Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 172 Keluar


__ADS_3

Kemudian Konta dan si Gery. Berjalan menghampiri Andi.


"Ko elo bisa tau Dek gua ada di sini?." Tanya Andi.


"Ya ini si Gery, datang ke rumah, mengajak gua untuk pergi." Ujar Konta.


Andi tersenyum memandang si Gery.


"Terima kasih Gery, kau benar-benar binatang penyelamat, kalau tidak ada kalian mungkin gua sudah bernasib sama seperti dia." Ujar Andi sambil menunjuk ke arah pria yang masih tergeletak tidak sadarkan diri.


"Ah abang suka merendah aja, gua yakin biarpun mereka banyak, Abang pasti bisa menyelesaikannya." Tukas Konta.


"Gua cuma manusia biasa yang banyak kelemahannya, tidak selamanya manusia bernasib mujur Dek." Ujar Andi.


Setelah itu Andi mengajak Konta dan si Gery untuk cepat keluar dari tempat itu, sebelum kawanan yang lainnya dari komplotan Pria itu pada berdatangan.


Kedua motor Yamaha Rx king melaju dengan kencang, Si Gery mengejarnya di belakang bagaikan se ekor citah yang lagi memburu mangsanya.


Kecepatan lari si Gery tidak kalah cepat nya dengan Sepeda motor Andi dan Konta.


Si Gery terus mengikuri Andi dan Konta di pinggir trotoar, sehingga membuat orang-orang yang lagi berjalan kaki jadi ketakutan melihat si Gery berlari begitu cepat.


Se iring dengan berputarnya jarum jam, Andi, Konta dan si Gery akhirnya telah sampai.


"Alhamdulilah kita sampai juga di rumah." Ujar Andi sambil melangkah turun dari motornya.


"Kamu capek ya Gery, bentar saya ambilkan dulu makanan buatmu." Ujar Andi sambil menoleh ke arah si Gery.


Si Gery hanya terpaku menatap Andi, sambil menjulurkan lidarnya dengan napas yang turun naik.


Andi lalu mengambil bungkusan di atas kerangkeng lalu di simpan di dalam kandangnya di Gery.


Si Gery pun langsung melompat masuk ke dalam kerangkeng ketika melihat makanan kesukaannya.


Setelah itu Andi langsung menutup kembali pintu kerangkeng tempat si Gery beristirahat.

__ADS_1


Kemudian Andi dan Konta berjalan Memasuki ke dalam rumah.


"Assalam mu'alaikum." Sapa Andi.


"Wa alaikum salam." Jawab seorang wanita setengah abad yang tak lain adalah Sindi, yang muncul dari ruangan dapur.


"Andi, kamu baik-baik aja kan, tadi pas kamu pergi si Gery terus-terusan menggonggong, makanya ibuk suruh Anggita untuk membuka pintu kerangkengnya." Tukas Sindi.


"Iya untung saja Dek Konta dan si Gery datang tepat waktu." Ujar Andi.


Di raut wajah Sindi nampak suatu ke gelisahan dan rasa kuatir, perihal teringat kejadian yang menimpa almarhum suaminya terulang kembali pada anaknya.


"Dari mulai sekarang kamu tidak usah lagi keluar rumah Andi, ibuk jadi kuatir akan keselamatanmu nak." Ujar Sindi penuh rasa cemas.


"Ibuk jangan terlalu berlebihan begitu Buk, takdir manusia sudah di tentukan oleh yang kuasa, selagi kita berada di jalan yang benar, Tuhanpun selalu melindungi kita." Tukas Andi.


"Iya ibuk tau, tapi setidaknya kan bisa kita hindari. Cukup sekali saja kejadian itu pada ayahmu, dan itu mungkin sudah menjadi takdir ayahmu harus pergi dengan cara begitu, ibuk gak mau itu terjadi lagi padamu nak." Ujar Sindi, sedikit berkaca-kaca di kedua bola matanya.


"Iya Buk, demi Ibuk, aku akan selalu menuruti apa kata ibuk." Jawab Andi.


Andi tersenyum tipis "Ya gak mungkin ibukku menyuruh anaknya berbuat yang gak baik, karena aku tau betul ibuk kaya gimana." Tukas Andi.


Sindi tersenyum, nampak lesung pipit di kedua pipinya masih tetap menghiasi kecantikannya.


"Ya sudah sekarang kalian makan." Ujar Sindi sembari memegang bahu Andi dan Konta.


Andi dan Konta langsung melangkah menuju ruangan makan.


Setelah mereka selesai makan, mereka pun langsung keluar rumah, duduk di tempat yang biasa mereka selalu ngobrol dan bersantai, sambil menikmati secangkir kopi.


Sedangkan si Gery setelah menghabiskan makanan ke sukaannya langsung tertidur.


"Noh lihat Bang, si Gery langsung tepar aja setelah di kasih makan." Ujar Konta.


"Iya, biarkan dia istirahat melepaskan lelah setelah berlari yang lumayan jauh." Tukas Andi.

__ADS_1


"Iya Bang, kasihan si Gery, demi menyelamtkan sang majikan, binatang itu rela melakukan apa saja." Timpal Konta.


"Binatang seperti si Gery, adalah binatang yang paling setia terhadap majikannya, siapapun yang sudah memberi makannya maka binatang itu akan selalu patuh dan taat terhadap majikan, berbeda dengan binatang lainnya, yang instingnya kadang berubah-rubah." Ujar Andi.


Seiring dengan berputarnya jarum jam, sore hari itu, Andi dan Konta langsung rebahan di pos yang biasa di pakai oleh Jaroni waktu masih aktip Jaga malam, kini hanya tinggal posnya saja.


Setelah Jaroni mengalami kecelakaan waktu bertarung dengan para penyusup yang hendak berbuat jahat pada Andi sekeluarga.


Karena khawatir akan keselamatannya Jaroni, Sapitri yang merupakan istri dari Jaroni meminta nya untuk Risen dari jaga malam.


Dengan bijaksana Andi sekeluarga menyetujuinya, berhubung kondisi jaroni yang semakin tua di makan usia.


Ketika Andi dan Konta lagi rebahan di pos jaga, nampak terdengar bunyi suara klakson di luar gerbang.


Tid


Tidid..


Andi langsung terperanjat sambil menoleh pada Konta.


"Dek tolong buka pintu gerbang, mungkin kak Anggita baru pulang main." Pinta Andi.


Konta pun langsung beranjak bangkit, danberjalan ke arah pintu gerbang.


Setelah pintu gerbang di buka, mobil pajero warna putih melaju memasuki halaman, kemudian di iringi satu mobil mewah warna hitam metalik.


Andi terbelalak kaget sambil menatap intens pada mobil mewah tersebut.


"Siapa itu, pasti temannya kak Anggita, kalau di lihat dari jenis kendaraannya sudah pasti dia orang kaya raya." Gumam Andi dalam hati.


Dua orang keluar dari mobil mewah tersebut, satu wanita dan satu Pria.


Andi terpaku duduk mematung, menatap pada ke dua orang yang baru keluar dari dalam mobil mewah.


"Bang Brian Kak Bela." Gumam Andi dalam hati.

__ADS_1


Ternyata yang baru datang bersama Anggita, Brian Tirta Wijaya dan adiknya Bela Puspita Wijaya.


__ADS_2