
Satu minggu sudah berlalu Nandi di rawat di rumah sakit di daerah Jawa tengah, tapi belum ada tanda-tanda membaik, akhirnya Sindi dan Astuti memutuskan untuk merawat Nandi di rumah sakit di kota Bandung, karena jarak tempuh dari rumah yang sangat jauh di tambah lagi banyaknya kesibukan di kantor dan di rumah, sehingga banyak kerjaan yang terbengkalai, dan pihak rumah sakitpun menyetujuinya.
Singkat Cerita Nandi sudah di bawa ke rumah Sakit di kota Bandung untuk menjalani perawatan sampai bisa pulih kembali seperti biasa, karena luka yang Nandi alami cukuplah serius di tambah pergelangan tangan kanannya mengalami patah tulang, kemungkinan besar butuh waktu yang cukup lama Nandi dalam menjalani perawatan untuk bisa pulih seperti biasa.
...............................
Sementara di tempat lain.
Tepatnya di sebuah tempat bangunan kino, kubu Ricard dan ke enam anak buahnya lagi mengadakan pesta pora atas misinya yang sudah berhasil membuat si kidal menderita.
"Hahahaha...Ayo kita rayakan kemenangan kita, ini awal dari kebangkitan kita, Nandi pasti akan mrngalami cacad seumur hidup ini akan mdmpermudah kita untuk menghabiskan seluruh krluarganya." Tutur Ricard sambil menuangkan minuman bermerek Drible kedalam gelas.
"Iya Bos, selain Nandi tidak ada lagi yang kita takutkan, kalau cuma kawan-kawannya itu kecil Bos." Timpal Sutaji dengan sangat sombongnya.
Mungkin Ricard dan Sutaji belum tau sama Toglo dan Jaroni yang sudah menguasai semua ilmu ki Parta, di tambah Andi Nayaka yang sekarang sudah berubah menjadi srigala yang haus darah, yang akan mengoyak-ngoyak siapa saja yang sudah membuat dirinya tersakiti di tambah kekuatan cincin apinya yang ia dapatkan dari mimpinya.
Ricard tertawa puas, yang di ikuti oleh ke enam anak buahnya yang sudah dalam keada'an mabuk, yang ucapannya semakin ngelantur tidak karuan.
"Ayo kawan-kawan kita nikmati malam kemenangan kita, ini adalah momen yang paling bersejarah untuk kelompok kita." Seru Ricard dengan kedua netranya yang sudah nampak memerah karena pengaruh dari alkohol yang sudah mulai bereaksi merasuki ke seluruh organ.
Malam terus berlalu, udarapun meniup memancarkan aura yang dingin sampai menusuk tulang, Ricard dan anak buahnya sudah terbuai oleh pengaruh dari alkohol sehingga mereka semua pada tergeletak mabuk.
Ke esokan harinya pukul 05:30 menit.
Andi Nayaka sudah meluncur dengan sepeda motornya keluar dari rumah sakit di kota Bandung habis menemani Ayahnya dalam menjalani perawatan.
Tidak lama kemudian
Andi telah tiba di depan rumahnya, lalu Andi memijit tombol klakson.
Tid tidid.
Kemudian Jaroni langsung beranjak memburu pintu gerbang, lalu di bukanya sambil melemparkan kata sapa'an.
"Selamat pagi Den Andi." Sapa Jaroni.
Andi pun tersenyum lalu menjawab sapa'an dari Jaroni.
"Pagi juga Paman." Jawab Andi, sambil mendorong sepeda motornya memasuki kedalam gerbang.
Ketika itu pula Sahabatnya Andi yang berada di pojok samping rumah langsung bangkit bangun dan menyerukan suaranya yang khas.
__ADS_1
Gok
Gok
Gok
Ternyata si Gery yang sudah tau akan kedatangan Andi.
Andi tersenyum lalu melangkah mendekati kerangkeng besi dan berkata.
"Haloo Gery kangen ya sama aku." Ujar Andi.
Si Gery pun menjawab dengan menggong gong, sambil menggerakan ekornya ke kiri dan ke kanan.
Lalu Andi mengeluarkan bungkusan plastik dari dalam tasnya, dan di buka.
"Ini saya bawakan sarapan pagi kesukaanmu Gery." Ujar Andi sambil memberikan potongan kaki ayam yang ia belinya tadi di pasar.
Nampak semringah di roman moncongnya si Gery mendapat makanan kesuka'annya, satu persatu potongan kaki ayam tersebut di makannya.
Sementara Andi langsung berjalan menuju teras rumah dan menghampiri pintu, kemudian di keluarkan sebuah logam tipis bergerigi dari dalam tas, dan di masukan kedalam lubang kunci.
Ceklek
Ceklek
Andi melangkahkan tungkai kakinya memasuki kedalam rumah.
Setibanya di dalam rumah Andi langsung memasuki kamarnya dan menaruh tasnya di atas meja, dan di raihnya sebuah handuk lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Selepas itu Andi keluar lagi dan mengunci pintu rumahnya, lalu berjalan menuju tempat si Gery berada.
"Ayo Gery kita sekarang berolah raga, saya butuh kamu untuk menemaniku ke bukit di sana." Ujar Andi.
Gok
Gok
Gok
Si Gery pun menjawab seperti mengerti akan bahasa yang andi lontarkan padanya.
__ADS_1
Setelah si Gery keluar dari dalam kandangnya langsung berlari lari merasa senang, dan ingin mendekat pada Andi, tapi Andi langsung memberi bahasa peringatan pada si Gery.
"Aeet kamu tidak boleh menyentuh aku Gery, karena Agamaku melarang untuk bersentuhan pisik denganmu, kamu mengerti kan." Ujar Andi.
Sungguh besar ke agungan sang pencipta, ketika Andi berkata si Gery pun langsung mundur sambil menempelkan bokongnya di lantai.
Jaroni yang menyaksikan Andi bersama binatang piara'annya yang seperti mengerti, hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Subhanallah ternyata se'ekor Anjingpun bisa mengerti pada bahasa manusia bila sudah saling mengenal, hebat Den Andi."Gerutu Jaroni bermonolog.
"Paman saya mau ke bukit dulu ya, ini nitip kunci takutnya Nenek atau bibi Astuti mau masuk." Ujar Andi.
"Oh iya Den, mau berlatih, semangat ma'af paman tidak bisa menemanimu, karena harus jaga sampai jam tujuh, menunggu sip pagi datang." Jawab Jaroni.
"Tidak apa Paman, aku di temani sama Gery." Ujar Andi.
Setelah itu Andi keluar dan berjalan kaki menuju bukit di sebelah barat Gang Si'iran, sedangkan si Gery mengikutinya di belakang.
Setibanya di sebuah Bukit, Andi langsung memulai berlatih jurus demi jurus, gerakan Andi nampak terlihat sangat cepat sekali, bergerak bagaikan kilatan cahaya, melompat, memukul dan menendang lalu salto, semua itu telah Andi kuasai dengan sangat sempurna.
Kini pemuda yang tadinya pendiam, lembek dan suka mengalah, kini telah bangkit menjadi se ekor srigala yang sangat ganas.
Sementara si Gery hanya duduk di bawah balai-balai gubuk sambil menyaksikan sahabatnya yang lagi menyempurnakan semua gerakan jurusnya.
Andi melompat ke atas dengan memutar balikan badannya, dan melepaskan pukulan dan tendangannya yang begitu cepat dan mematikan dalam jurus kuda terbang.
Dalam setiap pukulan dan tendangan yang Andi luncurkan sampai menngeluarkan hembusan angin, karena saking cepat dan berbobotkan pukulan Andi ditambah liukan tubuhnya yang lentur dan flexible, sehingga nampat terlihat begitu indah dan memukau.
Si Gery pun sampai ikut merasa senang, dengan mengeluarkan suara gonggongannya seolah memberi semangat pada Andi.
Gok
Gok
Gok
Begitu suara si Gery dalam memberikan pujian pada Andi.
Apakah Andi bisa menemukan pelaku yang sudah membuat ayahnya celaka.
Nantikan di episode selanjutnya.
__ADS_1
Selamat tahun baru 2023, semoga di tahun 2023 kita selalu di beri kesehatan dan tambah sukses selalu.