Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 160 mengejar jambret.


__ADS_3

Lagi asik-asiknya Andi melaju dengan sepeda motornya, tidak terlalu kencang hanya dalam kecepatan enam puluh kilo meter.


Tiba-tiba Andi di kaget kan oleh suara teriakan dari se orang wanita .


Jambreet


Jambret


Jambrett...


Andi pun langsung melajukan motornya agak kencang menuju pada se orang wanita yang lagi berdiri di tepian jalan.


"Kenapa Buk?." Tanya Andi.


"Itu tas saya di Jambret, tolong kejar dong nak." Ujar wanita paruh baya.


"Mana buk?." Tanya Andi.


"Itu tuh yang pakai motor beat warna merah, berboncengan yang belakang rambutnya godrong." Ujar Wanita itu sambil menunjuk ke arah depan sana.


"Baik buk, ibuk tunggu di sini, saya akan kejar jambret itu." Ucap Andi sambil menarik gasnya.


Motor Yamaha Rx king yang sudah di korek bagian dalamnya, melesat dengan cepat mengejar sang jambret.


Kejar kejaran di jalan raya, menjadi pertanya'an bagi orang yang tidak tau permasalahannya.


Andi yang sudah biasa melajukan motornya di jalan raya di tambah speed dari motor Andi tidak lagi standaran pabrik.


Andi sudah sangat dekat dengan target yang ia kejar, Andi menarik gasnya sambil melepaskan kopling, motor Yamaha Rx king Cobra langsung standing memeped Target yang lagi mengemudi sepeda motor Honda Beat.


Kaki kiri Andi di angkat lalu di tendangkan pada bodi motor Beat tersebut.


Braakk


Geleprak.


Dua lelaki yang mengemudi motor Honda Beat langsung terjatuh.


Dengan skil yang Andi miliki, Andi langsung melompat dari atas motornya memburu pada dua lelaki yang masih tergeletak di jalan.


Deaass


Deeaasss...


Dua pukulan Andi langsung menghantam mereka satu-satu.


Kemudian Andi langsung mengambil tas pemilik wanita yang di jambret itu yang jatuh terpental.


"Heh, kalau kalian pingin uang, kerja dong, jangan menjadi jambret, sekarang kalian akan gua laporkan pada polisi." Ujar Andi menakut-nakuti.


Kedua jambret itu langsung bangun. "Jangan bang, jangan laporkan kami pada polisi." Ujarnya memohon belas kasihan.


"Kalau kalian tidak mau gua laporkan pada polisi, berhenti jadi Jambret, masih untung gua yang nangkap kalian, kalau sama warga kelar sudah hidup kalian." Ujar Andi.


"Iya Bang kami tidak akan menjambret lagi." Tukasnya.

__ADS_1


"Janji, kalau kalian mengingkari janji, maka jangan salahkan gua bila nanti kalian akan gua jebloskan ke sel tahanan, karena sudah bikin resah dan banyak merugikan orang." Ancam Andi.


"Iya Bang kami janji."


"Awas lo' sekarang cepat pergi sana sebelum warga berdatangan." Timpal Andi.


Setelah itu kedua jambret langsung menarik motornya yang tergeletak di aspal, lalu di nyalakannya dan di gas, motor Honda Beat kini melaju kencang meninggalkan Andi.


Sedangkan Andi langsung memutar balikan motornya, melaju menuju pada wanita paruh baya yang korban pejambretan tersebut.


Tidak lama kemudian Andi telah tiba di depan wanita itu.


"Ini Buk tasnya." Ujar Andi sambil memberikan tas tersebut.


Lalu wanita itu langsung meraih tasnya dari tangannya Andi, kemudian di buka dan di periksanya isi dari dalam tas itu.


"Alhamdulilah semua masih utuh, terima kasih nak, kamu anak yang baik." Ucap wanita itu.


"Iya buk sama-sama, lain kali ibuk hati-hati karena hampir di seluruh wilayah kota ini banyak sekali modus kejahatan." Tutur Andi memberi perhatian.


Kemudian Wanita itu mengambil sebuah dompet dari dalam tas, lalu di buka dompet tersebut dan di ambilnya uang.


"Ini nak sebagai ucapan terima kasih ibuk padamu." Ujar wanita itu.


Andi hanya tersenyum tipis sambil berkata.


"Tidak usah Buk, saya menolong iklas ko, pergunakanlah uang itu untuk keperluan ibuk." Ujar Andi.


"Terus gimana, ibuk jadi gak enak tidak bisa membalas kebaikanmu." Tukas wanita itu.


"Sekali lagi terima kasih nak." Ujarnya.


"Iya buk sama-sama, aku tinggal dulu ya, dan ibuk hati-hati." Pamit Andi sambil menyalakan sepeda motornya.


Wanita itu hanya berdiri memandang kepergiannya Andi yang semakin jauh.


"Sudah ganteng, baik lagi, sangatlah jarang di jaman sekarang menemukan pemuda sebaik anak itu." Batin wanita itu bermonolog.


Sementara Andi yang lagi melajukan motornya menuju jalan ketupat, begitu kencang.


Sehingga tidak lama kemudian, Andi telah sampai di depan halaman bengkel dan tokonya.


Nampak Gito dan tiga anak buahnya yang sudah mulai lagi kerja, lagi sibuk dengan kerja'annya, sebagai mekanik mesin otomotif roda dua.


Setelah motornya di standarkan, Andi melangkah turun dari motornya, lalu berjalan memasuki bengkelnya yang masih belum di betulin.


"Assalam mu'alaikum." Sapa Andi.


"Wa alaikum salam, eeh kamu Andi." Jawab Gito.


"Iya Om, oh iya om apa tukang yang ku suruh kesini sudah datang belum?." Tanya Andi.


"Itu lagi duduk menunggu kamu." Ujar gito sambil menunjuk pada dua orang yang lagi duduk menunggu.


"Oh iya iya."

__ADS_1


Kemudian Andi memanggil kedua orang yang selaku tukang bangunan.


"Kang sini." Panggil Andi.


Kedua orang itupun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Andi.


"Iya pak." Ujarnya.


Lalu Andi mempersilahkan pada ke dua tukang itu untuk duduk.


"Ayo silahkan duduk, udah pada ngopi belum?." Tanya Andi.


"Ngopi sih udah tadi di rumah, tapi kalau bapak mau beliin lagi boleh." Ujarnya sembari tersenyum.


"Oke, bentar ya saya panggil dulu satpam untuk beliin kopinya." Ujar Andi.


"Biar saya aja yang beliin pak." Tawar se orang tukang.


"Is oke, sekalian rokonya kalian berdua apa?." Tanya Andi.


"Djarum super pak."


Sebelum Andi mengeluarkan uang dari dompet, Andi memanggil pada Gito dan ke tiga anak buahnya.


"Om Gito kalian sudah pada ngopi belum?." Tanya Andi.


Gito pun langsung menoleh pada Andi.


"Iya silahkan An, kami baru saja ngopi." Jawab Gito.


Kemudian Andi mengeluarkan dompetnya.


"Nih kopi tiga dan dua bungkus roko buat kalian, sisanya ambil saja." Ujar Andi sambil memberikan uang seratus ribu rupiah pada tukang.


Kemudian sang tukang bergegas pergi menuju warung kopi.


Tidak lama kemudian tukang itu datang membawa tiga gelas kopi, lalu di letakan di atas meja.


"Ini pak kopinya." Ujar tukang.


"Iya kang terima kasih." Jawab Andi.


Kemudian Andi, dan kedua tukang langsung menikmati kopi dan sebatang roko.


Setiap satu seripitan kopi, langsung di iringi dengan hisapan sebatang roko, nampak begitu nikmat, seperti tidak ada beban dalam hidupnya.


Selepas itu.


Andi memberi gambar pada kedua tukang yang akan mengerjakan bengkel dan tokonya, ada sedikit perubahan dalam posisinya.


Sementara Gito dan ke tiga anak buahnya, dalam mengerjakan kerja'annya di alihkan untuk sementara ke samping bengkel.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat sejahtera dan sukses selalu.


__ADS_2