, mana kedua pemuda yang telah bikin anak buah saya babak belur." Bentak lelaki bertubuh gempal dan berkepala gundul.


"Mereka telah pergi Bang Badar, baru saja sekitar lima menitan yang lalu." Ujar Kohar si pemilik lesehan itu.


Kemudian lelaki yang bernama Badar itu langsung bergegas keluar menuju pada kendara'annya.


"Woi kedua pemuda itu telah pergi ayo kita kejar." Seru Badar pada anak buahnya.


Kohar hanya terpaku menyaksikan gerombolan Badar, yang ingin menuntut balas atas kekalahan tiga anak buahnya.


"Waduuh kasihan juga, kedua pemuda itu pasti akan di keroyok beramai-ramai." Gerutu Kohar.


Lalu pelayan Kohar yang bertugas membakar jagung menghampiri sambil berkata.


"Tapi aku yakin, biar pun pemuda itu cuma berdua, mereka akan bisa mengatasi semua anak buahnya Badar." Sahutnya.


"Ko kamu bisa memastikan begitu." Tukas Kohar.


"Aku melihat kemampuan Bela diri kedua pemuda itu, begitu luar biasa sekali." Timpalnya se olah memihak pada Andi dan Konta.


"Iya semoga aja, si Badar akan kena batunya, yang sok jagoan." Sahut Kohar.


Skip


Sementara gerombolan Badar, yang lagi melaju dengan sepeda motornya begitu sangat kencang mengejar Andi dan Konta.


Badar yang merupakan ketua dari mereka, begitu sangat berambisi sekali ingin menuntut balas atas kekalahan tiga anak buahnya itu.


Setelah Badar dan seluruh anak buah melaju kurang lebih tiga kilo meter, nampak terlihat oleh Badar, ada dua pengendara motor Yamaha Rx king lagi melaju dengan santai nya sambil melihat-lihat pemandangan alam.


"Sepertinya itu mereka, ayo kita sergap." Tunjuk Badar.


"Iya benar Bang.


Sedangkn Andi dan Konta yang tidak menduga bahwa masalah di sebuah lesehan akan menjadi panjang, mereka dengan santainya sambil lihat pemandangan di kiri kanan jalan.


Sontak saja Andi dan Konta kaget ketika tiga buah sepeda motor menyalip dan memblok lajunya motor Andi dan Konta.

__ADS_1


Lalu Andi dan Konta menoleh kebelakang ada empat motor.


"Woi apa-apa'an ini." Ujar Andi.


Lelaki gundul yang tak lain adalah Badar, melangkah turun dari motornya dan berjalan tiga langkah dengan pasang wajah bringas.


"Woi turun lo', rupanya ini orangnya yang telah menghajar ketiga anak biah saya." Dengus Badar.


Andi dan Konta baru mengerti ternyata, orang-orang ini adalah buntut dari permasalahan yang terjadi di sebuah lesehan itu.


"Oh jadi kalian ini, kawanannya orang yang tiga itu." Tukas Andi dengan tenangnya sambil melangkah turun dari motornya.


Sementara konta hanya cengengesan, sambil memperhatikan orang-orang yang berdiri mengurung dirinya dan Andi.


"Hihihi...Gua perhati'in wajah mereka lucu-lucu Bang." Ujar Konta, sedikitpun tidak ada rasa takut atau gentar.


"Heh monyet ngapain lo cengengesan hah." Tunjuk Badar sambil menatap pada konta penuh kedengkian.


Konta sedikitpun tidak hilang nyali atau ciut keberaniannya, ia menjawab dengan apa adanya.


"Heh Abang gundul, terserah gua dong, mulut-mulut gua, emang abang merasa di rugikan gitu, Oh iya ada satu pertanya'an dari gua, itu rambut abang di tukerin ya sama penjual kembang gula, hahaha." Tukas Konta sambil tertawa melebar.


Muka Badar nampak merah menyala, karena se umur-umur baru kali ini dia merasa di ejek oleh anak kemarin sore, dengan geramnya Badar langsung memberi komanda sambil melompat.


"Habisin kedua pemuda tengil ini." Seru Badar.


Andi dan Konta melompat, dan berlari menjauh dari Jalan mencari tempat yang leluasa.


Setelah itu Andi dan Konta langsung membalikan badannya sambil pasang kuda-kuda siap untuk menyambut serangan demi serangan yang mereka lancarkan.


Pertarungan pun tidak bisa lagi di hindari, kelebatan-kelebatan dari pukulan dan tendangan melesat begitu cepat.


Andi dan konta begerak begitu cepat dan agresip dalam mengimbangi serangan demi serangan yang mereka lancarkan.


Dua pemuda Gang Si'iran kini telah di hadap kan dalam sebuah pertarungan bebas yang sangat tidak seimbang.


Meski Andi dan Konta kalah jumlah yang sangat jauh. Tapi tak seorang pun dari mereka yang berhasil menyentuh Andi dan Konta.


Andi dan Konta melesat ke udara sambil memutarkan tubuh nya.


Buk


Buk


Buk


Des deas deass..


Tendangan memutar Andi dan Konta begitu cepat menghantam.

__ADS_1


Brak


Brak


Brak


Brak


Beberapa orang dari mereka terjatuh.


Badar begitu geram melihat anak buahnya hanya dengan sangat mudahnya di pecundangi.


Kemudian Badar melompat dengan luncuran pukulannya mengarah pada Andi.


Kali ini Andi tidak menghindar, melainkan menyongsong pukulannya Badar, dengan hempasan pukulan tinju buminya.


Hiuuuukkk...


Traaaaak....Bletroook


Dua tulang saling berbenturan begitu keras, yang di iringi oleh raungan suara histeris memecahkan suasana.


Aaauuuuuuugggggghhh....


Bruuukk


Tubuh lelaki gundul yang tak lain Badar terkapar sambil memegang pergelangan tangan kanannya yang telah lepas tulang persendiannya, dan jari jemarinya seperti mengalami patah di bagian tulang.


Lelaki yang di takuti di wilayah itu karena kebrutalannya kini seperti anak kecil mengguling-guling di atas rumput sambil berteriak kesakitan.


Sontak saja ke enam anak buahnya itu langsung memburu tubuhnya Badar.


Sementara Andi dan Konta hanya saling pandang sambil menyunggingkan bibirnya.


"Itu si gundul lo' apain Bang?." Tanya Konta sambil menatap pada Andi.


Andi menjawab dengan memperlihatkan kepalan tangan kanannya sambil di ciumkan pada ujung bibirnya yang manis.


Konta manggut-manggut lalu berkata.


"Oh begitu toh, lalu langkah kita selanjutnya gimana, apa kita tinggalin aja mereka atau kita tolongin si gundul itu." Ujar Konta memberi pilihan pada Andi.


"Sebenarnya gua kasihan pada si gundul, yang pastinya di begitu di tunggu kedatangannya oleh anak istri dengan harapan membawa uang, tapi sayang langkah yang mereka tempuh, bukanlah jalan yang benar." Tukas Andi.


"Lalu apa yang akan kita lakukan." Ujar Konta.


"Untuk sementara kita tinggalkan saja, biar jadi pelajaran dan hukuman, mungkin tangannya itu sering membuat banyak orang terluka dan di salah gunakan." Tukas Andi.


Setelah itu Andi dan Konta berjalan meninggalkan Badar dan anak buahnya, menuju pada sepeda motornya yang di parkir di pinggir jalan.

__ADS_1


Lalu Andi dan Konta menyalakan sepeda motornya.


__ADS_2