Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 99 Di Mintai Keterangan


__ADS_3

Malam yang yang terasa dingin, dan suasana di jalan pun masih nampak ramai, kendara'an pun masih terlihat padat.


Tidak lama kemudian.


Andi dan mobil polisi yang membawa ke empat lelaki itu sudah sampai di kantor kepolisian.


Ke tiga Anggota polisi yang mengawal mereka di belakang, langsung turun dan membawa ke empat lelaki yang bertato itu memasuki kedalam untuk di proses sesuai hukum dan undang-undang.


Kemudian Andi dan komandan berjalan mengikuti sang komandan memasuki ruangan untuk di mintai keterangannya.


Andi sudah duduk berhadapan dengan petugas polisi yang menangani masalah kriminal.


Andi pun menceritarakan detik kejadian dari mulai kepulangannya dari desa Gandasoli, dan memberi pertolongan pada tukang parkir yang menjadi korban penusukan sampai kepemakaman, selepas itu Andi pulang hingga di ikuti ke empat lelaki bertato sampai terjadi perkelahian ketika mau sampai di perbatasan antara kabupaten dan pusat kota.


"Nah begitu pak ceritanya, tidak kurang tidak lebih, saya berusaha membela diri, karena mereka mau membinasakan saya, terpaksa saya lumpuhkan mereka dengan senjata mereka yang saya ambil dari salah satu mereka yang terjatuh." Ungkap Andi.


"Terima kasih atas keterangannya, dan ke empat orang itulah yang sedang kami incar, mereka selalu bikin resah warga terutama di malam hari, sudah banyak korban pembacokan karena ulah mereka." Jelas polisi.


"Sama-sama pak." Ujar Andi.


"Lalu nak Andi hendak kemana?." Tanya polisi.


"Saya mau pulang, habis nganterin karyawan saya." Jawab Andi.


"Oh begitu, pulangnya kemana?." Lanjut polisi bertanya.


"Ke Gang Si'iran Pak." Jawab Andi.


"Apa....Gang Si'iran." Tukas Polisi.


"Iya pak, ko Bapak seperti kaget mendengar Gang Si'iran?." Andi balik bertanya.


"Bukan begitu, mendengar Gang itu, Saya seperti di ingatkan sama sang legenda yang banyak membantu pihak kepolisian dalam mengatasi kriminal." Ungkap Polisi.


"Oh jadi begitu? Terus siapa tokoh Legenda tersebut pak?." Lanjut Andi bertanya.


"Namanya Nandi Suryaman dan di juluki Si Kidal Sang Penolong." Jawabnya.


Sontak saja Andi kaget, bercampur senang ternyata Almarhum ayahnya banyak berbuat kebaikan bahkan sampai di kepolisian pun sudah di kenal.


"Nandi Suryaman...Itu Ayah saya saya pak." Ujar Andi.


"Jadi kamu itu...Tukas polisi tidak di terusin.


"Iya saya Anaknya Pak Nandi alias Si Kidal." Respon Andi menjawab.

__ADS_1


"Sungguh suatau kehormatan bagi kami, memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." Ujar Polisi.


"Maksud Bapak?." Tanya Andi.


"Iya Ayahmu pun pandai bela diri dan banyak menolong orang yang kesusahan, kamu pun sama persis seperti mendiang ayahmu, sekali lagi dari kami banyak mengucapkan terima kasih, sudah membantu meringankan tugas kami." Tukas Polisi.


"Saya tidak sehebat ayah Pak." Ujar Andi.


"Bapak percaya, karena Ayah mu pun begitu suka merendah, tidak pernah menyombongkan kepandaiannya, cukup orang lain aja yang tau." Ujar pak Polisi.


"Sekarang bagaimana pak, ini kan sudah larut malam, apa saya di perbolehkan untuk pulang." Ujar Andi.


"Iya silahkan nak Andi, nanti bila pihak kami kalau membutuhkan bantuan mu apa kamu bersrdia." Tukas polisi.


"Insa Allah pak, saya selalu siap membantu sekuat dan semampu saya." Tukas Andi.


"Terima kasih nak Andi, kamu hati-hati di jalan, apa perlu pengawalan untuk sampai ke Gang Si'iran." Tawar Polisi.


"Terima kasih sebelumnya, kayanya tidak perlu pak, lagian jarak tempuhnya sudah dekat ko, tinggal masuk jalan Mengkudu langsung deh jalan Delima." Ujar Andi.


"Terus luka di tanganmu itu, apa perlu kami bantu bawa ke rumah sakit polri." Ujarnya.


"Insa Allah pak saya masih kuat, ya sudah saya pamit dulu. Assalam mu'alaikum." Pamit Andi sembari beranjak dari tempat duduknya.


"Iya pak terima kasih." Jawab Andi sambil berjalan keluar.


Lalu komandan polisi itu berbisik pada dua Anggotanya yang bertugas dalam team Hunter berpatroli di malam hari.


"Kalian bersama Team Hunter antarkan Nak Andi, sambil berpatroli, untuk menghindari dari hal yang tidak di inginkan terjadi pada nak Andi, apalagi dia mengalami luka yang cukup dalam." Bisiknya.


"Siap komandan."


Setelah itu petugas gabungan dalam.team Hunter langsung sigap memburu pada kendara'annya.


Sementara Andi sudah melaju dengan motornya di jalan mengkudu


Walau luka di tangan kini mulai terasa oleh Andi, tapi tidak merubah dalam melajukan motornya ia tetap pokus dengan kecepatannya rata-rata.


Sehingga tidak lama kemudian Andi telah sampai di pertiga'an jalan Delima yang mengarah pada Gang Si'iran.


Sedangkan Andi tidak mengetahuinya bahwa dirinya telah di kawal oleh team Hunter.


Setelah Andi tetlihat sudah berbelok masuk ke jalan Gang Si'iran Team Hunter pun langsung memberi komando pada Anggotanya untuk mulai ber oprasi menentramkan suasana kota di malam hari.


Sementara Andi kini telah tiba di luar gerbang depan rumahnya.

__ADS_1


Tid tidid.


Andi menyalakan klakson.


Dan Jaroni langsung keluar dari pos jaga untuk membuka pintu.


"Ma'af paman aku mengganggu istirahat Paman." Cetus Andi.


Jaroni malah tertawa mendengar Ujarannya Andi.


"Hahaha, Den Andi ini lucu, ini kan tugas Paman kenapa bilang begitu." Ujar Jaroni.


"Ya bukan begitu Paman, aku kasihan paman kerja siang malam dan butuh istirahat." Tukas Andi.


"Iya tidak apa-apa den, andai paman merasa lelah ya paman pasti minta ijin libur." Timpal Jaroni.


Andi pun langsung memasukan motornya kegarasi di parkir samping mobil pajero.


Dan si Gery yang sedari tadi tertidur, ketika mendengar suara motornya Andi, Binatang piaraan itu langsung terbangun dan menggonggong.


Sungguh binatang yang sudah mengerti dan sudah mendarah daging antara Andi dan si Gery.


Andi pun langsung mengambil bungkusan di atas talase samping kerangkeng kandangnya si Gery.


"Hahaha, kamu lapar ya, ma'af ya Gery gua telat memberi makan kamu, tadi di jalan ada kendala." Ujar Andi sambil memasukan beberapa potong kaki ayam, makanan kesuka'annya si Gery.


Si Gery hanya menatap Andi penuh persahabatan sambil menjawab dengan gonggongan.


"Ya sudah sekarang kamu makan yang kenyang, dan besok pagi kita berolah raga, adu kecepatan berlari dengan gua." Ujar Andi berkata pada si Gery yang lagu memakan kaki ayam.


Jaroni hanya menggelengkan kepalanya, merasa kagum pada Andi yang begitu bersahabat banget dengan binatang seperti si Gery.


Lalu Andi melangkah menghampiri Jaroni yang lagi dufuk di pos sambil memperhatiakannya.


"Paman mau ngopi gak?." Tanya Andi.


"Boleh." Tukas Jaroni singkat.


"Sebentar ya Paman." Ujar Andi beranjak keluar dari pos.


Lalu sepintas netranya Jaroni melihat pada jaket levi's nya Andi merobek.


"Sebentar Den, itu lengan jaketmu mu kenapa?." Tanya Jaroni.


"Oh ini, nanti aku certain ya." Tukas Andi sembati mdmbalikan badannya melangkah menujunteras rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2