Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 31 Terperangkap di sarang macan.


__ADS_3

Andi terus mengikuti mobil Honda Brio tersebut, setiap mobil berhenti Andi langsung membelokan motornya menyelinap pada kendara'an lain, untuk menghilangkan ke curiga'an dari sang pengemudi mobil tersebut.


Apa mungkin pengendara mobil tersebut sudah mulai curiga pada pengendara motor Rx king yang terus mengikutinya, kini mobil itu melaju dengan kencang di jalanan kota yang nampak sudah sepi oleh kendara'an.


Andi pun langsung menarik gasnya dengan kencang mengejar mobil itu.


"Mungkin kah mereka sudah mencium keberada'anku, lalu mereka merasa curiga, sudah jelas kalau memang mereka ada sangkut paut sama kematian ayah dan hilangnya ibuk menandakan mereka punya dosa." Batin Andi bermonolog sambil kemudi setang.


Sudah sangat jauh Andi mengikuti mobil Honda Brio itu, yang Akhirnya mobil itu pun berbelok memasuki kawasan jalanan yang sangat sepi yang jauh dari keramaian.


Di situ Andi mulai menurunkan speednya lalu berhenti sambil terus mengintai mobil itu dari kejauhan.


"Gua mesti hati-hati, ini daerah sangat sepi, apa mungkin di tempat itu mereka bermarkas, gua harus ikuti dengan jalan kaki saja." Batin Andi.


Kemudian Andi melangkah turun dari motornya, si Gery pun langsung loncat mengikuti sang majikan.


Kira-kira jarak dua ratus meteran dari jarak target yang Andi awasi, Andi berhenti dengan menyelinap ke balik pohon yang besar, lalu berbisik pada si Gery.


"Gery kamu jangan berisik ya, kita lagi mengawasi orang." Bisik Andi pada si Gery.


Sementara si Gery tidak melakukan reaksi apa-apa hanya duduk sambil menatap ke atas pada sang majikan.


Pandangan Andi terus terpantau pada sebuah bangunan tua.


"Gua yakin sekali ini markas sebuah kelompok manusia yang tidak bermoral, tapi gua belum punya bukti yang akurat untuk menerobos masuk ke sana, lagi pula gua belum tau selak beluk daerah ini." Batin Andi.


Pukul 01:40 menit dini hari.


Suasananya sudah terasa dingin menyelimuti daerah itu yang gelap gulita.


Andi masih terus berdiri memantau di balik pohon, hanya celah cahaya yang andi lihat di balik jendela kaca pada sebuah bangunan tua tersebut.


Andi terus berpikir bagaimana caranya untuk menyelinap masuk ke sebuah bangunan tua itu, guna mengetahui seberapa banyak orang yang ada di dalam bangunan tua tersebut, dan seberapa kuat kah kekuatan mereka.


"Gua tidak boleh ceroboh, bisa-bisa gua mati konyol." Gerutu Andi bermonolog pelan.


Ketika itu Andi di kagetkan oleh bayangan manusia yang keluar dari bangunan tua tersebut yang tersorot oleh cahaya dari dalam melalui celah kaca jendela.


Si Gery yang insting dan nalurinya yang sangat tajam dan sangat peka terhadap mahluk atau manusia yang berprilaku tidak mengenakan, sepontan langsung tercium oleh indra penciumannya.


Gok gok gok gok


Andi kaget ketika si Gery menggonggong dengan kerasnya.


Sontak saja orang yang berdiri di luar bangunan tua itu, langsung membidikan senternya mencari sosok suara binatang yang baru saja ia dengar.


Kilatan-kilatan cahaya senter terus bergerak kesana kemari.


Andi dengan tenang berdiri di balik pohon yang besar, sedangkan di Gery terus menatap dengan tatapannya yang tajam ke arah bangunan tua itu.

__ADS_1


"Huuusss, jangan berisik Gery." Ujar Andi pelan sambil menempelkan telunjuk di kedua bibirnya.


Tapi si Gery malah tambah kencang menggonggong, sehingga membuat seluruh pengisi Bangunan tua tersebut, nampak terlihat pada keluar, orang-orang berseragam hitam, dan terdengar oleh Andi salah satu dari mereka berkata dengan nada keras.


"Geledah semua semak dan kebun, gue punya pirasat seperti ada pengintai yang diam-diam telah mendatangi tempat kita.


"Itu kan cuma suara Anjing Bos." Ujar anak buahnya.


"kalian harus ingat, se orang imporman dan intelegen biasanya memakai binatang (Anjing) untuk mengetahui targetnya." Perintahnya.


"Baik Bos." Ujarnya serempak


Nampak enam orang berpakaian hitam, berkelebat dengan cepat menuju pada tempat di mana Andi dan si Gery berada.


"Wah bisa gawat nih, kalau gua terus diam di sini, bisa-bisa rencana gua gagal, ayo Gery kita tinggalkan tempat ini, sebelum mereka mengetahui keberada'an kita." Bisik Andi pada si Gery.


Andi pun perlahan keluar dari balik pohon tersebut sambil mengendap-ngendap dan merundukan badannya menghindari dari sorotan-sorotan lampu senter.


Tapi nasib yang mungkin belum beruntung, si Gery tidak mau diam, terus mengganggong seperti memberi tahu pada Andi bahwa penciumannya yang tajam telah mencium sesuatu yang telah di kenalnya di dalam bangunan tua tersebut.


Tapi Andi kurang begitu peka, apa mungkin karena hatinya mulai panik takut apa yang di rencanakannya gagal total.


Ketika Andi lagi berjalan merunduk, tiba-tiba dua kelebatan bayangan melesat menghadang dan berdiri di depan Andi.


Gok gok gok....


"Hahaha, rupanya cuma tikus sawah yang datang." Ujarnya.


Andi pun lalu bangkit berdiri, dengan roman yang nampak tenang lalu berkata.


"Ma'af bang aku tidak bermaksud apa-apa, cuma tadi ku kebetulan saja lewat sini, mau cari makanan buat piara'anku ini." Tukas Andi sambil menunjuk turun ke arah si Gery.


Kedua orang itu saling pandang, seperti ada percaya dan ada ragu pada Andi, karena di lihat dari tampangnya yang masih muda belia, dan masih polos, lalu berbisik.


"Tapi sepertinya bocah ini, tidak ada tampang intel atau anggota mavia yang ingin tau markas kita." Bisiknya.


"Iya sih, tapi kita jangan terlalu percaya pada kepolosannya." Jawabnya berbisik.


Kemudian ke empat kawanannya datang mengurung Andi dan si Gery, sambil melemparkan tatapannya yang tajam dan liar, dengan roman yang sadis.


Sementara si Gery terus saja menggonggong penuh keberanian.


"Heh kunyuk diam lo', dasar binatang." Ujarnya.


Si Gery menggeram memancarkan aura keberanian, dengan kedua matanya yang menyala memandang penuh dendam.


"Ya... namanya juga binatang sih bang." Tukas Andi.


"Diam lo' bocah, ngapain lo' jam segini mendatangi tempat ini, memangnya kamu orang mana?." Tanya orang yang bertubuh gempal.

__ADS_1


"Aku dari kampung sebrang sana bang, kesini mau mencari makanan buat binatang piara'anku." Tukas Andi.


"Jangan bohong lo'." Ancamnya.


"Aku tidak bohong bang." Jawab Andi.


"Hahaha, emangnya kami mau percaya pada kamu, bocah ini bisa jadi bumerang nantinya, dengan mulutnya yang polos dia akan ngoceh pada semua orang dan itu sangat membahayakan untuk keselamatan dan kelancaran bisnis kita." Koar orang yang bertubuh gempal.


"Lalu apa yang mesti kita lakukan?." Tanya yang lainnya.


"Potong lidahnya agar tidak bisa ngoceh." Perintahnya.


Andi tersontak kaget, romannya mendadak merah, dan jantungnya mulai berdegup kencang memompa darah keseluruh organ tubuhnya.


Ketika kelima orang mau menangkapnya, Andi berkata.


"Stop-stop dulu bang, emang apa salahku aku tidak mengerti pada abang-abang ini, kenapa lidah saya mau di potong." Kata Andi.


"Ah banyak omong lo bocah." Ujarnya sambil mau menangkap Andi.


Tapi Andi langsung sigap seketika itu ia langsung melompat mundur beberapa tumbak.


"Owwhhhh, hebat juga kau bocah." Ujarnya sambil melompat mau menangkap Andi.


Si gery yang sedari tadi terus memperhatikan ke enam orang itu, langsung melompat menerjang mau menerkam, tapi salah seorang dari mereka melesat mengirimkan pukulannya pad si Gery.


Gaik gaik gaik gaik.


Si gery menjerit kesakitan karena batok moncong dari kepalanya terkena hantaman yang sangat keras, sampai terpental.


Andi merasa tidak terima atas prilaku mereka pada si Gery, lalu dengan sangat lantang Andi berkata.


"Heh bang jangan sakiti binatang piara'an aku." Hardik Andi.


"Kenapa lo' tidak terima hah, bila perlu gue bunuh binatang piara'anmu ini." Ujarnya sambil mengayunkan kakinya mau menendang kepala si Gery.


Andi yang tadinya menyembunyikan kemampuannya karena takut rencananya gagal, secara sepontan Andi bergerak melesat dengan cepat menggunting kaki orang itu dengan gerakan jurus sabetan ekor naga warisan dari Jaroni.


Deeaasss..


Auuugghhhh...


Sambil jingkrak-jingkrak orang itu berteriak kesakitan di tulang keringnya yang seperti mau patah.


"Ma'af bang, karena abang sudah berlaku kasar pada sahabat saya." Tukas Andi.


"Kurang ajar kau bocah, rupanya kau punya bela diri juga ya."


Kemudian salah satu dari mereka memberi kode untuk menghabisi Andi dan binatang piara'annya.

__ADS_1


__ADS_2