
Pukul 09:00
Suasana kota di hari libur sangatlah ramai, para pedagang kuliner yang berjejer di setiap pinggiran jalan raya, banyak sekali di kunjungi oleh para pengunjung.
Apalagi cuaca di hari itu sangat lah cerah, maka tidak heran bila hari libur di pertengahan bulan sangatlah ramai sekali.
Andi dan Konta lagi melaju dengan sepeda motor kesayangannya di jalan Delima raya, dengan suara yang khas di iringi dengan hembusan asap putih bagaikan sebuah locomotip.
Padatnya kendara'an di jalanan tidak menjadikan halangan bagi Andi dan Konta.
Mereka terus melaju, salip-menyalip masuk kiri masuk kanan mencari celah jalan yang dapat di laluinya.
Setelah Andi dan Konta melaju kira-kira dua puluh kilo meter, jalanan pun nampak mulai lancar, kedua pengendara motor Rx king itu semakin kencang saja dalam melajukan kendara'annya.
Setelah Andi dan Konta melewati jalan persimpangan tiga, di sebuah jalan yang sepi lalu lalang kendara'an, nampak terlihat oleh Andi seorag wanita kira-kira berusia tiga puluh lima tahunan, lagi berlari sambil berteriak-teriak.
Toloooong
Ada Begal
Tolooong.
Andi langsung memberi isyarat pada konta untuk berhenti.
"Ada apa sih bang ko malah berhenti?." Tanya Konta.
"Itu ibuk-ibuk kenapa seperti ketakutan begitu." Jawab Andi.
Setelah wanita tersebut sudah mulai mendekat pada posisi Andi dan Konta.
Andi melangkah turun dari motornya yang di ikuti oleh Konta.
"Ada apa Buk, sepertinya ibuk lagi dalam ketakutan begitu?." Tanya Andi.
Dengan napas ngos-ngosan wanita itu berkata.
"To tol tolongin saya mas." Ujarnya dengan terbata-bata.
"Iya, ibuk tenang dulu, dan coba minum dulu biar ibuk bisa tenang." Tukas Andi sambil memberikan air minum yang di ambilnya dari dalam tas.
Glek glek glek...
Wanitu langsung meminum air aqua pemberian Andi.
"Nah coba sekarang ibuk jelaskan, Ibuk kenapa?." Lanjut Andi melemparkan pertanya'an.
"Motor saya mas di begal, tadinya ibuk pertahankan tapi mereka mengancam saya dengan menghunus golok, Ibuk takut dan langsung lari." Jelasnya Wanita tersebut.
"Dimana begalnya buk?." Pungkas Konta bertanya.
"Di situ, dekat pohon mahuni besar." Tunjuk wanita itu.
"Motornya merek apa dan plat nomornya berapa, supaya aku dan adiku bisa dengan mudah mendapat kan motor ibuk kembali." Ujar Andi.
"Motor Honda Beat plat nomor D xxxx xxx."
"Baiklah, Ibuk tunggu saja di sekitar sini atau ibuk bisa mampir dulu di warung kopi sebrang sana ya." Tukas Andi.
Andi pun langsung menyalakan motornya.
"Ayo dek kita tolongin si ibuk ini." Ajak Andi.
Setelah itu Andi dan Konta langsung menarik gasnya menuju pada tempat yang di tunjukan oleh wanita tersebut.
Setibanya di tempat yang di tuju, Andi dan Konta celingukan ke kiri dan ke kanan jalan, melihat setiap motor yang ia temui.
__ADS_1
"Sepertinya begal itu sudah berhasil membawa motor si Ibuk itu dek." Ujar Andi.
"Iya Bang, mungpung belum lama ayo kita kejar, siapa tau masih ada rijki si ibuk tadi." Ajak Konta memberi semangat.
"Ayo."
Weng weng weeenng...
Andi dan Konta langsung melaju dengan kencang menyusuri jalan raya.
Mendadak andi terkejut ketika ada bisikan dengan sangat jelas di telinga nya.
"Cucuku kamu balik lagi, yang kamu kejar lagi mengarah ke barat lewat jalanan sepi." Begitu bisikan suara tanpak wujud.
Lalu Andi berkata pada Konta. "Dek kita balik arah, kita kejar ke arah barat." Ujar Andi.
Konta pun tidak banyak berkomentar ia langsung membalik arahkan sepeda motornya mengikuti Andi.
Dua motor Rx king melaju dengan kencang ke arah barat, kemudian Andi dan Konta berbelok memasuki kawasan jalan yang sangat sepi.
Setelah Andi dan Konta melaju sepanjang jalan yang terbilang rawan dan sepi, nampak dari jarak yang masih jauh Andi melihat dua sepeda motor satu diantaranya Honda Beat.
"Dek di depan ada dua motor dan salah satunya Honda Beat, coba kita kejar, lihat nomor polisinya siapa tau itu motornya si ibuk tadi.".Ujar Andi.
"Iya benar bang, coraknya sama persis dengan yang si ibuk itu katakan, cuma nomor polisi nya belum terlihat jelas." Sahut Konta.
Andi pun langsung menarik gasnya, begitu pula Konta ia melaju kencang mengikuti Andi.
Setelah jarak antara Andi dengan pengendara motor Beat itu sudah dekat Andi berkata pada Konta.
"Benar itu dek, nomor polisi nya sama dengan yang si ibuk bilang itu." Ujar Andi sambil membalikan wajahnya pada konta.
"Iya Bang benar, ayo kita sikat." Tukas Konta sembari melaju dengan sangat cepat, Andi sampai terbelalak melihat aksinya konta.
Ketika jarak sudah sangat dekat Konta langsung membeset motornya dan memotong ke dua pengendara motor itu sambil berteriak.
Lalu Andi datang memeped kedua pengendara motor itu.
"Berhenti lo'." Tunjuk Andi.
Si pengendara motor Honda Beat itu langsung turun sambil berkata kasar.
"Bangsat, ngapain lo mencegat gue, pingin mati lo'." Bentaknya.
"Ngapain-Ngapaian, elo yang ngapain membawa motor wanita itu, dasar maling, cepat kembalikan motor Honda Beat itu, sebelum warga pada berdatangan menghakimi kalian." Ancam Andi.
"Enak saja kau berkata." Ujarnya sambil menatap garang pada Andi dan Konta.
"Cepet balikin, sebelum kalian menyesal nantinya." Timpal.Andi.
"Bangsat rupanya kalian pingin modar ya, Heaaa." Sungutnya berkata sambil melesat menyerang Andi dan Konta.
Andi dan Konta langsung menyambut serangan kedua pria tersebut.
Sebruuut....
Pria berwajah sangar itu mrluncurkan bogemnya.
Ploooooss...
Pukulan pria itu makan ruang kosong karena Andi langsung memiringkan badannya lima belas derajat lalu menggeser kaki kanannya kesamping sambil memasukan elbonya.
Duk..
Jeregjeg.
__ADS_1
Pria itu terdorong tiga langkah mundur.
Lalu pria itu dengan cepat mencabut sebuah golok dari balik pinggangnya yang tertutup jaket sambil berteriak.
"Ku bunuh kau bangsat." Teriak pria itu.
Andi hanya tersenyum sambil memberi kode sebuah tantangan pada pria itu.
"Ayo sini, gua pingin lihat permainan golokmu itu, apa golokmu itu tajam, atau cuma buat cukilan terasi saja." Ejek Andi.
"Setan alas." Teriaknya sambil mengayunkan golok mengarah pada leher Andi.
Andi tetap tenang, tapi tetap waspada akan bahaya.
Dengan cepat Andi menggunting pergelangan tangan pria itu yang lagi mennggenggam golok, dengan Jurus jepretan kelabang.
Belentruaang..
Golok itu terleoas dari genggaman pria itu jatung menimpa aspal jalan.
Secepat kilat Andi memasukan tusukan lutut kaki kanannya.
Duuukk.
Heeuuu..
Pria itu langsung membungkukan tubuhnya sambil memegang ulu hatinya yang tersa sesak pernapasannya.
Dari situ Andi dengan cepat mengayung pukulan melengkung dari bawah melesat menghantam dagu pria itu.
Deeeaasss
Auuuugggghhhhhh....
Tubuh pria itu langsung terpental jauh, yang di iringi dengan raungan kesakitan.
Blaaakk..
Tubuh pria itu terkapar di atas aspal.jalan hingga tidak berdaya lagi.
Sambil menunggu Konta berduel dengan salah satu temannya pria tersebut, Andi langsung menghubungi pihak kepolisian, untuk menghindari dari amukan warga.
Sedangkan Konta pun sudah berhadil melumpuhkan salah satu temannya pria yang mrnjafi lawan Andi.
Bertepatan dengan itu pula munculah mobil polisi dengan membawa tiga Anggota polisi.
Para Anggota polisi itupun langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pada Andi dan konta yang lagi menjaga para pegal itu takut mereka kabur.
"Selamat Siang." Ucap pak polisi.
"Sing kembali pak." Jawan Andi dan Konta serempak.
"Lima belas menit yang lalu kami mendapat laporan dari pak Andi." Ujar polisi.
"Iya pak dengan saya sendiri, ini pak kedua orang ini membegal motor se orang ibuk di jalan Simpang tiga km 35." Ungkap Andi.
Komandan polisi itu pun langsung memberi perintah pada tiga polisi yang merupakan bawahannya.
"Cepat ringkus kedua orang itu." perintah komandan sambil menunjuk pada dua pria yang masih tergeletak sambil meraung kesakitan.
"Siap komandan." Jawabnya dengan sigap langsung memborgol kedua pria itu yang merupakan pelaku curanmor.
"Terima kasih pak Andi, sudah membantu pihak kepolisian dalam menangani kasus curanmor yang akhir-akhir ini merajalela." Ujar komandan polisi.
"Iya pak sama-sama." Jawab Andi.
__ADS_1
Setelah itu pihak kepolisian pun langsung membawa pelaku curanmor itu ke kantor polisi untuk di adili.
"