Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 98 Kena batunya


__ADS_3

Di sa'at kedua temannya terjatuh, Yang duanya lagi melompat dari arah yang berbeda.


Kilauan pisau yang tersinari cahaya lampu terlihat oleh Andi ingin menikam dirinya.


Andi langsung salto tiga putaran kebelakang, Sedangkan kedua lelaki itu, terus memburu dengan bringasnya, nampak mereka benar-benar ingin menghabisi Andi.


Andi tetap tenang, tidak lepas dari kewaspada'annya.


"Mampus kau bangsat." Teriaknya sembari terus menyabetkan pisaunya.


Andi meliukan badannya mengjindari kilatan sabetan pisau, bersama'an dengan melesatnya kaki kanan menghadang lawan yang menyerang dari samping.


Buuuukk...


Kaki Andi menggedor dagu lawan.


Jeregjeg lawan Andi yang satunya lagi, sempoyongan mau jatuh.


Kemudian dari arah belakangnya Andi yang tadi sempat terjatuh sudah bangkit kembali, melompat dengan gerakan yang cepat ingin menikam punggung Andi.


Dengan replek Andi membungkukan badannya di iringi dengan ayunan kaki kirinya langsung menusuk ulu hati lelaki yang bertato gambar Naga.


Bruuugghh.


Heeeuuuu..


Tendangan tusukan kaki Andi, cukup membuat lelaki itu berhenti bergerak, sembari membungkuk terasa sesak di pernapasannya, sehingga pisau yang berada di genggaman tangan kanannya terjatuh dengan sendirinya.


Andi langsung menjatuhkan badannya, menggelinding ke sampaing dan tangan kanannya langsung menanhkap pisau lawan yang jatuh itu? Ketika ketiga lawannya memburu dengan pusaunya.


Kemudian Andi bangkit dengan sebilah pisau telah berada di genggamannya.


"Ayo maju, satu persatu kalian akan ku potong urat nadinya." Dengus Andi.


Ketiga lawannya langsung melakukan serangan lagi secara bersama'an.


Andi melesit ke atas melewati ke tiga lawannya, ketika kaki Andi telah menapak di tanah, dengan gerakan yang sangat cepat Andi membalikan badannya.


Sekelebatan pisau yang telah Andi genggam, melesat begitu cepat.


Siiiieekkk.


Cleeeekkk


Aaaauuuggghh.


Teriak kesakitan dari salah satu dari mereka, sambil menungkup pangkal lengannya yang telah merobek.


Darah pun mulai keluar membasahi tangannya yang penuh dengan Tato.


Ternyata Tato yang bergambar binatang ganas tidak bisa berbuat apa-apa.


Melihat luka yang menggores begitu panjang di tangan rekannya, mereka geram sekali.


"Bangsat kau telah membuat teman gue terluka, akan ku bunuh kau." Teriaknya membabi buta menyerang Andi.


Andi bergerak dengan sangat agresip, dalam mengimbangi serangan ke tiga lawannya, sabetan-sabetan pisau begitu ganas ingin membinasakan Andi.

__ADS_1


Akan sangat menggidikan bulu kuduk bagi orang yang melihatnya, karena ketiga lelaki bertato itu sudah beritekad ingin membinasakan Andi, setelah luka merobek yang di alami oleh rekannya itu.


Gempuran dari tiga penjuru arah mata angin, membuat Andi harus lebih waspada dan meningkatkan lagi ritme permainan jurus-jurusnya.


Ke empat lelaki itu nampak jago juga dalam urusan berantem di tambah punya daha tahan pukul yang luar biasa.


Berkali-kali tendangan Andi sering memakan lawannya.


Tapi mereka langsung segera bangkit dan membangun lagi serangan demi serangan yang lebih brutal lagi.


Seperti yang kini Andi alami, goresan pisau lawan sempat melukai tangan nya meski tidak begitu lebar, tapi cukup membuat Andi banyak keluar darah.


Andi melompat mundur beberapa tumbak ke belakang, lalu Andi Andi merobekan pakaiannya untuk mengikat luka di tangannya.


Setelah itu Andi pasang kuda-kuda dengan meningkatkan tingkat bela dirinya.


"Setetes darah yang keluar dari tubuhku, akan ku bayar lebih." Gumam Andi dalam hati.


Andi melesit ke atas sambil memutar kan tubuhnya, dengan pisau di tangan kanannya berkelebat lebih cepat dalam jurus babad alas.


Clek


Clek


Clek


Dalam satu gerakan yang memukau kelebatan pisau yang Andi mainkan telah merobek anggota tubuh ke tiga lawannya.


Auuuuggghhhh...


Teriak kesakitan dari ketiga lawannya Andi, membuat mereka jadi mati langkah.


Tubuh Andi melesat dengan cepat bersama sabetan ke dua tangan dan sapuan tendangannya, telah mendobrak ke tiga lawannya.


Buk


Buk


Buk


Deeeaasssss🗯🗯🗯


Tendangan Kuda terbang dan pukulan tinju buminya Andi telah menghempaskan mereka ke semak-semak belukar.


Ke tiga lawanya Andi kini tidak lagi nampak bergerak? Mungkin mereka langsung pinsan.


Andi menarik napas lalu di keluarkan secara perlahan melalu kedua lubang hidung.


Andi menatap ke arah semak belukar, tapi nampak tidak ada pergerakan, lalu ia menautkan pandangannya pada rekannya yang lagi duduk memegang pangkal lengannya yang merobek sambil meringis kesakitan.


Perlahan Andi melangkahkan tungkai kakinya mendekati lelaki bertato gambar naga.


"Dan elo, masih mau lanjut pertarungan kita." Ujar Andi sambil menatap tajam ke arahnya


Lelaki yang pertama paling berambisi ingin menghabisi Andi, kini seperti sebuah kapas yang tersiram air, lembek dan lepek.


"A a aam ampun bang, gue nyerah." Tukasnya sambil meringis merasakan luka sobek di pangkal lengannya.

__ADS_1


Andi tersenyum sambil menyunggingkan bibirnya.


"Hah, Bukan kah lo sangat berambisi ingin membunuh gua." Tukas Andi.


"I i iiya Bang, ma'afin gue, di kira abang lelaki lemah, ternyata jauh dari pikiran gue." Ujarnya.


"Dasar lelaki banci, mau sama gua atau orang lain, tindakan kalian bisa membahayakan nyawa orang, dan kalian harus .mempertanggung jawabkankan semua ini." Timpal Andi sambil mengambil ponselnya di balik saku celana bagian depan.


Lelaki itu tidak punya curiga bahwa Andi lagi menghubungi kantor kepolisian lewat chat di via whatssap.


Lima belas menit kemudian.


Sayup sayup terdengar suara Alarm mobil petugas.


Lelaki itu tersontak, karena ia sudah tahu suara itu, sebuah mobil petugas kepolisian.


Ia mencoba bangkit berniat mau melarikan diri, tapi Andi langsung melompat menghadangnya.


"Aeet, mau kemana lo'." Tukas Andi.


Nampak di wajah lelaki itu memerah, seperti menyimpan sebuah dendam pada Andi.


"Bangsat lo' hah." Hardiknya.


Tidak lama kemudian mobil polisi datang, dan empat orang anggota kepolisian melompat turun dari mobil khusus untuk membawa para pelaku ktiminal.


"Jangan bergerak." Ujar polisi sambil menodongkan sebuah senapan pistol.


Lelaki bertato dan Andi pun langsung mengangkat tangannya.


"Tadi siapa yang menberi laporan ke kantor?." Tanya salah satu aparat yang merupakan komandannya.


"Saya pak, orang ini dan ke tiga rekannya, berusaha untuk membunuh saya, dan saya terpaksa membela diri saya pak ." Jawab Andi.


"Lalu mana ke tiga orang yang kamu maksud itu?." Tanya polisi.


"Itu di semak-semak." Tunjuk Andi.


Kemudian komandan polisi menugaskan ke tiga Anggotanya untuk meringkus ke tiga orang pelaku kriminal tersebut.


Lalu ke tiga Anggota aparat kepolisian itu langsung melangkah menuju semak belukar.


Begitu sampai di rimbunan semak belukar, nampak terlihat ada tiga pria yang baru sadar dari pinsan


Ketiga anggota kepolisian itupun langsung menodongkan pistolnya.


"Jangan bergerak." Ujar sang polisi


Sontak saja ke tiga kawanan lelaki bertato, terbelalak kaget? Kenapa tiba-tiba harus ada polisi.


Kemudian ke tiga lelaki itu bangkit, setelah polisi memborgol tangannya.


Mereka ber'empat langsung di giring untuk menaiki mobil petugas kepolisian.


"Nak Andi kamu ikuut ke kantor untuk di mintai ke terangannya." Ujar polisi


"Baik pak, Jawab Andi.

__ADS_1


Selepas itu para aparat Polisi langsung pergi, yang di ikuti oleh Andi di belakangnya.


__ADS_2