Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 85 Spion Jorda


__ADS_3

Jorda dan ke empat kawanannya kini sedang bervesta dengan berminum alkohol, sebelum ia melancarkan aksinya


Setelah itu mereka keluar dari kedai minuman tersebut.


Dan memburu pada motornya yang di parkir di halaman kedai.


Kemudian mereka melaju menuju tempat target.


Sebelum Jorda dan ke empat kawannya memasuki wilayah target.


Mereka berhenti di pertiga'an jalan yang mengarah ke Gang Si'iran.


"Sepertinya kita tidak mungkin bila harus mendatangi langsung pada target kita, apalagi ini siang hari." Usul Rasman.


"Iya benar, apalagi daerah ini adalah kawasan para jawara, kita harus pancing target kita keluar dari tempatnya." Ujar Jorda.


"Caranya gimana." Tukas Tenggo.


"Salah seorang dari kita harus ada yang datang ke tempat target, bikin alasan supaya target keluar, atau kita tunggu sampai ia keluar dari tempat dengan sendirinya." UjarJorda.


"Kalau saya masih setuju dengan cara yang kedua." Pungkas Babon.


"Alasannya?." Tanya Jorda.


"Alasannya, kalau kita mendatangi target, otomatis kita sudah memberikan jejak pada kawasan Gang Si'iran, apalagi anak Gang Si'iran yang selalu curiga'an pada orang yang baru masuk wilayahnya." Jelas Babon memberi usulan.


Jorda hanya manggut-manggut, seperti mengerti dan masuk akal atas usulannya Babon.


"Cukup masuk akal juga usulan lo' Bon." Ujar Jorda.


"Bagaimana kalau target tidak keluar-keluar dari tempatnya, apakah kita akan menunggu terus." Usul Murdok.


"Tidak mungkin, yang namanya manusia hidup, pasti ada keluarnya, apalagi target kita seorang pemuda berbisnis, pasti ada keluarnya." Ujar Jorda.


"Ya sudah kita harus berapa lama mengawasi target di tempat ini." Ujar Babon.


Hari pun terus berlalu.


Sementara Andi, bertepatan dengan pukul 12:00, ketika jam istirahat sudah tiba.


Ia duduk bersandar di bangku depan Tokonya sambil menikmati dari sebatang roko, dengan kepulan asap putih yang berhembus keluar dari mulutnya Andi.


Toglo yang imajinasi dan instingnya sangat tajam dan peka dengan hal-hal yang berada di luar nalar manusia, sekelebatan batin Toglo menangkap sebuah kejanggalan di raut wajah Andi.


Toglo berjalan lalu duduk di bangku sampingnya Andi, lalu Toglo berbisik pada Andi.


"Nak Andi, saya merasakan akan ada bahaya mengincar nak Andi." Bisik Toglo.

__ADS_1


Andi terperanjat ketika Toglo menyampaikan sebuah pesan padanya.


"Bahaya apa paman?." Tanya Andi.


"Paman melihat banyak kelebatan senjata tajam di wajahmu, seperti menginginkan darah dari nak Andi." Jelas Toglo.


"Ah Paman ada-ada aja, emang bahaya apa, perasa'an ku, aku tidak punya musuh Paman." Tukas Andi.


"Kamu harus hati-hati dan selalu waspada, sepertinya ada yang menginginkan nyawa nak Andi." Ungkap Toglo.


"Perasa'an, aku tidak punya masalah Paman." Ujar Andi.


"Paman pun gak tau permasalahannya apa, tapi cuma itu yang sempat Paman lihat, pokoknya kamu harus selalu waspada." Ujar Toglo.


"Iya Paman terima kasih." Ujar Andi.


"Dan bila nanti ada apa-apa, cepat kamu hubungi Paman dan yang lainnya, aura jahat yang sempat Paman lihat begitu kuat sekali." Tukas Toglo.


"Siapa ya kiranya yang mau mengancam keselamatanku." Batin Andi.


Andi mungkin tidak menyadari bahwa di balik sudut tembok Gang Si'iran ada srpasang bola mata yang lagi mengintai dirinya.


Berbeda dengan Toglo, naluri dan istingnya yang selalu berjalan, seketika itu pula Toglo menolehkan pandangan ke sebelah timur.


Nampak terlihat oleh Toglo dua bola mata yang di lapisi oleh sebuah kaca mata hitam, berambut ikal dan mengenakan jaket kulit warna hitam, dengan sangat intens memperhatikan keberada'annya Andi.


"Mau apa itu orang, diamlah terus di sana biar nanti ku patahkan batang lehermu." Gerutu Toglo sambil mengendap diatas pagar.


Kemudian Toglo melompat turun ke jalan Gang kecil yang tembusnya kebelakang orang itu.


Setiba di Bawah Toglo berjalan pelan, hanya tinggal beberapa meter lagi secepatnya akan segera sampai pada orang itu, yang tidak mengetahui bahwa di belakangnya ada se orang Toglo yang akan mengetahui maksud dan tujuan orang itu mau apa.


Sekitar jarak dua meteran Toglo berhenti lalu mendehem.


"Hhmmm."


Sontak saja orang tersebut kaget, lalu ia membalikan wajahnya ke arah belakang, Nampak Toglo lagi berdiri dengan gagah berani.


"Siapa lo'?." Bertanya.


"Apa gak kebalik, seharusnya gua yang harus bertanya begitu siapa anda dan ada maksud apa bersembunyi disini." Tukas Toglo sambil menatap tajam orang itu.


"Heh apa urusan lo' ikut campur masalah gue, ya terserah gue lah mau apa juga, apa kamu merasa di rugikan oleh saya." Tukas orang itu.


"Ya jelas-jelas, saya merasa di rugikan dengan kehadiran anda di sini, karena naluri saya berkata, ada niatan jahat di hatimu, sekarang angkat kaki dari sini sebelum kesabaran gua habis." Hardik Toglo.


"Ini orang sepertinya bukan orang sembarangan, kalau gue melakukan perlawanan pada orang ini, bisa-bisa akan sangat sulit untuk mendapatkan target, sebaiknya aku pergi saja dan kembali pada Bang Jorda." Batinnya bermonolog.

__ADS_1


"Oke, baiklah, kali ini gue turutin ke inginanmu, tapi di lain waktu lo' bertemu gue, habislah riwayatmu." Tukasnya memberi ancaman.


Toglo hanya tersenyum ketika mendapat gertakan sambal dari orang tidak di kenal itu.


"Hehee, sungguh sangat menjanjikan sekali cakapmu itu, bila anda penasaran pada gua datanglah kebukit kiara di sebelah barat tempat ini, gua tunggu di sana." Tukas Toglo dengan santainya.


"Hah, dasar orang sinting." Ujarnya sambil menyalakan motornya, dan melaju meninggalkan Toglo.


Kemudian Toglo langsung berkelebat kembali ke tempat di mana Andi lagi duduk di depan Toko.


"Paman habis dari mana?." Tanya Andi.


"Paman habis dari belakang nak Andi." Jawab Toglo.


Andi tersenyum tipis, di kira Toglo, Andi tidak mengetahui kepergiannya, padahal Andipun sudah tau keberada'an orang tersebut, dari bisikan yang bergeming di telinganya.


Karena semenjak Andi memakai kalung peninggalan ayahnya, bila dalam keada'an bahaya selalu ada yang berbisik di telinganya. Tapi Andi tidak memperlihatkan itu semua pada orang lain.


"Dari mulai sekarang nak Andi harus hati-hati." Pesan Toglo.


"Iya paman, terima kasih." Jawab Andi.


..................


Sementara orang tersebut adalah Rasman yang di tugaskan oleh Jorda untuk memata-matai target.


Setibanya Rasman di tempat berkumpulnya Jorda dan kawanannya.


Ia langsung melangkah turun dari motornya, dan berjalan menghampiri mereka.


"Bagaiman, apa ada tanda-tanda target akan keluar?." Tanya Jorda.


"Kucing sudah mencium keberada'anku." Jawab Rasman.


"Maksud lo' target kita." Pungkas Babon ikut nimrung.


"Bukan, sepertinya ia salah satu jawaranya Gang Si'iran, penciumannya sangat tajam, makanya saya cepat pergi dari tempat itu, untuk menghindari kecurigaannya." Ujar Rasman.


"Iya, jangan bertindak bodoh, sebelum pepes ikan kita dapatkan." Ujar Jorda.


"Terus langkah kita selajutnya gimana Bang?." Tanya Tenggo.


"Sabar aja dulu, sepertinya target kita ini bukan sembarangan, sekali saja kita salah langkah, maka semuanya akan berantakan, dan bisa-bisa kita yang kena mangsa, dan Bos Rangga akan mengkik balik pada kita." Tukas Jorda.


"Wah baru kali ini, kita serasa sulit untuk mendapatkan target."


"Karena target kita hari ini, orang pintar dan jago bela diri, kita harus mempersiapkan siasat dan taktik yang cemerlang." Ujar Jorda.

__ADS_1


Beberapa jam berlalu Jorda dan ke empat kawannya stay di pertiga'an jalan Gang Si'iran, sambil duduk di samping warung kopi, menunggu sang target muncul.


__ADS_2