
Kuatnya gigitan Gery mencengkram, sehingga Reky menjerit kesakitan karena Giginya Gery sudah mulai menembus tulang pergelangan tangannya.
Melihat Reky seperti sudah tidak tahan oleh Gigitannya Gery(Anjing sahabatnya Andi) Heru langsung melayangkan Stick bas ballnya ingin menghantam kepalanya Gery.
Tapi belum saja Stick itu sampai mengenai kepala Gery, dengan kecepatan seperti Angin Andi melesat melayang pukulan tinjunya mengenai pelipisan Heru.
Hiuuuukkk
Jroot
Auugghhhhh...
Heru menjerit kesakitan serasa di hantam oleh benda tumpul yang begitu keras, sehingga membuat dirinya terjatuh.
Ketika Darah mulai keluar dan menetes dari tangan Reky jatuh menghujani jalan, Andi langsung minta pada Gery untuk melepaskan Gigitannya.
"Gery lepasin." Tegur Andi pada Gery.
Binatang itupun seperti mengerti akan bahasa yang Andi ujarkan padanya, Gery pun langsung melepaskan gigitannya.
Seiring dengan lepasnya gigitan Gery, Reky langsung jatuh pinsan mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan darah dari urat pergelangan tangannya yang putus.
Dude dan ke tiga temannya sangat geram secara bersamaan langsung melompat mau membunuh Gery dengan melayangkan stick base ball nya.
Gok gok gok
Gery bersuara menantang sambil melompat mundur menghindari hantaman stick base ball.
Dan ke tiga stick itu menghantam aspal jalan.
Trak
Trak
Trak
Andi tersenyum mengejek melihat ke empat orang yang bodoh dan dungu, kalah gesitnya dengan se ekor Anjing.
"Hahaha dasar orang-orang Bodoh dungu." Ejek Andi.
"Bangsat, malah tertawa lagi." Bentak Dude.
"Ayo maju kalian berempat, mana kepandaian kalian yang di takuti waktu di Putra Bangsa itu, ternyata cuma bualan." Tantang Andi.
"Setan alas heaaaaa...." Teriak Dude sambil melesat menyerang Andi dengan penuh amarah dan dendam.
Andi melompat ke atas dengan memutarkan tubuhnya memberi sambutan pada serangan Dude.
Sekelebatan tendangan parabol telah menghantam kepalanya Dude.
Wesss
__ADS_1
Deeeaaassss....💥
Karena kerasnya bobot dari tendangan Andi, di tambah posisi dude lagi tidak menapak ke bumi, sehingga tubuh Dude langsung terpelanting jatuh membentur aspal jalanan.
Auugggghhh...
Jerit kesakitan keluar dari mulutnya Dude, dan tidak lama setelah itu Dude langsung pinsan, dengan darah segar keluar dari kedua lubang hidungnya.
"Hahaha ternyata hanya lagamu saja yang sok jago, ayo kalian berdua maju akan ku bikin kalian seperti Dude." Tantang Andi pada kedua temanya Dude yang masih nampak segar bugar.
Mereka berdua saling menautkan pandangannya seperti lagi merencanakan sesuatu.
"Heh Andi? Jangan sombong dulu kami berdua belum merasa kalah oleh mu, heaaa." Keduanya melesat menyerang Andi.
Si Gery yang sedari tadi memperhatikan kedua orang itu, dengan replek Binatang itu langsung menyambar salah satu dari mereka, dengan cengkraman giginya yang kuat dan susah di lepasin di bagian tangan kirinya, orang itu langsung membuntang-bantingkan Gery supaya melepaskan gigitannya, tapi gigitan Gery malah semakin kuat, tangan kanannya yang lagi memegang stick base ball langsung berkelebat menghantam kepala Gery.
Duuukk
Duukk
Gaik gaiiik gaik.
Jerit kesakitan dari Gery sambil melepaskan gigitannya.
Andi yang melihat Gery terjatuh di tanah sambil bersuara merasakan sakit di bagian moncongnya, tanpak mikir lagi langsung berkelebat mengirimkan gempuran dan tendangan-tendangan yang mematikan.
Kali ini kedua orang itu bisa mengelak dari serangan mautnya Andi.
Tapi Andi terlalu kuat dan gesit bagi mereka berdua, semua serangannya telah memakan ruangan yang kosong, karena Andi lebih waspada akan bahaya yang mengancam dirinya.
Di saat itu pula Andi bergerak cepat sambil memutarkan tubuhnya, tanpak mereka sadari satu sabetan pukulan dan tendangan Andi telah melesat dengan cepat.
Duk
Duk
Deeeaaasss...
Jeregjeg
Tubuh kedua orang itu langsung sempoyongan mau jatuh.
Andi tersenyum menyeringai, sembari melompat mengirimkan gempuran.
Deaas
Deeaass..
Dua Bogem mentah Andi mendarat tepat di kepala kedua orang itu.
Auuugghhh..
__ADS_1
Tidak bisa di hindari lagi, kedua tubuh itu langsung melorot jatuh tersungkur menimpa aspal jalan
Andi menatap turun ke arah mereka yang tergeletak tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi sambil berkata.
"Kalian harus ingat, bahwa gua bukan pecundang." Dengus Andi.
Kemudian Andi melangkah mendekati Gery yang lagi merebahkan badannya karena merasakan sakit di bagian moncongnya yang terkena hantaman stick bass ball.
"Kamu Tidak apa-apa Gery, masih kuatkah kamu berjalan?." Tanya Nandi.
Gok gok gok.
Binatang itu cuma menggonggong menjawab pertanyaannya Andi.
"Ayo kita tinggalkan tempat ini Gery, nanti sakitmu aku obatin pada Dokter specialis Hewan." Tukas Andi sembari melangkahkan tungkai kakinya menuju pada motornya yang terparkir agak jauh dari tempat itu.
Setiba di dekat kendara'annya, Andi melangkah menaiki motornya, lalu di nyalakan di tarik gas dan kopling untuk memasukan gigi pertama, selepas itu motor melaju dengan perlahan dan si Gery berlari mengikuti Andi di belakang.
Setelah memasuki kawasan jalan Delima, Andi berbelok ke kanan untuk menemui guru Biologinya yang sekaligus specialis Dokter Hewan.
Tidak lama kemudian Andi telah tiba di depan halaman Rumah pak Andrian seorang guru Biologi di sekolah Putra Bangsa, lalu Andi melangkah turun dari motornya, kemudian tangan kanan Andi memijit bel yang terpasang di depan gerbang rumah pak Andrian.
Ting teng.
Suara bel berbunyi.
Tak lama kemudian nampak pintu rumah terbuka bersamaan dengan munculnya se orang lelaki paruh baya berbadan gemuk dan berkumis tebal, lalu Andi segera menyapa.
"Assalam mu alaikum Pak, maaf kalau aku mengganggu waktu istirahat Bapak." Sapa Andi.
"Wa alaikum salam, Andi? Ada apa kamu menemui Saya?." Tanya pak Andrian sambil melangkah mendekati pintu gerbang.
"Ini Pak, saya mau minta tolong, barang kali bapak bisa mengobati lukanya Hewan piaraan saya." Jawab Andi.
"Oh, sejak kapan kamu piara hewan, bukankah hewan ini najis buat orang muslim." Ujar Pak Andrian.
"Iya pak saya tau, tapi hewan ini juga sama mahluk ciptaan tuhan, apa salahnya jika seorang manusia memberi pertolongan pada hewan yang lagi mengalami sakit." Tukas Andi.
"Kamu hebat Andi, ternyata kamu penyayang binatang juga, ya sudah ayo masuk." Ujar pak Andrian mengajak Andi memasuki sebuah ruangan seperti klinik.
"Ini kamu pakai sarung tangan, kamu tau kan hukumnya agama kita, bila manusia bersentuhan dengan hewan ini." Lanjut pak Andrian sambil memberikan sepasang sarung tangan karet pada Andi.
"Iya Pak saya tau, hukumnya najis." Tukas Andi sembari meraih sapu tangan dari tangan pak Andrian.
Setelah Andi dan pak Andrian memakaikan sarung tangan karet, lalu Andi memegang tubuhnya Gery, binatang itu pun seperti mengerti dan tau bahwa dirinya akan di obati.
"Kamu diam ya Gery, pak Andrian akan mengobati kamu supaya lukamu lekas sembuh." Ujar Andi.
Gery pun terdiam dengan matanya yang agak layu seperti lagi menahan rasa sakit.
Setelah itu pak Andrian menusuk bagian tubuh Gery dengan jarum suntik, untuk mengobati luka dalamnya, dengan cairan obat khusus buat para hewan.
__ADS_1