Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 167 Sekuntum Bunga.


__ADS_3

Pukul 08:00


Andi dan Anggita, sudah mulai lagi dengan aktvitasnya.


Anggita selaku Direktur dari perusaha'an suplier, sudah duduk di ruangan kerjanya.


Ketika hari menjelang siang, seorang kurir datang memasuki teras kantor Pt Anggita Suraya Mandiri.


Lalu petugas satpam datang menghampiri kurir tersebut.


"Ada perlu apa mas?." Tanya Satpam.


"Ini pak saya mengantarkan paket buat Buk Anggita eka putri, apa benar ini alamatnya." Jawab Kurir.


"Iya betul mas, sebentar ya saya mau kasih tau dulu Buk Anggitanya" Ujar satpam.


Satpan melangkah mdmasuki ruangan dan menuju ruang kerjanya Anggita.


Tok


Tok


Tok


"Assalam mu'alaikum buk, Buk Anggita." Sapa Satpam.


"Iya masuk." Jawab Anggita.


Perlahan Satpam mendorong pintunya.


"Ma'af Buk mengganggu." Ujar Satpam.


"Iya pak ada apa?." Tanya Anggita.


"Itu di luar ada kurir, mau nganterin paket buat ibuk." Jawab Satpam.


"Paket, paket apa pak, perasa'an aku tidak me mesan apa-apa ko." Tukas Anggita.


"Mungkin dari teman ibuk kali."


"Ya sudah, tolong Bapak terima ya, aku lagi tanggung kerja tinggal sedikit lagi." Ujar Anggita.


"Baik Buk."


Satpam pun langsung keluar dari ruangannya Anggita.


Tidak lama kemudian Satpam datang membawa paket untuk Anggita.


"Ini Buk paketnya." Ujar Satpam.


"Iya pak taro aja di situ, terima kasih ya pak." Ujar Anggita.


Anggita masih saja sibuk dengan pekerja'annya, jadi Anggita belum tau paket yang datang itu apa dan dari siapa?


Setelah itu terdengar lagi suara pintu di ketuk.


"Iya silahkan masuk." Ucap Anggita.


Rekettt...


Terdengar suara pintu terbuka.


"Lagi sibuk ya kak." Sapa lelaki jangkung yang tak lain adalah Andi.

__ADS_1


"Iya nih, harus kelar sekarang." Ujar Anggita.


Kemudian Andi duduk di sopa, lalu netranya melihat pada sebuah kotak kecil persegi panjang.


"Punya siapa ini Kak?." Tanya Andi sambil meraih kotak tersebut.


"Punyaku." Jawab Anggita.


"Isinya apa?." Lanjut Andi bertanya.


"Gak tau." Jawab Anggita masih sibuk dengan kerja'annya.


"Lho, kakak ini gimana sih, kan ini punyamu tapi gak tau isinya.." Ujar Andi.


"Iya gak tau, tadi kurir yang nganterin, aku juga tidak tau isinya, karena aku gak merasa pesan apa-apa." Jawab Anggita.


"Penasaran apa sih isinya, boleh di buka." Ucap Andi.


"Ya sudah buka aja." Ujar Anggita.


Andi pun lalu membuka kotak persegi panjang itu, yang di bungkus begitu rapi, sampai beberapa lapis.


Kemudian indra penciuman Andi mencium bau wangi yang begitu enak. Ketika Andi membuka lapisan kotak terakhir.


"Wangi sekali kak, wanginya begitu kalem." Ujar Andi.


"Stop, jangan di terusin." Ujar Anggita sepontan langsung menutup laptopnya, ketika Andi berkata wangi. Dan melangkah menghampiri Andi.


Lalu Anggita langsung merebut kotak itu dari tangannya Andi.


Andi kaget dengan sikap aneh dari kakaknya, yang mendadak berubah.


"Kakak ini kenapa sih, ko tiba-tiba begitu." Ujar Andi.


Andi yang mempunyai intuisi yang tajam langsung mengerti dan memaklumi sikap kakaknya yang mendadak aneh.


"Gua yakin, itu kiriman dari cowo, tapi dari siapa ya?. Apa jangan-jangan dari Bang Brian ya." Batin Andi bermonolog.


"Ya sudah buka, aku pingin tau, emang kiriman apa sih." Ujar Andi.


"Biar nanti aja kakak buka." Ujar Anggita.


...........


Andi terus saja memaksa dan merasa ingin tau isi dari kotak tersebut.


"Ayo dong kak buka, masa sama adikmu sendiri sampai bgitu." Desak Andi.


"Ih kamu maksa amat sih." Tukas Anggita.


Akhirnya Anggita pun mengalah dan membuka isi dari kotak tersebut.


"Sekuntum bunga, dari siapa." Ujar Anggita.


"Pasti dari cowo, biasanya suka ada terselip kertas coba kakak periksa." Timpal Andi.


Nampak terselip lipatan kertas yang di ikat oleh sebuah pita kecil berwarna merah.


Kemudian Anggita membuka lipatan kertas itu, ada beberapa bait tulisan lalu Anggita membacanya.


................


"Assalam mu'alaikum, ma'af atas kelancanganku yang sebelumnya tanpak memberi tahu terlebih dahulu.

__ADS_1


Bila suka pajanglah di meja kerjamu, tapi kalau gak suka buang saja."


\=By Brian Tirta Wijaya\=


Tanpak ia sadari raut wajahnya nampak berbunga-bunga.


Andi menatap intens pada Anggita yang nampak semringah.


"Hmm, siapa sih kak yang sudah kirim bunga untuk kakak?." Tanya Andi.


"Tuh kan kamu itu selalu pingin tau aja sih." Ujar Anggita.


"Ya sudah kalau gak boleh tau, dan kakak harus menebus kesalahan kakak padaku." Tukas Andi.


"Kesalahan apa?." Tanya Anggita.


"Kakak sudah berani memberikan nomor ponselku tanpak kompirmasi dulu sama aku." Gertak Andi.


"Iiih kamu, selalu aja ada alasan untuk memojokanku." Timpal Anggita.


Anggita kalah lagi, dengan sangat terpaksa ia pun memberi tahu pada Andi.


"Dari Kak Brian, puas sekarang." Ujar Anggita.


"Bener dugaanku." Sahut Andi.


"Kalau kamu sudah tau kenapa harus memaksa aku." Ujar Anggita.


"Ya ingin memastikan aja sih, ya sudah kalau begitu aku pergi dulu." Ujar Andi langsung beranjak keluar dari ruangan kerjanya Anggita.


Anggita sampai menggelengkan kepalanya pada Andi.


"Adiku ini memang keras ke inginannya, begitu sudah yakin dengan dugaannya ia langsung pergi, mungkin ia merasa bahagia kali ya melihat aku dekat sama cowo, apalagi kak Brian itu orangnya selektip dan mapan." Batin Anggita


Setelah itu Bunga mawar merah di simpan di atas meja kerjanya Anggita, harum mewangi dari bunga itu telah menjadikan suasana hati dan ruangan kerjanya Anggita menjadi lebih berwarna.


Raut wajahnya nampak berseri-seri, Ternyata kiriman bunga dari Brian telah di terima dengan hati tulus penuh cinta.


"Tanks ya kak Brian, kiriman bunganya, kini telah aku simpan dengan baik." Batin Anggita.


Setelah mendapat kiriman bunga dari Brian Tirta Wijaya, Anggita nampak lebih bersemangat, seperti menemukan kehidupan baru yang indah, yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.


Setelah kerja'annya selesai Anggita langsung merain ponselnya yang tergeletak di atas meja, lalu di bukanya aplikasi whatssap.


📱.Anggita "Kak Brian, terima kasih ya atas kiriman bunganya.


Lima menit kemudian, ponsel Anggita bergetar.


Drreett dreett dreettt...


📱.Brian "Sama-sama Git, ma'af ya aku telah lancang."


📱.Anggita "Tidak apa kak, aku suka sama bunganya, dan telah ku simpan di atas meja kerjaku."


📱.Brian "Alhamdulilah kalau kamu suka, ya sudah selamat bekerja ya, nanti kalau aku main kerumah boleh gak?."


📱.Anggita "Ya boleh sih, ajak Bela juga."


📱.Brian "Oke siap, terima kasih."


Kemudian Anggita pun langsung menyudahi chatnya, dan menyimpan kembali ponselnya di atas meja.


Tepat pukul 12:00

__ADS_1


Anggita langsung keluar dari ruangan kerjanya, untuk makan siang di rumah bareng sama ibuknya.


__ADS_2