
Jeregjeg..
Ninja merah dan Ninja biru terdorong mundur beberapa langkah.
Ninja Hitam yang sedari tadi terjatuh, ia langsung beranjak bangkit, dan melancarkan serangan demi serangan pada Andi dengan permainan pedang samurainya.
Kelebatan-kelebatan cahaya putih dari logam tipis pedang samurai begitu menyilaukan pandangan, terpantul oleh cahaya matahari.
Andi bergerak dengan cepat, guna menghindari sabetan-sabetan pedang yang teus mengurung dirinya.
Sementara si Gery yang menyaksikan Sang majikan lagi di gempur dengan sabetan-sabetan senjata, seperti tidak terima melihat pertarungan yang sangat tidak seimbang, ketika Ninja merah dan Ninja biru melompat menyerang Andi dari dua sisi dengan senjata tajam.
Si Gery melompat dengan cepat menyambar Ninja merah, dengan gigi taringnya yang keras dan tajam mencengkram lehernya Ninja merah bagian belakang.
Aaaawwwww....Ninja merah berteriak ke tika dua benda keras dan runcing menusuk di Tengkuknya, secara spontan senjatanya terlepas dari genggaman.
Ninja Merah lalu menjatuh kan badannya posisi terlentang, agar Si Gery melepaskan gigitannya.
Tapi si Gery malah semakin kuat cengkraman rahangnya seperti terkunci terus menembuskan taringnya.
Walau badan si Geri terbentur ke tanah dengan keras, ia tetap semakin kuat mencengkram Ninja merah.
Ninja merah menggelindingkan badannya, sambil kedua tangannya di arah kan kebelakang bertujuan ingin mencekik lehernya si Gery.
Semakin kuat Ninja merah berontak, semakin kuat pula taring si gery menusuk, hingga terdengar suara seperti ada bagian tulang yang retak.
Ninja merah berteriak sangat keras, itupun berlangsung hanya sebentar karena urat sarap di bagian lehernya seperti putus oleh gigitan si Gery, darah segar menyembur membasahi mulutnya si Gery.
Setelah itu si Gery pun langsung melepaskan cengkramannya setelah ia tahu bahwa lawannya sudah tidak berdaya, si Gery langsung melompat ke tika ujung samurai Ninja biru meluncur mau menusuk perutnya.
Sungguh binatang yang pintar dan sangat terlatih, ketika bahaya lagi mengancam dirinya, binatang itu pun tau bagaimana cara untuk menyelamatkan dirinya.
Tapi Ninja biru bukanlah petarung yang atah pengalaman ketika tubuh si Gery melayang, dengan cepat ia melepaskan senjata bintang besinya.
Wheeesss
Wheeesss.....
Clek ceekkk...
Gaiiiiiikkkkk gaiiikk..
__ADS_1
Si Gery menjerit kesakitan ketika ada benda tajam menuduk perutnya Dan jatuh bersimpuh darah di atas hamparan rumput.
Sontak saja Andi kaget, dan langsung berteriak melompat memburu pada si Gery.
"Gerrrryyyyyyy....." Teriak Andi.
Ketika tubuh Andi sudah mendarat dekat si Gery secepat kilat Andi mencabut Senjata bintang besi, dengan kecepatan yang tidak dapat di antisipasi oleh Ninja biru, Andi membalikan senjata itu sambil berteriak penuh murka.
"Heaaa, mampus kau bangsat."
Bintang besi itu melesat dengan sangat cepat dan menancap sangat dalam tepat mengenai jidatnya Ninja Biru.
Auuuugghhh...
Ninja biru mendelikan matanya ke atas bersama'an dengan melayangnya tubuh jatuh terkapar, darah segar terus ngocor dari jidatnya yang pecah seperti terbelah.
Kini Tinggal Ninja hitam, yang terpaku melihat rekannya Ninja biru telah tewas oleh senjatanya sendiri yang di balikan oleh Andi.
Wajah memerah seperti besi yang terbakar, Ninja hitam melompat sambil melepaskan puluhan senjata bintang besi pada Andi, Andi melompat kesana ke mari menghindari hujanan dari bintang besi.
Tapi karena banyaknya luncuran bintang besi menghujani dirinya, akhirnya satu bintang bisi menancap di pangkal lengan kirinya Andi.
Auuuugghh..
Krek kreweeekk...
Daging di pangkal lengan andi terbawa keluar, bersama bintang besi.
Ninja hitam kini merasa puas karena lawannya yang sebentar lagi akan binasa.
"Hahahah....Hutang nyawa bayar nyawa, sekarang kau akan mampus, heeaaa....." Teriak Ninja Hitam sambil mengayunkan pedangnya ingin membelah kepala Andi.
Walaupun tangan Andi terluka, ia tetap tenang sambil menatap mata ujung pedang yang akan mengancam kepalanya.
Ketika mata pedang sudah mendekat, Andi langsung menjatuhkan badannya sambil menendangkan kaki kanannya ke atas.
Buuukk
Tusukan kaki Andi mengenai ulu hati Ninja hitam.
Ninja hitam terpelanting beberapa meter, Andi bergerak cepat membalikan badannya, sambil melemparkan bintang besi yang masih berada di genggamannya.
__ADS_1
Siuuuurrrt...........
Clek cekk.
Bintang besi melucur dengan cepat menancap di pungungnya Ninja hitam.
Di Sisa tenaganya Andi melompat cepat dan mendaratkan kakinya di punggung Ninja hitam yang lagi jatuh tengkurap.
Kepala dan kaki Ninja hitam langsung mengayun ke atas, ketika kedua kaki Andi mendarat di punggungnya dengan bobot yang mematikan, dan seketika itu napasnya terputus, kemungkinan jantungnya telah terputus dan pembuluh darahnya telah pecah.
Lalu Andi berjalan dengan terhuyung memburu pada si Gery yang lagi terkapar dengan napasnya yang turun naik sambil menjulurkan lidahnya yang panjang.
"Kau adalah mahluk yang kuat kawan, bertahanlah, gua akan cari obat untuk lukamu." Ujar Andi.
Tidak peduli dengan luka yang di alaminya, Andi berjalan terhuyung mencari dedaunan dan kulit batang pohon.
Setelah beberapa menit Andi berjalan, akhirnya Andi menemukan rumput antanan dan rumput ilalang panjang.
Kemudian Andi mencabut rumput antanan itu segenggam kepalan tangan dan segenggam ilalang yang panjang.
Setelah itu Andi kembali pada si Gery.
"Kamu yang kuat Gery, gua akan mengobati lukamu." Ujar Andi.
Kemudian rumput antanan di bagi dua, lalu Andi mengunyahnya sampai agak lembut dan berair, lalu Andi memakai kan sarung tangan yang selalu ia bawa supaya kulitnya tidak bersentuhan langsung sama si Gery.
Setelah itu rumput antanan yang sudah lembut di tempelkan pada luka si Geri, kemudian di ikat dengan satu ikat rumput ilalang yang panjang melingkari perut dan punggung si Gery.
"Nah sekarang kamu sudah gua obatin, sekarang gua akan mengobati luka gua dulu ya." Ujar Andi sambil mencopot sarung tangannya dengan di jepit pakai ujung jempok kakinya lalu di tarik dan akhirnya terlepas.
Terlebih dahulu Andi mencopot jaketnya meski terasa susah karena luka di pangkal lengan kirinya semakin terasa sakit.
Setelah itu Andi mengunyah sisa rumput antanan sampai lebut dan berair, kemudian di tempelkan di bagian pangkal lengan kirinya yang merobek cukup lebar.
Aadaawwww....
Lukanya terasa semakin perih setelah rumput antanan yang telah di lembutkan menempel di luka yang merobek.
Lalu Andi melingkarkan rumput ilalang dengan tangan kanannya yang di bantu dengan giginya, lalu di ikatkan agar antanan tersebut tidak terlepas.
Setelah beberapa menit Andi dan si Gery mengumpulkn energi, perlahan Andi beranjak bangkit, dengan jakett levi'snya yang sobek di pakai buat menutupi lukanya.
__ADS_1
Andi dan si Gery berjalan agak terhuyung di area perkebutan, terkadang ia berhenti karena lukanya semakin perih, mungkin obat antanan mulai bereaksi.