Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 135 Nostalgia waktu SMA terulang kembali.


__ADS_3

Tidak lama kemudian Andi sudah tiba di depan Rumahnya Erik.


Vina lalu melangkah turun dari motor, sedangkan Andi masih duduk di atas motor.


"Coba panggilin, Erik nya ada gak." Ujar Andi.


Vina lalu menghmapiri pintu pagar rumahnya Erik, sambil mengetuk pintu pagar besi dengan gembok yang menggantung terkunci.


Tek


Tek


Tek


"Permisi, Assalam mu'alaikum." Sapa Vina, sembari berdiri di balik pagar besi dengan kedua netranya menatap kecarah pintu.


Selang beberapa menit, nampak terlihat Pintu mulai terbuka bersama'an dengan munculnya sosok lelaki masih muda berbadan gempal, sambil menggisik-gisikan matanya dan berkata seperti kaget.


"Vina...Benarkah elo Vina." Ujar Pemuda itu yang tak lain adalah Erik.


"Iya ini gue Rik." Jawab Vina.


Kemudian Erik berjalan mendekati ke arah Vina, Erik belum mengetahui bahwa di sampingnya Vina ada Andi yang masih duduk di motor, karena terhalang tembok pagar.


Lalu Erik membuka kunci gembok pintu pagar tersebut.


"Ayo Vin masuk, tau dari mana rumah gua?." Tanya Erik.


Sementara Andi cekikikan sambil di tutup sama telapak tangannya takut terdengar sama Erik.


Ketika Vina mulai melangkah kan tungkai kakinya, Vina berkata sama Erik.


"Sebentar Rik itu temen gue masih di luar." Ujar Vina.


"Oh jadi elo berdua, sama siapa?." Lanjut Erik bertanya.


"Lihat aja, siapa yang ada di luar." Jawab Vina.


Kemudian Erik melangkah keluar, lalu menoleh kebalik tembok, nampak seorang lelaki lagi duduk di motor yang masih mengenakan hlm.


Ketika Erik menatap pada motornya, Erik langsung berteriak.


"Sialan lo'' di kira gua siapa? Ternya elo' An." Bentak Erik.


Andi lalu membuka helm yang menutupi kepalanya sambil tertawa.


"Hahahaha...Emang enak di kerjain." Ujar Andi.


"Brengsek lo' An, e'eeh ada apa ini, ko bisa jalan sama Vina, mana Rara yang dulu pernah kau bawa kemari?." Tanya Erik.


"Ada, Rara gua hubungi malbok terus, mungkin masih tidur kali." Ujar Andi.


"Jangan bohong lo', apa jangan-jangan lo' sudah putus sama Rara." Tukas Erik.

__ADS_1


"Apa'an sih lo', jangan asal bicara, ini gua boleh masuk gak." Ujar Andi.


"Ya elaaah, Andi Nayaka sejak kapan gua melarang elo." Tukas Erik.


Andi tersenyum sambil mendorong motornya memasuki halaman pekarangan rumahnya Erik.


Setelah itu Erik mengajak Andi dan Vina untuk duduk di kursi Rotan yang terpasang di teras depan rumah.


"Sebentar ya gua ambil dulu air minum, oh iya An mau ngopi apa air putih?." Tanya Erik pada Andi.


Lalu Andi menjawab.


"Dua-duanya."


"Dan elo Vin mau minum apa?." Tanya Erik pada Vina.


"Gue kan tamu di sini, ya terserah elo aja deh." Jawab Vina.


"Oke kalau begitu, gua tau minuman ke suka'an lo', tunggu sebentar." Ujar Erik.


Erik melangkah memasuki kedalam rumah.


Tidak lama kemudian Erik datang membawa nampan yang berisikan dua gelas kopi dan satu gelas just Alpucado untuk Vina.


"Ini kopi buat Andi dan gua, dan ini special buat tamu istimewa gua Vina Artiyana." Ujar Erik sambil mendaratkan kopi dan just di meja.


"Widiih pas banget nih." Ujar Vina.


"Ya lagi kebetulan aja sih, nyokap gua satu selera sama Vina, jadi yang namanya Alpucat itu selalu ada di kulkas." Tukas Erik.


"Sori nih Vin, rumah gua berantakan gak kaya rumah nya elo dan Andi." Ujar Erik.


"Sama saja Rik, yang penting bisa hidup bahagia, rumah mewah tidak menjamin seseorang bisa hidup bahagia." Tukas Vina.


"Emang ada acara apa sih, ko tumben-tumbenan Andi ngajak elo Vin ke rumah gua." Ujar Erik.


"Bukan gua, tapi Vina yang ngajak gua pingin ketemu sama elo." Tukas Andi.


"Iya Rik, gue yang maksa Andi untuk berkunjung ke sini." Jawab Vina.


"Apa ada yang penting, atau elo mau nikah lagi, ngundang gua gitu." Ujar Erik.


"Huss ah."


"Sori Vin gua bercanda ko." Sahut Erik.


"No problem."


Melihat wajah Vina seperti malu, karena ucapannya Erik, Andi berkata untuk menetralkan suasana di hati Vina.


"Begini Rik, gua dan Vina ke sini mau ngajak elo jalan." Ujar Andi mengalihkan pembicara'an.


"Jalan kemana, gua lagi boke nih." Ujar Erik.

__ADS_1


"Emang apa hubungannya, kan gua gak minta duit sam elo, gua mau ngajak jalan." Tukas Andi.


"Ah elo, yang namanya Jalan kan butuh biaya ini itu." Timpal Erik.


"Gua ngajak elo berarti sudah menjadi tanggung jawab gua, makannya, minumnya dan lain sebaginya." Ujar Andi.


"Beneran nih." Sahut Erik tersenyum.


"Sejak kapan gua bohong sama lo'." Timpal Andi.


Erik tertawa tipis sambil meraih gelas kopi.


Setelah tiga puluh menit mereka ngobrol ngaler ngidul, dan kopi sudah nampak terlihat kering, akhirnya mereka pun langsung pergi, dengan tujuan tempat wisata.


Kedua motor Yamaha Rx king, melaju di jalan Angkasa menuju arah utara.


Hidup Vina kini kembali berwarna lagi, masa-masa nostalgia di waktu SMA seperti terulang kembali dalam agenda hidupnya.


Di sepanjang perjalanan menuju tempat wisata, Vina merasakan kembali kehangatan dalam hidupnya.


Erik dan Andi terus melaju di jalan yang membentang membelah perbukitan, Pemandangan alam yang begitu indah, se indah hati Vina sekarang ini.


Tidak lama kemudia mereka telah sampai di tempat yang di tuju.


Di sebuah air terjun yang tinggi. Dengan airnya yang bersih dan jernih.


Mereka melangkah turun dari motornya, dan berjalan mendekati kawasan air terjun.


"Waww, sebuah pemandangan yang bagus, melihat air yang jernih begini, jadi pingin berenang nih gue." Cetus Vina.


Andi celingukan ke sekitar air terjun, seperti ada yang lagi di carinya.


"Eeh An, emang lo' cari apa'an sih?." Tanya Erik.


"Gua lagi mencari tempat untuk beristirahat sambil melihat pemandangan di sekitar sini." Jawab Andi.


"Itu tuuh, masa gak lihat sih, mau makan, minum, apa aja di situ semua ada." Tukas Erik.


"Ah masa sih."


"Ya elah, gak percaya, ayo kita ke sana." Ajak Erik.


Lalu Andi memanggil Vina yang lagi berdiri di tepian telaga sambil poto-poto.


"Hai Vin kita duduk dulu di sana yo." Panggil Andi mengajak Vina untuk beristirahat di sebuah lesehan.


"Ayo." Sahut Vina.


Andi, Erik dan Vina berjalan menaiki trapan tangga batu, menuju pada sebuah lesehan yang menjual aneka makanan dan minuman.


Sebuah lesehan yang di penuhi dengan berbagai makanan, dan minuman segar dari mulai es goyobod, just dan lain-lain tersedia, dengan pasilitasnya yang bagus di tambah sambutan dari pelayannya yang ramah tamah.


"Nah di sinilah makanan dan minuman serba ada, kalian mau minum apa saja di sini ada, ini lesehan super komplit." Ujar Erik.

__ADS_1


"Wah bener nih, emang ini group ya, gak mungkinkan kalau di kelola cuma satu orang saja." Tukas Andi.


"Iya bnar, ini Group para pengusaha kuliner, membuka usaha dalam satu tempat." Timpal Erik.


__ADS_2