Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 109 Suasana di Jalan Impala.


__ADS_3

Andi, Abeng dan Erik berjalan keluar dari cafe tersebut, ketika mendengar ada suara keributan.


Lalu Andi, Abeng dan Erik langsung memburu pada motornya, dan melaju menuju ke arah keributan tersebut.


Nampak banyak orang berlari seperti ketakutan menghindari dari bahaya dari kelompok orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan toko, keluar dari toko dan berlari untuk menyelamatkan dirinya dari kebringasan orang-orang yang menggeledah dan meruksak barang dagangan, dan mengambil uang dari meja kasir.


Andi, Abeng dan Erik langsung menghentikan wanita yang berlari ke arahnya, dengan wajah pucat pasi dan bibirnya bergetar ketakutan.


"Mb, mbak ada apa? Dan kenapa orang-orang pada berlari seperti ketakutan begitu?." Tanya Andi.


"Ada perusuh, menjarah semua toko dan mengambil semua uangnya." Jawabnya sambil berlari meninggalkan Andi dan kedua sahabatnya.


Andi lalu memberi isyarat pada Abeng dan Erik untuk segera meluncur menstabilkan suasana di Jalan Impala.


Ketika Ketiga pemuda yang berkendara roda dua Yamaha Rx king, tiba di tempat nampak suasana pertokoan sudah sepi karena semua pengunjung dan pelayan toko sudah pada berlari meninggalkan tempat itu.


Nampak terlihat oleh Andi belasan orang-orang lagi tertawa ceria sambil mengumbarkan kata.


"Hahahaha, malam ini kita kaya, kita pesta sepuasnya dengan hasil yang kita dapatkan sekarang." Koarnya sambil tetawa lepas.


Gelak tawa mereka tiba-tiba langsung terkatup ketika indra pendengarannya menangkap suara tepuk tangan.


Pok


Pok


Pok


"Hebat...Hebaatt..kini kawanan tikus got sudah masuk ke pemukiman dan bermimpi menjadi jutawan." Cibir Suara dari jarak sepuluh meteran yang tak lain adalah Andi, Abeng dan Erik.


Lelaki berwajah bewokan itu langsung memandang ke arah suara itu dengan tatapan yang liar dan tajam, sambil menyeringai penuh dengki.


"Owh, pucuk di cinta ulampun tiba, akhirnya malaikat maut telah mengantarkan orang-orang yang di takdirkan harus mati oleh tanganku." Maki Lelaki berwajah bewokan.


Andi, Abeng dan Erik.saling pandang sambil menyunggingkan senyumnya.


"Bila hama sudah datang meruksak ladang para petani, maka Regen datang untuk membunuh kocoa dan para gerombolan tikus got." Lanjut Andi balik memaki.


"Bangsat sekarang persiapkan mantra untuk menuju ke akhirat." Bentak lelaki bewokan itu.


"Owh Sungguh sangat menjajikan cakapmu, biasanya perkata'an yang besar itu selalu datang dari orang-orang yang sudah menanti ajalnya." Cibir Abeng.


"Hahaha, kalian cuma bertiga, sedangkan Gue dua belas orang, Heh Andi, dan elo Abeng sekarang tiba sa'at ajalmu tiba." Ancam Lelaki bewok.


"Se ekor harimau tidak pernah lari bila berhadapan dengan puluhan Anjing-Anjing penjilat." Cibir Andi.


Lelaki bewokan yang merupakan ketua dari perkumpulan Gengnya tidak dapat lagi menahan amarah nya ia langsung menyerukan kata perang pada ke sebelas anak buahnya.


"Habisi ke tiga orang itu." Serunya.


Andi, Abeng dan Erik langsung berpencar mencari tempat yang lebih leluasa memecahkan perkumpulan mereka.


Andi, Abeng dan Erik begitu agresip dan dan sangat cepat dalam melakukan gerakan-gerakannya.

__ADS_1


Olah bela diri yang tingkat kepandaiannya sudah jauh berada di atas rata-rata, membuat Andi tidak begitu kesulitan dalam menghadapi lawannya yang lebih dari satu yang rata-rata hanya mengandalkan bela diri jalanan yang masih mentah.


Ke empat anggota Geng yang menjadi lawannya Andi dan salah satunya lelaki bewokan, dengan sangat brutal menyerang Andi membabi buta.


Andi melompat ke udara dengan memutarkan tubuhnya bersama'an dengan kelebatan-kelebatan tendangan kuda terbang begitu cepat.


Wheesss.....Wheessss...


Buk


Buk


Buk


Blak, blak, blak.


Ke tiga Anggota Geng terpental terkena hantaman tendangan kuda terbang dari Andi.


Lelaki Bewok yang tak lain adalah Victor, semakin geram dan bringas menyerang Andi, ketika ke tiga kawanannya telah tumbang.


Victor melompat sambil membidikan pukulan dan tendangannya pada Andi.


Andi menangkisnya dengan jurus gunting, lalu Meliukan badan ke kiri dengan lentur, di sa'at itu pula kaki Andi membidik ulu hati Victor dengan tusukan lututnya Andi.


Buukk...


Jeregjeg


Victor terdorong mundur tiga langkah, sambil menekukan tubuhnya ke depan menahan rasa sesak di pernapasannya.


Tanpak sepengetahuannya Victor, elbo Andi telah menusuk bagian tulang rahangnya Victor.


Deeaaassss...


Adaaaww..


Suara mengaduh dari Victor sambil memegang pipi kanan bagian bawah.


"Kurang ajar kau bangsat, akan ku bunuh kau." Teriak Victor sambil mencabut sebuah senjata berupa pisau yang bergerigi dan sangat runcing di bagian ujung pisau tersebut.


Heaaaa..


Teriak Victor, melompat dengan sebuah pisau di genggaman tangan kanannya meluncur cepat ingin menggorok lehernya Andi.


Andi melompat mundur dengan gerakan salto, dan ke tika kaki Andi sudah menapak di tanah, Andi menolakan kaki kirinya ke tanah untuk mengantarkan tubuhnya melesit ke atas, dan Kaki kanannya memutar cepat untuk mengecoh pergerakan lawan.


Victor pun merasa kewalahan lalu ia melompat mundur, tapi semua sia-sia, karena Victor telah masuk dalam perangkap taktik dan siasat dari serangan yang Andi lancarkan.


Tidak bisa di hindari lagi luncuran pukulan Andi dalam jurus tinju buminya telah mendarat dengan tepat di pipi kanannya Victor.


Hiuuukkk


Deeaassss🗯🗯


Sebuah kekuatan besar yang di bangun dan di lapisi oleh tenaga yang begitu besar dan kuat telah menumbangkan Victor jatuh terkapar di atas lantai yang di cor di area halaman pertokoan.

__ADS_1


Jatuhnya Victor menjadi pengaruh besar bagi para anggotanya yang lain, seperti yang di alaminya ketika lagi berhadapan dengan Erik dan Abeng.


Erik dan Abeng yang begitu sadis, dalam menghantam lawannya, semua di libasnya tanpak ada rasa iba.


Luka merobek di bagian anggota tubuh dari para kawanan Geng itu sudah cukup membuat mereka hilang nyali ke tika menerima serangan-serangan dari Erik dan Abeng yang sadis, ganas tanpak belas kasihan.


Buk


Buk


Buk


Deeaass


Jebrod.


Clek, clek, clek.


Pukulan dan tendangan, di tambah cabikan dari sebuah pisau melengkung yang selalu Abeng dan Erik bawa telah merobek, perut, muka, tangan, kaki dan yang lainnya.


Auiuggghh..


Suara jerit kesakitan dari kawanan Victor telah memecahkan suasana malam.


Abeng dan Erik semakin brutal dan bengis dalam melakukan serangannya.


Hujan pukulan dan tendangan telah mendarat pada kawanan Victor, di tambah dengan sabetan Pisau yang banyak merobek kulit mereka, sehingga menjadikan pertahanan mereka semakin melemah, apalagi Victor sendiri kini telah terkapar tidak berdaya setelah menerima pukulan Tinju Bumi dari Andi.


Tiggal tiga orang yang tersisa dari kawanan Victor, yang nampak terlihat masih menggerakan tubuhnya.


Ketiga kawanan Victor mencoba untuk bangkit sambil memegang bagian dadanya yang sobek terkena sabetan pisau dari Erik.


Erik berjalan mendekati ketiga kawanan Victor yang merangkak berusaha untuk bangun.


"Mau bangun, sini gua bantu." Ujar Erik sambil menjambah kerah baju orang itu.


"Aduh kasihan sekali, elo merasakan sakit pada lukamu?." Tanya Erik.


Lelaki itu hanya menganggukan kepalanya, lalu Erik bertanya lagi.


"Pingin hilang gak rasa sakitmu ini?." Tanya Erik.


"Ii i ii iiya..."


"Baiklah." Tukas Erik sambil menurunkan tangan kanannya lalu di ayunkan secepat kilat.


Hiuuuukk..


Jebrooddd...


Bogem Erik menghantam lelaki itu dengan sangat keras.


...Tubuh lelaki itu terpental hingga terkapar dan tidak berdaya lagi....


"Haha, nah sekarang elo tidak akan lagi merasakan sakit." Cibir Erik.

__ADS_1


Abeng yang sedari tadi hanya bengong melihat drama Erik, tidak menyangka ternyata di balik ketenangan wajahnya Erik tersimpan sipat yang sadis dan ganas.


__ADS_2