Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 37 Menebus Dosa


__ADS_3

Pukul 10:00


Vina pamit dan meminta ijin pada Sindi dan Anggita, mau mengajak Andi untuk menemaninya ke sebuah toko butik, dan ada yang mau Vina bicarakan secara empat mata pada Andi.


Sindi dan Anggita pun tidak bisa melarang permintaannya Vina, karena Sindi dan Anggita menilai Vina adalah gadis baik-baik, apalagi menurut cerita dari Andi Vina pun murid berprestasi sewaktu di sekolahnya.


Singkat cerita.


Vina dan Andi sudah melaju meninggalkan Gang Si'iran, dan Andi yang mengemudi mobilnya Vina.


Vina duduk di depan di sampingnya Andi yang terus saja memandang Andi yang lagi pokus pada jalan yang akan di laluinya.


"Kau sungguh tampan dan gagah An, dan ternyata lo' juga anak pengusaha yang cukup sukses, dan gue merasa kasihan sama lo' yang belum lama di tinggal ayahmu." Batin Vina bermonolog.


Andi masih tetap pokus, ia tidak mengerti kalau orang di sampingnya lagi memandang intens sekali, sosok Andi di hati Vina sa'at itu adalah sebuah pemandangan hati yang bisa membuat hatinya nyaman.


"Apa mungkin gue sudah jatuh cinta pada Andi, entah kenapa hati gue merasa nyaman bila berada di dekatnya." Lanjut Vina bermonolog dalam hati.


Sedangkan yang lagi di perhatikannya dari tadi, baru saja berkata sambil menoleh pada Vina.


"Tujuan kita sebenarnya mau kemana Vin?." Tanya Andi.


"Gue mau ke butik, tapi sebelumnya kita mampir dulu di restauran Sunda, gue demen masakan dalam negri." Jawab Vina.


"Oke.." Ujar Andi singkat.


Sekitar lima puluh meteran lagi Vina meminta Andi untuk untuk belok memasuki sebuah restauran ala Sunda.


Andi pun langsung membelokan setirnya ke kiri memasuki area parkiran Sebuah restauran.


Kemudian mereka turun keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki sebuah ruangan yang cukup luas menuju pada meja yang nampak kosong, dan duduk di kursi saling berhadapan.


Kemudian seorang pelayan datang menghampiri sambil memberikan menu masakan di restauran tersebut.


"Selamat diang Mb, Mas." Sapanya sambil menyimpan buku catatan menu makanan dan


minuman di meja.


"Siang juga Mb, terima kasih." Ujar Vina.


Setelah itu Vina dan Andi langsung memilih menu makanan dan minuman, dan Vina langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman yang sudah di pilihnya.


Tidak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan Vina dan Andi.


"Silahkan Mb, Mas, selamat menikmati." Ujar pelayan sambil mendarat kan makan dan minuman di meja.


"Terima kasih Mb." Tukas Andi dan Vina.


Kemudian Andi dan Vina, langsung menyantap makanan tersebut dengan nikmatnya, nampak di raut wajah mereka seperti merasakan kelejatan dari masakan di restauran Sunda tersebut.


"Oww, sungguh luar biasa masakannya, lejat dan nikmat." Ujar Andi.

__ADS_1


"Ini restauran favorit Bokap dan nyokap gue An, mulanya gue tidak tertarik dengan masakan di sini, karena dulu gue lebih suka masakan jepang, tapi setelah gue pertama kali di ajak kesini, sampai sekarang restauran ini jadi favorit gue." Jelas Vina.


"Nah ini nih orangnya, yang tidak mencintai prodak dalam negri, bagaimana bisa maju bangsa ini kalau semua seperti lo'." Ujar Andi.


"Iya itu kan dulu An, ketika gue sering bergaul sama orang-orang bermata sipit, tapi sekarang gue sadar ternyata masakan dalam negri kita jauh lebih oke, dan para bule-bile juga banyak yang singgah di sini." Tukas Vina.


"Oke gua bisa mengerti itu, memang sih di komplek perumahan lo' banyak sekali orang bermata sipit." Ujar Andi.


"Oh iya An, Btw lo' mau lanjutin kuliah di mana sih?." Tanya Vina.


"Untuk kali ini gua tidak akan kuliah dulu, karena gua masih ada urusan yang masih membayangi hidup gua." Jawab Andi.


"Memang lo punya masalah apa sih An?." Lanjut Vina bertanya.


"Kalau di ceritain, mungkin lo' akan nyesel berteman sama gua." Ujar Andi.


"Nyesel bagaimana maksud lo', kalau gue nyesel tidak mungkin gue datang ke rumah lo' An." Ujar Vina.


"Iya itu kan, karena lo' belum tau permasalahannya." Tukas Andi.


"Memangnya lo' punya masalah apa An, plis cerita dong sama gue." Desak Vina.


"Lo' yakin akan sanggup menjalani pertemanan sama gua, setelah gua ceritain."


"Ya elah An, kaya baru kenal aja sih sama gue, asal lo' tau gue tau semua masalah mu di sekolah dulu." Ujar Vina penasaran ingin tau masalah yang lagi andi hadapinya.


"Baiklah kalau memang lo' memaksa ."


Sampai akhirnya Ayahnya di pindahin ke rumah sakit di daerah ini ternyata ada sekelompok manusia yang menginginkan kematian ayahnya dengan cepat, dengan cara menyelinap menyamar sebagai Dokter, yang akhirnya memasukan racun ganas jenis arsenik kedalam cairan inpusan, bertepatan dengan itu Ibuknya pun menghilang secara misterius.


"Nah begitu ceritanya." Ujar Andi.


"Lalu permasalahanmu di mana?." Tanya Vina.


"Sebulan tiga minggu gua pergi dari rumah, dan gua bertemu dengan orang bernama Jupri dan gua di ajak kerja di bengkel Bosnya, dari situ gua sering pergi keluar malam mencari impormasi, tapi tidak kunjung ketemu.


Tepat sebulan gua kerja, dan gua pertama mendapat gajian, terus malamnya gua keluar bersama si Gery, dengan mengintai setiap tempat hiburan malam.


Singkatnya gua sudah menemukan target yang gua curigai, terus gua ikutin sampai ia pulang menuju markasnya.


Dari situ gua terlibat perkelahian, sampai gua di bius dan di sekap di sebuah ruangan kecil dan di ikat, paginya gua sadar bertepatan dengan datangnya pasukan yang di pimpin oleh om Kamal dan Paman Toglo.


Singkatnya gua berkelahi dengan ke tua geng, dan gua berhasil mengalahkannya malahan gua sudah membunuhnya." Ungkap Andi dengan jelas menceritakan masalahnya pada Vina.


Vina hanya manggut-manggut, pertanda mengerti dengan maksud yang Andi katakan itu.


"Ooh begitu, jadi maksu lo' kamu akan menebus Dosa dengan cara menyerahkan diri lo' ke polisi?." Tanya Vina.


"Tepat sekali, ternyata kamu pintar." Tukas Andi.


"Emang gue pintra ko." Timpal Vina.

__ADS_1


"Iya iya, gua tau itu." Sahut Andi.


"Gua kagum sama lo' An, ternyata lo orangnya sangat bertanggung jawab, kalau di perbandingkan dengan penderita'an ayahmu dan keluargamu, kayanya sih impas dengan terbunuhnya ketua Geng itu." Ujar Vina.


"Iya, tapi tetap saja hukum berlaku Vin, setiap pembunuh pasti akan menjalani proses hukum, dan sekarang gua sudah siap, untuk menyerahkan diri gua ke polisi." Ujar Andi dengan berani.


Vina tersenyum manis memandang lelaki puja'an hatinya itu, ternyata orangnya penuh tanggung jawab.


"Lo hebat An, lo lelaki pemberani dan penuh tanggung jawab, gue doain semoga pihak hukum bisa meringankan masalah lo ya." Lirih Vina ada sedikit sedih karena Andi harus menjalani proses hukum.


Di sisi lain ia harus menuruti ke inginan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya di singapura.


"Amiiin terima kasih ya Vin." Ujar Andi.


"Iya sama- sama An." Tukas Vina bernada sedih.


Lalu Andi bertanya? "Kenapa lo' sedih Vin?." Tanya Andi.


"Gua sedih, karena lo harus mendekap di penjara, gue tidak bisa membayangkan kerasnya kehidupan di dalam penjara." Ujar Vina.


"Lo' tenang saja, insa Allah gua akan baik-baik saja." Ujar Andi sambil memberikan selembar tisu pada Vina untuk menghapus air matanya.


"Terima kasih An, sebenarnya ada sesuatu yang akan gue ungkapkan pada lo An." Lirih Vina.


"Apa tuh, ungkapkanlah apa yang mengganjal di hatimu, gua akan menerima andai lo membenci gua." Ujar Andi.


"Bukan itu An, gua gak akan membenci lo, sekalipun lo seorang pembunuh." Ujar Vina.


"Lalu kenapa dan apa yang mengganjal di benakmu itu?." Desak Andi bertanya.


"Ma'afin gue ya kalau gue lancang."


"Iya iya, lalu apa yang hendak ku ma'afkan toh kamu tidak bersalah." Ujar Andi.


"Gue minta ma'af, sebenarnya Gu gu gue..." Lirih Vina terbata-bata.


"Ya lo' kenapa?."


"Gue suka sama lo' Andi Nayaka." Jawab Vina dengan berani.


Andi sampai membelalakan kedua bola matanya, merasa kaget dengan ungkapannya Vina yang jujur dan berani.


\=\=\=\=\=\=\=Bersambung\=\=\=\=\=\=\=\=


Apakah Andi akan membalas cintanya Vina, atau sebaliknya.


Lalu bagaimana nasib Andi setelah ia menyerahkan dirinya ke pihak hukum.


Ikuti terus kisah lanjutannya di episode selanjutnya.


Terima kasih yang sudah memberi dukungan, like, comentar, vote, Rat, dan sudah menjadikan favorit.

__ADS_1


Salam sehat sejahtera dan sukses selalu.


__ADS_2