Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 154 Di giring ke Kantor polisi


__ADS_3

Dude yang telah lepas dari panasnya api, seketika itu ia langsung pinsan.


Sementara Konta, Erik dan Abeng serta para famili Gang Si'iran. Masih terus berlangsung dalam sebuah pertarungannya.


Anggota laba-laba yang jumlahnya jauh lebih banyak berlipat ganda dari jumlah Andi dan kawan-kawan.


Kini sudah semakin banyak berkurang, Terkena amukan dari para famili Gang Si'iran.


Seiring dengan berputarnya jarum jam, semua anggota laba-laba sudah tidak berdaya lagi, bersama dengan itu Andi langsung menghubungi pihak kepolisian.


Tidak lama kemudian Empat mobil polisi datang, tiga mobil di antaranya untuk membawa para perusuh dari Geng laba'laba, guna menjalani proses hukum sesuai dengan tindakannya yang sudah banyak me rugikan orag.


Setelah semua orang dari Geng laba-laba itu di bawa, suasana di tempat itu menjadi sepi, hanya terdengar suara-suara kendara'an dari jalan raya.


Kemudian Andi dan para famili Gang Si'iran keluar dari ruangan tersebut menuju pada kendara'annya yang terparkir di depan.


Satu persatu menaiki motornya masing-masing, lalu di nyalakan secara bersama'an.


Preng peng peng peng peng peng.


Ke sepuluh motor sang legenda itu, melaju keluar dari gedung tersebut.


Iringan motor Yamaha Rx king, melaju dengan santai dalam kecepatan empat puluh kilo meter. Seperti pasukan perang yang telah memenangkan perang.


Andi Nayaka titisan si kidal, kini telah di kenal oleh publik, sebagai penerus sang legenda yang selalu membantu orang-orang yang mengalami kesulitan.


Kini dunia jalanan telah mengenal pada Andi, yang selalu memberi perlindingan pada setiap orang yang tertindas.


Para preman yang sudah banyak meresahkan orang, harus berpikir dua kali bila harus berhadapan langsung dengan Andi dan kawan-kawan, apalagi di belakangnya masih berdiri tembok ke kuatan dari para famili Gang Si'iran yang sudah di kenal ketika sang legenda Si kidal sang penolong masih hidup.


Dua hari kemudian.


Kabar tentang ke kalahannya Geng Laba-Laba telah menyebar luas di seluruh wilayah kota bahkan sampai ke peloksok.


Seperti halnya di sebuah terminal pinggiran kota, telah ramai orang-orang memperbincangkan kehebatannya Andi dan para famili Gang Si'iran dalam memberantas pelaku tindak kriminal.


"Woi kalian sudah dengar belum, kabar tentang perang dua hari yang lalu." Ujarnya.


"Iya gue juga dengar, kehebatan dan kebringasannya para famili Gang Si'iran, dalam memberantas para kriminal." Sahutnya.


"Emang lo' bawa kabar dari siapa?." Bertanya.


"Dasar elo' ketinggalan, nih coba lo lihat di sosmed, Andi Nayaka bersama pasukannya." Tukasnya.


"Wah ganteng banget Andi."


"Semuanya juga pada ganteng-ganteng tau." Ujarnya.


"siapa ya yang sempat memposting Andi bersama para famili Gang Si'iran?."


"Ini kan ada akunnya, noh bisa baca gak lo', Warta Kota." Tukasnya sambil memperlihatkan nama akun pemilik di sosmed yang mengunggah Andi Nayaka bersama para famili Gang Si'iran.

__ADS_1


"Oh iya."


.............


Sementara di tempat lain.


Andi yang lagi duduk sendiri di bangku sambil membaca berita warta kota di sosial media.


"Ko bisa gua bersama famili Gang Si'iran ada di Sosmed Warta Kota, berarti di sa'at kedatangan polisi itu, kemungkinan ada jurnalis." Gerutu Andi.


Kemudian tangan kanannya meraih gagang gelas yang berisikan kopi hitam yang nampak masih terasa hangat.


Seriiipiiitt....


Aaaahh...


Satu seripitan kopi terdengar begitu nikmat, yang di iringi dengan hisapan sebatang roko.


Sepuuuuuuhhhh.....


Kepulan asap putih berhembus keluar dari mulutnya Andi menari-nari di terpa angin sepoi-sepoi.


Kesendiriannya Andi ketika lagi pokus membaca warta kota di sodmed.


Konta muncul dari balik pintu gerbang sambil membawa keranjang kecil yang terbuat plastik berisikan Umbi rebus.


"Wah mantap nih, tapi ngopi belum lengkap tanpa ini." Ujar Konta sambil mendaratkan bakul plastik di meja.


"Iya dong Konta gitu lhoo..." Tukasnya Konta sambil mengambil sepotong umbi rebus.


"Eeh Bang Ibuk ada di dalam?." Lanjut Konta bertanya.


"Ya ada' emang mau apa nayain Ibuk?." Andi balik bertanya.


"Gua mau bikin kopi." Jawab Konta.


"Ya bikin sana, awas lo' kalau minta fi bikini sama ibuk, gua hajar lo." Tukas Andi.


"Idiih segitunya, ya kagak lah gua akan bikin sendiri tau." Tukas Konta.


"Ya syukur, kalau lo ngeeti." Ujar Andi.


Kemudian Konta melangkahkan tungkai kakinya memasuki ke dalam rumah.


Di sa'at Konta memasuki ke dalam rumah, nampak terlihat di luar gerbang ada sebuah mobil Honda Brio berhenti, lalu terdengar membunyikan klason.


Tid tidid.


Andi pun memalingkan wajahnya mengarah pada pusat suara tersebut.


"Siapa yang itu." Gumam Andi sambil beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan ke depan gerbang.

__ADS_1


Kemudian Andi membuka pintu gerbang, kedua netranya mentapa pada mobil tersebut yang sudah Andi kenal.


"Elo' Vin?." Tanya Andi.


Sang pengemudi mobil itu, menurunkan kaca jendelanya sambil berkata.


"Hai An, apa kabar?." Ujar sang pengemudi itu yang tak lain adalah Vina.


"Alhamdulilah baik, masukin aja mobilnya." Tukas Andi sambil mendorong pintu rolling gerbang.


Mobil Honda Brio pun melaju memasuki area pekarangan rumah.


Kemudian Vina membuka pintu mobilnya bersama'an dengan menapaknya sepatu di lantai komblok.


Gablug..


Pintu mobil pun di tutup, lalu Vina berjalan menuju bangku tempat Andi duduk.


"Habis dari mana Vin?." Tanya Andi.


"Gue sengaja ke sini, mau jenguk lo'." Ujar Vina.


Andi kaget ketika mendengar Vina berkata.


"Mau jenguk gua, persa'an gua baik-baik aja." Kata Andi sedikit kaget.


"Iya, soalnya gue lihat di sosmed lo' dan para famili Gang Si'iran habis mengadakan pertdmpuran dengan kawanan Geng laba-laba, apa lo' baik-baik aja." Tukas Vina.


"Ya seperti apa yang lo' lihat, gua baik-baik aja ko." Ujar Andi.


"Alhamdulilah kalau lo' dan para famili gang Si'iran pada baik-baik aja, gue ikut senang." Tukas Vina.


"Iya terima kasih Vin." Ujar Andi.


Kemudian dari balik Pintu Konta depan rumah Konta muncul sambil membawa gelas berisikan kopi hitam.


Konta berjalan ke arah Andi, dan menatap dengan intens pada Vina yang lagi duduk membelakanginya.


"Lho..ko sekarang abang jadi berdua' sama cewe lagi." Ujar Konta.


Vina langsung menolehkan pandanganny pada Konta yang baru datang dari dalam.


"Hai Konta, gimana kabarnya?." Sapa Vina bertanya kabar.


"Alhamdulilah, kabar gua lagi dalam keada'an baik, sebaliknya Mba Vina." Jawab Konta.


"Alhamdulilah, gue juga lagi sehat wal apaiat tanpak kurang sesuatu apapun." Sahut Vina.


"Syukur dah, gua ikut senang mendengarnya, btw habis dri mana nih?." Tanya Konta.


"Gue sengaja kesini mau jenguk kalian, setelah gue melihat kabar kalian di medsos." Ujar Vina.

__ADS_1


"Ini baru namanya sahabat, tanks ya." Ujar Konta.


__ADS_2