
Ke esokan harinya Di kala pajar sudah menyingsing, dan Andi sudah memulai lagi dengan aktip vitasnya, yang berkunjung pun masih ada satu dua.
Andi duduk di kursi di ruangan kerjanya sambil melihat Toglo dan anak buahnya membongkar kendara'an dari para pengunjung.
Pagi itu, para pengunjung masih belum ramai, hanya beberapa orang saja yang datang.
Pukul 10:30 menit.
Nampak dari kejauhan ada tujuh kendara'an roda dua melaju menuju bengkel yang Andi kelola.
Suara knalpotnya yang nampak bising dan garing membuat Andi, Toglo dan ke tiga anak buahnya langsung terperanjat.
"Siapa mereka?." Tanya Toglo.
"Gak tau paman, rasanya aku tidak kenal sama mereka." Jawab Andi.
Kemudian ke tujuh kendara'an tersebut berhenti di depan bengkel, lalu mereka melangkah turun dari motornya dan berjalan menghampiri Toglo.
"Assalam mu'alaikum." Sapa dari salah satu mereka.
"Wa alaikum salam." Jawab Toglo.
"Ma'af pak, apakah benar ini bengkelnya Bang Andi Nayaka?." Bertanya.
Sebelum Toglo menjawab, Andi bergegas keluar dan berkata.
"Iya dengan saya sendiri." Ujar Andi.
Kemudian mereka menoleh pada Andi dan langsung memperkenalkan dirinya masing-masing sambil bersalaman.
"Kebetulan sekali, kenalkan kami dari comunitas Rx king."
"Oh iya, ada perlu apa gitu sama saya?." Tanya Andi.
"Begini bang, saya sering lihat abang membawa Rx king, Kami mau mengajak abang ikut gabung dalam Club motor legenda Rx king gimana." Ajaknya.
Sebelum Andi menjawab ajakannya, terlebih dahulu Andi mengajak mereka untuk ngobrol di kedai.
"Gimana kalau kita ngobrolnya di kedai gua aja, sambil kita ngopi dan makan snack." Tawar Andi.
"Dengan sangat senang hati." Ujarnya.
Kemudian Andi meminta pada Toglo untuk menghandle dulu kerja'annya.
"Oh iya Paman, aku ke kedai dulu ya, soalnya disini takut banyak pengunjung datang, sekalian handle kerja'an di toko, ma'af ya Paman bila aku merepotkan Paman." Ujar Andi.
"Oh tidak ko, Paman kan kerja di sini, apa yang nak Andi perintahkan pasti akan paman kerjakan." Ujar Toglo.
Setelah itu Andi berjalan menuju kedai yang di ikuti oleh mereka.
Setiba di kedai Andi meminta pada Meri untuk bikinin kopi.
"Mba Meri, tolong bikinin kopi ya delapan gelas, bersama cemilannya." Pinta Andi.
__ADS_1
"Baik pak Bos, siapa mereka?." Tanya Meri.
"Teman-teman saya." Jawab Andi.
Mereka pun lalu duduk di kursi yang banyak terpasang hampir di setiap ruangan, satu meja, empat tempat duduk.
Selang beberapa menit, Meri datang membawa nampan berisikan delapan gelas kopi dan makanan cemilannya, lalu di letakan di atas meja satu persatu.
"Ini kopinya pak Bos." Ujar Meri.
"Iya terima kasih mba." Ujar Andi.
"Sama-sama pak Bos." Jawab Meri.
Kemudian Andi mempersilahkan pada mereka untuk meminum kopinya dan mencicipi makanannya.
"Ayo silahkan di minum." Ucap Andi.
"Iya bang terima kasih."
Mereka merasa sangat senang bisa berkenalan sama Andi, walau baru pertama jumpa, mereka sudah bisa menilai kepribadian Andi yang baik hati dan berbudi luhur.
Lalu Salah satu dari mereka yang di anggap sebagai leader nya, memulai pada inti pembicara'annya.
"Gimana nih, Bang Andi ada minat untuk ikut gabung bersama saudara se Rx king." Ujarnya memberi ajakan.
"Terima kasih sebelumnya, sori! bukannya gua menolak ajakan kalian, tapi gua selalu sibuk dengan kerja'an di toko dan bengkel." Ujar Andi.
"Ma'af ya, gua tidak bisa terikat di sebuah club, karena gua orang bisnis, tapi kalau kalian membutuhkan bantuan gua, insa Allah gua akan bantu, yang penting di jalan yang benar." Ujar Andi.
"Iya bang tidak apa, oh iya ternyata di sini, banyak sekali pemuda yang mengagumi kendara'an roda dua Rx king.
"Iya betul, di sini hampir setiap pemuda mengagumi kendara'an itu." Ujar Andi.
"Berarti di sini ada comunitasnya juga?." Bertanya.
"Tidak juga, cuma di sini dari dulu dari semenjak Bokap gua, sudah terbentuk dalam The Family Gang Si'iran.
"Iya disini memang banyak kaum adam yang menggemari motor Rx." Ujar Andi.
"Oh berarti ada comunitas juga disini?." Bertanya.
"Gak juga sih, cuma disini dari dulu, dari semenjak bokap gua masih hidup, para pemuda di sini sudah terbentuk dalam The Family Gang Si'iran." Ungkap Andi.
"Oh jadi di sini The Family Gang Si'iran itu." Ujarnya.
"Iya betul, karena di sini hampir setiap pemuda menggemari dengan kendara'an itu." Ujar Andi.
Secangkir kopi dan sebatang roko terus menemani mereka dalam setiap obtolannya.
Suasanapun kini semakin bertambah asik, ketika muncul Konta dengan mengendarai motor Rc king miliknya Andi yang ia pinjam dari Sindi (Ibuknya Andi).
Mereka yang terbentuk dalam Comunitas Rx king sang legenda, semua menatap terbelalak mrlihat motor yamaha Rx king yang di bawa oleh Konta.
__ADS_1
Sebuah motor yang sudah di modifikasi dengan modelnya yang sangat antik dan pantastik, yang sudah barang tentu harganya pun akan melambung tinggi.
"Owwh keren banget." Ujarnya.
"Nah itu motor gua, peninggalan dari almarhum bokap gua." Tukas Andi.
Sementara Konta, langsung melangkah turun dari motor dan berjalan memaduki kedai.
"Assalam mu'alaikum." Sapa konta.
Andi dan semua yang ada di kedai menjawab salamnya Konta secara serempak.
"Wa alaikum salam." Jawabnya.
"Wah banyak tamu nih, siapa mereka Bang?." Tanya Konta sambil menoleh pada Andi.
"Ini saudara kita dek." Jawab Andi.
"Saudara, saudara dari mana?." Lanjut Konta bertanya.
Kemudian mereka menjawab bersama-sama.
"Kita saudara se Rx king." Jawabnya.
"Oh gitu, kenalin Gua Konta." Ujar Konta sambil salaman pada semua yang tergabung dalam club Rx king.
Kemudian Konta duduk di kursi satu meja dengan Andi.
"Nah ini adik gua." Ujar Andi.
"Adik kandung bang?." Bertanya.
"Adik sepupu." Jawab Andi.
Setelah itu Meri datang nyamperin dan bertanya pada Konta.
"Bos Konta mau ngopi." Tawar Meri.
"Ya iya atuh mba." Jawab Konta.
"Ya sudah tunggi sebentar ya." Ujar Meri sambil membalikan badan melangkah masuk menuju ruangan kerjanya.
Tidak lama kemudian Mery datang membawa segelas kopi lalu fi letakannya di atas meja.
"Ini kopinya." Ujar Mery.
"Iya Mbak terima kasih ya." Tukas Konta.
"Sama-sama."
Kemudian Konta, Andi dan ke tujuh orang dari club Rx king, langsung menikmati kopinya masing-masing, mereka yang biasa, kebanyakan menikmati kopi Sasetan dari kopi bermerk kapal api.
Kini terasa beda dari biasanya, terbukti dari mereka nampak semringah dan romannya memancarkan sebuah kenikmatan dari kopi kedai yang baru mereka rasakan.
__ADS_1