Andi Nayaka Titisan Si kidal

Andi Nayaka Titisan Si kidal
Eps 111 Siasat Abeng


__ADS_3

Pagi itu nampak cuaca sangat cerah sekali. Lalu lalang kendara'an pun nampak sepi karena bertepatan dengan hari liburnya para karyawan.


Di sebuah tempat.


Di selatan pusat kota tinggalah kelompok manusia yang meng atas namakan kelompoknya.


"Victor Of The Geng"


Mereka berkumpul dalam sebuah ruangan yang remang-remang, hanya sedikit cahaya yang masuk melalui pentilasi udara.


Wajah-wajah sangar nan bringas, meraung-raung kesakitan, kain perbal yang melilit di bagian anggota tubuhnya menutupi luka-lukanya.


Pria yang wajahnya di penuhi oleh bulu-bulu tipis, berhidung mancung paruh burung, bermata tajam, datang dengan membawa dua buah botol minuman bertuliskan Jack daniel, lalu duduk di kursi sambil menyimpan dua botol tersebut.


"Bagaiman luka kalian masih terasa sakit." Ujarnya.


"Masih bos, gue mesti balas luka di tubuh ini." Tukasnya.


"Abeng dan Andi, jangan dulu kalian merasa tenang setelah menglahkan kami, tunggulah, suatu sa'at Victor akan datang membuat perhitungan, akan gue bantai semua yang berhubungan dengan, Andi, Abeng dan pemuda yang satunya lagi, yang gue tidak tau namanya." Geramnya Victor sambil menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas kecil.


"Iya bos, kita harus segera bikin perhitungan." Celoteh dari Anggotanya yang lain.


"Lalu bagimana dengan luka-luka kalian." Tukas Victor.


"Bos bisa menghimpun Anggota baru, dengan sarat harus pandai bela diri." Ujarnya memberi usul.


"Boleh juga usulmu itu." Timpal Victor sambil merenung memikirkan usul dari Anggotanya.


Satu Minggu kemudian.


Ke ada'an Victor dan anggotanya kini sudah pulih kembali luka-luka di tubuhnya sudah mengering dan pulih seperti biasa.


Pukul 20;00


Victor mengumpulkan seluruh anggotanya, untuk menyebar ke tiga penjuru kota.


"Kalian ber'enam pergi ke jalan Angkasa, cari tau keberada'annya Abeng, habisi Abeng dan keluarganya." Perintah Victor.


"Oke siap Bos."


"Dan elo Bendi bawa lima orang, untuk mencari tau pemuda temannya Andi itu." Tukas Victor.


"Oke Bos, gue dan yang lain sekarang juga siap meluncur." Ujarnya.


"Bagus, sedangkan gue dan yang lain akan buat onar di wilayah Gang Si'iran, akan gue pancing si Andi keluar dari sarangnya." Ujar Victor.


Setelah itu mereka pun melaju dengan sepeda motornya, melaksanakan tugas yang di berikan oleh Victor.


Sedangkan Victor bersama tujuh orang anggotanya melaju ke arah barat menuju jalan Delima.


Sementara suasana di malam itu masih nampak ramai, lalu lalang kendara'anpun masih memadati di jalan raya.

__ADS_1


Kerlap-kerlip lampu dari sebuah kendara'an terukir indah di tengah-tengah gelapnya malam.


Dua pengendara sepeda motor Rx king melaju dengan santai.


Ketika dua pengendara itu sampai di sebuah persimpangan Jalan Angkasa mereka pun berhenti.


"Kita berpisah di sini, hati-hati Bang, pasang mata dan telinga takutnya anak buah Victor masih terus berkeliaran, Victor jaringannya ada di mana-mana." Pesan pemuda bertubuh gempal dan berambut ikal dengan sebuah topi menutupi kepalanya, yang tak lain adalah Erik.


"Iya terima kasih Rik, elo juga hati-hati, apabila ada apa-apa cepat hubungi gua dan Andi." Tukas Rekannya itu yang tak lain adalah Abeng.


Setelah itu mereka pun melajukan lagi kendara'annya dengan beda arah, Abeng melaju ke kanan sedangkan Erik berbelok ke kiri menuju kediamannya di Gang Uncal.


Sementara Abeng menyusuri jalan Angkasa dua, karena letak kediamannya sudah dekat tinggal masuk Gang.


Ketika Abeng mau berbelok Ke Gang Jati, sekilas Abeng melihat ada enam pengendara roda dua, lagi mendekat ke arahnya.


Sontak saja Abeng kaget, ternyata ke enam pengedara itu adalah anak buahnya Victor.


"Celaka itu anak buahnya si Victor, gua yakin mereka lagi mengadakan swiping, gua mesti balik lagi ke tempatnya Andi, atau gua hindari dulu mereka." Gerutu Abeng bermonolog.


Abeng pun langsung memutar balikan lagi kendara'annya menghindari kawanan Victor.


Tapi kepergiannya Abeng telah di ketahui oleh salah satu dari ke enam pengendara roda dua tersebut yang sudah hampir mendekati pertiga'an.


"Woii, itu seperti motor Rx kingnya Abeng." Tunjuknya.


"Iya benar, ayo kita kejar jangan sampai lolos." Teriak yang lainnya.


Abeng yang sebelumnya berjalan pelan, untuk menghilangkan ke curiga'annya mereka, kini Abeng menarik gasnya ke tika kawanan Victor melaju kencang mengejarnya.


Weng weng weeeng..


Suara motor Yamaha Rx king terdengar begitu nyaring memecahkan di kesunyian malam.


"Woii jangan lari bangsat." Teriaknya.


Kejar-kejaran antara kendara'an roda dua telah mericuhkan suasana di jalanan.


Untuk menghindari pengguna jalan yang lain agar tidak terganggu. Kemudian Abeng membelokan motornya memasuki gang sempit dan banyak belokan.


"Gua yakin mereka akan kesulitan melewati Gang ini, dan akan banyak tertipu." Gumam Abeng dengan lincahnya melaju di gang sempit yang pas banget dengan setang/kemudi kendara'annya.


Benar apa yang di katakan Abeng dalam hatinya, kawanan Victor mengalami hambatan dalam melajukan sepeda motornya Maju kena mundurpun apalagi.


"Sial, kita tidak bisa melaju dengan optimal, brengsek si Abeng, mana kita belum hapal jalannya." Gerutunya.


"Terus gimana nih kita sekarang, balik lagi tidak mungkin."


"Terpaksa kita terus lalui jalur ini." Sahutnya.


Akhirnya merekapun dengan sangat terpaksa melaju dengan merayap menyusuri gang sempit.

__ADS_1


Sedangkan Abeng sendiri kini telah keluar dari Gang tersebut kemudian berhenti sambil menolehkan pandangannya ke belakang.


"Hahaha makan tuh Gang sempit, selamat bermalam di kuburan." Cibir Abeng bermonolog merasa puas sudah menyesatkan mereka.


Ternyata Abeng telah menutupi jalan gang yang mau mengarah ke jalan raya dengan seng gelombang yang ia dapatkan di pinggir tembok, dan membelokan anak panah jalan keluar ke sebuah tempat pemakaman umum.


Setelah itu Abeng melaju dengan santai, dengan pasang wajah ceria berseri-seri merasa senang telah mengelabui mereka.


Akhirnya Abeng telah sampai di tempat kediamannya dengan aman, di Gang jati, saling tegur sapa dari orang-orang yang berpapasan dengannya.


Sementara ke enam pengendara roda dua masih saling berdesakan dengan sepeda motornya merayap di gang sempit. dan mengikuti petunjuk yang Abeng alihkan.


"Nah itu petunjuk keluar, ayo cepetan rasanya gue sudah capek berada di gang ini."


"Ayo."


Setelah melewati petunjuk tersebut perlahan-lahan jalan melebar, dan mereka pun melaju tidak begitu pelan, tidak seperti di gang sebelumnya yang cuma pas setang saja.


Kemudian salah satu dari mereka tersontak kaget ketika yang mereka lewatinya banyak berjejer kuburan.


"Hah kuburan."


"Iya ya, tapi kita kan mengikuti petunjuk tadi."


"Mana serem lagi."


Ketika mereka lagi panik bercampur takut, di tambah suasana di kuburan itu kini menjadi berubah menyeramkan.


Lolonhgan Anjing malam telah terdengar jelas sekali.


"Iihh sereem." Ucap salah satu dari mereka.


Dan tiba-tiba terdengar suara tertawa perempuan sangat menyeramkan.


Hihihihi.....


Hihihihihihi....


Suara perempuan tertawa begitu keras dan menyeramkan, ke enam kawanan Victor terus melajukan motornya.


Mereka hanya berputar-putar di sekitar kuburan yang begitu luas.


"Waduh gimana nih, kita hanya berputar-putar di sekitar kuburan, sial si Abeng kemana lewatnya tidak ada jalan keluar." Gerutunya.


"Iiih bulu kuduk gue merinding begini."


Ketika mereka lagi panik bercampur dengan rasa takut yang terus menghantui, tiba-tiba dibawah rindangnya pohon kamboja, nampak kelebatan-kelebatan bayangan putih lagi asik ayunan sambil menggendang bayi, lirih menyanyi lagu nina bobo.


Nina bobo oh nina bobo...


Awwwww

__ADS_1


Aauuuwwwwe...


Ke enam lelaki berwajah sangar itu langsung menjerit sambil melompat dari motornya dan berlari saling bertabrakan satu sama lain.


__ADS_2