Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 22 Langit mendung di Gang Si'iran.


__ADS_3

Pukul 15.00


Astuti yang masih dengan aktivitasnya di kantor di kawasan jalan ketupat, mendapat kabar dari rumah sakit, tentang ke ada'an Nandi yang sudah tidak bisa tertolong lagi, dan hilangnya Ibuk Sindi dari rumah sakit.


Setelah di cek dari camera cctv, ternyata semua camera di jalur kamarnya Nandi gelap, dan di coridor yang mau keluar tidak menampilkan gambar atau tanda-tanda yang mencurigakan.


Pihak rumah sakit, meminta ma'ap pada seluruh keluarganya Nandi, tim medispun sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Nandi sudah tidak bisa di selamatkan lagi.


Masalah ada penyusup yang masuk ke kamarnya Nandi, pihak rumah sakit tidak membeberkannya, apakah mungkin untuk menjaga citra dari rumah sakit itu atau takut di tuntut oleh keluarganya Nandi karena ke lalaiannya dalam menjaga pasen.


Mendengar kabar itu Astuti serasa teriris hatinya, karena satu-satunya abang yang menjadi pelindung dirinya dan keluarga harus meninggalkan lebih cepat.


Astuti langsung keluar dari ruang kerjanya lalu ia memanggil security.


"Pak sodik, Tolong ke ruang kerjanya Buk Nina dan pak Pandi ya, di tunggu oleh saya di ruang meeting." Ujar Astuti meminta pak sodik untuk memanggil Nina dan Pandi.


"Baik Buk." Jawab pak Sodik, langsung bergegas pergi dengan mempercepat langkahnya menunu ke ruang kerjanya Nina Yunita dan Pandi Adi Supraja.


Lima menit kemudian Nina dan Pandi telah tiba di ruang meeting, Astuti pun mempersilahkan pada mereka untuk duduk, lalu Nina melemparkan pertanya'an pada Astuti.


"Ma'ap Buk ada apa ya, sepertinya penting banget?." Tanya Nina yang masih belum tau kenapa Astuti memanggil dirinya dan suaminya seperti ada sesuatu yang penting, padahal masalah kerjaan berjalan dengan baik dan ke uangan perusahaanpun ada banyak kenaikan di banding tahun-tahun sebelumnya.


Astuti tidak buru-buru menjawab, ia merunduk sambil memijit keningnya, dan kedua matanya nampak berkaca-kaca, lalu tidak terasa bulir-bulir air bening menetes mengalir di kedua pipinya dan jatuh ke meja.


Nina dan Pandi sampai bengong dan saling pandang, belum mengerti dengan sikap sedihnya Astuti, lalu Pandi memberanikan diri bertanya.


"Kenapa Buk, apakah Buk Bos lagi sakit?." Tanya Pandi.


Sambil mengusap air matanya di pipi, Astuti menjawab pertanya'annya Pandi.


"Iya benar Pak Pandi, aku lagi merasakan sakit dan sedih hik hik hik." Jawab Astuti menangis sedu sedan.


"Sakit kenapa Buk, ayo aku antar berobat?." Tanya Nina memberi tawaran.


"Pan, Nin ... A a a aa abang gue kini telah meninggalkan kita untuk selamanya, hi hik hi hik."


Tukas Astuti


Pandi dan Nina langsung terperanjat kaget, mendengar kabar dukanya Nandi dari Astuti.

__ADS_1


"Apa....Pak Nandi telah meninggal,, inalilahi wa ina ilaihi rojiun, tidak ku sangka orang sebaik pak Nandi meninggalkan kita lebih dulu, semoga pak Nandi meninggalnya khusnul khotimah." UjarNina.


"Amiiin...Rasanya baru kemarin Di, Gua, Gito Kamal dan Hasan, bercanda ria dan lo' selalu mengajarkan pada gue dan yang lainnya tentang sesuatu yang bermanpaat, dan karena lo' juga yang telah mengangkat derajat hidup gua dan yang lainnya, sungguh jasamu tiada ternilai harganya." Gerutu Pandi mengingat masa-masa yang dulu, pahit manis tetap bersatu dalam sebuah persahabatan.


"Ya sudah kalau begitu, gue pulang duluan ya, Buk Nina, Pak Pandi nanti biar kepala bagian yang mengurus semua karyawan." Ujar Astuti.


"Iya Buk Bos, nanti aku dan Pandi menyusul." Tukas Nina.


Selepas itu Astuti, langsung keluar dari dalam kantor, dan memburu pada mobilnya yang di parkir di depan halaman, di buka perlahan pintu mobil lalu di nyalakan, Astuti langsung melaju keluar meninggalkan kantor tempat ia bekerja.


Kabar itu pun langsung melebar ke seluruh Gang Si'iran dan seluruh wilayah yang sudah mengenal pada Almarhum Nandi.


Setibanya Astuti di rumah bersama'an dengan datang mobil Ambulance dari rumah sakit, mengantar jenajah.


Seluruh warga Gang Si'iran berdatangan, bahkan dari santri-santri pondok haur koneng yang sekarang sudah tidak lagi di pimpin oleh abah haji Mansur sudah memenuhi halaman depan runahnya Almarhum Nandi.


Andi Nayaka yang merasa telah ke hilangan oleh ayahnya tidak henti-hentinya ia menangis mengurung seorang diri di kamar, di tambah lagi ibuknya yang tidak ada kabar berita entah di mana rimbanya, sangat menyayat hati Andi.


"Ya Allah kenapa engkau berikan coba'an yang begitu berat pada ku, hamba belum sanggup bila harus di tinggal oleh orang tua hamba, hi hik hik hik hik.." Tangis Andi.


........................


Di negara singapura tempat di mana Anggita eka putri menimba ilmu pendidikannya. Sangat kaget ke tika menerima telpon dari bibinya kalau ayahnya kini telah meninggal.


Dengan sangat paniknya, Anggita langsung bergegas beres-beres pakaian di masukin ke dalam tas cooper.


Setelah itu Anggita meraih ponselnya lalu di buka aplikasi whatssap mencoba menghubungi temannya yang masih satu warga kewarga negaraan (WNI).


Telpon pun sudah terhubung, dan telah di angkatnya.


📞.Anggita "Halo Ros, sory nih gue sudah mengganggu istirahatmu."


📞.Rosyi "Tidak apa, nyantai aja kali, ada apa Git?."


📞.Anggita " lo' ada waktu gak hari ini.


📞.Rosyi "Gue lagi nyantai, emang ada apa, apa ada yang bisa gue bantu Git."


📞.Anggita "Sory nih gue ngerepotin, bisa gak pesenin gue tiket terbang ke indonesia untuk hari ini, gue lagi beres-beres dulu nih.

__ADS_1


📞.Rosyi "Emang ada apa sih Git, ko mendadak begitu, kalau untuk hari ini biasanya gak bisa, apalagi jadwal penerbangan lagi padat, bisa gue pesen buat penerbangan besok gimana mau gak lo'."


📞.Anggita "Oke gak apa-apa yang penting gue bisa pulang secepatnya ke indonesia."


📞.Rosyi "Lo' belum jawab pertanya'an gue, emang ada apa?."


📞.Anggita "Bokap gue Ros, meninggal akibat kecelakaan, hik hik hik."


📞.Rosyi "Ina lilahi wa ina ilaihi rojiun, lo' yang sabar ya jangan banyak pikiran, ya sudah sekarang gue akan pesen untuk beli tiketnya, gue kan sering bulak balik ke indo jadi akan sangat mudah apalagi sekarang lagi ada promo, nanti secepatnya gue kirim ke elo' Git."


📞.Anggita "Tanks ya Ros, sori kalau gue sudah merepotkan.


📞.Rosyi "Nyantai aja kali, kaya sama siap aja lo'."


...............


Singkat cerita


Anggita sudah terbang ke indonesian dengan maskapai penerbangan Lion Air boeing 373-800 rute singapura jakarata bandara soekarno hatta.


yang kebetulan ada tiket yang dibatalkan, sehingga Anggita langsung pulang ke indonesia hari ini.


Setibanya si Bandara soekarno hatta, Anggita langsung keluar dari lokasi, menuju jemputan yang sudah datang sebelum pesawat mendarat.


Kamal dan kedua anaknya yaitu Konta dan Kanti yang menjemput Anggita.


Setibanya di mobil portuner warna merah maroon, kamal langsung membuka pintu mobil dan keluar, langsung membuka pintu mobil samping kiri bagian belakang.


"Ayo Gita, kita langsung aja berangkat nanti keburu kemalaman, mau di depan sama paman apa di belakang sama Konta dan Kanti." Tawar Kamal.


"Ku di belakang aja Paman." Ujar Anggita sambil merundukan badannya memasuki ke dalam mobil.


"Eeh dek Konta dek Kanti, kalian sudah besar." Lanjut Anggita menyapa pada kedua adik sepupunya.


"Iya kakak Anggita, kan di kasih makan sama mamah." Jawab Konta dan Kanti.


"Heheee..Bisa aja jawabnya, iya atuh kalau tidak di kasih makan nanti kelaparan dong." Ujar Anggita tersenyum merasa terhibur dengan kepolosannya Konta dan Kanti.


Kamal hanya tersenyum mendengar celotehan kedua anak kembarnya.

__ADS_1


Lalu setelah itu kamal pun langsung mengemudikan mobilnya melaju meninggalkan area Bandara Soekarno Hatta menuju Kota Bandung.


__ADS_2