Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 128 Ninja vs Pesilat.


__ADS_3

Si Gery melompat menyambar salah seorang dai ketiga orang itu.


Ketiga orang itu pun Kaget dan langsung naik vitam, kenapa tiba-tiba ada se ekor Anjing yang menyerang dirinya.


"Kurang ajar Anjing dari mana itu, biasanya juga kita tidak pernah melihat Anjing di sekitar sini." Ujar lelaki berbaju Biru Navi.


"Hai Anjing keparat, ruapanya kau pingin mati ya." Teriaknya sambil melempakan sebuah senjata, tapi untungnya si Gery masih berada dalam lindungannya sang pencipta.


Sekelebatan benda tumpul berbentuk bulat telah membentur senjata tersebut


TrruuuaaĆ ang


Sontak saja lelaki berbaju biru itu kaget tiba-tiba ada yang menggagalkan bidikannya.


Ketiga lelaki berbadan tegap berisi, menautkan pandangannya ke arah dari mana datangnya sebuah benda yang menghadang senjatanya itu.


Nampak lelaki jangkung dengan mengenakan sebuah topi berjaket levi's lagi berdiri memandang ke tiga lelaki itu dengan sangat intens.


Ke tiga lelaki itu terbelalak ketika yang di lihatnya sama persis dengan poto yang ada di ponselnya.


"Eeh bukannya pemuda itu, yang sedang kita incar." Ujarnya berbisik pada kedua rekannya.


Lalu kedua rekannya merogoh ponsel di saku celananya bagian depan, dan di bukanya sebuah aplikasi Galeri.


"Iya benar sama persis."Tukasnya sambil memandang potret yang ada di galerinya dan di samakan sama pemuda jangkung yang lagi berdiri jauh yang tak lain adalah Andi.


Kemudian Si Gery dengan sangat cekatan, menggigit senjata yang di gagalkan oleh Andi, dan di berikan pada Andi.


Gok gok gok.


Si gery menggonggong, mungkin memberi tahu bahwa senjata yang di bawanya sama dengan senjata yang Andi perkenalkan pada si Gery.


Andi lalu mengambil senjata dari si Gery, kemudian di samakan dengan senjata yang ia bawanya sebagai bukti.


Kedua senjata rahasia yang sama serupa sudah membuat Andi semakin kuat bahwa pelaku penyerangan pada Jaroni adalah ke tiga orang yang lagi ada di hadapannya.


"Tidak salah lagi, mereka bertiga itu adalah pelakunya." Batin Andi.


Setelah itu Andi berjalan mendekati ketiga orang itu dan berkata sambil memperlihatkan kedua senjata.


"ini senjata kalian, dan ini juga senjata yang sama yang gua dapatkan pada tubuh orang yang lagi berjaga di rumah gua." Ujar Andi.


Lelaki berbaju biru beranjak dari tempat duduknya sambil menyeringai.


"Ia benar, lantas elo' mau apa?." Tanya lelaki itu.


"Gua mau mempertanggung jawabkan atas tindakan kalian bertiga yang sudah menyatroni rumah gua." Tegas Andi.


Ketiga orang itu saling pandang, sambil terkekeh tertawa penuh ejek.


"Hahaha....gede juga nyalinya."


"Hehe...Dasar nasib lagi mujur, orang yang selama ini kita cari akhirnya datang dengan sendirinya untuk mengantarkan nywanya, iya gak kawan." Ujarnya sambil memandang kedua temannya.

__ADS_1


"Yo'ii bro, kalau rijki itu memang tidak akan tertukar, hehee.." Penuh ejek.


Andi tetap tenang meski di hatinya sudah merasa geram dan gatal ingin menghabisi mereka bertiga.


"Sebelum gua memaksa elo' bertiga mending sekarang menyerahlah kalian." Tukas Andi.


"Haaah... Menyerah....Hahahahaha, apa gak salah yang kita dengar kawan." Ujarnya tertawa mengejek.


"Sombong benar kalian, ini gua kembalikan senjata kalia." Tukas.Andii.


Siuuurrr Wheeesss....


Senjata bintang besi itu mekesat dengan cepat ke arah mereka.


Betapa kagetnya mereka, lalu secepatnya melompat menghindari luncuran bintang besi yang ingin mengancam dirinya.


Mereka terbelalak, se olah tidak percaya kalau Andi bisa melepaskan senjata rahasia miliknya begitu cepat, dan hanya orang dari perguruan Ninja saja yang bisa melepaskan senjata bintang besi itu dengan sangat cepat.


"Buseet...ternyata pemuda itu bukan pemuda sembarangan, selain dari perguruan Ninja jarang ada yang bisa melemparkan senjata itu begitu sangat cepat." Bisiknya.


Kini giliran Andi yang tertawa puas, ketika melihat ke tiga roman dari mereka seperti terkejut.


"Hahahahaa... Kenapa kalian kaget ya, memangnya kalian saja yang bisa memainkan senjata seperti ini, bagi gua memainkan senjata begini adalah sebuah mainan sewaktu gua masih kecil." Ejek Andi.


"Bedebah, akan gue bungkam mulutmu yang congkak itu."


"Ayo maju, kalian bertiga." Tantang Andi.


Ke tiga lelaki itu merasa telah di remehkan oleh Andi, tanpak banyak basa-basi lagi mereka melompat menyerang Andi dengan jurus-jurus Ninjanya.


Pertarungan yang sangat mendebarkan, kini Andi lagi di uji kemampuannya, menghadapi tiga petaruh hebat dari aliran Ninja.


Mereka sama-sama hebat dan cepat dalam setiap gerakannya.


Tidak terasa pertarungan sudah sampai sepuluh jurus.


Andi di gempur terus-terusan dengan serangan cepat beruntun.


Karena terus terusan, di gempur dari berbagai penjuru dengan skill bertarung yang sangat hebat.


Andi kecolongan terkena sapuan tendangan dari Ninja biru.


Buuuuukkk...


Andi hampir terjatuh, tapi Andi cukup pintar dengan cepat Andi merubah gerakannya dengan salto kebelakan tiga putaran.


Dan ketiga Ninja terus memberikan serangannya yang lebih cepat lagi.


Kali ini Andi memainkan jurus dari silat cimande tingkat tujuh, sebuah gerakan dan liukan tubuh yang sangat lentur, sehinga satu pitingan Andi yang di lapisi kekutan tenaga inti alam berhasil mengenai leher Ninja hitam.


Deeeeaassss...


Jeregjeg

__ADS_1


Ninja hitam hilang keseimbangannya, sungguh jeli netra Andi, ia berkelit sambil menggesar kaki kirinya, dan satu pukulan tangan Kanan meluncur dari bawah menusuk dagu.


Hiiiuuukkk


Jebrrioodd...


Kepalan tinju Andi yang besar, melesat menghantam dagu Ninja Hitam


Tidak bisa di pertahankan lagi, keseimbangan dari Ninja hitam, tubuhnya melayang dan jatuh menimpa tanah.


Ninja Biru dan Ninja merah melesat secara bersama'an, yang emosi nya mulai terpancing ketika Ninja hitam terjatuh.


Andi melesit ke atas sambil memutarkan tubuhnta dalam jurus elang kesurupan.


Buk


Buk


Deeaassss...


Satu pitingan dan sapuan tendangan Andi menghantam pada tubuh Ninja Merah dan Ninja biru.


Ninja mereh dan Ninja Biru terdorong beberapa langkah kebelakang, andi berputar seperti baling-baling, lalu melompat ke udara.


Di sa'at Ninja biru dan Ninja Merah lagi mengatur keseimbangan.


Ssiiuuuurrttt...


Pukulan bogem kembar Andi mendobrak dada Ninja biru dan Ninja merah.


Duk


Duuukk...


Jeregjeg..


Ninja biru dan Ninja merah terhuyung mau jatuh.


Secepat kilat kedua ninja itu salto, dan bangkit, dengan pasang kuda-kuda dan mata terus memandang tajam pada Andi.


Sekarang ke tiga Ninja itu tidak gegabah setelah merasakan bahwa lawannya mempunyai skill bela diri yang sangat hebat.


Sebruuuuttt


Ke tiga Ninja melepaskan serangannya secara beruntun turun naik.


Serangan tipuan Serang mundur, begitu dan begitu, tapi taktik ke tiga Ninja itu sudah bisa di baca oleh Andi.


Ketika Ninja hitam menyerang, Andi bekelit sambil memutarkan badannya, dan melepaskan tendangan mengarah tepat pada Ninja merah.


Buuuukk...


Ninja merah tersontak dan terdorong beberapa langkah kebdlakang.

__ADS_1


Ninja hitam kaget ternyata siasatnya dapat di baca dengan mudah oleh Andi.


__ADS_2