Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 117 Perjalanan Andi dan Konta 2


__ADS_3

Setelah Andi dan Konta tersadar dari pinsannya, keduanya langsung menyalakan kembali motornya dan melaju meninggalkan tempat itu.


Yang semula terlihat jalanan aspal, setelah keduanya tersadar ternyata yang Andi lalui itu hanyalah jalan setapak yang lumayan jauh untuk bisa keluar.


Setelah itu Mereka keluar dari tempat yang sangat angker, dan telah berada di wilayah perkampungan.


"Alhamdulilah sekarang kita benar-benar berada di alam nyata dek." Ujar Andi.


"Iya benar Bang, Lantas rumah-rumah yang kita lalui waktu kesana itu apa Bang, pulang nya gua tidak melihat satupun ada rumah." Cetus Konta.


"Gak tau gua juga heran, berarti kita telah masuk ke alam dimensi lain." Ujar Andi.


"Iya sepertinya begitu." Tukas Konta.


Ketika Andi dan Konta lagi istirahat melepaskan rasa lelah setelah keluar dari tempat misterius, dua orang lelaki berpakain lusuh dan dekil dengan membawa sebuah cangkul, rupanya kedua lelaki itu habis kuli buruh tani.


Lalu Andi mencoba memberhentikan kedua orang itu.


"Pak, pak ma'af mengganggu sebentar." Ujar Andi.


"Iya nak ada apa?." Tanya salah satu dari kedua lelaki itu.


"Saya mau tanya pak, kalau jalan setapak yang di situ mengarahnya kemana pak?." Tanya Andi.


Kedua lelaki itu malah saling pandang dengan temannya, seperti ada enggan untuk bercerita.


Andi hanya bengong melihat kedua lelaki itu, menanti sebuah jawaban, lalu rasa penasaran Andi semakin kuat.


"Emang kenapa pak, kok kalian seperti tidak mau menjawab pertanya'an saya." Desak Andi.


"Ma'af nak saya sarankan Sebaiknya kalian balik lagi aja, memang kalian mau apa memasuki wilayah hutan itu?." Tanya lelaki itu.


"Bukan pak, kami bukan mau masuk kesitu, tapi kami baru saja keluar dari hutan itu." Jawab Andi.


"Haaaahhh." Ujar kedua lelaki itu membelalakan kedua netranya.


Andi dan Konta tambah bingung dan penasaran.


"Kok kalian seperti kaget sih, emang ada apa di dalam hutan itu.?." Tanya Andi.


"Ma'af kalau mau, kalian ikut ke Rumah saya, nanti saya ceritakan, disini kurang begitu bersahabat." Ujar lelaki itu.


"Oh baiklah, sekalian aja bapak naik motor kami." Tawar Andi.


"Tidak usah kami jalan kaki aja, lagian rumah.kami sudah dekat ko." Tukas lelaki tersebut.


Andi dan Konta pun mengikuti kedua lelaki petani itu, sambil mendorong kendara'annya.


"Kenapa di dorong motornya?." Tanya Lelaki itu.

__ADS_1


"Gak sopan rasanya pak bila kami mendahului orang tua." Jawab Andi.


"Kalian ini ternyata pemuda baik-baik."


Sepuluh menit kemudian Kedua lelaki itu berhenti di depan sebuah rumah tembok setengah badan, bagian dinding atasnya memakai papan kayu dengan cat putih kombinasi coklat biji salak.


Dan yang satunya lagi berpisah, untuk menuju rumahmya, yang berada di belakang rumah lelaki itu.


Andi dan Konta di persilahkan untuk duduk di kursi!


Tidak lama kemudian.


Lelaki itu datang yang di ikuti oleh istrinya, dengan membawa nampan berisikan dua gelas air putih.


"Ayo nak di minum." Tawar si ibuk


"Iya buk terima kasih." Jawan Andi.


Selepas itu Lelaki itunmenceritakan tempat misterius yang pernah Andi dan Konta alami.


Bahwa dahulunya adalah sebuah perkampungan yang cukup ramai, hingga di suatu malam hari bertepatan dengan bulan purnama, ratusan gerombolan perampok datang menjarah, membunuh, memperkosa dan mengambil semua harta benda miliknya para penduduk.


Hingga sampai sa'at ini kampung itu di namakan kampung mati.


"Nah begitu nak ceritanya, sekarang bapak mau tanya, bagaimana ceritanya kalian bisa sampai dan memasuki wilayah kampung mati itu?." Tanya lelaki itu.


"Awalnya kami menemukan seorang bocah kira-kira berusia tujuh tahunan, lagi menangis di pinggiran jalan, lalu saya tanya dan singkat nya kami antarkan bocah itu." Ungkap Andi.


"Maksud Bapak hebat apanya?." Tanya Andi.


"Iya hebat kalian berdua manusia pilihan, lalu apa saja yang kalian alami sesampainya di pertengahan kampung mati itu?." Tanya lelaki itu.


"Kami melihat satu kilatan cahaya dan langsung menyambar kepala kami berdua pak, nah dari sittu kami langsung tidak ingat apa-apa." Jelas Andi.


"Bearti kalian telah mendapatkan mustika, dulu banyak para jawara yang datang kesutu bertapa ingin mendapat mustika batu ampar, tapi tak seorangpun mendapatkannya, karena tidak kuat menghadapi rintangannya, berarti kalian telah di pilih oleh semesta untuk menumpas angkara murka dan kejahatan yang sekarang lagi merajalela." Jelas lelaki paruh baya itu.


Andi terdiam ia bergumam dalam hati.


"Perkata'an si Bapak ini sama dengan seletingan suara yang ku dengar waktu berada di kampung mati itu." Batin Andi.


"Sebenarnya kalian ini dari mana dan mau kemana?." Tanya lelaki paruh baya itu.


"Kami dari kota, dan hendak berkunjung pada relasi bisnis saya yang berada di kota Ci Anjur." Jelas Andi.


"Oh jadi kalian ini, seorang pengusaha." Timpalnya.


"Sekedar usaha kecil-kecilan pak." Ujar Andi.


"Tidak apa, yang penting halal, kalau boleh saya tau kalian bisnis apa?." Bertanya.

__ADS_1


"Kami bergerak di perusaha'an Suplier, prodak Sparepart kendara'an roda dua." Ujar Andi.


Lelaki itu manggut-manggut dan memberi semangat pada Andi untuk terus menjalankan bisnisnya.


Dalam.perjalanannya Andi dan Konta banyak mendapat ilmu dan luang paham, yang tadinya Andi dan Konta tidak banyak mengetahui tentang kehidupan di dimensi lain.


Setelah berjumpanya Andi, Konta dan Lelaki paruh baya itu, telah banyak mendapat pengalaman tentang kehidupan buat kelangsungan hidup di masa depan.


Setelah itu Andi dan Konta undur diri dari hadapan lelaki paruh baya tersebut, untuk melanjutkan lagi perjalanannya yang masih lumayan jauh.


Kedua motor Yamaha Rx king sudah melaju dengan kencang di jalan raya kabupaten.


Tidak lama kemudian Andi dan Kota telah tiba di wilayah kota Bersemi, pemandangan yang indah, sebuah kota yang oleh bukit-bukit yang hijau, dan Gunung Gede yang berdiri gagah perkasa menjulang ke angkasa.


Sebelum sampai ke tempat tujuan Andi dan Konta singgah dulu di sebuah lesehan yang menjual aneka makanan dan minuman.


Setelah motornya di parkir, Andi dan Konta melangkah turun dati motornya, kemudian berjalan memasuki sebuah lesehan, lalu duduk di bangku.


Sang pemilik lesehan datang menyambut dan menyapa dengan sopannya.


"Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu." Sapa pemilik lesehan tersebut.


"Selamat diang kembali, Es campur dua pak." Pesan Andi.


"Baik, di tunggu ya pak." Tukas pemilik lesehan itu sambil melangkah kembali ke tempat untuk menyiapkan pesanan Andi.


Lalu Konta menatap pada pelayan lesehan yang lagi membakar jagung muda, aromanya sampai tercium membuat konta ingin merasakan jagung bakat itu.


"Waah Bang ada jagung bakarnya juga, kayanya rnak tuh." Ujar konta.


"Jagung bakar itu cocoknya sama kopi dek." Sahut Andi.


"Ya gak apa-apa, di cocokin aja." Timpal Konta.


"Ya dudah kalau elo' mau yinggal pesan aja." Ujar Andi.


"Abang gak." Tawar Konta.


"Kagak, gua ini roti tawar." Sahut Andi sambil beranjak berdiri meraih roti tawar di keranjang.plastik.


Lalu Konta berkata pada pemilik lesehan.


"Pak jagung bakarnya dua ya." Pesan Konta.


"Iya pak." Jawabnya.


Sepuluh menit kemudian pemilik lesehan datang membawa pesanannya Andi serta jagung bakar pesanannya Konta.


"Ini pesanannya, dan ini jagung bakar pesanan di Bapak ini." ujar pemilik warung sambil menurunkan dua gelas es campur bersama dua jagung bakar di meja.

__ADS_1


"Terima kadih pak." Ucap Andi.


"Iya sama-sama." Sahut pemilik lesehan tersebut.


__ADS_2