Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 115 Kembali pada Pemiliknya.


__ADS_3

Setelah Polisi pergi meninggalkan Andi dan Konta.


Andi pun meminta pada konta untuk mencari orang guna membawa motor wanita itu ke tempat di mana wanita itu menunggu.


Konta pun langsung membagi kan pandangannya ke empat penjuru mata angin, Setelah Konta berjalan kurang lebih satu setengah kilo meter konta tersenyum.


"Akhirnya gua menemukan juga orang di sini." Gerutu Konta sambil berjalan menghampiri se orang pemuda yang lagi berjalan berlawanan arah.


"Mas boleh minta tolong gak." Sapa Konta.


"Iya Bang, mau minta tolong apa?." Tanya pemuda itu.


"Mas bisa bawa motor gak?." Konta balik bertanya.


"Bisa, emangnya kenapa Bang?." Bertanya.


Kemudian Konta menceritakan kejadian dari mulai mengejar kedua begal hingga terlibat adu jotos sampai akhirnya bisa melumpuhkan begal tersebut.


"Nah begitu ceritanya." Jelas Konta.


"Lalu sekarang begalnya masih ada di situ?." Tanya pemuda itu.


"Kedua begalnya sudah di bawa sama pihak kepolisian, saya mau minta tolong mas, anterin motor seorang Ibuk yang di begal itu pada pemiliknya." Ujar Konta.


"Lha kan saya gak tau orangnya di mana Bang." Tukasnya.


Konta tersenyum dengan perkata'an pemuda yang di mintai pertolongannya.


"Hehe, ya sama saya mas, saya sama abang saya sama-sama bawa motor, nanti mas di kasih upah ko jangan takut." Ungkap Konta.


"Oh begitu ya sudah."


Setelah itu Konta dan seorang pemuda seusia dengannya berjalan kaki menuju pada Andi yang lagi menunggu kedatangan dirinya.


Nampak Andi lagi duduk di atas jok motor sambil menumpangkan kakinya ke kaki yang satunya lagi.


"Ini Bang, aku bertemu sama si mas ini dan dia mau membawa motor korban." Ujar Konta.


"Syukur deh, namamu siapa mas?." Tanya Andi.


"Namaku Dedy." Jawabnya.


"Oke mas Dedy, sudah di jelaskan oleh adik saya ini?." Tanya Andi.


"Sudah Bang."


"Oke kalau begitu, sekarang kita berangkat, itu motornya dan kuncinya masih tergantung di motor." Tunjuk Andi pada motor Honda Beat.


Selanjutnya, Andi, Konta dan Dedy langsung melaju meninggalkan tempat itu menuju Jalan Simpang Tiga KM 35.

__ADS_1


Singkat cerita.


Andi, Konta dan Dedy telah sampai di tempat, lalu Andi turun dari motornya begitu pula Konta dan Dedy.


Andi celingukan membagikan pandangan mencari ke berada'annya wanita itu.


Ketika pandangan Andi mengarah pada sebuah warung kopi, nampak seorang wanita melambaikan tangannya sambil berteriak me manggil.


"Mas mas mas aku di sini." Panggil seorang wanita yang lagi berdiri di depan kios.


Andi pun langsung mengajak pada konta dan Dedy untuk menemui wanita tersebut.


Motor pun langsung di nyalakan kembali, untuk mengambil jalur ke kanan.


Konta dan Dedy pun mengikuti Andi dari belakang.


Setibanya di tempat, Andi, Konta dan Dedy melangkah turun dari sepeda motornya.


"Alhamdulilah Buk masih ada rijki ibuk, motor ibuk kini sudah kembali dengan selamat tanpak kurang sesuatu apapun." Ucap Andi.


Raut wajah wanita itu nampak ceria, senyum semringah, ternyata di jaman yang penuh kekerasan masih ada sosok pemuda yang peduli dan rela berkorban demi menolong sesama.


"Terima kasiiiih maas, kalian sungguh baik dan berbudi luhur, padahal sebelumnya saya berteriak minta tolong, tapi tak satupun yang mau menolong dengan alasan takut, Tapi pas ketemu kalian saya langsung percaya bahwa kalian orang baik-baik." Ungkap wanita itu mengutarakan rasa senangnya.


Lalu Dedy pun memberikan kunci pada wanita tersebut.


"Ini Buk kuncinya." Ujar Dedy.


"Harus bagai mana saya membalas kebaikan kalian bertiga." Ujar Wanita itu.


"Ibuk tidak usah susah payah memikirkan tentang balas jasa, kami menolong ibuk iklas ko." Celetuk Andi.


"Iya terima kasih mas sekali lagi saya merasa senang sekali dengan kembalinya motor ini, dan semoga kebaikan kalian bertiga, di balas oleh Allah Subhanahu wata'ala." Tukas Wanita itu.


Amiiin


Amiiinn...


Andi, Konta dan Dedy menjawab secara serempak sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Ngomong-ngomong ibuk tinggalnya di mana?." Tanya Andi.


"Tempat tinggal saya masih di wilayah sini." Jawab wanita itu.


"Oh ya sudah, kami permisi dulu Buk, dan ibuk harus hati-hati bila berkendara di tempat sepi, dan apabila di buntuti oleh orang yang mencurigakan ibuk berhenti di tempat yang ramai." Pesan Andi.


"Iya mas terima kasih atas saran dan nasehatnya." Ujar wanita itu.


Setelah itu Andi dan Konta melaju untuk mengantarkan Dedy ke rumahnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di tempat kediamannya Dedy.


Dedy turun dari motor Konta, lalu Andi manggilnya.


"Sini kang." panggil Andi.


Dedy pun langsung melangkah menghampiri Andi.


"Iya Bang ada apa?." Tanya Dedy.


Andi lalu mencabut sebuah dompet di balik saku jaketnya bagian dalam.


"Ini buat akang, tadi sudah mau membantu kami." Ujar Andi sambil memberikan satu lembar uang berwarna merah.


"Terima kasih bang, gak usah." Tukas Dedy.


"Kenapa?." Tanya Andi.


"Gak enak Bang, abang yang mati-matian bertarung melawan Begal, masa abang yang harus mengeluarkan upah untuk aku." Timpal.Drdy.


Andi tersenyum tipis sambil meraih tangan kanannya dedy dengan tangan kirinya Andi.


"Akang tidak usah berpikiran begitu, saya dan adik saya menolong wanita itu iklas karena kemanusia'an, terimalah lumayan buat akang ngopi dan merokok." Ujar Andi sambil menempelkan uang itu di telapak tangannya Dedy.


Mendengar perkata'an dari Andi, Dedy pun terpaksa menerimanya walau di hatinya merasa tidak enak, yang seharusnya menurut Dedy sang korbanlah yang memberi upah tersebut, ini malah si penolong yang memberi upah padanya.


"Ma'af Bang seharusnya bukan abang yang memberi upah pada saya, tapi wanita yang aku bawakan motornya itu." Tukas Dedy.


"Kan saya yang meminta tolongnya sama akang, seperti yang telah di jelaskan sama adik saya waktu pertama ketemu sama akang, gak mau ya sudah." Jelas Andi.


"Mau bang mau." Timpal Dedy.


"Nah gitu dong, kalau masih perlu sama uang terimalah, selagi uang itu masih halal." Ujar Andi.


Dedy hanya menganggukan kepalanya sambil senyum-senyum tipis.


Setelah itu Andi dan Konta undur dari hadapannya Dedy.


Andi dan Konta melaju di jalan simpang tiga dengan kecepatan rata-rata.


Kini hari sudah siang, matahari pun bersinar sangat terang sekali.


Cuaca di hari itu nampak panas sekali, dan bikin tenggorokan kering dan selalu kehausan.


Seperti hal Andi dan Konta yang sudah sangat jauh berjalan berada di luar kota Bandung, Andi mulai menurunkan speed laju kendara'annya, ketika ia menemui sebuah lesehan yang tempatnya lumayan resik dan sejuk.


"Dek minum dulu, abang haus nih." Ujar Andi.


"Iya Bang aku juga sama." Tukas Konta.

__ADS_1


Kemudian Andi dan Konta membelokan kemudi motornya memasuki are parkiran sebuah lesehan.


__ADS_2