Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 42 Titik


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Toglo seperti biasa bersiap-siap untuk melaksanakan kembali aktifitasnya, di bengkel Pt Anggita Surya Mandiri.


Di rekturnya sekarang di gantikan Anggita eka putri, salah satu pewaris dari Almarhum Nandi Suryaman.


Setelah Toglo selesai sarapan, ia pun langsung pamit pada Wulan dan anak kesayangannya Ali Erwanda.


"Aku berangkat dulu kerja ya." Pamit Toglo.


"Iya, hati-hati." Ujar Wulan.


Lalu Ali berlari menghampiri Toglo. "Ayah kenapa buru-buru sih, biasanya sebelum berangkat suka bikin dulu cerita buat aku." Ujar Ali.


"Iya sayang lain kali aja ya, sekarang ayah mesti cepet sampai ke sana." Timpal Toglo.


"Ooh gitu, ya sudah Ayah hati-hati ya." Ujar Ali.


"Iya sayang, terima kasih ya, kamu belajar yang rajin, dan jaga ibukmu." Ujar Toglo.


"Iya Ayah."


Setelah itu Toglo beranjak pergi keluar rumah menuju pada motor yamaha Rx kingnya, yang terparkir di halaman depan rumah.


Lalu Toglo menyalakan motornya, setelah motor menyala, Toglo melangkah menaiki motornya, lalu di tariknya gas perlahan bersama'an dengan masuknya gigi pertama.


Preeng peng preng peng.


Suara nyaring yang keluar dari selongsong kenalpot bersama'an dengan asap putih berhembus membuat suasana pagi menjadi lebih hidup.


Motor mulai melaju meninggalkan rumah, Wulan dan Ali memandang keberangkatannya Toglo sampai hilang di telan jarak yang semakin jauh.


Ketika Toglo telah sampai di jalan Delima, yang mau memasuki kawasana jalan Gang Si'iran.


Tiba-tiba dari arah belakang Toglo, sebuah motor melaju dengan kencang.


Seng....


Toglo sampai terasa kaget. "Masa Allah, itu orang ngejalanin kendara'an tidak ada etikanya sama sekali, di sini kan jalur lambat karena banyak kendara'an yang keluar masuk." Gerutu Toglo bermonolog sambil menatap kesal ke arah kendara'an yang sudah tidak nampak terlihat lagi.


Setelah itu Toglo melajukan lagi kendara'annya, menuju tempat kerjanya.


Setibanya di tempat, seperti biasa Toglo membuka dulu kunci pintu Rolling door, dan membereskan kursi-kursi di luar buat para castamer duduk.


Kemudian setelah semua pasilitas tempat duduk sudah rapi di tata, dan perkakas bengkel pun telah di persiapkan.


Selepas itu, Toglo berjalan menuju pada kedai kopi yang sudah di buka, oleh karyawan pengganti Mira.

__ADS_1


"Hai Mer, tumben sekarang agak pagian bukanya." Sapa Toglo.


Mery pun lalu menoleh pada Toglo.


"Eeh Om Toglo, iya om." Ujar Mery.


"Bikinin kopi ya, dan kopinya lebih strong oke." Pesan Toglo.


"Oke om."


Setelah itu gadis yang bernama Mery , langsung menuju ruangan kerjanya untuk bikin kopi pesanan dari Toglo.


Sedangkan Toglo duduk di kursi menunggu pesanannya datang.


Tidak lama kemudian, Mery datang dengan membawa segelas kopi pesanan Toglo.


"Ini Om kopinya." Ujar Mery.


"Iya Mer, terima kasih ya." Ujar Toglo


"Iya om sama-sama." Tukas Mery sambil membalikan badannya dan melangkah menuju ruangan tempat ia bekerja.


Sepuluh menit setelah itu, para karyawan sudah pada berdatangan dengan kendara'annya yang sudah memenuhi area parkiran Distributor.


Mery pun kini mulai di sibukan dengan kedatangan karyawan, bersama'an dengan itu munculah Ke tiga anak buahnya Toglo, Asep, Gio dan Peri.


"Wa alaikum sallam, tumben kalian datang barengan." Ujar Toglo.


"Mungkin hanya kebetulan saja, kita juga gak tau ko bisa barengan begini." Tukas Asep.


Setelah itu Asep, Gio dan Peri langsung memesan kopi pada Mery


"Mba Mery kopi tiga ya." Pinta Asep.


"Baik Pak Asep." Jawab Mery.


Selang beberapa menit Mery pun datang dengan membawa pesanan Asep.


"Ini kopi nya Pak Asep." Ujar Mery sambil menurunkan gelas kopi satu persatu di meja.


Asep, Gio dan Peri langsung menyeripit kopinya masing-masing, meski nampak masih terasa panas.


"Weeh mantap nih." Celetuk Asep.


"Ya gak mantap gimana, kopi tinggal minum ko." Tukas Gio.


"Betul itu, paling nanti pas akhir bulan mantap juga pembayarannya." Pungkas peri.

__ADS_1


Hahahaha...


Toglo dan ke tiga anak buahnya tertawa lebar, merasa kena banget dengan ucapannya Peri.


Lalu Toglo memberikan pengumuman pada ke tiga anaknya dan seluruh Karyawan Distributor.


"Pada seluruh Karyawan Pt Anggita Surya mandiri, ada pesan dari Pak Kamal, Jam 08:00 kalian berkumpul dulu di Aula kantor." Tutur Toglo.


"Emang ada acara apa sih Pak Wanda?." Ujarnya serempak bertanya.


"Ada pengangkatan Direktur baru." Ujar Toglo.


"Ooohhh..."


..................


Tepat pukul 08:00,


Kamal memerintah kembali pada karyawan untuk berkumpul di Aula, karyawan yang di jalan Ketupat pun pada berdatangan seperti Nina yunita, Pandi Adi Supraja dan Gito Santoso, guna menghadiri acara pengangkatan Direktur baru.


"Siapa sih Pimpinan perusaha'an sekarang." Bisiknya para karyawan masih belum tau siapakah pengganti dari Nandi Suryaman.


"Ya paling ahli warisnya dong." Jawabnya berbisik.


Setelah semua berkumpul, lalu Astuti berdiri untuk menyampaikan beberapa sambutan.


"Assalam mu'alaikum, kepada seluruh karyawan Pt Anggita Surya Mandiri. Alhamdulilah perusaha'an ini telah berjalan Tiga puluh tahunan lebih, dan berkat kerja keras kalian perusaha'an ini banyak mengalami peningkatan dalam pemasaran, sehingga ke uangan di perusaha'an ini mengalami peningkatan, berhubung ini semua sudah di atur jauh sebelum pak Nandi meninggal, maka saya selaku adik kandung dari pak Nandi akan menjalankan amanat beliau, dengan menaikan semua gaji karyawan....


Semua Karyawan pada riang gembira, mendengar itu semua.


Lalu Astuti melanjutkan lagi pembicara'annya, dan meminta pada seluruh yang hadir untuk tidak berisik dulu.


"Dan supaya tidak banyak memakan waktu, sekarang saya aKan panggilkan, kepada Saudara Anggita Eka Putri. S.M silahkan maju ke depan, dialah yang akan memegang kendali perusaha'an ini sekarang." Panggil Astuti.


Anggita pun beranjak bangkit dari tempat duduknya, lalu dengan perlahan tungkai kaki nya melangkah maju ke depan, raut wajah yang damai nampak bercahaya dan penuh harapan dalam tatapan bola matanya yang tajam.


Semua mata tertuju pada sosok Anggita, yang cantik rupawan, kulit putih bersih kini telah menjadi sorotan orang-orang, lalu tangan Anggita meraih micropon.


"Assalam mu'alaikum, selamat siang semuanya, terima kasih pada Buk Astuti yang telah memberikan waktu dan tempat padaku untuk menyampaikan sepatah dua patah kata, pada seluruh Karyawan mungkin kalian sudah tau padaku.


Demi mempersingkat waktu, Saya akan menggantikan posisi Ayahanda sebagai pimpinan di perusaha'an ini atau bahasa kerennya Direktur.


Terima kasih ke pada semuanya, yang tak mungkin saya sebutkan satu persatu, terima kasih karena kinerja dari kalian, perusaha'an ini berkembang pesat, dan mengalami banyak peningkatan, seperti yang telah kalian tadi dengar dari rincian data, dari Buk Astuti, setiap tahun perusaha'an ini mengalami peningkatan, tentu saja itu berkat hasil kerja keras kalian.


Apa bila nanti saya dalam menjalankan perusahaan ini, ada yang kurang begitu berkenan di hati kalian tegurlah jangan merasa sungkan, karena saya masih dalam tahap belajar, meski gelar sarjana managamen yang saya sandang, tapi pengalaman kalian lebih utama."


Di dalam wawancara Anggita begitu terkesan, banyak dari karyawan yang memberikan jempol pada Anggita, kata-katanya yang lemah lembut, menunjukan bahwa pihak perusaha'an tidak salah lagi bila Anggita yang meneruskan pasti akan semakin maju.

__ADS_1


__ADS_2