Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 105 Gerhana


__ADS_3

Mery telah menerim chat dati Toglo.


📱.Toglo "Mer tolong bawain kopi ya ke Bengkel."


Tidak menunggu lama lagi Mery langsung dengan sigap menyiapkan pesanannya Toglo.


Lima menit kemudian.


Kopi sudah siap untuk di antar ke bengkel yang jaraknya kira-kira sepuluh meteran, karena posisinya yang hampir depan-depannan.


"Ini Om kopinya." Ujar Mery sembari meletakan gelas kopi tersebut di atas meja.


"Iya Mer terima kasih ya." Tukas Toglo sambil memberikan selembar uang Lima tibu rupiah untuk bayar kopi.


Kemudian Mery lamgsung membalikan badannya dan melangkah pergi meninggalkan Toglo.


Seruupuuutt...


Satu seripitan kopi di gelas kaca terdengar begitu nikmat.


Satu hisapan roko Gudang garam filter telah memberi warna hidup pada suasana pagi.


Ketika Toglo lagi asik menikmati kopi dan hisapan sebatang roko.


Munculah Asep, Gio dan Peri dengan sepeda motornya yang di parkir di samping bengkel.


Asep, Gio dan Peri menyapanya dengan memberi salam pada Toglo.


"Assalam mu'alaikum." Sapa dari ke tiga anak buahnya itu.


"Wa alaikum salam, udah pada ngopi belum?." Jawab Toglo sambil melemparkan pertanyaan.


"Belum Bang, tadi ku gak sempat ngopi dulu takut ke jebak macet." Ujar Asep.


"Iya sih, telat sedikit saja, jalanan akan di penuhi oleh ribuan kendaraan dari berbagai wilayah." Tukas Toglo.


Asep meminta pada Peri untuk pergi ke kedai guna memesan kopi pada Mery.


Selang beberapa menit, Peri telah datang membawa nampan berisikan tiga gelas kopi yang nampak masih mengepul, lalu mendaratkan kopi itu satu persatu di meja.


"Sekarang kita ngopi dulu biar lebih semangat." Ujar Peri.


"Iya dong, biar lebih pokus gitu." Timpal Gio.


Sebelum jam kerja di mulai Toglo dan ke tiga anak buahnya tertawa ceria sambil menikmati secangkir kopi yang selalu setia menemani dalam setiap aktip vitasnya.


Ketika itu Pula muncul Andi dengan berjalan kaki arah dari rumahnya.


"Assalam mu'alaikum." Sapa Andi.


"Wa alaikum salam." Jawabnya serempak.


"Widiih mantap nih." Ujar Andi.


"Iya Bos, ngopi nih." Tawar Asep.


"Iya silahkan, aku baru saja selesai ngopi langsung ke mari." Jawab Andi sembari melangkah kan tungkai kakinya memasuki ke dalam Toko.


Kemudian Andi menghampiri sebuah kursi dan di turunkan bokongnya duduk di kursi tersebut.

__ADS_1


Perlahan tangannya meraih sebuah Laptop dan di bukanya lalu di nyalakan guna melihat rincian brang yang masuk dan keluar.


"Minggu ini gua belum membuat laporan, waduh kerja'an gua jadi terbengkalai begini, bisa-bisa gua kena omel sama kak Anggita, gua harus segera buat laporannya sebelum kak Anggita menanyakannya." Gerutu Andi bermonolog.


Andi pokus bekerja sebelum jam kerja di mulai.


Tepat Jam delalan tig puluh menit Andi telah menyelesaikan pekerja'annya yang kemarin sempat tertunda.


"Alhamdulilah, akhirnya beres juga, tinggal gua serahin pada Buk Sapitri." Gumam Andi.


Kemudian secepatnya Andi bergegas pergi ke kantaor untuk memberikan laporan mingguan pada Sapitri.


Sepulang dari kantor Andi duduk di ruangan kerjanya sambil mengerjakan beberapa File untuk acara meeting nanti sore.


.............................


Sementara di tempat lain.


Vina yang kini fokus pada bisnisnya, ingin meraih ke suksesannya dalam berbisnis.


Setelah Vina menjadi Janda, banyak pria yang ingin mendapatkan cintanya, tapi Vina masih merasa trauma di tambah hati dan pikirannya masih terpanteng pada Andi Nayaka.


Vina berniat ingin mendekati Andi lagi, walau ia tahu Andi sudah bersama Rara.


Entah apa yang membuat Vina menjadi nekad ingin dekat lagi sama Andi, mungkin karena cintanya yang masih besar pada Andi Nayaka.


Atau mungkin Vina ada maksud-maksud lain.


Ketika waktu bertepatan dengan jam dua belas kosong-kosong.


Vina lalu meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja kerjanya.


📱.Vina "Hai An, ma'af ya bila aku sudah lancang mengirim chat ini padamu."


Vina memandang layar ponselnya menunggu balasan.


Tidak lama lemudian ponsel Vina terdengar bergetar.


Ddreett dreeett..


Suara nada getar telah membuat Vina terperanjat.


Beergegas Vina meraih ponselnya di atas meja lalu di lihatnya.


Begitu di lihat, nampak di wajah Vina kusam sambil memonyongkan bibirnya.


"Di kira gue Andi, ternyata cuma notifikasi dari aplikasi." Gumam Vina sambil menyimpan kembali ponselnya di meja.


Lima menit setelah itu ponselnya terdengar lagi bergetar.


Kali ini Vina tidak buru-buru membuka layar ponselnya.


Kemudian Vina beranjak bangkit dari tempat duduknya sambil meraih ponselnya di meja.


"Penasaran siapa yang telah ngirim chat barusan, mungkinkah Andi baru balas chat gue." Ujar Vina.


Setelah Vina membuka layar ponselnya, ada chat baru masuk.


Kali ini Vina nampak semringah, setelah ia membaca kiriman chat tersebut.

__ADS_1


📱,Andi "Ma'af Vin, gua baru balas, oh tidak apa-apa, memangnya ada apa?."


Vina langsung mengetik pesan untuk balik balas.


📱.Vina "Sebelum nya gue minta ma'af An, kalau kamu tidak keberatan mau gak kamu dan Rara datang ke Restauran sunda, kita makan siang bareng sambil memperkenalkan Rara sama gue."


📱.Andi "Is oke, Sekarang gua otw."


📱.Vina "Tanks ya An, gue tunggu di sana ya."


Setelah itu Vina pun langsung bergegas keluar dari ruangan kerjanya, berjalan menuju area parkiran di halaman kantor.


Wajah Vina nampak berseri-seri, dan aura kecantikannya pun kini mulai memancarkan daya pesona yang begitu menggoda bagi setiap pria.


Setiba di mobilnya, Vina langsung membuka pintu mobil bagian depan lalu melangkah masuk dan duduk sambil memegang kemudi mobil tersebut.


Setelah mobilnya di nyalakan, Vina langsung melajukan mobilnya keluar dari halaman parkiran.


Mobil Honda Civic warna merah melaju di jalan raya menuju tempat sebuah restauran Sunda, yang sebelumnya sering ia kunjungi bersama Andi.


Tidak lama kemudian Vina telah sampai di tempat yang di tuju, Vina membuka pintu mobilnya dan melangkah keluar dari dalam mobil.


Kemudian ia berjalan memasuki Restauran tersebut menuju pada meja yang nampak masih kosong.


Setiap ada pelanggan yang datang, pelayan pun langsung datang menghampiri memberi pelayanan yang terbaik.


"Selamat siang Buk, silahkan pilih menu makanan di Restauran ini." Sapa sang pelayan sambil memberikan buku daftar menu makanan dan minuman.


"Sing kembali mb, bentar ya, saya lagi menunggu teman." Ujar Vina.


"Oh baiklah kalau begitu, bila ibuk perlu bantuan saya tinggal panggil saja." Tukas sang pelayan.


Lima belas menit kemudian Sebuah mobil Pajero new sport telah memasuki halaman parkiran.


"Itu pasti Andi." Gumam Vina, sambil merapikan pakaian dan rambutnya yang panjang terurai.


Selang beberapa menit Nampak terlihat oleh Vina lelaki jangkung telah berjalan ke arahnya sambil menggandeng se orang gadis cantik berkulit putih bersih.


Sambil celingukan Lelaki Jangkung itu yang tak lain adalah Andi dan Rara yang lagi mencari keberada'annya Vina.


Lalu Andi melihat lambaian tangan Vina di sebelah pojok.


"Ayo Ra, itu orangnya di situ." Ajak Andi.


"Emang siapa dia Aa?." Tanya Rara.


"Teman sekolahku waktu di SMA." Jawab Andi.


"Oh wanita yang bernama Vina itu Bukan Aa?." Lanjut Rara bertanya.


"Iya betul."


Kemudian Andi dan Rara berjalan menuju pada Vina yang lagi menunggu di meja sebelah pojok.


Rara sepertinya tidak begitu respek pada Vina batinnya malah bertempur di tambah rasa yang bergdjolak di dada bercampur menjadi satu yaitu cemburu.


Hati Rara terasa telah terjadi sebuah gerhana, ketenangan hati nya telah tertutup oleh awan panas yang membakar hati .


Mungkin karena Rara gadis desa, dan pola berpikirnya yang polos.

__ADS_1


__ADS_2