Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 81 Kembang Desa 2


__ADS_3

Tepat Pukul 07:10 menit.


Sang ojeg telah sampai di tempat yang di tuju, kebetulan berhenti di depan kedai.


Gadis itu melangkah turun dari motornya, sambil merogoh saku bajunya untuk melakukan pembayaran.


"Berapa Bang?." Tanya Gadis tersebut.


"Lima belas ribu neng." Jawabnya.


Setelah Tukang ojeg pergi, Gadis itu lalu masuk ke ruangan tempat minum di kedai, lalu duduk.


Kehadiran Gadis itu menjadi pusat perhatian para karyawan yang lagi asik menikmati jajanan, sambil menunggu jam kerja.


Mery pelayan di kedai itu keluar menghampiri Gadis itu dan bertanya.


"Selamat pagi, mb mau pesen apa?." Tanya Mery.


"Pagi juga mb, Bikinin teh manis hangat ya, tapi gulanya dikit aja." Jawabnya.


"Iya mb, tunggu sebentar ya." Ujar Mery sambil melangkah kembali masuk ke ruangan kerjanya, untuk menyiapkan teh manis pesanan gadis tersebut.


Tidak lama kemudian Mery datang.


"Ini Mb pesanannya, oh iya, Mb ini sepertinya orang baru ya?." Tanya Mery sambil mendaratkan segelas teh manis hangat.


"Iya aku baru pertama kali datang ke tempat ini." Jawabnya.


"Mau melamar kerja, apa mau ketemu sesorang." Ujar Mery.


"Dua duanya Mb."


"Oh begitu, ketemu siapa?." Tanya Mery.


"Mau menemui Ibuk Anggita eka putri apa benar kantornya di sini?." Gadis itu balik bertanya.


"Iya betul, mb tinggal ikutin petunjuk arah itu, terus aja lurus paling dua ratus meteran dari sini." Ujar Mery.


"Tapi jam segini belum buka kan." Ujar gadis itu.


"Ya belum, nanti jam delapan baru buka." Tukas Mery.


"Terima kasih ya mb."


"Sama-sama."


Tiga puluh menit kemudian.


Alarm sudah berbunyi, memberi tanda pada seluruh pekerja untuk segera memasuki ruangan tempat kerjanya masing-masing.


Gadis itu masih nampak duduk, sedangkan Mery terus memperhatikan gadis itu.


"Cewe ini sangat cantik , tapi sepertinya gadis kampung, kalau di lihat dari sikapnya dan cara ia berbicara, Gerutu Mery dalam hati.


Ketika gadis itu lagi menjadi pusat perhatiannya Mery.


Nampak terlihat oleh Mery, Andi Nayaka lagi berjalan kaki, yang akan melewati kedai untuk menuju pada bengkelnya.


Sejenak Andi berhenti sambil memanggi Mery.


"Mer, bikinin kopi ya, nanti anterin ke tempat kerja gua." Ucap Andi sambil melangkahkan kembali tungkai kakinya menuju bengkel.


"Oke siap Bos." Jawab Mery.


Gadis itu pun lalu menoleh ke arah Andi, yang sudah berjalan nampak terlihat punggungnya saja.


"Bukan kah itu Mas Andi, yang waktu itu bersama Buk Anggita." Batinnya.


Gadis itu lalu bertanya pada mery yang akan mengantarkan kopi buat Andi.


"Mb, mb, yang barusan itu siapa?." Tanya Gadis itu.


"Itu Andi Nayaka, pemilik perusaha'an ini." Ujar Mery.

__ADS_1


"Bukankah pemilik perusaha'an ini adalah Buk Anggita." Tukas gadis itu.


"Buk Anggita adalah kakanya mas Andi." Jawab Mery.


"OOh begitu."


"Sebentar ya ku mau nganterin kopi pesanan mas Andi yara Mery yang mengantarkan kopi untuk Andi, telah sampai di bengkel.


"Ini kopinya Pak." Ujar Mery sambil menurunkan gelas di meja talase.


"Iya makasih ya." Tukas Andi.


"Iya sama-sama, oh iya Pak tadi ada seorang gadis cuaaantiiikk banget, katanya mau bertemu sama Buk Anggita." Ujar Mery.


"Ooh ya, siapa?." Tanya Andi.


"Namanya sih gak tau, nanti aku tanyakan." Ujar Mery.


"Ciri-cirinya?." Tanya Andi.


"Ciri-cirinya seperti gadis desa, tapi kecantikannya melebihi gadis kota." Jelasnya Mery.


Andi langsung meraih gelas kopi dan di seripitnya perlahan.


"Apa mungkin gadis itu Rara Amyati, yang kemarin ku temui bersama kak Anggita.." Gumam Andi sembari menurunkan kembali gelas di meja.


Sementara di luar Toglo dan ke tiga anak buahnya sudah mulai di sibukan dengan kerja'annya.


Lalu Andi keluar dari dalam toko.


"Paman aku tinggal dulu sebentar ya." Ujar Andi pada Toglo.


"Iya, iya." Jawab Toglo Singkat.


Andi berjalan menuju kedai, hendak menemui gadis yang mery infokan itu.


Setiba di kedai Andi celingukan mencari sesuatu, lalu berkata pada Mery.


"Di mana gadis itu Mer?." Tanya Andi.


"Oh begitu."


"Pak Andi naksir ya, cieee-cieee." Gurau Mery.


"Apa'an sih kamu, gua cuma ingin tahu saja, barang kali ada penting sama kak Anggita." Ujar Andi sembari membalikan badannya, lalu melangkah untuk kembali ke bengkel.


Sementara di kantor.


Gadis yang tadi bersama Mery di kedai, sudah berada di ruangan kerjanya Sapitri, duduk di kursi, menunggu di panggil oleh sang pemilik perusaha'an.


"Sebentar ya, mb tunggu aja dulu di sini, Buk Anggita lagi jalan kesini." Ujar Sapitri.


"Iya Buk, terima kasih." Ujarnya.


Sepuluh menit kemudian.


Ponsel yang tergeletak di meja Sapitri bergetar.


Dreett dreettt..


Sapitri lalu meraih ponsdl tersebut, sambil menyentuh layar ponsel.


📞.Sapitri "Iya Buk."


📞.Anggita "Gadis yang bernama Rara Amyati antarkan ke ruang kerja saya."


📞.Sapitri "Baik Buk."


Setelah itu telpon pun terputus, lalu Sapitri beranjak dari tempat duduknya.


"Ayo mb Rara saya antarkan ke ruangan Buk Anggita." Ajak Sapitri.


Gadis yang bernama Rara pun langsung bangkit berdiri dan berjalan mengikuti Sapitri ke ruangan kerjanya Anggita.

__ADS_1


Tok tok tok


"Assalam mu'alaikum." Sapa Sapitri.


"Iya masuk." Terdengar dari dalam menjawab.


Sapitri lalu mendorong pintu, dan dilangkahkan tungkai kakinya memasuki ruangan kerjanya Anggita.


"Gadis yang bernama Rara sudah berada di luar pintu."


"Suruh masuk aja, dan Buk Sapitri kembali lagi ke ruangan kerja" Tukas Anggita.


Kemudian Sapitri membalikan badannya, melangkah keluar


"Mb sIlahkan masuk, sudah di tunggu sama Ibuk Anggita." Ujar Sapitri.


"Iya terima kasih Buk." Ujar Rara menganggukan kepalanya penuh Sopan santun.


Sapitri kembali ke ruangan kerjanya, sedangkan Rara memasuki ruangannya Anggita sambil memberi sapa'an dengan nada halus dan sopan.


"Assalam mu'alaikum Buk." Sapa Rara.


"Wa alaikum salam, ayo silahkan duduk." Ujar Anggita.


Rara pun menurunkan bokongnya duduk di kursi menghadap pada Anggita.


"Jam berapa kamu sampai di sini?." Tanya Anggita.


"Jam Tujuh Buk." Jawab Rara.


"Berkas lamarannya kamu bawa gak, buat persyaratan aja." Ujar Anggita.


"Bawa Buk, ini sesuai yang ibuk minta, sudah ku cantumkan semua lengkap." Ujar Rara sembari menyerahkan sebuah map.


Kemudian Annggita membuka sampul map itu, dan di lihat secara teliti, kemudian ditutup kembali sampul map itu.


"Bagus persyaratannya sudah lengkap, berarti kamu baru lulus tahun ini." Ucap Anggita.


"Iya Buk." Jawabnya.


"Kamu sudah siap untuk kerja hari ini?." Tanya Anggita.


"Siap Buk, kapan pun aku diminta kerja aku siap." Jawab Rara.


"Bagus kalau begitu, sekarang kamu tunggu diluar nanti skretaris saya yang akan menempatkan posisi kerjamu." Ujar Anggita.


"Terima kasih Buk." Ujar Rara dengan senang hati.


"Iya sama-sama."


Setelah Rara keluar dari ruangan itu, Anggita pun langsung menghubungi Sapitri untuk datang menghadap.


Setelah Sapitri berada di ruangan Anggita.


"Buk Sapitri tolong antarkan Rara ke Pak Kamal, suruh tempatkan di bagian Packing." Titah Anggita.


"Baik Buk, saya permisi dulu."


"Ya sudah."


Sapitri pun lalu melangkah keluar untuk menemui Rara yang lagi duduk menunggu di luar teras Kantor.


Singkat cerita Rara Amyati sudah bekerja di bagian packing.


Kedatangan Rara di perusahaan Suplier itu banyak para pekerja pria yang melirik, terkadang ada yang nakal suka godain Rara.


Gadis cantik dan imut itu merupkan kembangnya di Pt Anggita Surya Mandiri.


Tapi ada satupun lelaki yang menyentuh dengan hati Rara.


Lain halnya dengan Andi Nayaka, Ketika jam istirahat tiba, ketika semua karyawan lagi menikmati jajanan di kedai, Andi yang tidak banyak bicara, ia cuma menatap Rara dari kejauhan.


Ketika mereka sempat beradu pandangan, entah kenapa tatapan Andi seperti menembus jantung Rara.

__ADS_1


Jantungnya berdegup kencang, tapi Rara menyembunyikan itu semua dengan sikapnya yang seperti acuh dan biasa saja, menyapa seperlunya.


Rara tetap pokus pada jajanannya , walau hatinya bisa merasakan sepasang bola mata yang sedang memandangnya dengan intens.


__ADS_2