
Akhirnya kedua lelaki itu telah berhasil meluluhkan kesabarannya Andi.
Andi maju selangkah sambil bersiap-siap pasang kuda-kuda.
"Ayo maju kalian semua." Tantang Andi.
Kedua lelaki itu tidak banyak komentar lagi langsung melompat menyerang Andi.
Akhirnya perkelahian pun terjadi, walau sebenarnya Andi tidak menginginkan itu terjadi dan berusaha tidak memberi perlawanan, karena Andi merasa tidak punya urusan sama kedua orang itu, yang tiba-tiba datang ngajak ribut.
Tapi apa boleh buat, Andi pun cuma manusia biasa yang punya batas kesabaran.
Andi bergerak begitu cepat dan agresip, kedua orang itu yang cuma mengandal kan badan besar dan berotot harus menerima konsekuensi dari kesombongannya.
Dua luncuran bogem Andi mendarat telak di sasaran.
Duk
Duk
Deeasss...
Kedua lelaki berotot itu langsung terdorong mundur beberapa langkah.
"Hahaha, cuma segitukah kemampuan kalian, mana sesumbarmu itu." Ejek Andi.
"Setan alas, jangan besar kepala dulu Andi." Ujarnya sambil membangun lagi serangannya.
Kedua lelaki berotot itu secara bersama'an menubruk Andi dari posisi depan dan belakang, Andi bisa menghindari dari tubrukan dari depan dengan menggeser kaki kirinya ke samping dua langkah.
Tapi salah satu rekannya yang dari belakang berhasil mencengkram tubuh Andi dengan kedua tangannya yang kekar dan berotot.
Andi meronta sekuat tenaga agar bisa lepas dari cengkramannya lelaki itu.
Tapi karena daya cengkram nya yang kuat membuat Andi tidak bisa menggerakan tubuhnya.
Salah satu rekannya tersenyum tipis, sambil melangkah mendekati Andi.
"Hahaha, sekarang kau akan tau bagaimana rasanya ke kuatan bogemku Andi." Ujarnya merasa senang, karena dengan begitu ia akan lebih leluasa menghabisi Andi Nayaka.
Andi tetap tenang sambil berpikir mencari solusi agar bisa lepas dari cengkaraman lelaki itu.
Ketika lelaki itu mau meluncurkan bogemnya pada perut Andi.
Dengan cepat nya Andi menendangkan kaki kanannya.
Hiuuukkk
Buuukk..
Kaki kanan Andi melesat menghantam wajahnya lelaki itu.
Auuuuggghh..
Lelaki itu terdorong sempoyongan mau jatuh.
Setelah itu Andi melesatkan kakinya keatas mengarah pada wajah lelaki yang lagi mencengkram tubuhnya dari belakang. dalam jurus sengatan kala jengking.
Siuukkk
Deeeaass....
Adaawww...
Sontak saja lelaki itu kaget, tidak mengira sebelumnya kalau kaki Andi bisa lurus keatas sejajar dengan kepalanya.
Lelaki itu terhuyung sambil melepaskan cengkramannya.
__ADS_1
Dari situ Andi langsung berbalik menyerang, melesit ke atas sambil melepaskan tendangan parabolnya.
Hiuuukkk
Jekuukk
Auuuggghh...
Lelaki itu langsung sempoyongan sambil menahan keseimbangannya.
Tapi Andi tidak memberi celah pada lelaki itu untuk bergerak, Andi melompat sambil meluncurkan pukulannya.
Kelebatan pukulan Andi begitu cepat menghajar wajah lelaki itu.
Duk
Duk
Deeass.
Tiga pukulan beruntun Andi telah singgah di pelipisan dan dagu lelaki itu.
Tidak bisa lagi untuk menahan kesrimbangannya, lelaki itu langsung melorot tubuhnya dan jatuh menimpa lantai coran.
Lelaki itu terkapar dan tidak berdaya lagi, mulut dan matanya tertutup rapat.
Sementara salah satu rekannya, ketika melihat temannya di buat KO oleh Andi, ia langsung geram.
"Kau apakan teman gue ini." Bentak lelaki itu, sambil menatap penuh keji pada Andi.
Andi tersenyum melebar dan berkata.
"Gak ko gak gua apa-apain, itu temanmu aja yang kolokan." Canda Andi.
"Bedebah kau Andi." Ujarnya sambil menubruk lagi pada Andi.
Lelaki itu menubruk ruang kosong, sehingga karena kuatnya tenaga yang ia keluarkan, lelaki itu tidak bisa mengendalikan kese'imbangannya yang akhirnya jatuh tengkurap.
Andi tertawa begitu girangnya, merasa lucu dengan tingkahnya lelaki tersebut.
"Hahahahaha....Woii ngapain lo'." Ujar Andi.
Lelaki itu langsung membalikan badannya, lalu bangkit berdiri, wajahnya memerah, merasa di hina oleh Andi.
"Kurang ajar kau Andi, gue bunuh lo'." Tukasnya.
"Ayo maju jangan banyak sesumbar kau bang." Tantang Andi.
Sebruuut..
Lelaki itu melayangkan bogemnya.
Andi berkelit kesamping.
Plooss..
Pukulan lelaki itu makan angin.
Tapi tidak cukup segitu saja, lelaki itu menyusul dengan luncuran tangan kirinya.
Andi merundukan kepalanya sedikit, sambil memasukan pukulan tangan kanannya pada ulu hati lelaki itu.
Bruugghh
Tetapi, sepertinya lelaki itu tidak merasakan apa-apa, ia malah menyabetkan elbonya mengarah pada dagu Andi.
Deeeaass....
__ADS_1
Kali ini Andi kecolongan, elbo yang kuat dan kekar telah bersarang tepat mengenai dagu Andi.
Andi terdorong mundur beberapa langkah, sambil memegang dagunya yang terasa mau patah.
"Woww, hebat juga pukulan elbonya, gua mesti berhati-hati." Batin Andi.
Lelaki itu kini serasa punya harapan untuk bisa melumpuhkan Andi, tidak banyak lagi berpikir, lelaki itu langsung memburu Andi dengan serangan demi serangannya yang bertubi-tubi.
Andipun kini lebih waspada dan berhati-hati, dalam menghadapi lawannya yang memiliki otot besar.
Andi melompat memutarkan tubuhnya sembari melepaskan tendangannya.
Tidak bisa di hindari lagi, tendangan kaki Andi bersarang di pipinya orang itu.
Deeaass...
Wajah lelaki itu sampai menengadah ke angkasa, ketika menerima tendangan kaki Andi.
Karena kerasnya tendangan Andi, sehingga membuat lelaki itu hilang keseimbangannya, di tambah seperti banyak kunang-kunang yang berterbangan keluar dari pandangannya.
Andi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, secepat kilat Andi melompat sambil meluncurkan pukulaannya.
Deeeaass....
Satu pukulan keras dan berbobot dari Andi telah mengantarkan lelaki itu ke alam bawah sadarnya (tidak sadarkan diri).
Tubuh besar dan berotot itu melorot laksana sebuah pohon yang tumbang menimpa tanah.
"Aduh gimana nih, .mana gua mau pulang lagi, di tambah kedua orang sinting ini pada pinsan." Gerutu Andi.
Ketika itu pula satpam yang bagian jaga malam datang membuka gerbang kantor Distributor.
"Seperti pak Rojak tuh datang, gua minta bantuan pak Rojak aja lah untuk mengeluarkan kedua orang sinting ini." Gerutu Andi bermonolog.
Kemudian Andi berjalan menuju pos jaga, untuk menemui pak Rojak.
Setiba di pos jaga nampak pak Rojak lagi duduk sambil menghisap sebatang roko.
"Assalam mu'alaikum pak Rojak." Sapa Andi.
Pak Rojak nampak kaget, karena tidak tau sebelumnya kalau ada orang di luar.
"Astagfirullah hal adzim, Bos Andi, saya sampai kaget, emang belum pulang?." Tanya pak Rojak.
"Belum pak, tadinya aku sudah mau tutup, tapi tiba-tiba ada dua orang gila datang bikin gara-gara." Jawab Andi.
"Orang gila, orang gila siapa?." Tanya pak Rojak kaget.
"Ya mana saya tau." Jawab Andi.
"Makanya pas ku dengar pintu gerbang terbuka, saya langsung ke sini, mau minta tolong sama pak Rojak." Ujar Andi.
"Mau minta tolong apa gitu." Tukas pak Rojak.
"Bantuin saya untuk mengeluarkan kedua orang gila itu, soalnya saya mau tutup gerbangnya." Ujar Andi.
"Kenapa di tutup, bukankah nanti ada mang Daud jaga." Tukas Rojak.
"Ya sementara di tutup dulu aja, kan Pak Daud juga bawa kunci duplikatnya.
"Ooh ya udah."
Kemudian Andi dan Rojak berjalan menuju pada bengkelnya.
Nampak kedua orang lelaki berbadan besar itu masih tergeletak.
Ketika Andi dan pak Rojak mau mendekat pada lelaki itu.
__ADS_1
Keduanya langsung menggerakan badannya, perlahan bangkit berdiri agak sempoyongan.