
Ali beranjak pergi, sambil memegang golok, dengan warangka yang unik warna putih bergaris-garis warna hitam seperti bulu dari se ekor burung, dan gagang nya pun menyerupai kepala se ekor Burung kakak tua berwarna putih pula.
Ketika Ali sampai, lalu duduk di bangku, sambil memperhatikan golok tersebut dengan sangat intens.
Kemudian Ali melangkah masuk kedalam rumah, lalu masuk menuju kamar tempat tidurnya, dan golok terseut di masukin kedalam lemari bajunya.
"Nanti aku akan bilang sama ayah dan ibuk." Batin Ali, sambil melangkah keluar rumah, kembali duduk di bangku.
Pukul 16: 15 menit.
Nampak dari kejauhan sebuah sepeda motor Yamaha Rx king lagi melaju ke arah di mana Ali lagi duduk.
"Ayah pulang." Ujar Ali bermonolog.
Lalu Ali beranjak dari tempat duduknya.
"Ayaaah." Lanjut Ali menyapa pada yang baru datang yang tak lain adalah Toglo.
"E'eeh anak ayah ko sendirian aja, ibuk mana nak?." Tanya Toglo.
"Ibuk lagi masak." Jawab Ali.
Kemudian Toglo melangkah turun dari sepeda motornya, dan melangkah mendekati Ali.
"Bagaimana, dengan tanamannya tumbuh subur gak?." Tanya Toglo sambil menurunkan bokongnya duduk di bangku.
"Alhamdulilah tanamannya pada subur dan sudah mau berbuah." Jawab Ali.
"Alhamdulilah, berarti sebentar lagi panen dong." Ujar Toglo.
"Iya Ayah, ku sangat senang melihatnya, oh iya Ayah nanti pas ayah libur kerja kita ke ladang ya, sekalian ajak Bibi dan Paman kita makan-makan di sana." Tukas Ali.
"Tentu saja anakku, kita masak nasi liwet di sana, pasti akan menyenangkan." Ujar Toglo.
"Asiik, aku jadi tidak sabar ingin cepat-cepat ke ladang lagi." Ujar Ali.
Toglo tersenyum semringah melihat anaknya yang berbunga-bunga.
..............
Sementara di tempat lain.
Tepatnya di Gang Si'iran, Andi lagi asik ngasih makan binatang piara'annya dengan potongan kali ayam.
"Ayo Gery makan yang kenyang ya." Ujar Andi.
Si Gery tetap pokus pada makanan ke suka'annya. Setelah itu Andi pergi untuk menemui Konta dan Kanti.
Setibanya di depan rumah, Andi melangkah menaiki trapan teras depan rumah.
"Assalam mu'alaikum, dek Konta, dek Kanti, apakah kalian ada di dalam." Panggil Andi.
"Siapa di luar." Bertanya.
"Ini Abang." Jawab Andi.
"Oh Bng Andi." Ujarnya.
Kemudian pintu pun mulai terbuka perlahan, bersama'an dengan munculnya Konta.
"Ada apa Bang?." Tanya Konta.
__ADS_1
"Ya abang pingin lihat keada'an kalian." Jawab Andi.
"Oh gitu, ya sudah, ayo masuk Bang." Tukas Konta.
Andinpun melangkah masuk ke dalam rumah, lalu berjalan menuju ruang keluarga.
Andi duduk di sopa, sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran sopa.
"Oh iya Bang, abang mau ngopi gak." Tawar konta.
"Oh enggak, abang abis ngopi tadi, kanti mana?." Tanya Andi.
"Dek Kanti lagi mengerjakan PR Bang." Jawab Konta.
"Oh."
Kemudian Andi terkejut ketika di saku celana terasa bergetar.
Drettt dreeett.
"Bentar ya ada panggilan masuk nih." Ujar Andi pada Konta.
"Cieee, so pasti pacar abang ya." Ejek Konta.
Andi lalu mengankat panggilan telpon dari nomor kontak yang tertulis Vina.
📞.Andi "Halo sayang."
📞.Vina "Selamat sore Aa, lagi ngapain?."
📞.Andi "Kembali Sore, aku lagi di tempat adiku, gimana kabarmu sayang?."
📞.Vina "Aku baik-baik saja, sebaliknya kabar Aa gimana?."
📞.Vina "Alhamdulilah sekarang aku tidak lagi di kurung dalam kamar, cuma masih dalam pengawasan Bodygar, kemapaun aku pergi selalu saja di ikuti oleh Bodygar yang ibuk sewa belum lama ini."
📞.Andi "Wah hebat dong, sekarang kamu sudah punya Bodygar, jadi kemana-mana kamu akan aman."
📞.Vina "Justru aku merasa terkekang kalau begini terus, kenapa ya orang tuaku tidak pernah mengerti keadaan anaknya, seperti tidak merasakan muda saja."
📞.Andi "Kamu yang sabar ya, apa yang orang tuamu lakukan itu karena sangat sayang pada anaknya, dan aku yakin suatu sa'at nanti orang tuamu pasti luluh, selama kita terus memperjuangkan cinta kita."
📞.Vina "Iya sayang terima kasih, oh iya aku tutup dulu ya, soalnya aku lagi di awasi oleh Bodygar nih, Assalam mu'alaikum."
📞.Andi "Iya sayang, kamu hati-hati dan jaga kesehatan, Wa alaikum salam."
Selepas itu Andi pun langsung memasukan kembali ponselnya ke saku celana bagian depan.
"Widiiih, Abang romantis juga ya, siapa nama pacar abang itu?." Ejek Konta sambil bertanya.
"Namanya Vina, dia anak dari pengusaha ter nama di kota ini." Jawab Andi.
"Wooww, orang tajir dong." Ujar Konta.
"Iya, cuma masalahnya orang tuanya tidak begitu menyukai abang." Ujar Andi.
"Emang kenapa Bang?." Tanya Konta penasaran.
"Ya namanya manusia kadang bisa berubah oleh suatu paktor, karena abang pernah masuk penjara." Jelas Andi.
"Abang mencintai Vina?." Tanya Konta.
__ADS_1
"Banget." Jawab Andi singkat.
"Kalau begitu perjuangkanlah cinta abang berdua, apapun kendalanya abang hadapi aku yakin abang dan Vina akan bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan." Ujar Konta.
"Amiiin, semoga aja Tuhan mempersatuakn cinta aku sama Vina." Tukas Andi.
Setelah itu Andi mengeluarkan sebuah buku yang tidak terlalu tebal yang diselipkan di balik ikat pinggangnya, lalu di berikan pada Konta.
"Apa ini Bang." Ujar Konta sembari menerima buku tersebut.
"Itu pedoman dan tehnik dasar untuk bisa belajar ilmu bela diri." Tukas Andi.
"Ooh ya, apakah bisa belajar dari buku?." Tanya Konta.
"Ya bisa, apapun bisa di lakukan selama kita ada niat dan benar-benar mau mempelajarinya." Timpal Andi.
"Tapi beda bang belajar dari buku, dengan belajar melalui bimbingan langsung dari seorang guru." Tukas Konta.
"Kamu tau Paman Toglo, awalnya dia belajar di buku, lalu di perdalamnya dengan bimbingan se orang guru, nanti aku dan Paman Toglo siap mengajarkan kamu, sekarang pelajarilah semua yang ada di buku itu sampai selesai." Ujar Andi.
"Oke siap, terima kasih bang." Ujar Konta dengan wajah ceria.
Dari semenjak penculikan itu Konta berkeinginan ingin belajar bela diri, supaya bisa membentengi dirinya dari serangan orang-orang jahat.
Karena semakin meningkatnya perkembangan jaman, semakin keras pula kehidupan di kota, dan kejahatan yang selalu muncul dan merajalela dalam bentuk yang berbeda-beda.
Setelah Andi pulang dari rumahnya Konta.
Dengan niat dan tekadnya yang membaja, Konta pun langsung masuk kedalam kamar untuk mempelajari buku yang Andi berikan.
Begitu pula Kanti, iapun terlahir dari rahim se orang ibuk yang mempunyai kepandaian di atas rata.
Jadi tidak heran bila Konta dan Kanti, sangat menyukai seni bela diri.
Satu Bulan kemudian.
Konta dan Kanti sudah mempelajari semua yang ada di dalam buku tersebut.
Di suatu Hari.
Konta dan Kanti di ajak pergi oleh Andi untuk pergi ke suatu tempat.
Tempat yang biasa Andi kunjungi, dan tempat itu telah menjadi tempat melahirkan para jago-jago bela diri dari sebelum Andi, Konta dan Kanti.
Setiba di sebuah bukit, nampak Toglo sudah stay duluan yang di dampingi oleh sahabatnya yaitu Jaroni.
Toglo meminta pada Konta dan Kanti untuk berdiri di belakangnya.
"Sekarang kalian ikuti semua gerakan Paman ya." Ujar Toglo.
"Baik Paman." Jawab Konta dan Kanti serempak sambil bersiap-siap untuk mengikuti setiap gerakan yang Toglo peragakan.
Latihan pun sudah di mulai, Konta dan Kanti mengikuti setiap gerakan yang Toglo peragakan hingga sampai sepuluh jurus.
Kedua anak itu cukup berbakat, dengan cepat tanggap menerima semua gerakan dari Toglo, mungkin karena kedua orang tuanya mengalir darah se orang Jawara.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=\=
Nantikan kelanjutan kisahnya di epidode selanjutnya.
Terima kasih 🙏🙏 atas dukungan dari para reader dan para Author yang sudah memberi dukungannya.
__ADS_1
Salam sehat sejahtera dan sukses selalu.